Jantar Mantar,Observatory Pertama di India

14:00:00


Jantar Mantar adalah sebuah monumen tua gabungan dari beberapa instrumen digunakan sebagai petunjuk waktu yang menjadi dasar ilmu Astronomi.

“Astronot” ucapnya dengan suara lantang dan penuh percaya diri. Jawaban itu keluar dari mulut kecil malaikat kecilku, Najin berusia 8 tahun tatkala ditanya apa cita citanya kelak. Mungkin bukan hanya dia, sebagian besar anak anak kita pasti pingin menjadi Astronot. Termasuk emaknya.

Bukan sesuatu yang mudah. Tapi sebagai orang tua kita harus menunjang dan terus memompa semangatnya menggapai cita cita. Salah satunya ialah dengan mengajaknya berwisata ke Planetarium atau sederet tempat yang bersinggungan dengan Ilmu Astronomi.

Nah, di kota Delhi ibukota India tempat tinggal kami saat ini. Terdapat suatu monumen tua dibangun pada abad ke 17. Monumen yang dikenal dengan nama Jantar Mantar ini menjadi dasar Ilmu Astronomi sebagai petunjuk waktu kala itu.

Memasuki Jantar Mantar pengunjung warga negara asing dikenakan tiket seharga 100 Rupees sekitar Rp. 25.000 saja. Untuk si kecil yang masih berumur dibawah 15 tahun tidak dikenakan tiket. Memasuki komplek Jantar Mantar si kecil sudah heboh duluan, dia berlari mendahului kami.

Tersuguh dihadapan kami sederet bangunan dengan bentuk dan ketinggian berbeda. Ada yang berbentuk melingkar, kotak, silinder, lengkung, tangga dan bentuk unik lainnya. Semuanya didominasi warna merah bata.

Jantar Mantar Delhi ialah 1 dari 5 Jantar mantar di India yang dibangun oleh Raja Sawai Jai Sing II antara tahun 1700 hingga 1749. Yaitu di Kota Jaipur, Delhi, Varanasi, Ujjain dan Mathura. Jantar Mantar di Delhi merupakan observatory yang pertama kali dibangun. Kemudian diusul dengan pembangunan Jantar Mantar di kota lainnya.

Sebenarnya, pemrakarsa berdirinya Jantar Mantar adalah Kaisar Mughal bernama Muhammad Shah. Pada saat itu India dikuasai oleh kekaisaran Islam Mughal. Pada saat itu belum ada teknologi Jam seperti saat ini. Beliau membutuhkan sebuah tempat sebagai petunjuk waktu untuk menjalankan shalat. Juga membuat sistem kalender sendiri. Beliau kemudian menunjuk Raja Jai sing II yang pada saat itu dinobatkan sebagai raja  di kota Jaipur, Rajasthan. Beliau dikenal sebagai sosok yang sangat mencintai dan ahli dalam bidang astronomi.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang tata surya. Bukan hanya posisi matahari saja. Melainkan juga posisi bulan, rasi bintang dan juga tata letak planet lainnya. Raja Jai sing II membangun empat Instrumen utama di Jantar mantar. Dimana setiap instrumen memiliki komponen, nama, bentuk dan fungsi yang berbeda.

Misra Yantra
Berada disebelah kanan pintu masuk terhampar Misra Yantra. Berbentuk seperti dua lambang cinta yang terbalik. Memiliki 5 komponen utama dengan fungsinya masing masing. Yaitu Samrat, Niyat cakhra, Karka nasivalaya, Western Quadran dan Dhaksinottara Bhitti.

Jantar Mantar Delhi
Misra Yantra
Berdekatan dengan Misra Yantra berdiri 2 tiang berbentuk silinder. Keduanya memiliki ketinggian yang berbeda. Dua pilar ini berfungsi untuk mengetahui hari terlama dan terpendek dalam setahun.

Uniknya, ketika bulan Desember bayangan tiang yang satu menutupi keseluruhan tiang lainnya. Sedangkan di bulan Juni, tidak terdapat bayangan sama sekali. Wah, sederhana tapi cukup bermakna.

Sebagai emak, saya cukup menjelaskan kepadanya sesuai dengan umur dan pengetahuan yang ada dalam mata pelajarannya. Mengenalkan beberapa musim yakni winter, summer dan hujan. Saat musim panas, matahari terik lebih lama dibandingkan hari biasanya. Begitu pula sebaliknya ketika musim dingin.


Dua tiang berada di dekat Misra Yantra


Samrat Yantra
Kami lanjutkan menuju instrumet selanjutnya yaitu Samrat Yantra. Letak dasar instrumen ini berada lebih rendah dari permukaan tanah. Samrat yang berarti Raja memang memiliki ukuran super besar dibandingkan dengan instrumen lainnya. Dikenal sebagai Jam bayangan mahahari berukuran jumbo.

Memiliki ketinggian 20,73 Meter. Dari timur ke barat lebarnya 38,10. Sedangkan dari utara ke selatan lebarnya 34,6 Meter.Pada dasarnya fungsi dari Samrat Yantra adalah untuk mengukur waktu dalam sehari dengan akurat. Bahkan dalam hitungan setengah detik.

Melihat bentuknya yang dilengkapi dengan puluhan anak tangga dengan kemiringan 45 derajat. Seketika dia bertanya “Is the Astronout Jet fly from here? “. Saya hanya tersenyum melihat begitu antusias keingintahuan dia dan menjelaskan fungsinya secara sederhana.

Samrat Yantra

Jai Prakash Yantra
Bentuknya sangat komplek. Memiliki lengkung setengah lingkaran yang berada dibawah permukaann tanah. Konon instrumen ini dipergunakan baik siang maupun malam.

Fungsinya untuk menunjukkan posisi matahari pada saat melintas di garis khatulistiwa. Uniknya lagi, ada sebuah lubang dibawah struktur bangunan ini. Lubang ini hanya mendapat sinar matahari pada tanggal 21 Maret saja yakni menunjukkan musim semi di kota Delhi.


Jai Prakash Yantra


Ram Yantras
Dilihat dari luar, bentuknya mirip dengan Colosseum yang berada di Italia. Bangunan tipe terbuka menghadap ke langit. Berbentuk melingkar dilengkapi dengan sederet lengkung jendela mengeliling bentuk bangunan.

Ada dua ram yatras. Perbedaannya, jika keseluruhan Ram Yatras dikelilingi lengkung lobang. Yang satunya, hanya separuhnya saja. Sedangkan bagian lainnya polos tertutup oleh tembok dinding tanpa lengkung jendela. Keduanya memiliki komponen yang sama didalamnya. Dengan bentuk yang sangat unik dan artistik. Tepat ditengahnya berdiri sebuah tiang berbentuk bulat.

Tembok dan tiang dihubungkan dengan jajaran lantai yang memiliki skala ukuran yang sama. Jika diperhatikan mirip dengan jeruji roda sepeda motor. Instrumendigunakan untuk mengukur ketinggian bintang yang setara dengan garis lintang dan bujur di bumi.

Jantar Mantar
Ram Yatras

View Dalam Ram Yantras


Jantar Mantar menjadi bukti bahwa negara India bukan hanya menyimpan peradaban sejarah yang panjang melainkan juga warisan Ilmu pengetahuan. Meskipun pada saat ini keberadaanya tidak dipergunakan lagi sebagai ilmu astronomi. Tetapi kita patut memberikan penghargaan yang besar atas ketajaman ilmiah khususnya dibidang astronomi.

Bertandang ke Jantar Mantar, kita bisa belajar dan bermain. Setelah menelusuri setiap komponen, sang calon astronot berlarian mengejar tupai dan burung ditaman rerumputan hijau di komplek Jantar mantar. Menyenangkan!


Duduk santai di komplek jantar Mantar



Ini dia Calon Astronotnya,Aamin :)

You Might Also Like

18 comments

  1. Ish cakep yaa junior nya hahaha .... Aku paling ngak demen main ke tempat macam ini. Suka galau mau ngapain :-(

    ReplyDelete
    Replies
    1. He eh, Cakep kayak emaknya :)) *benerinjilbab* Daripada galau mending belajar Astronomi siapa tahu jadi Astronot pertama yang berkancut :))))

      Delete
  2. Aamiin.... hebat wong mbiyen yo, Zulfa. Masio terbatasa, iso menciptakan teknologi canggih di zamannya. Aku yo tahu weruh jam matahari kuno pas Maroko. ira

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iy wong biyen iku solae keterbatasan dadi "dipaksa" kreatif. saiki serba praktis, dadi akeh males e. sembarang2 njaluk gampang. Wah, aku pingin nontok Jam matahari kuno iku. Pengarus Islam juga kah mbak jamnya itu ?

      Delete
    2. wah, aku cumak ndelok tok waktu iku. Ora nggolek2 referensi ttg jam matahari kuwi.

      Delete
    3. InsyaAllah mene nek nang Maroko tak golek referensi ,Aamin. emboh kapan mrono. hehehe

      Delete
  3. Jadi inget Planetarium di Jakarta. Tapi yang ini lebih allout ya. Bahkan lingkungan nya pun dilengkapi dengan hal-hal yang sesuai dengan temanya. Meski bangunannya terlihat sederhana dan tak terlalu modern tapi fungsional dan edukatif sekali. Doakan someday aku bisa ke Delhi ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, kalau planetarium di jakarta bisa lihat langsung bintangnya (luar angkasanya). kalau ini lebih ke teknologi dasar astronomi. Aamiin Ya Rabb. semoga disegerekan ya Mbak Donna. :)

      Delete
  4. banyak tempat indah di india ya mba.. ngebayangin duduk di rumputnya, segerr... jagoannya ganteng *_*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ihhh, makasih mbak Ima. Ya saya duduk santai sambil KEPO in orang India,. si kecil lebih suka ngejar tupai sama burung. banyak disana :))

      Delete
  5. semoga tercapai cita-citanya yaaa astronont ganteng aamiin!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya Rabb. Matur Nuwun doanya mbak Dew :)

      Delete
  6. Salam yaaa buat calon astronot yang ganteng itu... :)
    Moga kelak jadi astronot beneran ya nak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamin Ya Rabb . Makasih Doanya :)

      Delete
  7. Wow usianya sudah lebih dr 3 abad tp masih bagus ya, penanda waktu yang kece

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, Masih bagus, cuman lumut menghitam disana sini.

      Delete
  8. Wah ada Najin :D kangen ngeliatin Najin lari-lari menghilang dan emaknya khawatir haha. Kangen diajak ke Karim juga *teteeepp

    Btw, kayaknya aku pernah lihat bangunan ini di satu film. Hmm cuma lupa >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Najin kemana mana sukanya lari trus lapar. hahaha. Disini masih banyak anak diciluik dan dijadikan pengemis kayak yg di pilm millioner, makanya khawatir.

      Hayoo ke Karim lagi, cuman sekarang aku lebih sering ke Nazeer, lebih deket solanya.

      difoto Shaheer Sheik terbaru pakai background ini, ini dekat connaught Place, tinggal jalan

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram