Ekowisata Mangrove, Oase Ditengah Kepadatan Kota Surabaya

15:00:00

Ekowisata Mangrove Wonorejo

Tak hanya menawarkan nuansa hijau hutan bakau juga mengayomi habitat berbagai jenis burung yang bermigrasi dari berbagai negara

Perjalanan menuju Ekowisata Mangrove membuat hijab saya basa oleh bulir bulir keringat. Tak hanya letaknya yang berada di ujung Timur Surabaya. Juga kondisi jalanan yang  tak semulus paha Ceribel. Mendekati kawasan Ekowisata Mangrove, dari jalan mencuat bebatuan tak beraspal ditambah tarian debu di udara. Memaksa tangan saya mengendarai si Revo dengan ketahanan penuh.

Sampai di Ekowisata Mangrove ketika mentari tergelincir di ufuk barat. Sebelumnya kami (saya dan keluarga saya, Erlita) menghabiskan hari menelisik monumen Tugu Pahlawan dan  Kapal Selam. Pikir saya, sore hari alam akan menawarkan hembusan udara yang segar. Dan juga tidak terlalu ramai. Tetapi saya salah, meski sore hari udara kota Surabaya masih menghantarkan panas dan masih banyak pengunjung pula.

Untunglah, Ekowisata Mangrove yang menghampar disekitar pesisir timur pantai Surabaya ini menawarkan nuansa hijau menyejukkan mata. Dari sela sela pepohonan berhembus angin dari arah lautan. Jalanan setapak untuk menyusuri hutan berupa jembatan kayu. Sekitarnya adalah rawa yang dipenuhi pohon bakau. Terdapat dua pemondokan kayu di sisi kanan dan kiri menambah nuansa alami hutan yang berada di kawasan Wonorejo, Surabaya Timur.

Hutan Mangrove Surabaya

Tempat Wisata di Surabaya

Ekowisata Mangrove Wonorejo

Ekowisata Mangrove Wonorejo


Kebanyakan pohon bakau yang ditanam disini adalah hasil kerjasama dengan beberapa perusahaan Nasional dan universitas setempat. Hal ini dapat dilihat dari papan papan kayu yang ditancapkan diatas lahan dengan nama perusahaan atau universitas yang menyumbangkan bibit bakau tersebut.

Diatas jembatan kayu ini kami menuju ujung lainnya yang dikenal sebagai jogging track. Menuju kesana dari arah pemondokan kami harus menghadapi sebagian jembatan yang sudah rusak. Banyak yang memilih memutar untuk menuju jogging track.  Kepalang tanggung, saya memilih melewati jembatan hanya berpangku pada satu kayu. Bagai pemain akrobat, badan saya yang bulat lebar ini harus seimbang melewati kayu. Lumayan bikin kaki saya bergetar dengan detak jangung yang terdengar nyata di telinga.

Ditengah hutan ini terdapat food stall yang menawarkan aneka makanan dan minuman. Seperti lontong balap, soto, tahu petis, aneka gorengan, snack, minuman dingin hingga souvenir. Berdekatan dengan food stall ini juga terdapat Musholla dan juga toilet. Sayangnya, baik para penjual juga pembeli kurang memperhatikan kebersihan lingkungan. Disekitar food stall, sampah berserakan dimana mana. Padahal tersedia tempat sampah. Mengenaskan!

Jogging track ini menawarkan nuansa hutan lebat ditengah kepadatan kota Surabaya. Pepohonan rindang dan hutan bakau bersanding mesra disini. Pengunjungnya pun bervariasi. Mulai dari dua sejoli, keluarga hingga komunitas. Waktu datang kemarin kami bertemu dengan komunitas pecinta Reptil. Dan juga seorang fotografer yang sibuk membidik aneka burung diantara rimbun pepohonan.

Hutan Mangrove ini tak hanya difungsikan sebagai kawasan hijau untuk menahan abrasi air laut, Juga menjadi surga bagi satwa liar, khususnya burung. Masing masing burung bermukim sesuai dengan habitat mereka tinggal.

Tak hanya habitat burung yang bermukin lokal. Pada musim tertentu, ekowisata hutan mangrove ini juga menjadi tempat migrasi berbagai burung dari belahan bumi lain. Terdapat puluhan aneka jenis burung yang ada di wilayah timur pantai Surabaya ini. Seperti kuntul putih, Tekukur biasa, kekep babi, cerek Jawa, Blekoh Sawah dan masih banyak lagi.

Asyiknya lagi kita bisa menyusuri kawasan pesisir Timur pantai di hutan Mangroove ini dengan menggunakan perahu kayu. Tak Mahal, hanya merogoh kocek Rp. 25.000/ orang. Hutan Bakau ini bagaikan oase ditengah padatnya kota Surabaya. Dan juga sebagai salah satu tempat nongkrong asyik sambil menghirup udara segar.

Peta Lokasi Hutan Mangrove Wonorejo Surabaya
Fotografer ini serius banget membidikkan kamera mencari berbagai jenis burung disini

Ekowisata Mangrove Wonorejo
Ekplore Hutan bakau dengan menggunakan kapal hias ini

Ekowisata Mangrove Wonorejo

Tiket masuk hutan Mangrove Surabaya

Hutan Mangrove di Indonesia

Ekowisata Mangrove Wonorejo
Komunitas pecinta reptil

Menjelang matahari tenggelam, kami bergegas pulang. Tapi kaki saya terhenti ketika ada bapak bapak yang sibuk memindahkan bibit tanaman bakau dari truk kecil.
“Sore pak, bibit ini didatangkan dari mana ya ?”
“Oh, ini bibit didatangkan dari Probolinggo”
“Oke, Saya kira bibit tanaman ini dari sini saja”
“Ya, selain mengembangkan bibit disini, kami juga mendatangkan bibit tanaman bakau dari luar kota”
“Harganya berapa pak per pohon per phon kecil gitu?”
“Rp. 2500 mbak”

Kami kemudian berbincang dengan bapak pengurus hutan Mangrove. Beliau kemudian menjelaskan bagaimana proses pembibitan ini dilakukan. Sebelum menjadi tanaman kecil kayak gini, bibit tanaman bakau akan tumbuh menjulur seperti asparagus. Dibiarkan bergerombol didalam air hingga mencapai usia tertentu. Kemudian dipindahkan kedalam wadah plastik satu persatu hingga tumbu menjadi pohon kecil. Setelah itu baru dipindahkan kea lam liar.

Si bapak kemudian menunjukkan bibit tersebut yang berada tepat dibawah pemondokan kayu. Wih, saya yang menyaksikannya masih tidak percaya kalau ini adalah cikal bakal tanaman mangrove. Bener, sekilas nampak seperti hamparan sayur Asparagush. Bedanya, batangnya lebih keras dengan ujung seperti cakar kuku burung mungil.

Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya
Cikar bakal pohon Mangrove
Tempat wisata yang harus dikunjungi di Surabaya

Langit yang benderang mulai disapu warna jingga sang surya hingga gelap menyapa. Kami bergegas meningalkan hutan Mangrove, karena takut kemalaman di jalan. Yang bikin saya heran, Jam segini masih banyak pengunjung yang datang dan tempat parkir masih dipenuhi kendaraa bermotor. Trus, ngapain mereka kesana menjelang malam gini? Disitu pikiran saya langsung dipenuhi hal negatif yang membuat bibir saya menyunggingkan senyuman. Jangan mikir parno duluan!. Mungkin saja mereka sedang ‘memancing’ ikan. Hehehe

You Might Also Like

55 comments

  1. Main ditempat teduh seperti itu dan memotret, bisa berlama-lama tuh Mbak Zulfa. Aku pernah ke tempat seperti ini di Kalimantan. Namun tidak secantik di Pantai Surabaya ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, aku 4,5 jam nggak puas. masih pingin duduk santai. Mas yang fotografer itu malah sejak pagi. dan ketika aku balik pulang, dia masih disana. Suka sama suasananya

      Delete
  2. Segede ini aku belum pernah dolan ke hutan mangrove. Kayaknya asik goler-goler sambil liat yang ijo-ijo nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu soalnya masih muda, jadi lebih suka ke tempat yang banyak 'daun hijau'. hehehe
      Ayo dolan nang Surobo trus engkok tak jak klayapan mrene :)

      Delete
  3. Apik nggone Zulfa.. Bibite lucu tiba, yo.. Koyok cakar burung.. ira

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyo, koyok cakar burung pucuk e.

      Delete
  4. Kalau datang malam-malam sama pasangan mungkin akan memancing birahi Mbak wkwkwk

    ReplyDelete
  5. Wah.. sekarang makin cakep niih.. Dulu waktu kesini jembatannya belum ada...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya dibuat cakep dan Jembatan dibangun menyambut kedatanganku *dikeplakkayu. hehehe

      Ada beberapa jembatan yang rusak juga mbak Dee

      Delete
  6. waaa,, boleh juga ni kalo ke surabaya melipir ke sini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus, datang sore aja, biar adem.

      Delete
  7. wihhh baru tahu di Surabaya ada ginian.... heuheuehue
    top,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Banyak yang nggak tahu. Seringnya ke Suramadau. Aku sendriri barusan tahu dan langsung cussss kesana

      Delete
  8. Replies
    1. Kok Tahu? Cumi pasti sering pacaran disana, ya. Hati hati looo, nggak bagus buat 'perawan' kayak kamu :)))

      Delete
  9. Adem banget liat suasananya. Waktu mau ke Banyuwangi bln Agustus lalu sempat ditawari untuk mampir ke sini, soalnya katanya dekat dan arah bandara. Tapi belum kesampean.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget. banyak yang duduk santai sambil ngobrol, bahkan banyak yang foto ala foto model. Iya mbak, ini dekat bandara, sama sama daerah Rungkut.

      Delete
  10. Di Mughal garden juga banyak orang yang menjual bibit dalam bentuk biji. Ahlan beli banyak tuh, ntah bisa tumbuh atau nggak ya di sini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bibit tanaman Asli Kashmir, susauh hidup di Indonesia. karena beda cuaca. Aku biasanya beli bungan di Malang, sampai gresik, eh mesti mati. Moga moga aja bisa ya, lumayan nggak usah ke Kashmir, jadinya lihat Ahlan Garden

      Delete
  11. Aku naksir view jembatan dan jalan kayunya itu Mbak, unik dan pasti sejuk rasanya duduk-duduk di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Meang jembatan kau itu yang bikin cantik dan iconik. Betah berlama lama duduk sambil ngobrol

      Delete
  12. mbak zulfa dulu waktu anak2 masih balita sering diajak mbolang g?
    tips biar stamina bisa sama kayak balita gimana ya?
    saya kdg suka ngos2an apalagi klo dia dah tidur di tengah perjalanan
    biasanya kami cuma ber2 kalo pergi2 hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, Iya waktu kecil sering diajak mbolang. Bhakan waktu SD sudah sering ngerasain naik motor sampe pantat panasss, hehehe

      Aku juga biasanya pergi berdua sama Najin. Biasanya, dia tidur di pangkuanku klo dlm perjalanan. Tipsnya, sering gerak dirumha, biar stamina terjaga ketika travelling. Trus yg penting itu emosional kita sendiri, Maklum kalau sama anak anak, ada aja kan tingkah mereka atau pingin apa. yang penting tenang dan..... senyum :)

      Delete
  13. Cantik buanget, alami dan hijau pemandangannya

    ReplyDelete
  14. He eh, kayak pemilik blog ini, lalu digampar. Seger memang kalau ngadem disini.

    ReplyDelete
  15. wah surabaya keceh y mbak ada ginian mantap dah.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. He eh, Surabaya punya beberapa tempat wisata bagus.

      Delete
  16. Di Bali Barat dekat Pulau Menjangan jg ada tempat seperti ini tapi jembatannya terbuat dari bambu... Banyak wisatawan datang dari Pulau Menjangan menghabiskan waktu di Hutan Mangrove.

    ReplyDelete
  17. Di Bali Barat dekat Pulau Menjangan jg ada tempat seperti ini tapi jembatannya terbuat dari bambu... Banyak wisatawan datang dari Pulau Menjangan menghabiskan waktu di Hutan Mangrove.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, aku sudah ke Menjangan cakpe banget pulaunya. Pingin kesana lagi menyaksikan adat yang di purenya itu. kemarin nggak sempat

      Delete
  18. Pengen sih mbak ke hutan mangrove. Sbnrnya di daerah sya ada mbak cmaaaa...hmmmm...parah...dlu wkt msh kecil sering bngt...dinas pariwisatany kurng memperhatikan hutan tsb pdhl sngt bagus to obyek wisata...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hadew, Sayangnya adnai saja dirawat dengn baik bukan hanya sbg tmp wisata juga untuk kelasungan lingkungan itu sendiri.

      Delete
  19. Emang di surabaya mana posisinya,,di kenjeran ya mba??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada 2 jln yg bisa di lalui
      1.Stikom terus sampe mentok
      2. Upnlurus smp mentok kearah gunung anyar

      Delete
    2. Nah itu sudah dijawab. Aku lewat yang stiko mentokkk

      Delete
  20. Keren.. Kirain surabaya gedung gedung dan rumah rumah saja..ternyata masih ada hijaunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuhuuuu, Nggak cuman museum juga, masih ada lahan greenery

      Delete
  21. Ekreeeeek.. moga aj ud berubah, lebih bersih no sampah n tk panas. Bagi yg suka bilang keren n berkujung Buang sampah pd tempatnya ya,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuuuu semoga nggak buang sampah sembarangan. Sayang lingkungan dijaga malah dirusak dengan samaph

      Delete
  22. Kapan mbak mau ke menjangan lagi...

    ReplyDelete
  23. Kapan mbak mau ke menjangan lagi...

    ReplyDelete
  24. Kapan mbak mau ke menjangan lagi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enath kapan lagi. masih di negeri Mahabharata ini

      Delete
  25. Kapan mbak mau ke menjangan lagi...

    ReplyDelete
  26. Kalau datang malam-malam sama pasangan mungkin akan memancing birahi Mbak wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, Tuh kan benar ujung ujungnya ke .... "situ" juga :)

      Delete
  27. Aku naksir view jembatan dan jalan kayunya itu Mbak, unik dan pasti sejuk rasanya duduk-duduk di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyo sejuk seru nang kono, enak kanggo leyeh leyeh

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram