Antara Nulis, Aku dan India

10:12:00


Jika Panah Asmara Saheer Sheik menembus hati wanita Indonesia Maka panah artikel Emak  tentang India menembus media Indonesia.

Apa hubungannya? *mikirsambilgigitsandal*. Satu tahun yang lalu ketika emak bertolak ke India. Di negeri Indonesia tercinta justru dilanda demam sinetron India hingga detik ini. Daya sihir pemeran utama Sihir sheik upsss.... Saheer Sheik menghipnotis jutaan wanita Indonesia. Mulai nenek, kakek, nyak, babe, emak, mbak sampe krucil J. Gelombang “pernak pernik”  India pun turut menerjang daratan Indonesia.

Jauh di negeri asalnya, India. Demam Mahabharata justru sunyi senyap. Bagi masyarakat India cerita Mahabharata ini sudah mendarah daging dan bagian dari agama mereka. Hafal diluar kepala. Saya sendiri yang tinggal di India tidak kenal ama yang namanya Saheer Sheik. Kenalan dulu dong mak ? J. Pun emak nggak tahu di-channel mana sinetron Mahabharata ditayangkan. Nggak ikut ikutan latah. Nggak tersihir sama sekali ama tampang Saheer. Karena wajah Saheer Sheik ini banyak emak temui dijalanan India. Bahkan lebih cakep dan cool dibanding Saheer. *dilemparsandalpenggemarnya* J Eh beneran loo, kalau kamu suka wajah India kayak Saheer, di India banyak banget. Get real, datang aja ke India siapa tahu nyantol di hati J

Di India Emak justru memulai kehidupan baru dalam lembah putih bernama travel writer. Dunia baru yang tak terpikirkan sebelumnya dan tak direncanakan. Selama ini Emak hanyalah seorang mbolanger alias traveller. Sebenarnya, ini bukanlah pertama kalinya emak tinggal di India. Antara tahun 2004 – 2007 Emak pernah tinggal di negeri tuan Takur ini. Nggak betah, stress, fell lonely, do nothing pokoknya pada waktu itu emak hanya ingin segera angkat kaki  dan kembali dalam pelukan ibu pertiwi.

Tapi, gunung kehidupan selalu memberikan letupan dan goncangan hingga emak terseret lahar dan masuk dalam kawah negeri Mahabharata lagi J. Meninggalkan karir, keluarga demi mendampingi sang Arjuna. Bukan untuk mencari cinta tapi mencari nafkah J. Satu tekad waktu itu “Jika kamu tidak bisa mengubah keadaan, ubahlah sudut pandangamu”. Emak memang tak bisa mengubah “keadaan” India yang semrawut, amburadul dan kotor J. Tapi paling tidak emak harus mengubah (lebih tepatnya memaksa) sudut pandang emak agar lebih betah tinggal di India. Berbekal mantra tersebut emak memantapkan hati mengudara menuju India.

Tinggal di kota Delhi. Karena emak seorang pengacara alias pengangguran banyak acara jalan jalanJ. Diakhir pekan kami menghabiskan waktu berjalan jalan. Menapaki beberapa tempat wisata di Delhi. Bukan tempat yang asing memang. Toh, emak sebelumnya pernah bertandang ke tempat tersebut. Tapi Kali ini emak tak sekedar melihat tapi juga mencermati, meneliti dan menelaah J. Emak yang dulu suka narsis, sekarang lebih suka dibalik foto, mengambil foto terutama si kecil. Buat kirim ke mbah Uti nya J

Selama ini emak nggak menyadari kalau negeri yang didominasi umat beragama Hindu, justru menyimpan banyak peradaban Islam. Kontras dengan negara kita. Penasaran, Emak jadi tertarik membaca lebih jauh tentang sederet tempat tersebut dan sejarah India pada umumnya. Emak mengandalkan informasi dari internet dan juga box informasi ditempat wisata.

Setelah banyak membaca tentang sejarahnya. Emak tertarik untuk menulis di Blog. Sekedar untuk mengisi waktu luang. Eh, ketika menulis di blog tetiba malaikat tak bersayap berbisik ditelinga “coba kirim di media”. Akhirnya emak mencoba menulis tentang peradaban Islam di kota Delhi. Emak kirim ke koran Republika Leisure yang katanya susah dan antri lama.  Alhamdullilah, 3 hari dapat balasan dari editor, disuruh nambah box “do and don’t”. Setelah itu dikasih tahu klo minggu depan akan dimuat. Ah, bahagia menyapa. Setelah baca di epaper, emak lebih bahagia lagi (berasa dikecup Arjuna J).


Semenjak itu emak jadi pede nulis ke media lainnya. Alhamdullilah, hingga saat ini kegiatan emak selain jadi menteri urusan rumah tangga, emak juga menulis. Semua artikel yang emak tulis pada awalnya tentang seputaran kota Delhi. Nggak perlu jauh dan bikin kantong bolong. Lanjut, explore kota dan Himalaya, seputaran India saja. Tak heran hampir 99% tulisan jalan jalan yang dimuat di media tentang India J. Jadi duta wisata India (Semoga menteri pariwisata India mendengarnya) hehehe. Tapi kepuasan terdalam emak dapatkan ketika bisa menulis tentang ranah negeriku yang lebih indah berbalut keramahan penduduknya. *kecuptanah*


Menulis banyak membantu emak mengubah sudut pandang tentang India yang terkenal “garang”. Nggak lagi Nyinyir. Lebih menghormati budaya dan adat setempat. Kalau ada yang unik, malah tertarik. Kalau ada yang marah, tampar saja J *plakkk*


Keep Istiqomah J

You Might Also Like

14 comments

  1. Sekarang masih di India kan, mbak? Salam buat Ladakh yaa.. tunggu aku.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, Masih di India. Kedinginan :) Ikutan ah...Ladakh...tunggu aku :) sebenarnya akhir Maret ini banyak teman berencana ke ladakh. cuman pada nggak jadi, soalnya jalanan masih tertutup salju. jadi ubah itin.

      Delete
    2. Kata temenku yang orang India... Kawasan Ladakh dibuka cuma sekitar bulan Juni-Oktober aja mbak... Ini dia ngajakin aku bulan Juni ke sana...

      Delete
    3. Ya Dee An. Kemarin barengan ama teman waktu akhir Mei, Dia ke Ladakh sudah buka. Sayang, dari Kashmir aku lanjut explore Himachal pradesh. Wahhh, nggak bisa bareng nih, InsyaAllah Awal Mei aku pulang ke Indonesia.

      Delete
  2. Emak, aku masih parno loh sama India. Denger dari temen-temen sih :D

    Hai mak kita ketemu di sini. Salam kenal ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe Klo cewek kebanyakan Parno ya.... Jangan parno. Bikin Itin yang pas, klo dah Enjoy India. Pasti kangen pingin balik.

      Delete
    2. Salam Kenal Balik.... Klo ke India, kabar kabar ya.... Nitip Kecap ama terasi. hehehe

      Delete
    3. Bener mba Zulfa, pengen balik lagi kalau udah kesana. Apalagi blm sempet explore kashmir & ladakh, bulan apa ya yg terbaik utk kesana, sekalian pgn liat tulip mekar mba

      Delete
    4. Wah, Klo pingin balik berarti kamu beneran jadi dora the epplorex, hehehe

      Iya, klo keasyikan di India pasti pingin balik, ayooooo ke Kashmir...

      Delete
  3. iya baca berita pemerkosaan di India ko serem sekali ya...pengen banget ke Taj Mahal !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Baca memang serem. tapi klo dah kesini santai aja, kagak pakai parno. InsyaAllah save. Atur Itin dengan baik pasti lancar jaya.... Yukkk Nongkrong di taj Mahal :)

      Delete
  4. Salam kenal..Awal April ke India lagi.belum puas keliling Delhi , juga mau ke Jaipur dan Himachel Pradedh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam Kenal Juga.... Wah boleh nih nitip kecap ama bumbu pecel.heheheh Klo ke Delhi Monggo mampir :) Aku Mei kemarin explore Himachal Dharamsala, Manali sama Shimla. Pakai ke rohtang pass nggak? kayaknya April masih ditutup jalurnjya. Biasanya sampai Marhi aja. Kabar kabar ya.....

      Delete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram