8 Alasan Kenapa Orang India Suka Memborong SUSU

21:04:00

Susu

India dikenal sebagai produsen dan konsumen susu sapi terbesar di dunia. Mengkonsumsi sebanyak 1406 Juta ton per tahun hasil survei tahun 2014 kemarin. Setiap tahunnya diperkirakan meningkat sekitar 4,5%. Sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk.

Di Desa pemenuhan kebutuhan akan susu didapat dari sapi peliharaan mereka. Setiap rumah memiliki setidaknya satu sapi perah yang dipelihara layaknya keluarga sendiri. Setiap rumah di India baik di desa maupun di perkotaan mengkonsumsi sekitar 1-2 Kg susu setiap harinya. Apalagi ketika festival berlangsung, permintaan susu semakin meningkat.

Uniknya lagi, susu masih dijual dengan cara tradisional. Setelah diperah lalu dihangatkan dalam kuali besar. Susu dimasukkan kedalam wadah berbentuk silinder yang terbuat dari almunium. Kemudian dihantarkan langsung kepada pelanggan dengan menggunakan sepeda ontel. Sebagian rumah memilih membeli susu dari perusahaan pengolahan susu karena dianggap lebih bersih dan Higenis.

Tak hanya di negaranya saja. Penduduk India yang tinggal diluar negeri masih memiliki kebiasaan membeli susu dalam kuantitas yang banyak. Kenapa? Berikut  8 alasan kenapa orang India suka memborong Susu

     1.    Gemar Minum Susu
Orang India suka sekali minum susu. Mengkonsumsi susu 2-3 gelas per hari. Itulah mengapa banyak kita jumpai dipinggir jalan penjual susu sapi hangat. Dimasak kedalam wajan berukuran jumbo dan tebal. Asap susu menyeruak melambai lambai diatasnya. Kadang dicampur dengan kapulaga atau dicampur dengan sejumput kunyit bubuk. Dipercaya membuat tubuh semakin sehat dan tulang semakin kuat.

Tidak peduli musim panas atau dingin. Mereka suka menikmati susu dalam keadaan hangat. Kalau di Indonesia susu disajikan dalam Mug Susu dengan design polos atau warna warni lengkap dengan handle-nya. Biar mudah menikmatinya. Di India mereka  menyajikan susu dalam gelas gambreng terbuat dari almunium. Jadi kalau dipegang tangan jadi kepanasan.

     2.    Chai (Teh)
Budaya minum chai di India sudah mendarah daging. Setiap harinya masyarakat India mengkonsumsi chai 2 hingga 3 kali sehari. Bahkan ada yang sampai 10 kali.  Dalam setiap Jamuan chai pasti dihidangkan.

Teh India sangat berbeda dengan teh Indonesia yang hanya diseduh dengan air saja. Teh India dimasak dengan air kemudian dicampur dengan susu. Rasanya mantap dan super gurih. Itulah mengapa, para wisatawan selalu jatuh cinta menyruput Chai di India. Awas! Bikin ketagihan.

      3.    Manisan
Orang India gemar mengkonsumsi manisan. Biasanya dinikmati setelah hidangan utama. Ladoo atau manisan India sebagian besar terbuat dari susu. Ada berbagai macam variasi manisan dan tersaji dalam warna warni menggoda lidah. Tapi ketika dimakan, manisnya minta ampun, sampe nusuk kedalam gigi. Rasanya kayak makan gula sekilo dilahap kedalam mulut sekaligus.Trecep trecep J.


Sweet, Ladoo
Warna Warni Manisan India


     4.    Paneer
Paneer ini semacam tahu yang terbuat susu. Proses pembuatan paneer hampir sama dengan tahu. Paneer dihidangkan dalam masakan. Rasanya lebih gurih ketimbang tahu. Menu masakan dari Paneer banyak dikonsumsi penganut agama Hindu di yang menganut vegetarian. Sebagian besar restoran menjual hidangan dengan menu Paneer.


Paneer
Paneer


      5.    Ghee (Clarified Butter)
Sering lihat masakan India yang sangat berminyak? Sebenarnya  itu bukan minyak goreng melainkan Ghee. Ada dua macam Ghee yakni Rat Ghee (Vanaspati atau Dalda) yang terbuat dari tumbuhan dan Desi Ghee yang terbuat dari susu. Sekilas Ghee ini nampak seperti mentega.

Orang India punya kebiasaan memasak susu terlebih dahulu. Meskipun susu tersebut sudah melalui proses pasteurisasi. Susu dimasak hingga mendidih dan dibiarkan dingin. Kemudian diambil bagian atasnya yang tebal dan disimpan kedalam kulkas. Setiap hari dikumpulkan hingga mencapai kuantitas tertentu. Setelah itu dimasak hingga menjadi minyak (Ghee).

Ghee ini dipergunakan untuk memasak atau dijadikan olesan dalam roti India atau Naan. Rasanya yang gurih mengimbangi masakan india yang berbumbu tajam. Orang India suka menyantap lumeran Ghee dalam curry masakan. Semakin banyak Ghee semakin gurih. Tahu kan sekarang, mengapa masakan India sangat berminyak.

Ghee tak hanya untuk makanan. Juga untuk menyalakan Diyas. Yakni api yang dinyalakan  dari sumbu benang dalam sebuah kereweng (mangkok bulat kecil yang terbuat dari tanah liat) yang berisi Ghee. Kayak lilin. Dinyalakan ketika festival berlangsung. Sebagian diletakkan dalam daun kering dan dilarung dalam sungai Gangga. Indah banget, pernah sekali emak menyaksikan ini. Diyas menyala bagaikan kunang kunang ditas sungai dan mengalir perlahan diatas sungai. Magic!
 
Diyas India
Diyas
     6.    Lassi
Minuman yang sehat dan menyegarkan ini terbuat dari campuran susu dan yoghurt. Dicampur dengan gula atau sherbet, semacam sirup manis. Banyak dikonsumsi ketika musim panas tiba.

Lassi sekarang naik pamor dan dikonsumsi masyarakat dunia. Biasanya dicampur dengan aneka buah buahan segar seperti mangga dan strawberry. Emak pernah melihat menu lassi tersaji di restoran di Indonesia.




      7.    Pelengkap Hidangan dan masakan
Selain untuk membuat Ghee Dan Paneer. Susu juga dipergunakan untuk membuat yoghurt, mentega, krim dan keju. Wanita India di pedesaan masih membuat yoghurt dan mentega dengan cara tradisional. Susu dituangkan kedalam kuali terbuat dari tanah liat dan diaduk dengan kayu bulat yang digelintirkan dengan seutas tali. Hasil Olahan ini dibiarkan masak dalam kuali. Kemudian disimpan dalam ruangan khusus. Atau digantungkan dilangit langit dapur.

Yoghurt tak hanya digunakan sebagai campuran dalam Lassi. Juga dicampur kedalam masakan bersama dengan Krim. Menu Masakan Mughlai (menu masakan para Kaisar Mughal) banyak menggunakan Yoghurt dan krim sebagai penyeimbang bumbu berempah yang yang pedas dan hangat. Juga dipergunakan untuk membuat cutney (sambal/cocolan). Yakni campuran yoghurt, sedikit susu, garam dan cabe bubuk. Digunakan untuk menyiram salad atau sebagai pelengkap hidangan Biryani.
 
Tradisional Yoghurt Make
Membuat Yoghurt Tradisional
      8.    Pemujaan
Susu digunakan sebagai hidangan untuk dipersembahkan kepada Dewa di kuil kuil. Sebagian kuil tertentu menyuguhkan susu untuk tikus dan monyet. Dan juga digunakan untuk memandikan patung Sang Dewa.

Milk for Mouse
Susu untuk tikus

Hmmm sudah tahukan alasannya? Jadi jangan kaget lagi kalau orang India memborong susu J. Nggak salah lagi kenapa orang India memiliki body gede, kekar dan sehat. Emak sendiri kena getahnya. Tinggal di India bukannya tambah langsing tapi malah nimbun lemak.

Incredible India.


You Might Also Like

27 comments

  1. Aku suka chai, juga suka lassi.. tapi gak suka lado.. muanis gilak! Mbayangin lado langsung ngilu gigiku... :(
    Di India gak ada mug susu seperti yang biasa kita pake di sini kah, mbak? Ato ada tapi mereka aja yang udah terbiasa pake gelas gambreng aluminium itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Mbak, aku juka nggak suka Ladooo, manisnya sampai nampar gigi.

      Ada mug susu, keramik. aku dirumah pakai Mug Susu. Cuman kalau beli diluar pasti kebanaykan pakai gelas gambreng itu :)

      Delete
  2. Mbak, gigiku ngilu membayangkan makan manisannya :D
    Trus, liat foto di no 8 langsung merasa eneg *maaf* Aku agak jijik'an liat segerombolan tikus :((

    Tfs untuk tulisannya yang selalu informatif

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang bikin ngilu mbak. Aku kalau lihat suami sama keluarga makan manisan, memilih menjauh. Pasti gigiku ngilu duluan.

      Ya, Itu kalau nggak biasa jadi jijik. Aku lihat satu tikus aja langsung loncat loncat. hiiiiiiiii

      sami sami Mbak Rien

      Delete
  3. Kalo dibandingin ama geplak, masih manis manisan India ini ya mbak?hihihi penasaran :D

    baru tau kalo yang kaya lilin di mangkuk itu namanya diyas dan dibuat dari lemak susu juga :D aku dulu gak abis pikir itu rajin amat nuang minyak ke mangkuk kecil-kecil trus dikasih sumbu trus dinyalain gitu hehehehe (kebanyakan nonton film India :P)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih Manis Manisan India. Kayak nyruput Sirup gula. Sampai menyisir seluruh gigi. :D

      Hahaha, kalau sering nonton fil Bollywood pasti tahu. Apalagi pas Diwali. Dimana mana Diyas, Tapi sekarang lebih banyak pakai Lampu kayak 17 an.

      Delete
    2. ngilu mbayanginnya :D

      he'eh ki mbak, kebanyakan nonton india wkwkwkwk seleranya yang agak-agak jadul pulak :D

      Delete
    3. kalau lihat di toko, nggak ngilu mbak. warnanya asik asik, bikin laper. Tapi kalau sudah gigit satu saj. klemeng klemeng. heheheh

      India mean modern berbungkus Jadul :)

      Delete
  4. di pilm2 india jadul jaman amitabhacan sering liat orang india minum susu pake mug kaleng, klo yang sekarang kurang tau mbak haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, masih sama pakai Mug kaleng alias gelas gambreng, aku sebut gitu soalnya kalau jatuh bunyinya kemerenpeng peng peng peng :)

      Delete
  5. syok! menyuguhkan susu untuk tikus dan monyet!
    kalau gak pake mug susu dan hanya pake alumunium, panas minta ampun ya kalo pegang gelasnya. tdk ada isolatornya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bahkan ada kuil khusus dipersembahkan untuk tikus dan monyet. Disuguhi banyak susu.
      Ya, panas banget kalau nggak terbiasa, aku sering tersengat. kalau dirumah papai Mug Susu :)

      Delete
  6. Aku sering kethok Ghee nang tokone wong India/Pakistan/Srilanka, tapi ora tau nyobak. Wuihhh, hebat yoo mereka iso swasembada susu dhewe. Nang tanah air beta susu larang regane. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba mbak, tapi ora wero sesuai lidah opo nggak. Iyo mbak, susu nang tanah beta larange uih.... usap keringat nek pas moleh. soale aku mesti gowo teh India. Tapi Shah Jahan yo seneng Teh Indonesia meski ora atek susu. rasane seje.

      Delete
  7. halo emak, bolehkah saya minta alamat email emak? ingin curhat sedikit... maaf langsung to the point ya mak. Anyway, postingan emak semuanya bagus, dan membuat aku semakin penasaran ke India. Keep it up, ya Emak, and please reply.
    God bless you :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh, Monggo silahkan email ke attini.zulfayah@gmail.com. Siapin tissue sama kanebo biar meres curhatannya lumayan :) Monggoo.............

      GOD bless you too :)

      Delete
  8. Saya suka susu, pernah nyoba lassi di jalanan di sing ngapor, enak, suka chai kalo mampir warung kopi sing larang kuwi (mrono mung ono gratisan hahaha) pesen chai latte nggak liyane

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama *tossss* Ya, dijalanan Singapor banyak lassi dan Chai. Ojok tuku sing larang larang mengko dompet e penyet ora isok mlaku mlaku maneh. baca : pelit. hahahaha

      Delete
  9. Saya gak suka ladoo karena kemanisan di lidah saya, tapi saya suka banget paneer, beneran lebih enak dari tahu susu :)

    Wah jadi pengen ke India lagi!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kalau nggak biasa Ladoo atau manisan India terlalu manis di lidah sampe menusuk gigi.
      Iya, paneer lebih gurih. Hayoo.... Ke India lagi :)

      Delete
  10. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  11. Akhirnya aku mengetahui yg ada di film krisna itu yoghurt tohh hehe :D
    wahh, paneernya menggoda 😍~
    great post !

    mari mampir ke blog saya, masih baru lahir blognya hehe ~ www.faesbb.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya hasil olahan susu banyak.

      Terima kasih sudah mampir, InsyaAllah mampir balik.

      Delete
  12. Maaf mau nanya mbak... tikus-tikus itu gak berkeliaran ke rumah-rumah penduduk ya? Kalau di Indonesia kan hama rumah ya kebanyakan tikus itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bekeliaran dirumah penduduk, Bahkan apartment aku tinggal pernah disapa tikus, hehehe Sama kayak di Indonesia.

      di India tikur lebih parah karena daerahnya banyak kumuh banget

      Delete
  13. Aku sering kethok Ghee nang tokone wong India/Pakistan/Srilanka, tapi ora tau nyobak. Wuihhh, hebat yoo mereka iso swasembada susu dhewe. Nang tanah air beta susu larang regane. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mereka nggak bisa hidup tanpa Ghee. Baik buat masak maupun nyalakan Lilin.

      iyo, nang Indonesia muahallll banget ki Susune

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram