Sadisnya Kelezatan Rasa Kare Rajungan Khas Kota Tuban

December 20, 2016


Salah satu kuliner khas kota Tuban ini memiliki rasa gurih menggigit dikombinasikan dengan rasa pedas membakar lidah

Minggu yang lalu saya berkunjung ke kota yang dijuluki Bumi Wali yaitu Kota Tuban, Jawa Timur. Maksud hati kepingin ketemu temen, eh, ternyata yang dikunjungi lagi holiday keluar kota. Dan jadwal saya sendiri padat merayap.

Akhirnya saya tetep berangkat dengan motor kesayangan tanpa itinerary pasti. Malam sebelum berangkat, saya browsing beberapa tempat yang wajib di kunjungi dikota Tuban. Mulai dari Goa, pantai, air terjun hingga wisata religi.

Dan dari beberapa wisata yang ada sebagian sudah saya datangi. Karena memang beberapa kali saya kerap berkunjung ke Tuban bersama almarhum Ayah. Setiap kali datang ke Tuban, tak lupa kami selalu menikmati beragam kuliner seafood yang memang menjadi andalan makanan khas kota Tuban.

Nah, setelah seharian menikmati keunikan goa Akbar. Dilanjut wisata religi ke Sunan Bonang serta mengunjungi Masjid Agung Tuban. Dan terakhir bermain main ke pasir putih Remen. Sekarang waktunya bikin si perut gendut happy.

Biasanya kalau ke Tuban bersama keluarga besar, kami selalu menikmati cumi cumi hitam dan gimbal/rempeyek udang yang gede gede. Kali ini sedikit beda, tapi tentu saja nggak jauh jauh dari menu seafood. Nggak afdol rasanya datang ke Tuban tanpa mencicipi seafood. Untuk sementara lupakan kadar kolesterol tubuh yang kian hari kian mengganas.

Kota Tuban yang juga dijuluki Kota Seribu Goa dianugerahi garis pantai yang memanjang di pesisir Utara Jawa Timur. Hal ini membuat kota Tuban memiliki kekayaan laut yang berlimpah. Hal ini pula berpengaruh pada kuliner khas setempat yang didominasi seafood dengan rasa pedes menggigit.

Ntah mengapa kuliner Tuban cenderung pedes. Bukan sekedar pedes. Tapi beneran membakar lidah. Selevel dengan Mie Setan. Bahkan, saya yang suka pedes masih dibuat nangis nggak ketulungan.

Salah satu kuliner seafood khas Tuban yang menghadirkan sensasi pedas adalah kare Rajungan. Wait, sebelum mbahas lebih jauh tentang tendangan rasa kare rajungan  ada baiknya kamu kenalan dulu sama rajungan.

Apa sih rajungan itu? dan apa bedanya dengan tuan crab atau kepiting? Rajungan itu sejenis kepiting yang hidup di air laut saja. Kalau kepiting hidup di dua alam, laut juga tawar. Rajungan memiliki supit yang agak panjang di banding dengan kepiting biasa. Dan cangkangnya biasanya ada totol totol (bintik bintik) warna putih. Dan ini nih yang membuat saya lebih menyukai Rajungan dibanding kepiting, yakni dagingnya lebih gurih dan lembut.

Tak susah menemukan kare rajungan di kota Tuban. Di daerah perkotaan dan sepanjang jalan utama yang menghadap langsung ke laut banyak kita jumpai penjual seafood dan kare rajungan. Tapi kare rajungan yang paling menggelitik lidah dan menantang itu milik rumah makan Manunggal Jaya.

Rumah makan Manunggal jaya buka sejak 30 tahun yang lalu. Setiap harinya menjual sekitar 50 kwintal rajungan. Jadi sudah bisa dipastikan kalau kare Rajungan disini disediakan fresh setiap harrinya.

Letak rumah makan Manunggal Jaya berada di Jl. Manunggal, daerah kota. Berada dijalan utama Surabaya-Semarang. Berderet mobil terparkir didepannya. Rumah makan terlihat sederhana dengan deretan meja dan kursi kayu tertata rapi di bagian dalam dan luar ruangan.


Kuliner khas kota Tuban

Mengedarkan pandang, beberapa pengunjung khusyu` melahap makanan. Memotong, mengupas dan menyesap daging rajungan. Mulutnya monyong sedikit kemudian meng-nguah ngguah alias ngeweh ngeweh kepedasan(emboh opo klo diterjemahkan dalam bahasa Indonesia) . Ditambah dengan bulir keringat bercucuran diwajah. Sesekali nyruput minuman sabil gedek keenakan.

Ahhh, ngeces nih mulut. Tak lama setelah saya pesan, seporsi kare rajungan, satu piring nasi hangat dan teh manis sudah siap dilahap didepan mata. Dalam seporsi kare rajungan terdapat dua rajungan mekangkang berukuran besar.

 Bagian cangkangnya sudah diambil. jadi lebih mudah memakannya. Sebagian badannya tenggelam dalam kare bersantan yang encer. Diatasnya bertabur bawang goreng.

liukkan aroma harum rempah begitu menggoda diatas piring saji. Tak butuh waktu lama ketika sesendok nasi dengan guyuran kare santan menyapa lidah. Dan… rasane edan tenan! 

Rasa gurih santan berpadu mesra dengan rempah. Meski memadukan berbagai macam rempah seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, merica, kemiri, lengkuas, jahe, kencur, daun jeruk purut dan sereh tapi rasanya nggak terlalu tajam.

Tapi pedesnya itu, lho. Sungguh sadis, tak hanya membakar lidah tapi juga bikin ces pleng kepala. Mata yang kelelahan langsung dibikin melek. Saya yang doyan pedes dibikin nangis.

Saking pedesnya, banyak yang menyebut kare Rajungan milik Manunggal jaya ini sebagai Rajungan Remason. Ya, karena itu, pedesnya minta ampun.

Jadi selama menyantap makanan, mata ini tak henti hentinya melinangkan air mata. Hidung meler. Dapat tiga suapan saya langsung nyeruput air. Dan pedesnya ini sungguh `aneh` , bukannya bikin orang berhenti makan malah bikin lahap. Nyandu pokok e.

Apalagi dagingnya banyak, lembut dan gurih. Ditambah lagi dengan bonus telur. Rajungan ini dihidangkan dalam kondisi bertelur. Jadilah, rasa gurih pedas yang enak bertambah kelezatannya dengan letupan gurih telur rajungan.  

Selain dimakan bersama nasi hangat, kalau kamu suka, disini juga tersedia berbagai macam krupuk ikan untuk disantap bersama. Kalau saya pribadi lebih suka makan apa adanya sambil menikmati the art of kreket kreket rajungan.

Oh ya, kalau makan sebaiknya dengan menggunakan sendok. Biar tangannya nggak wedangen. Istilah orang Jawa buat tangan yang kepanasan karena cabe. Tips lainnya, jika kamu nggak tahan banting dengan rasa pedas, ambil kare nya jangan terlalu banyak dalam suapan. Sesuikan dengan lidahmu.




Seporsi kare rajungan yang berisi dua ekor rajungan dijual dengan harga terjangkau Rp. 100.000. Cukup buat dua orang atau dua porsi nasi. Karena saya makan sendiri dan rajungannya ukurannya lumayan gede, jadinya rajungan satunya lagi saya bungkus. Sampai dirumah, kare rajungan ditambah dengan santan kental biar nggak terlalu pedes dan si kecil bisa menikmati.

Selain kare rajungan di rumah makan ini juga tersedia menu lainnya. Seperti cumi cumi, garang asem, sate kambing, gulai, dll. Kalau kamu pecinta seafood nan pedas, kota Tuban bisa jadi referensi kulinermu.

Jangan ngaku pecinta rasa pedes sebelum mencoba Rajungan Remason!




You Might Also Like

34 comments

  1. Noted.... Warung e buka jam brp mas??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok aku diapnggil Mas, yo wis aku tak pasang brengos :)))

      Buka jam 8 pagi sampai jam 8 malam

      Delete
    2. Maap mak maksud hati meh nulis MAK kok sg muncul dd MAS... wkwkwk

      Delete
    3. Maap mak maksud hati meh nulis MAK kok sg muncul dd MAS... wkwkwk

      Delete
    4. hehehe, rapopo mbak, nggak usah minta Maaf. :) aku sudah merasa Ganteng, :))))

      Delete
  2. Eh busyet 50 kuintal perhari ???? gilaaaaaa pasti yang jual kaya raya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heh eh, jalan jalan ke Yurop tiap bulan :)

      Delete
    2. Budal kaji langsung yoooo hahahaha

      Delete
  3. Sing ngene iki sing nggarai pengen mudik...

    ReplyDelete
  4. aaghhhh gilaaaak, aku ngences liatnyaa -__-... kapan ini bisa ke tuban yaa... cuti thn depan aja udh ampir abis krn planning traveling bulan feb :D.. rajungannya bener2 menggoda mbak... walopun aku suka susah makan kepiting, tp ttp ya rasanya itu loh yg ga bisa ditahan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku suka kepiting cuman males netelinnya itu lho, tapi nih rajungan lebih gampang dan enak netelin sambil malan muah muah kepedesen :)

      Delete
  5. Duh mbak ngeces lihat sambil bayanginnya hihihi.. aku selama ini ke Tuban cuma lewat doang mbak hihihi, gak pernah mampir2 karena merasa ga ada yang perlu dilihat wkwkwkw.. kalo sana berangkat makan kare rajungan pedes ah hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh, wsiata di Tuban lumayan banyak, lho. Mulai goa, air terjun sampai pantai pasir putih ada semua. coba next mampir ke Tuban

      Delete
  6. Tulisannya asli bikin ngences sukses mbak. mesti dicatet nih, moga moga nti ada kesempatan kesana nyobain.

    ReplyDelete
  7. salam kenal
    dari fotonya saja sudah menggugah selera, bagaimana kalau lihat aslinya ya.
    kalau dari terminal bus tuban arahnya ke mana ya Mbak?
    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam Kenal Mas Wadiyo

      Kurang tahu ke arah mana kalau dari terminal, waktu kesini saya naik motor.
      Warungnya di depan SMAN 3 Tuban dan bersebelahan dengan Dinas Pertambangan Kabupaten Tubann.

      sama sama :)

      Delete
  8. jalan jalan dan makan makan adalah kesenangan saya. beneran bisa merasakan kenikmatan berkunjung ke kota Tuban. ayah asli dari sana. dan yang paling penting ketika mau jalan jalan adalah jilbab yang nyaman. pashmina instan berkualitasselalu menemani pas lagi traveling.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tosssssss. rasanya klo jalan jalan tanpa nyicipin kuliner krang asyik.
      Wah, ayah asli sana./pastinya dah kenal sama semua pelosok Tuban.

      Delete
  9. Beuhhh, koyoke aku ra kuwat pedese, Mak... Onok gak versi gak terlalu pedes? *elus2 weteng*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ambil kuah e jangan banyak banyak mbak, dikit.

      Delete
  10. Wuihhh ngilerr bacanya ya suka pedes kaya mba zulfa aja nangis, mules kalo akuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suka banget mbak, jsutru yang nantan pedesnya... aku malah suka, hehehe

      Delete
  11. fotonya bikin ngecessss
    tapi kalau sepedes rhemason .. ga ku ku ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayooo lah coba, biar tambah bersemangat waktu bersepeda :)

      Delete
  12. sadissssssssss sadisssssssssssss



    bikin orang mupeng,,, tapi jauhhhh euy.. ujung ke ujung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayoo lah sekalian jalan jalan ngukur jalana Indonesia :)

      Delete
  13. Tuban oh Tuban.. kapan kesana makan kare rajungan? *lapiler

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuban Kulinernya banyak lho, enak enak lagi dan pedes sungguh dasyat

      hayooo berangkattt

      Delete
  14. Wah kebetulan saya mampir di blog ini dan nemu kuliner khas kota saya, Tuban hehe. Emang pedes2 makanan Tuban itu, makanya kalo ada orang Tuban ga doyan pedes itu perlu dipertanyakan hehe. Sip boleh juga mampir ke wisata kuliner yg di sektiaran gor anoraga tuban mantep2 dan pedesnya maknyus������

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lanjut. InsyaAllah dolan nang Tuban lanjut Kulineran

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram