Saturday, 28 May 2016

Menggali Sejarah Delhi di Mehrauli Archaeological Park

Mehrauli Archaeological Park
Permata sejarah yang berusia lebih dari 1000 tahun berada ditengah belantara menyimpan banyak cerita tentang Ibukota India

Hidupnya berantakan. Depresi menjadi temennya sehari hari. Lelah. Wanitu itu kemudian memutuskan meninggalkan pekerjaan, apartemen, teman, semuanya yang berada di Canada dan memulai perjalanan. India menjadi destinasi pertamanya. Tak disangka negeri yang jauh dari kata nyaman dan begitu amburadul ini justru memberi warna dalam kehidupannya.  

Dia mengerti arti tersenyum bahagia dan makna dalam kehidupannya. Sejak saat itu dia menetap di India. Tinggal di Delhi lebih tepatnya. Dan memulai menulis seluruh cerita perjalanannya di India melalui sebuah blog. Dalam header blognya terpampang sebuah bangunan tua, begitu renta tapi tersirat sejarah. Kepakan sayap burung dara yang terbang dari sela sela jendela membuat foto nampak hidup.

Dimana letak bangunan tersebut? rasa penasaran menggelayuti pikiran. Terlintas dalam pikiran bahwa saya pernah melihatnya. Atau mungkin hanya kemiripan semata? karena hamparan bangunan tua di India begitu banyak hingga setiap detailnya kadang terlewatkan oleh memori otak. Sambil terus membaca kisahnya di BBC (saya lupa namanya), saya mencoba menggali ingatan.

Waktu berlalu, saya melupakan kisahnya. Suatu ketika seseorang pemuda menyapa saya di twitter. Setelah beberapa kali saling sapa tentang tempat wisata sekitar Delhi, kemudian dia menunjukkan saya sebuh foto. “Mbak zulfa sudah pernah kesini ? hidden gems”. Menatap dalam foto tersebut, memori seolah mengajak berlari. Kejadian yang sama terulang kembali, perasaan mengatakan saya pernah kesana. Disisi lain, tidak.  

Tetiba saya ingat, Lho ini lokasi foto yang ….. (mikir) header blog itu.
“bBelum kesini, dimana nih ? “ Rasanya pingin lunjak lunjak, akhirnya saya dapat informasi tempat tersebut.
“Ini di Mehrauli Archaeological Park, dekat Qutub Minar”
“Dekat Qutub Minar? Padahal aku sering kesana” (Duh, kemana aja diriku selama ini *plak)

Akhirnya bermodalkan Google maps saya mencari letak Mehrauli Arkeological Park. Bener, letaknya bersebelahan dengan Qutub Minar. Saya kemudian berselancar di Internet. Membaca tentang sederet bangunan bersejarah di komplek ini. Semakin menbaca semakin terhanyut dalam perjalanan sejarah panjang kota yang menjadi Ibukota India ini.

Tak perlu waktu lama, hari minggu kami meluncur ke jalan Mehrauli. Mendekati Qutub Minar saya terus menatap Google Map, sementara Shah Jahan sibuk nyetir. Najin leyeh leyeh dibelakang sambil mainan game.

Menurut Google Map saya sudah berada di lokasi. Tapi nggak ketemu yang namanya pintu masuk atau terlihat bangunan renta. Yang ada hanyalah rimbun pepohonan dan semak belukar. Kami memutar kembali barangkali terlewatkan oleh kami.

Terlihat beberapa jalanan setapak tanpa aspal, hanya sebuah tulisan papan sederhana yang bertuliskan Delhi Development Authority. Nggak nemu tulisan Mehrauli Archaeological Park. Lelah. Akhirnya kami menuju ke Qutub Minar, jalan terus. Muter jalanan yang sempit dan rumah rumah penduduk. Masih nggak nemu juga. Sebenarnya kami pernah kesini sebelumnya. Waktu itu kami berkunjung ke salah satu Dargah (makan Wali Allah) di area ini.

Daripada bingung, berhentilah kami disebuah toko untuk bertanya. Tetiba seorang kakek renta berseragam ala security keluar dari toko tersebut dengan membawa sebotol minuman. Shah Jahan kemudian bertanya kepada beliau. Dan ternyata beliau adalah penjaga Meharuli Arkeological Park. Wah, kebetulan sekali, akhirnya kami  mempersilahkan si kakek memasuki mobil.

Jalanan semakin sempit hanya bisa dilewati satu mobil saja. Diujung kampung kami menikung kearah jalanan setapak berupa tanah berwarna kecoklatan dan penuh belukar. Ranting ranting kering berserakan. Tumbuhan dan pepohonan liar memeluk jalanan.

Terdengar suara bulldozer diiringi kepulan debu melambai di udara. Sebuah bangunan tua berbentuk pavilion dengan kubah menghitam diatasnya. Bangunan yang merupakan ciri khas peninggalan peradaban Islam di India ini tak asing bagi saya.

Bapak security meminta kami berhenti di depan Bulldozer karena mobil kami tidak bisa lewat. Beliau kemudian turun dan meminta bulldozer minggir sejenak untuk member kami jalan. Beliau kemudian meminta kami parkir mobil dibawah pohon rindang dan meminta kami berjalan kaki menuju lokasi yang tak jauh letaknya.

Beliau juga menjelaskan bahwasanya kawasan ini sedang renovasi dan dijadikan proyek kawasan wisata sejarah. Syukurlah, biar nggak kayak kuburan tak bertuan batin saya dalam hati. Jujur saya kecewa. Kawasan ini terlihat tak terawat, sampah terserak disana sini (India banget). Dan tak nampak satupun wisatawan.

Tak jauh kami melangkahkan kaki terlihat sebuah bangunan tua bertingkat yang berada lebih rendah dari permukaan tanah. Puluhan anak tangga menjorok tajam kedalam tanah menuju sebuah kolam ditengahnya. Kolam air berwarna kehijauan. Bangunan bertingkat ini dipenuhi dengan deretan lengkung jendela. Rajon ki Baoli nama tempat ini. Yang menjadi header di blog wanita Canada yang saya ceritakan diawal postingan ini.
 
Rajon ki Baoli
Komplek Rajon Ki Baoli
Mehrauli Archaeological Park sendiri adalah sebuah kawasan arkeologi yang menghampar selebar 200 hektar di Kawasan Mehrauli, New Delhi. Letaknya berdekatan dengan situs Qutub Minar yang masuk dalam Warisan Dunia UNESCO. Dalam kawasan ini terdapat setidaknya 100 monumen sejarah tua yang menyimpan sejarah panjang peradaban yang pernah ada di kota Delhi. Dan Rajon ki Baoli adalah salah satunya.

Menapaki Rajon ki Baoli menuju ke kolam rasanya ngeri ngeri sedap. Gimana tidak, tangganya memiliki kemiringan tajam tanpa pengaman. Bismillah. Selangkah kaki ini meniti tangga menuju kebawah, andrenalin justru samakin bertambah. Deg deg ser nggak karuan, rasanya harap harap cemas kayak waktu ketemu mantan *plak. Sementara Shah Jahan dan Najin menunggu diatas, cukup menyaksikan saya menantang maut. (alay)

Kalau jatuh kedalam kolam ntah apa yang terjadi. Kolam nampak begitu dalam, hijau, keruh dengan beberapa botol minuman mengapung.  Saya menapaki tangga hingga diujung kolam. Setelah Narsis, saya gegas kembali ke atas. Waktu narsis kaki saya rasanya merinding disco hingga peluh bercucuran. Ngeri to the Maxi.


Mehrauli Archaeological Park
Rajon Ki Baoli

Lorong bangunan utama berupa lengkung lengkung tiang dipenuhi dengan deretan jendela besar. Sebagian tembok menjadi korban tangan tangan jahil. Berdiri diujung jendela membuat tengkuk bergidik. Ngeri, jika terpleset bisa langsung masuk kolam. Shah Jahan menggandeng Najin terus menerus dan memintanya untuk ekstra hati-hati.

Maklum saja, Najin ini tipikal anak aktif, banyak tingkah alias nggak isok meneng dan suka main petak umpet. Sementara lorong lorong tangga yang menghubungkan setiap lantai begitu sempit, pengap dan kotor. Bagaikan terperangkap dalam sebuah labirin dengan ribuan tatapan mahkluk tak kasat mata. Setiap langkah kaki dan udara yang dihembuskan seolah bercerita tentang sejarah  berikut skandal yang pernah ada.


StepWell
Lorong Bangunan Rajon Ki Baoli

Sebelah kanan Rajon ki Baoli sebuah pavilion berkubah hitam yang mengayomi sebuah makam ditengahnya. Makam berada di pelataran sebuah Masjid kecil. Makam dan Masjid memiliki kesamaan arsitektur dengan bagunan lain di Delhi yang merupakan sisa peradaban Islam di India.

Langit langit  pavilion makam dihiasi dengan ayat ayat Al-Quran. Kubahnya dibuat dari bebatuan berwarna cantik yang kini nampak kusam dan menghitam. Lafazd Allah dan Subhanallah menghiasi muka Masjid. Mighrabnya dibingkai ayat ayat Al- Quran. MasyaAllah.


Madhi Masjid
Dekorasi Mighrab Masjid

Mehrauli Archaeological Park merupakan satu satunya kawasan di Delhi yang terus menerus dihuni selama 1000 tahun. Menjadi saksi perpindahan kekuasaan dari satu dinasti ke dinasti lainnya. Bahkan disini ditemukan reruntuhan benteng Lal Kot yang dibangun oleh Tomar Rajput tahun 1060. Menjadikannya benteng tertua di Delhi.

Meninggalkan Rajon ki Baoli kami berniat mengunjungi Masjid Kamali Jamali. Niat tersebut terhenti sesaat.

Astaghfirullan, Yaar, I didn’t found car key?” Wajah shah Jahan berbalut kekhawatiran
What? maybe it’s in your wallet
No” Sambil merayapi kantong baju dan celana berkali kali.
Maybe it’s fall somewhere?” saya menatap nanar kearah Rajon ki Baoli dengan hembusan pikiran negative. Mungkin “penunggu” bangunan ngerjain kita.

Akhirnya Shah Jahan meminta kami menunggu dekat mobil. Sementara Najin duduk santai dekat dekat pagar dibawah rimbun pepohonan. Shah Jahan menelusuri lagi Rajon Ki Baoli, Masjid dan Makam. Raut muka berbalut kekhawatiran. Naik turun tangga, melewati labirin lagi. Keringat bercucuran.

I have been search everywhere but still I couldn’t find the car key ?”
Ok. How we go home? Who will take care of the car ? We are in the middle of jungle
Ammy, I am hungry” Ucap Najin yang sedari duduk santai sementara kami berdua dilanda kepanikan.
Wait beta, Your Abby didn’t found the car key
OH, its with my, in my pocket” Ucapnya santai
Apaaaa?” saya dan Shah Jahan langsung kejengkang

Roda kendaraan melintasi jalanan setapak penuh dengan rimbun pepohonan. Teduh tapi terasa sepi dan singit. Saya takut jika tiba tiba Ular cobra menyapa. Sementara Shah Jahan Khawatir jika tetiba perampok datang atau sekumpulan berandal menghadang.


Jalanan Setapak dalam belatara komplek

Alhamdulliah, semua kekhawatiran menghilang ketika dihadapan kami sebuah komplek lain dengan serak bangunan tua. Taman lapang ditumbuhi rerumputan yang nampak terawat. Beberapa mobil terparkir disana. Sementara pengunjung berlalu lalang.

Mobil kami berhenti tepat didepan Masjid Kamali Jamali. Masjid berwajah merah bata dengan lima lengkung pintu. Sebuah kubah menyembul diatapnya. Dipelataran terdapat sebuah kolam kering yang dahulunya berfungsi untuk berwudhu.

Meski nampak tua tapi pondasi bangunan ini sangatlah kokoh. Mighrab Masjid dibingkai dengan lafazd Al-Quran. Bagian dalam Masjid seperti sebuah lorong dengan lengkung lengkung menawan yang sangat instagramable. Penulis cerita perjalanan ternama, Trinity pernah berpose disini dengan hasil yang sangat cakep.


Masjid Kamali Jamali

Berdekatan dengan komplek ini juga terdapat makam Kamali Jamali, Quli Khan Tomb, Gandhak ki Baoli, Stepwell, Mandhi Masjid, Monumen Jahaz Mahal, Zafar Mahal dari Bahadur Shah II, Hauz-i-Shamsi dan Makam Adham Khan.

Taman ini juga mengayomi tomb of Balban. Letaknya lebih tinggi, hingga nampak seperti bukit kecil. Tomb of Balban dipercaya sebagai arsitektur bangunan dengan lengkung dan kubah yang pertama kali dibangun di India. Tomb tomb yang berada disini arsitekturnya mirip dengan arsitektur bangunan yang saya jumpai di Lodi Garden. Para pecinta sejarah pasti sangat mencintai situs Mehrauli Arkeological Park.

Mehrauli Archaeological Park juga menyimpan arsitektur bangunan dari periode Khalji Dinasti, Tughlag Dinasti, Lodhi Dinasti, kekaisaran Mughal hingga Raj Inggris. Banyak sekali monumen disini yang belum sempat kami kunjungi karena Najin sudah lapar. Lumayan juga mengelilingi komplek seluas 200 hektar.

Menyudahi jalan jalan diujung hari kami sempatkan berkunjung ke Five Sense (sex) Garden  yang letaknya tak jauh dari sini. Nah, ini taman bikin Libido alias Sahwat nggak nggenah melangit *plakkk.

Kisah wanita karir tinggal di Canada yang justru menemukan arti hidup dan kebahagiaan di India membuat sudut pandang baru dalam diri saya sendiri. Tinggal dinegara maju tak menjamin kebahagiaan. India yang notabene kemproh, padat, berisik, semrawut bin amburadul justru mampu memberikan rona kebahagiaan dalam hidup seseorang. 

Jujur, saya pribadi merasakan bagaimana hidup di India sangatlah tidak mudah. Tapi negara semilyar penduduk ini justru menggunungkan rasa syukur dalam hati saya setiap hari. Hidup tidak untuk dieluhkan. Tinggal dijalani aja sepenuh hati. Jangan sibuk melihat rumput tetangga yang “nampak” hijau. Sirami aja rumput yang kita pijak.


Wednesday, 4 May 2016

Makanan Halal di India

Makanan Khas India

Sebagian besar umat agama Hindu di India menganut vegetarian

Dimana menemukan makanan Halal di India? pertanyaan ini  sering meluncur di email atau komen di blog. Kekhawatiran muslim traveler ini memang beralasan karena sebagian besar penduduk India menganut agama Hindu. Saya sendiri jika berada di negara dimana sebagian besar penduduknya non muslim bakalan khawatir mencari makanan Halal.

Kalau kunjungannya hanya tiga hari mungkin nggak terlalu masalah, ya, menikmati buah dan roti saja sudah cukup. Atau bawa bekal dari tanah air. Tapi kalau seminggu, dua minggu bahkan sebulan? masak iya nggembol bekal segunung gitu. Boyok en. Kalau selama itu dan hanya mengandalakan buah saja bisa bisa lemas bagi yang tidak biasa. Apalagi selama jalan jalan kita mengeluarkan banyak energi dan tentu saja butuh asupan yang cukup. Akhire klewas klewes lemes.

Kekhawatiran ini juga muncul karena di negara kita sendiri, dimana daerah atau pulau yang didominansi non muslim, penduduknya mengkonsumsi babi atau celeng. Hewan yang diharamkan untuk dikonsumsi dalam agama Islam. Salah satu contoh adalah Pulau dewata, Bali, menu babi guling banyak dijumpai di pulau yang berada di Timur Jawa ini. Jadi timbul pemikiran bahwa di India sama kondisinya dengan di Bali.

India dan Pulau Bali meski sama sama didominasi umat agama Hindu, sebenarnya dalam hal makanan, umat agama Hindu di India dan Bali memiliki banyak perbedaan. Umat agama Hindu di Bali mengkonsumsi sayur juga daging. Sedangkan umat agama Hindu di India menganut vegetarian. Yang artinya nggak boleh makan produk hewani kecuali susu. Nggak makan ayam, kambing, babi apalagi sapi. Karena sapi dianggap sakral di India.

Tidak semua Umat Hindu di India menganut vegetarian. Umat Hindu di bagian Selatan India juga ada mengkonsumsi Ikan sebagai makanan sehari hari.

Jadi, jika datang ke India tak perlu khawatir mencari makanan halal karena kebanyakan restoran menyajikan makanan dengan menu vegetarian yang tentu saja halal untuk dikonsumsi. Menu vegetarian mereka biasanya berupa kentang, sayur, paneer (tahu/keju ala India yang terbuat dari susu) dan lentil (sejenis kacang kacangan).

Lalu bagaimana dengan menu makanan Non Vegetarian? Sebagian kecil restoran dan warung juga menjual makanan dengan menu daging ayam. Bahkan restoran fast food brand international seperti KFC, Burker king, Subway, Mcdonals, Pizza Hut dan sebagainya menjual menu burger dan ayam Goreng. Halal? Sayangnya sebagian besar tidak halal. Apakah karena ada campuran babinya? bukan karena ada unsur babinya, tapi ayam yang dipotong tidak dengan cara islami.

Makanan Halal di India
Kalau di Mall Biasanya ada tulisan Halal
Dikutip Dari Majelias Ulama Indonesia Balikpapan, berikut Rukun pemyembelihan
  1. Harus beragama Islam
  2. Menyebut nama Allah yakni membaca Bismillah Allah Akbar
  3. Hewan yang disembelih Halal untuk dimakan
  4. Menggunakan alat (Pisau atau parang, dsb)
  5. Pelaksanaan penyembelihan memustuskan kerongkonan dan tenggoroakan dan memutuskan urat tempat saluran makan dan minum


Itu sarat sah. Tapi dalam kasus jalan jalan atau tinggal di negara asing beberapa ulama mengemukakan pendapat yang berbeda tentang mencari makanan Halal di negeri non Muslim. Ada yang membolehkan atau mengkondisikan dengan syarat membaca Basmalah, jika tidak mengetahui dipotong sesuai syariat atau tidak (asal bukan babi, ya). Dan tentu saja, semua perbedaan pendapat itu sesuai (menggunakan) dengan dalil yang ada.

Nah, ini yang biasanya tak banyak teman teman ketahui, menganggap semua makanan dengan menu ayam di India adalah halal. Jika dilihat dari syarat sah penyembelihan, ayam tersebut Tidak Halal untuk dikonsumsi. Beberapa teman yang datang ke India sering memesan menu makan ayam disembarang restoran terutama restoran fast food.

“Nggak papa mbak, makan ayam yang penting bukan babi, Bismillah saja”
“Loo mbak, kenapa kambingnya nggak halal, bukannya kambing itu halal ya ?“

Yo, wis. Disini saya tidak akan membahas lebih detail pernyataan teman teman. Semuanya balik ke pribadi masing masing. Lebih lengkapnya bisa dibaca atau lebih baik ditanyakan ke ustad dan ustazah atau cari di mbah google. Makanan Halal yang saya bahas disini sudah disembelih sesuai dengan Syariat Islam. Saran saya, kalau ke restoran Fast Food pesan saja menu vegetarian.

Hanya di beberapa kota saja di India dimana Restoran fast food seperti KFC, Mcdonal dan Pizza hut (brand international) menjual produk Halal. Yakni kota Hyderabad, Kanpur dan Kashmir. Kota kota ini memang penduduknya banyak yang beragama Islam. Sertifikat Halal ini terpampang di tembok counter pemesanan. Jika ada kota kota lain di India yang sudah memiliki sertifikat halal di restoran, InsyaAllah nanti saya update. Atau jika teman teman ada pengalaman silahkan info atau komen dibawah ini.

Pertanyaan yang paling sering ditanyakan, bagaimana dengan menu non vegetarian di Kereta Api? Yang ini belum ada kepastian halal. Selama perjalanan menggunakan kereta api di India, saya lebih memilih menu vegetarian. Kalaupun non vegetarian, saya memesan makanan non vegetarian dengan menu telur.

Kalau sudah sakau pingin makan protein Hewani atau ingin menikmati menu makanan khas Muslim India datang saja ke kawasan Old Delhi. Tepatnya disekitar kawasan Jama’ Masjid. Mulai ayam goreng, ayam bakar hingga menu masakan Mughlai yang terkenal kelezatannya seantero dunia semuanya ada di kawasan kota tua Delhi.

Bagaimana dengan di kota lain? Seperti halnya negara negara lain di Dunia yang didominasi non muslim, masakan halal ini biasanya mudah ditemukan disekitar Masjid. Cara mudahnya cari tulisan HALAL di restoran tersebut. Salah satu ciri restoran yang menyajikan menu non vegeterain dan Halal di kota kota di India yakni adanya tulisan Urdu di restoran.

Manakan Halal di India
Tulisan Urdu disalah satu restoran di India

Urdu ini adalah bahasa Nasional negara Pakistan. Dan sebagian besar Umat Muslim di India menggunakan bahasa Urdu dalam keseharian. Urdu ini adalah bahasa ‘pernikahan’ antara Hindi dan Persia. Aksaranya sama dengan tulisan arab atau orang Jawa menyebutnya “tulisan arab gundul”.

Jika kamu sudah lelah dengan menu curry kentang dan kacang kacangan, berikut saya list, daftar kawasan dimana menemukan makanan non vegetarian Halal di kota kota di India yang banyak dikunjungi wisatawan. Dan tentu saja, restoran atau kawasan ini tidak jauh dari tempat wisata utama.

Agra
Disekitaran Taj Mahal juga banyak yang penjual makanan non vegetarian Halal. Cirinya seperti yang saya sebutkan diatas. Saya sendiri jika berada di kota Agra, makannya di Akbar restoran, dekat dengan Agra Fort.

Delhi
Seperti saya jelaskan diatas, makanan Halal dapat dengan mudah ditemukan dikawasan kota Tua Delhi. Tepatnya disekitar Jama’ Masjid. Restoran yang sudah diakui kelezatannya oleh beberapa media di dunia yakni Karim Restoran.

Jaipur
M.M Khan Hotel, shop No.115, Ramganj Bazar. Ingat! Di India hotel tak hanya berarti tempat penginap, Hotel juga berarti restoran alias tempat makan. M.M Khan Hotel menyajikan menu masakan Mughlai. Letaknya dekat dengan Hawa mahal.

Hawa mahal letaknya berdekatan dengan persimpangan jalan. Dari arah Hawa Mahal belok kearah kiri di perempatan jalan itu. Lurus saja melewati deretan toko. Sekitar 500 Meter disebelah kanan Jalan ada M.M Khan Hotel. Dari luar sudah kelihatan rame, aroma ayam bakar menguar diudara. Makanan disini murah sekali. Ambil menu mughlai yang porsi quarter dengan harga 140 Rupees atau sekitar Rp. 28.000 sudah cukup buat dua orang.

Srinagar & Hyderabad
Srinagar ibukota Jammu dan Kashmir, sedangkan Hyderabad ibu kota Telangana. Seperti di Indonesia, dikedua kota tersebut sangat mudah ditemukan rumah makan non vegetarian Halal.

Manali
Namanya Mughal Darbar Corner yang berada di kawasan utama Mall road. Restorannya berada di lantai dua.

Mumbai

Kawasan Mohammad Ali Road ini terkenal sebagai surga kuliner bagi masyarakat India. Bhindi Bazaar juga pusat makanan lezat dan Hahal. Kedua kawasan tak jauh dari gateway of India.

Intinya, nggak usah khawatir mencari makanan halal di India karena sebagian besar restoran di India menyajikan menu vegetarian dan tentu saja halal. Jika ingin mencoba menu Non vegetarian dan halal, coba mencarinya di dekat Masjid di kota yang kamu singgahi.

Friday, 29 April 2016

Primadona Pantai Jawa Barat yang Mengagumkan

Pantai keren di Jawa Barat
Foto diambil dari SINI
Primadona Pantai, begitu Pantai Pangandaran ini dikenal. Tentunya pantai ini merupakan salah satu ikon wisata populer Jawa Barat yang berada di Kecamatan Pangandaran, di Desa Pananjung. Yang menjadi daya tarik pantai ini ialah pasirnya yang memiliki dua warna yaitu pasir hitam dan juga pasir putih.
Ombaknya yang begitu tenang membuat pantai ini menjadi objek yang pas untuk melakukan aktivitas pantai yang aman untuk anak-anak seperti berenang. Pemandangan laut yang biru dan jernih menjadi pesona yang begitu memikat dan mengagumkan. Apalagi panorama terbenamnya matahari. Menjadi momen yang pas untuk memandangi pantai primadona ini.
Berjalan di atas pasir pantai tentu merasakan sensasi tersendiri di saat telapak kaki menyentuh pasir pantai. Namun di pantai ini juga menawarkan Anda untuk menggunakan sepeda saat mengelilingi Pantai Pangandaran ini. Jangan khawatir, Anda tidak perlu repot-repot untuk membawa sepeda pancal sendiri karena di kawasan pantai ini banyak sekali penyewaan sepeda pancal dari sepeda BMX hingga sepeda yang dapat dinaiki dua orang. Adapun jasa becak jika Anda tak mau repot-repot menggenjot sepeda maupun jalan kaki.
Yang menjadi aktivitas rutin di Pantai Pangandaran ini ialah dilaksanakannya Festival Layang-layang Internasional atau sering disebut dengan Pangandaran International Kate Festival. Tentunya pantai ini memiliki dukungan yang tinggi dari infrastruktur dan fasilitas public yang cukup lengkap dalam mengadakan kegiatan festival rutin ini.
Jangan heran jika ada yang mengatakan bahwa Pantai Pangandaran merupakan kota nelayan kecil karena dulunya pantai ini memang menjadi salah satu akses dimana nelayan pergi mencari ikan di pagi hari hingga sore hari. Di sore harinya para penduduk sekitar akan membantu para nelayan untuk mengangkut ikan-ikan tersebut menuju kawasan pantai. Hingga saat ini pun masih dapat dilihat banyaknya nelayan yang pulang pergi.
Meski begitu tak sedikit wisatawan dari segala penjuru menjadikan Pantai Pangandaran sebagai objek favorit saat berlibur. Dan pantai ini terbagi lagi menjadi dua pantai, yaitu Pantai Pananjung dan juga Pantai Timur. Pantai Pananjung merupakan pantai bagian barat di mana tak sedikit pengunjung yang menjadikan pantai ini sebagai objek wisata keluarga. Anda akan dimanjakan dengan pemandanagn yang mengagumkan. Berjemur di pinggir pantai sambil menunggu terbitnya matahari merupakan aktivitas yang selalu dilakukan para pengunjung pantai.
pantai pangandaran jawa Barat
Foto Diambil dari SINI
Di sekitar pantai ini terdapat bukit hutan yang merupakan cagar alam dan asri. Cagar alam tersebut sebagai tempat hunian berbagai jenis hewan seperti monyet, rusa, kerbau, dan hean yang mengagumkan lainnya. Adpun gua-gua yang masih alami di dalamnya yang juga terdapat gua buatan manusia yang pada saat tu dibuat oleh tentara jepang selama Perang Dunia Ke II sebagai benteng pertahannan mereka. Adapun air terjun yang nantinya akan mengalir ke laut. Pemandangannya sangat mengagumkan.
Adapun Pantai Timur yang pastinya bagi Anda pecinta makanan laut. Bahkan pantai ini dikenal sebagai surga para penikmat makanan laut. Tentu saja karena banyak sekali restoran makanan laut yang berjejer di kawasan pantai. Bahkan di bagian selatan pantai ini terdapat pasar ikan yang menjual ikan segar bahkan yang baru ditangkap oleh nelayan. Tidak hanya ikan, namun juga ada kepiting, cumi, udang, dan hewan laut lainnya. Selain sebagai surga para pecinta makanan laut, pantai ini juga seringkali menjadi wahana permainan air seperti jetsky, banana boat, dan lainnya.
Untuk tiket masuk Pantai Pengandaran sesuai dengan kendaraan yang digunakan. Jika Anda berjalan kaki makan tarifnya hanya Rp 3.000,- per orang, pengguna sepeda motor Rp 7.000,-, Jeep maupun sedan Rp 28.000,-, mobil jenis carry Rp 35.000,-, kendaraan penumpang dalam jumlah besar Rp 40.700,-, bus ukuran kecil Rp 80.000,-, bus ukuran sedang Rp 104.000,-, sedangkan bus ukuran besar Rp 169.000,-. 
Bagi Anda yang berniat berhari-hari berada di kawasan Pantai Panandara, kawasan ini juga menyediakan beberapa hotel untuk Anda menginap. Beberapa variasi hotel yang ada sesuai dengan fasilitasnya dari hotel yang cukup murah hingga hotel berbintang lima yang cukup mahal tentunya sesuai dengan fasilitas yang ada yang dapat dipesan melalui aplikasi Traveloka. Sehingga sangat mudah bagi Anda untuk berada di kawasan Pantai Pangandaran beberapa hari.
Rute menuju pantai Pangandaran
Foto Diambil dari http://www.indonesia-tourism.com/
Setelah menikmati keindahan Pantai Pangandaran, tentunya Anda tidak akan melewatkan belanja oleh-oleh sepulang dari sini. Banyak sekali toko-toko yang berjejer di kawasan pantai dengan menjual berbagai barang dagangan seperti souvenir, t-shirt khas Pangandaran, topi, celana pendek, dan juga berbagai jenis baju renang. Selain itu juga banyak yang menjual kerajinan laut yang menjadi kegemaran para wanita seperti gelang dan kalung yang berbagan dasar kerang laut, miniature papan selucur, dan berbagai souvenir lainnya yang tak kalah menarik. Untuk oleh-oleh berupa makanan jangan lupa untuk membeli Jambal Roti Ikan Asin yang cukup terkenal di Pangandaran.

Thursday, 28 April 2016

Berkawan Ikan di Menjangan Tayang di A Magazine


Serak keindahan pulau di Indonesia yang berada di jantung khatulistiwa tak hanya tentang daratan berpasir putih yang lembut, juga mengayomi taman bawah laut dengan aneka ragam biota laut. Salah satunya adalah pulau Menjangan

Kisah perjalanan jelajah Pulau Menjangan bersama teman teman ini sebenarnya sudah tayang A Magazine, edisi tahun baru, Januari 2016. Cerita lengkapnya bisa dibaca di A Magazine. Majalah digital ini bisa didownload di Play store.



Kalau ngobrolin tentang Pulau Menjangan yang berada di ujung Pulau Barat pulau Bali jadi ingat baju renangku yang robek ditengah lautan. OMG, salah satu cerita perjalanaan yang sulit untuk dilupakan. Kalau teringat kisah ini jadi senyum senyum sendiri. Seluruh kisah perjalanan versi blog bisa dibaca di link berikut :




Tuesday, 12 April 2016

The Great Himalaya

artikel perjalanan Jelajah Himalaya

Diantara banyaknya angan perjalanan yang ingin saya jalani, Himalaya adalah mimpi sekaligus obsesi terbesar saya

Monster nan menawan. Itulah ungkapan yang pas menggambarkan kukuhnya gemunung senantiasa beratapkan salju bernama Himalaya. Atapnya yang runcing berselimut salju menjulang ke angkasa hingga menembus awan. Surga bagi para pecinta andrenalin hingga mereka siap menyetorkan nyawa hanya untuk mengagahinya.

Himalaya sendiri berasal dari kata Hima yang berarti salju sedangkan Alaya yang berarti tempat tinggal. Merupakan rumah dari 9 gunung tertinggi di Dunia. Himalaya menghamparkan diri ditanah Tibet, Nepal, Bhutan, India hingga Pakistan. Merupakan gunung suci bagi umat agama Hindu dan Budha. Ditambah dengan sederet legenda cerita yang menjadi batas semu antara dunia nyata dan Nirwana.

Diantara banyaknya angan perjalanan yang ingin saya jalani, Himalaya adalah mimpi sekaligus obsesi terbesar saya. Susahnya medan yang harus dialui justru membuat saya tersenyum untuk terus menjejaki. Dihadapan gemunung yang membentang membuat diri ini bagaikan seekor semut yang tak berhenti berjalan untuk terus menjelajahi.


India dan Nepal telah saya jamahi. Kisah perjalanan seru menjelajahi Himalaya bagian India mulai dari Kashmir, Dharamsala hingga Manali tayang di Majalah Getaway! Edisi bulan April yang khusus membahas tentang “The Great Himalaya”. Tulisan saya tersaji dalam 12 halaman di majalah ini. Harapan terbesar saya, kelak kaki kecil ini menyapa Tibet dan Karakoram yang berada di negeri seberang, Pakistan. Aamiin.

Tulisan tayang di Media

travel writer

Tulisan jalan jalan di Media

Sunday, 27 March 2016

Terpikat Kearifan Muslim Hyderabad

Hyderabad Muslim People

Di kota yang berada di Selatan India ini kita bisa dengan mudah menemukan perempuan bercadar dan lelaki berpeci.


Ibu kota propinsi Telangana ini menyimpan sejarah panjang hadirnya Islam di negeri Hindustani, sebutan negara India yang didominasi umat agama Hindu. Di wilayah ini banyak terdapat bangunan peninggalan dinasti Islam yang bersanding apik dengan bangunan tempat ibadah penganut Hindu. Jumlah penduduk Muslim Hyderabad mencapai 45% dari total penduduk setempat, tertinggi di antara kota metropolitan lainnya di India. Mayoritas menggunakan bahasa Urdu, yakni gabungan bahasa Hindi  dan Persia dengan lafaz tulisan Arab.

Sejarah berkembangnya Islam di Hyderabad
Menurut Islamic Information Center Hyderabad, Islam masuk ke India melalui pedagang Arab yang melakukan perniagaan di kota ini. Rupanya perilaku dan karakter para pedagang tersebut memikat perhatian raja dan penduduk setempat. Sehingga mereka diterima dengan baik dan sebagian mulai mempelajari ajaran Islam.

Berabad kemudian, bersamaan dengan datangnya para sultan dan kaisar Islam dari Asia Tengah menjadi masa keemasan peradaban Islam di India. Peningkatan jumlah penduduk Muslim bukan karena paksaan atau tekanan oleh penguasa muslim, sebaliknya karena ajaran dan karakter para pemimpin dan ulama yang memainkan peranan penting dalam membawa orang lebih dekat dengan Islam. Hingga kini Islam menjadi agama dengan jumlah pengikut terbesar kedua di negara yang memiliki populasi satu miliar ini.

Hyderabad dibangun pada abad ke 15 oleh Muhammad Quli Quth Shah, Sultan Islam generasi kelima dari Dinasti Qutb Shahi. Dibawah kepemimpinan Sultan ini, dinasti yang berdiri sejak abad ke 14 ini mencapai puncak kejayaannya.

Pada abad ke 17 kekuasaaan Qutb jatuh ke tangan kekaisaran Islam Mughal yang pada saat itu menguasai sebagain besar anak benua India. Asif Shah keturunan Mughal yang menguasai Hyderabad kemudian mendirikan kekuasaan sendiri dengan menyebut dirinya sendiri sebagai Nizam of Hyderabad.

Pada saat itu Hyderabad dikenal sebagai city of pearl, atau negeri terkaya di bawah kepemimpinan Pangeran Muslim. Kondisi ini menarik kedatangan Muslim dari seluruh dunia untuk mencari pekerjaan di Hyderabad. Banyak penyair, musisi, ulama, tentara dan administrator bekerja di pengadilan Nizam, Dinas Sipil Hyderabad, tentara atau lembaga pendidikan. Sebagian pendatang berasal dari Hadhrami asal Arab, yang datang untuk melayani di militer Nizam. Mereka dikenal sebagai Chaush dan sebagian besar berada di lingkungan Hyderabad Barkas. Ada juga beberapa Siddis yang keturunan Afrika.

Masjid Makkah dan Idul Adha di Hyderabad
Suasana kota Hyderabad sedikit berbeda dibanding wilayah lain. Jika biasanya kota-kota besar di India terkesan ruwet, macet dan amburadul, maka di kota ini semua tampak tenang dan teratur. Seakan mencerminkan masyarakat yang tenang, ramah dan sabar.

Perempuan berhijab –kebanyakan mengenakan baju dan jilbab hitam- tampak lalu lalang. Sebagian menutup kepala dan terlihat wajahnya tapi kebanyakan menutup keseluruhan tubuh dan hanya menyisakan garis mata atau bercadar. Meski menampilkan sisi Islami, namum budaya India masih melekat erat dalam diri mereka, terlihat dari aneka gelang warna warni menghiasi lengan. Bahkan sebagian masih mengenakan gelang kaki dan cincin di jari kaki.

Para lelakinya mengenakan peci putih dengan pakaian khas Muslim kurta Pajama yang berupa jubah selutut yang dipadu dengan celana sewarna. Sebagian memakai jubah dan surban khas Arab. Sepertinya mereka memang keturunan Arab yang terlihat dari perpaduan rupa India dan Arab dengan celak hitam di mata.


Hyderabad sightseeing



Kehidupan muslim India


Saat hari Jumat nuansa Islami lebih terasa karena di jalanan banyak sekali jamaah yang bergegas menuju Masjid Makkah yang didirikan sejak abad ke 15. Dinamakan demikian karena batu pondasinya berasal dari tanah yang diambil dari Mekah. Masjid ini menjadi pusat kegiatan keislaman di Hyderabad. Sayangnya perempuan dilarang memasuki komplek masjid saat shalat Jum’at, mungkin karena terbatasnya ruangan. Pengunjung juga diharuskan melewati jajaran pengamanan yang ketat akibat bom yang pernah diledakkan di tempat ini pada 2007 kala shalat Jumat.

“Namun umumnya masjid di Hyderabad terbuka untuk umum, termasuk perempuan yang ingin shalat 5 waktu. Juga menunaikan shalat tarawih,” ujar Khaja Masroor Ahmed, pemuda asli Hyderabad saat diwawancara Ummi.

Pada bulan Ramadhan kota Hyderabad bagaikan kota yang tak pernah tidur. Geliat penjualan makanan khas selama Ramadhan dibuka tengah malam hingga pelaksanaan shalat tarawih. Setiap harinya masjid Makkah menyediakan ribuan takjil. Tak heran jika sejak hari pertama, masjid yang usianya lebih dari 400 tahun ini dijejali pengunjung.

Beberapa tahun terakhir, beberapa kalangan menyerukan umat Islam di India agar tidak menyembelih sapi ketika merayakan Idul Adha. Alasannya untuk menghormati umat Hindu yang menjadikan sapi sebagai hewan suci.

“Selama saya tinggal di sini tidak pernah ada masalah dengan menyembelih sapi saat Idul Adha. Meskipun sapi menjadi hewan yang disucikan dalam agama Hindu namun tak sedikit juga komunitas Hindu yang mengonsumsi daging ini. Jadi saya tidak melihat pentingnya menghindar menyembelih sapi,” papar laki-laki yang biasa dipanggil Masroor ini.

*Tulisan ini  tayang di Majalah Ummi dirubrik Ufuk Luar. Kolaborasi antara Attini Zulfayah (emak mbolang)  dan editor ufuk Luar, mbak Aini Firdaus