Terpikat Kearifan Muslim Hyderabad

06:30:00

Hyderabad Muslim People

Di kota yang berada di Selatan India ini kita bisa dengan mudah menemukan perempuan bercadar dan lelaki berpeci.


Ibu kota propinsi Telangana ini menyimpan sejarah panjang hadirnya Islam di negeri Hindustani, sebutan negara India yang didominasi umat agama Hindu. Di wilayah ini banyak terdapat bangunan peninggalan dinasti Islam yang bersanding apik dengan bangunan tempat ibadah penganut Hindu. Jumlah penduduk Muslim Hyderabad mencapai 45% dari total penduduk setempat, tertinggi di antara kota metropolitan lainnya di India. Mayoritas menggunakan bahasa Urdu, yakni gabungan bahasa Hindi  dan Persia dengan lafaz tulisan Arab.

Sejarah berkembangnya Islam di Hyderabad
Menurut Islamic Information Center Hyderabad, Islam masuk ke India melalui pedagang Arab yang melakukan perniagaan di kota ini. Rupanya perilaku dan karakter para pedagang tersebut memikat perhatian raja dan penduduk setempat. Sehingga mereka diterima dengan baik dan sebagian mulai mempelajari ajaran Islam.

Berabad kemudian, bersamaan dengan datangnya para sultan dan kaisar Islam dari Asia Tengah menjadi masa keemasan peradaban Islam di India. Peningkatan jumlah penduduk Muslim bukan karena paksaan atau tekanan oleh penguasa muslim, sebaliknya karena ajaran dan karakter para pemimpin dan ulama yang memainkan peranan penting dalam membawa orang lebih dekat dengan Islam. Hingga kini Islam menjadi agama dengan jumlah pengikut terbesar kedua di negara yang memiliki populasi satu miliar ini.

Hyderabad dibangun pada abad ke 15 oleh Muhammad Quli Quth Shah, Sultan Islam generasi kelima dari Dinasti Qutb Shahi. Dibawah kepemimpinan Sultan ini, dinasti yang berdiri sejak abad ke 14 ini mencapai puncak kejayaannya.

Pada abad ke 17 kekuasaaan Qutb jatuh ke tangan kekaisaran Islam Mughal yang pada saat itu menguasai sebagain besar anak benua India. Asif Shah keturunan Mughal yang menguasai Hyderabad kemudian mendirikan kekuasaan sendiri dengan menyebut dirinya sendiri sebagai Nizam of Hyderabad.

Pada saat itu Hyderabad dikenal sebagai city of pearl, atau negeri terkaya di bawah kepemimpinan Pangeran Muslim. Kondisi ini menarik kedatangan Muslim dari seluruh dunia untuk mencari pekerjaan di Hyderabad. Banyak penyair, musisi, ulama, tentara dan administrator bekerja di pengadilan Nizam, Dinas Sipil Hyderabad, tentara atau lembaga pendidikan. Sebagian pendatang berasal dari Hadhrami asal Arab, yang datang untuk melayani di militer Nizam. Mereka dikenal sebagai Chaush dan sebagian besar berada di lingkungan Hyderabad Barkas. Ada juga beberapa Siddis yang keturunan Afrika.

Masjid Makkah dan Idul Adha di Hyderabad
Suasana kota Hyderabad sedikit berbeda dibanding wilayah lain. Jika biasanya kota-kota besar di India terkesan ruwet, macet dan amburadul, maka di kota ini semua tampak tenang dan teratur. Seakan mencerminkan masyarakat yang tenang, ramah dan sabar.

Perempuan berhijab –kebanyakan mengenakan baju dan jilbab hitam- tampak lalu lalang. Sebagian menutup kepala dan terlihat wajahnya tapi kebanyakan menutup keseluruhan tubuh dan hanya menyisakan garis mata atau bercadar. Meski menampilkan sisi Islami, namum budaya India masih melekat erat dalam diri mereka, terlihat dari aneka gelang warna warni menghiasi lengan. Bahkan sebagian masih mengenakan gelang kaki dan cincin di jari kaki.

Para lelakinya mengenakan peci putih dengan pakaian khas Muslim kurta Pajama yang berupa jubah selutut yang dipadu dengan celana sewarna. Sebagian memakai jubah dan surban khas Arab. Sepertinya mereka memang keturunan Arab yang terlihat dari perpaduan rupa India dan Arab dengan celak hitam di mata.


Hyderabad sightseeing



Kehidupan muslim India


Saat hari Jumat nuansa Islami lebih terasa karena di jalanan banyak sekali jamaah yang bergegas menuju Masjid Makkah yang didirikan sejak abad ke 15. Dinamakan demikian karena batu pondasinya berasal dari tanah yang diambil dari Mekah. Masjid ini menjadi pusat kegiatan keislaman di Hyderabad. Sayangnya perempuan dilarang memasuki komplek masjid saat shalat Jum’at, mungkin karena terbatasnya ruangan. Pengunjung juga diharuskan melewati jajaran pengamanan yang ketat akibat bom yang pernah diledakkan di tempat ini pada 2007 kala shalat Jumat.

“Namun umumnya masjid di Hyderabad terbuka untuk umum, termasuk perempuan yang ingin shalat 5 waktu. Juga menunaikan shalat tarawih,” ujar Khaja Masroor Ahmed, pemuda asli Hyderabad saat diwawancara Ummi.

Pada bulan Ramadhan kota Hyderabad bagaikan kota yang tak pernah tidur. Geliat penjualan makanan khas selama Ramadhan dibuka tengah malam hingga pelaksanaan shalat tarawih. Setiap harinya masjid Makkah menyediakan ribuan takjil. Tak heran jika sejak hari pertama, masjid yang usianya lebih dari 400 tahun ini dijejali pengunjung.

Beberapa tahun terakhir, beberapa kalangan menyerukan umat Islam di India agar tidak menyembelih sapi ketika merayakan Idul Adha. Alasannya untuk menghormati umat Hindu yang menjadikan sapi sebagai hewan suci.

“Selama saya tinggal di sini tidak pernah ada masalah dengan menyembelih sapi saat Idul Adha. Meskipun sapi menjadi hewan yang disucikan dalam agama Hindu namun tak sedikit juga komunitas Hindu yang mengonsumsi daging ini. Jadi saya tidak melihat pentingnya menghindar menyembelih sapi,” papar laki-laki yang biasa dipanggil Masroor ini.

*Tulisan ini  tayang di Majalah Ummi dirubrik Ufuk Luar. Kolaborasi antara Attini Zulfayah (emak mbolang)  dan editor ufuk Luar, mbak Aini Firdaus

You Might Also Like

36 comments

  1. Masjidnya itu ya mba.. bagus2, jadi mereka saat Idul Adha menyembelih kerbau ya mba? Jadi ingat di kudus jaman nya sunan-sunan nyebarin Islam soto kerbau krn menghormati warga hindu eh begitu bukan ceritanya? Heheheh. "To be a good muslim agent" kata Hanum Rais dan para pedagang yg datang ke India itu (jg di Indonesia) mereka agent muslim yg baik bs memberi contoh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau di kUdus terkenal dengan soto Kerbaunya. Kalau di India sudah biasa sehari hari makan dagng kerbau soalnya Sapi nggak boleh. Tapi di Hyderabad ini mereka boeh mneymebelih sapi.

      Delete
  2. mbak zulfa, aku kirim email. klo aku mudik ke hyderabad, sampyan nyambangi aku yo. salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, aku sing mudik di Jakarta ini. Ada temen barusan menikah dan tinggal di Hyderabad, siapa tahu bsa temenan.

      Delete
  3. Hampir semua nya penyebaran islam ini di mulai dari perdagangan yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, hampir merata inii penyebaran Islam melalui perdagangan

      Delete
  4. temenku yg Hindu juga ga taat2 bgt masalah daging sapi ini... sesekali toh dia juga makan steak. kadang akunya yg jd ga enak kalo lagi makan ama dia..takut dikira aku yg bujukin dia makan sapi.. pdhl anaknya sndiri yg kepengin ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Hindu di India juga tidak sama. di India sleatan banyak yang makan daging sapi. bahkan makan ayam dah biasa

      Delete
  5. Berarti corak penyebaran Islamnya mirip dengan di Indonesia ya mbak, lewat perdagangan. Masyarakat India aslinya cukup toleran toh mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah cukup Toleran. cuman ada sedikit yang nggak toleran dan jadi menyebar ebencian diantara selimut

      Delete
  6. masya Allah, bertambah informasi setelah membaca artikel ini. nuansa islam terasa bngt ya min

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masya Allah. Bener datang ke Negara lain yang non muslim dan mengetahui keberadaan kejaan Islam jadi membuka wawasan

      Delete
  7. Baca paragraf 13 jadi inget kampung halamanku nih mbak soal penyembelihan sapi pas Idul Adha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kenapa mbak ely. pingin dolan nang Banyuwangi

      Delete
  8. Lalu kalau ada isu, supaya Islam tak menyembelih hewan sapi saat idul adha gimana itu kak kelanjutannya? tapi kalau ada larangan tersebut dan warga setempat yang beragama hindu tetap ada yang mengkonsumsinya, ya percuma aja,,,, ya kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya kalau ada aturan gitu, kita umat Islam menghormati. Kebanyakan disini memnyembelih Kambing dan kerbau.

      Seringnya orang pengemis baik Muslim atau Hindu alau idul Adha datang ke kawasan Muslim , minta daging juga.

      Delete
  9. Cakep banget arsitektur masjidnya.... ira

    ReplyDelete
  10. mak.. bisa saya hubungi mak lewat email? saya tertarik dengan tulisan emak.. sedikit mau curhat juga XD hahaahah.. boleh minta alamat email mak? salam kenal mak.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke saya, InsyaAllah pasti aku reply di Email ya.... attini.zulfayah@gmail.com

      Salam kenal balik :)

      Delete
  11. kota kuno selalu menarik dikunjungi .. apalagi yang teratur dan bernuansa islam seperti ini .. jadi penasaran melancong kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener, kota kuno menarik untuk dijelajahi baik jalan kaki atau bersepeda. Semoga waktu ke Himalaya bisa mempir kesini juga

      Delete
  12. Mbaaa... bagus tulisanya jd ngebayangin jalan bareng di antara wanita muslim bercadar di sana ...hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, Makasih, Semoga suatu saat bisa jalan jalan kesini, ya. Aamiin

      Delete
    2. Aamiin mba zulfa manis....😊

      Delete
    3. This comment has been removed by the author.

      Delete
  13. suasananya tenang, jadi pingin kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, nggak seribet Delhi, palagi suara klaksonnya, huhuhu ngelu

      Delete
  14. Masjid di sana cantik cantiiik. Dulu pas mau ke India sempat menimbang masuk lewat Hyderabad ini. Tapi malah milih Kolkata >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. InsyaAllah next ke India lewat sini, bakalan nggak nyesel.

      Delete
  15. jadi pengen ke sana nih mba zulfa,,,
    semoga allah kasih kesempatan untuk dolan ke sana.aamin. he he he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayooooo ke Hyderabad

      InsyaAllah semoga dikasih kesempatan, ya. Aaamiin Ya Allah.

      Delete
  16. Salam kenal mba zulfa..saya sejak kecil suka sekali nonton film india, lagu dan budaya india...pas baca artikel mba zul saya jadi pengen wisata religi ke india, itu kalo ada rezeki dan kesempatan hehe...oh ya mba klo saya mau tanya2 n curhat sama mba zul, gmna caranya mba...

    ReplyDelete
  17. Salam kenal mba zulfa..saya sejak kecil suka sekali nonton film india, lagu dan budaya india...pas baca artikel mba zul saya jadi pengen wisata religi ke india, itu kalo ada rezeki dan kesempatan hehe...oh ya mba klo saya mau tanya2 n curhat sama mba zul, gmna caranya mba...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga Zahra :)

      Semoga kesampeyan berangkat ke India.
      Aamiin, semoga rzekinya dilancarkan.
      Monggo kalau mau curhat, email di attini.zulfayah@gmail.com

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram