Berwisata hingga ke Pantai Gua China

14:00:00

Pantai Keren di Malang

Fenomena alam bertemunya tiga arus ombak menerjang serakan pulau karang memunculkan suara gemuruh berpadu  pasir putih dan laut biru.

Jika pepatah mengatakan belajarlah hingga ke Negeri China. Maka, ungkapan yang cocok bagi para pecinta pesona keindahan alam  adalah berwisatalah hingga ke Pantai Gua China.  Menikmati eksotisme pantai ini tak harus berkelana jauh ke negeri China. Cukup menempuh perjalan darat  menuju Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Malang.

Pesona alam Kabupaten Malang memang memiliki kesempurnaaan tersendiri. Dikelilingi sederet gunung berapi. Dan berada di Selatan pulau Jawa yang menghadap langsung ke Samudra Hindia. Mulai wisata air terjun, tebing, gunung, agrobisnis, pusat permainan yang semakin menjamur hingga sederet pantai berombak liar.

Selain keindahan pantai Ngeliyep dan Balai kambang yang menawarkan nuansa bak pulau Dewata, Bali. Malang yang berjuluk Kota Apel memiliki sederet pantai perawan yang masih jarang dikunjungi wisatawan. Salah satunya adalah pantai Gua China.

Terletak di Dusun Trowotratih, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing. Untuk mencapai kawasan Pantai ini, kita mengambil jalan kearah pantai Sendang biru. Hanya berjarak 6 KM saja. Pantai Sendang biru terkenal akan hamparan laut biru berserak perahu nelayan berlatar belakang pulau berselimut hutan bakau.

Perjalanan kami mulai Malam hari. Bukannya tanpa alasan, kami ingin menikmati Sunrise menawan di pantai ini. Berkendara membelah jalanan menuju Malang. Perjalanan kami lancar saja. Suasana malam kota Malang nampak lengang  dan sepi.

Membelah Baris Perbukitan
Kami terus melanjutkan perjalanan menuju arah selatan kota Malang. Menjadi ciri Khas sepanjang pesisir Selatan pulau Jawa yang dikelilingi baris perbukitan. Jalan mulai sedikit menanjak, rumah terlihat sangat jarang dan kondisi penerangan jalan yang sangat minim.

Perjalanan semakin menantang. Semakin lama tanjakan jalan semakin tajam. Meliuk membelah perbukitan dengan jalanan naik turun. Terkadang tanjakan tajam disertai tikungan yang tajam pula. Perasaan cemas menggelayut diantara sisi jalan berjurang cukup dalam.

Menerjang diantara gelap malam berkabut. Jalanan tidak terlalu lebar dan diayomi rimbun peopohonan yang rindang. Sorot lampu kendaraan nampak bagaikan memasuki lorong gua. Dingin mencubit kulit, perjalanan kami perlambat dan selalu hati hati.

Mendekati kawasan pantai, kami disambut jalanan berbatu sepanjang 800 meter. Samar terdengar dentung suara ombak. Angin  berhembus kencang dan membawa aroma air laut menyapa nadi nafas.

Dua petugas menyambut kedatangan kami. Tiket masuk kawasan seharga Rp. 5000 ditambah parkir kendaraan Rp. 5000 saja. Diantara remang spertiga malam, nampak tempat parkir yang luas.

Kinclong air launya

Sunrise menawan
Terdengar suara adzan subuh berkumandang. Penduduk disekitar pantai menyalakan lampu di Musholla. Terlihat deretan warung, rumah dan pemandian umum. Sejenak saya menghamba dan bersujud kepada yang Esa.

Perlahan melangkahkan kaki menuju bibir pantai. Duduk diatas pasir yang lembut menyentuh tapak kaki. Gelap, terlihat hanyalah gerakan gelombang ombak berbusa perlahan mendekati kami. Ditemani suara gemuruh ombak memecah karang.

Sang Surya mulai menyapa bumi di sudut Timur. Bagaikan sebuah nyala korek api berukuran jumbo menerangi langit bumi. Kilaunya mewarnai hamparan lautan. Perlahan membuka tabir keindahan suguhan alam di depan mata.

Sang Surya membelah langit dan barisan perbukitan dengan warnanya yang kuning berbalut orange. Hamparan laut luas tak berbatas. Serakan pulau karang tak beraturan membentuk harmoni keindahan alam.

Daratan tersapu gelombang ombak. Membentuk lengkungan seperti sebuah laguna kecil. Sepanjang bibir ditumbuhi nyiur pohon kelapa, cembirit, ketapang dan beberapa jenis tumbuhan lain. Semakin tinggi matahari, sinarnya menerangi lautan yang bening dan bersih.

Saya tergelitik mendekati lautan. Sepanjang bibir pantai terdapat lempengan batu berselimut lumut.  Licin, berjalan diatasnya kita harus sedikit berhati hati. Air laut bening berwarna kehijauan bak sebuah kaca. Nampak jelas batuan karang didalam laut. Terlihat ikan keci kecil berlarian tersapu ombak. Sesekali nampak kepiting kecil berlari meninggalkan pantai menuju pasir.

Sunrise pantai Gua China

Kisah Misterius
Kawasan pantai gua China ini membentuk huruf L terbalik. Dimana saya berdiri sekarang adalah lokasi yang pas menikmati sunrise. Berjalan menyusuri pasir lembut menuju lokasi selanjutnya, disudut pantai terdapat pulau menjorok kelautan.

Dipulau ini terdapat sebuah gua. Untuk menuju gua yang letaknya berada diatas, saya menanjaki bebatuan karang. Berpegangan pada batu batu disekitarnya. Dari gua inilah, sebuah kisah misterius dibalik nama Pantai Gua China.

Nama asli pantai ini adalah pantai Rowo Indah. Konon, menurut cerita penduduk setempat. Di gua ini digunakan oleh seorang pertapa China untuk bersemedi. Hingga akhirnya  pertapa itu meninggal dunia didalam gua.

Ketika salah satu penduduk setempat masuk kedalam gua. Ditemukan tulang belulang sang pertapa dan tulisan mandarin dilangit langit gua. Hingga akhirnya pantai ini dikenal sebagai Pantai Gua China.

Mitosnya, gua ini sering digunakan untuk mencari “nomor keberuntungan”. Ketika saya masuk kedalamnya, aura mistis dan misterius begitu terasa. Membuat bulu kuduk berdiri dan merinding. Terdapat sisa pembakaran dupa dan sebuah kendi. Sisa pembakaran ini membekas hitam dilangit langit gua.

Gua ini tak seberapa dalam. Tak terlihat stalaktit dan stalakmit yang meruncing. Hanya berupa rongga yang menjorok kedalam sekitar 8 meter dengan ketinggian sekitar 2 meter. Dan lebarnya sekitar  3 meter.

Suasana Dalam Gua


Serakan pulau pulau kecil
Keluar dari gua, saya lanjutkan langkah kaki menjejaki pasir putih dan lembut. Berbeda dengan lokasi sebelumnya yang berbentuk melengkung. Disini bibir pantai  panjang membentang.

Tanpa ada lempeng bebatuan. Pasir lembut menyapa gelombang ombak yang berlarian begitu liarnya. Terserak pulau karang dihamparan laut biru. Terdapat tiga pulau karang utama ditengah Pantai Gua China. Yakni Pulau Bantengan, Pulau Nyonya dan Pulau Gua China.





Uniknya, gelombang ombak yang tinggi dan berarus kuat datang dari arah Timur, Selatan dan Barat.  Gelombang bersimpangan tak karuan ini bertabrakan diantara pulau Bantengan dan Pulau Nyonya memunculkan suara gemuruh ombak yang dahsyat. Disusul dengan terjangan gelombang ke karang memuncratkan buih berterbangan diatas langit.

Pantainya yang bersih tanpa sampah atapun limbah hasil kegiatan nelayan. Menggoda siapa saja untuk berenang. Dengan kedalaman yang cukup curam, gelombang ombak yang tinggi dan arus bawah laut yang kuat, tidak disarankan untuk berenang. Tetapi, masih saja banyak wisatawan yang nekad berenang.

Area kemah pantai Goa China, banyak juga yang camping

Dikawasan pantai Gua China terdapat area camping untuk berkemah. Area camping ini menghadap langsung kearah lautan. Disepanjang bibir pantai terlihat jajaran tenda yang kuat dengan pemasangan yang praktis milik wisatawan.

Eksotisme pantai Indonesia memang tiada duanya. Masih banyak pantai perawan dibalik perbukitan. Kita boleh saja berkenala dan belajar hingga ke negeri China. Tapi pesona pantai alam Indonesia tetap menjadi Idola.

Tips
  • Jika bertandang ke pantai sebaiknya membawa kendaraan pribadi. Kendaraan umum tersedia hingga pantai sendang biru saja. Dan dilanjutkan dengan menggunakan Ojek.
  • Selain Pantai Sendang Biru dan pantai Goa China, wisatawan bisa melanjutkan wisata menuju Pantai Bajul Mati yang berjarak 7 KM saja. .





You Might Also Like

12 comments

  1. Cakep yaaa dan aku blm perna kesini :-(

    ReplyDelete
  2. Aku duluu sekali cuma sampai sendang biru, bale kambang dan pantai Tamban apa ya namanya? Dulu jalannya bekelok kelok banyak bagian aspal yang rusak banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau dulu memang pantai pantai itu, sekarang tambah banyak wisata pantai di Malang

      Delete
  3. Wahh baru denger ada yang namanya pantai gua chinaa... jadi pengen kesitu juga

    VONNYDU

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayyooo kesini, aku juga baru tahu. Asyikkk camping disini

      Delete
  4. Pantai Malang cumak sepisan sing nang daerah Ngliyep kuwi... Apamaneh, nendo, durung tau... ira

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyo mbak, nek zaman e kene biyen pancen ngilep tok, saiki uakehhhh pantai kece nang malang

      Delete
  5. Replies
    1. Yuhu, merinding disko waktu masuk kedalam gua

      Delete
  6. Oh sendang biru itu yg mau ke Sempu ya. Jadi jaraknya masih berdekatan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, berdekatan dengan Sendang biru paling cuman 4 KM

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram