Menyusuri Megahnya Istana Agra

11:56:00

Istana Agra

Istana dikelilingi tembok benteng pertahanan tinggi menjulang ini mengayomi sederet istana didalamnya dan menjadi saksi ketangguhan para Kaisar Islam Mughal.

Jika bertandang ke Taj Mahal. Jangan lewatkan untuk berkunjung ke Istana Agra. Istana yang lebih akrab disapa Agra Fort juga dikenal sebagai “saudara”Taj Mahal. Selain jaraknya yang berdekatan. Juga terdapat benang merah antara Taj Mahal dan Istana Agra.

Keduanya berada di Kota Agra, propinsi Uttar Pradesh, India. Didirikan oleh Kaisar Mughal generasi ketigabernama lengkap Abu'l-Fath Jalal ud-din Muhammad Akbar. Beliau Akrab disapa “The Great” Akbar. Sedangkan Taj Mahal dibangun oleh Kaisar Mughal generasi kelima bernama Shah Jahan atau cucu dari Kaisar Akbar.

Istana Agra dibangun diatas sisa sisa sebuah situs kuno yang dikenal sebagai Badalgarh.Dahulunya situs ini adalah istana seorang Sultan Delhi bernama Sikandar Lodi(1488–1517). Beliau bermaksud memindahkan pusat pemerintahan dari kota Delhi ke Agra.

Ketika beliau meninggal pada tahun 1571. Kekuasaan dilanjutkan oleh putranya bernama Ibrahim Lodi.Ditahun 1526 beliau meninggal dalam sebuah peperangan di Panipat. Dikalahkan oleh pasukan Mughal dibawah komando Kaisar Barbur. Pendiri sekaligus kaisar Mughal generasi pertama. Di istana inilah kaisar Mughal generasi kedua, Humayun dinobatkan menjadi penerus tahta kekaisaran Mughal.

Pada tahun 1965 kaisar Akbar memerintahkan untuk membongkar dan membangun Istana.Untuk membangun istana Agra, beliau mengerahkan pekerja bangunan sebanyak 5.000 orang dan selesai dalam kurun waktu 8 tahun. Selanjutnya istana ini mengalami pemugaran oleh beberapa kaisar generasi selanjutnya. Tak ayal, kemegahannya masuk dalam warisan dunia UNESCO.

Setelah menikmati pesona matahari terbit di Taj Mahal. Kami melanjutkan perjalanan sejauh 2,5 KM menuju arah Barat. Menuju istana Agra yang berada di jantung kota Agra yang nampak padat dengan tektur tanah berdebu.

Benteng Pertahanan Istana
Mobil yang kami sewa mengitari bagian luar istana yang didominasi warna merah bata. Dikelilingi tembok benteng pertahanan setinggi 21,4 meter membentang sepanjang 2,5 KM. Menjadikan Istana seluas 94 hektar dikenal sebagai Walled City. Tembok pertahanan ini nampak megah dan gagah diantara kepadatan kota Agra.

Untuk memasuki istana kami melewati jembatan diatas kanal pertahanan istana. Kanal air mengalir sepanjang kaki benteng istana. Konon, sebagai  pertahanan istana. Dahulunya kanal air yang cukup dalam dan lebar ini dipenuhi dengan buaya buas untuk menjaga keamanan istana  dari serangan musuh atau penyusup. Tak perlu khawatir terjatuh dan dimakan buaya. Karena saat ini kanal air kondisinya kering dan ditumbuhi rumput menghijau.

Sampai didepan Istana. Kami disambut sebuah pintu gerbang yang biasa dikenal sebagai Amar Singh Gate. Disini wisatawan membayar tiket masuk sebesar 250 Rupees (sekitar Rp. 50.000) untuk warga negara Asing. Gerbang didesign begitu megah dengan detail tembok yang rumit. Dikedua sisinya berdiri menjulang dua menara berbentuk silinder.

Amar singh Gate bukanlah satu satunya pintu gerbang istana. Masih ada satu pintu gerbang lain yakni Delhi Gate. Pada saat ini hanya Amar Singh gate lah yang digunakan para wisatawan untuk memasuki istana. Sedangkan Delhi Gate tertutup untuk masyarakat umum.

Memasuki Istana hati ini dibuat terkagum. Betapa tidak, masih ada lagi tembok pertahanan yang mengelilingi istana. Jadi, istana Agra ini dikeliling dua rangkap tembok bentang pertahanan. Ditambah lagi dengan sebuah pintu gerbang menjulang tinggi dengan design artistik. Kedua sisinya menjulang dua buah menara pandang. Pintu gerbang bagian dalam ini dikenal dengan nama Akbari Darwaza.

Agra Fort India


Jahangiri Mahal
Memasuki Istana, kami melewati jalan yang sedikit menanjak diapit oleh tembok. Setelah melewati  tembok, terhampar luas karpet hijau rerumputan diatas taman dengan latar belakang Jahangiri Mahal.

Jahangiri Mahal atau Jahangir’s palace adalah istana kaisar Jahangir. Beliau adalah kaisar Mughal generasi keempat. Putra kaisar Akbar. Istana Agra yang sangat luas ini memang terdiri atas beberapa istana didalamnya yang didirikan oleh beberapa kaisar berbeda.

Jahangiri Mahal memiliki arsitektur bergaya Islam dan Hindu. Dibangun pada tahun 1611. Diatap istana, tepatnya diujung kanan dan kirinya berdiri Chattris. Yaitu sebuah kubah cantik yang disanggah oleh empat pilar atau lebih. Chattris ini menjadi ciri khas bangunan pada era kekaisaran Mughal.

Di pelataran istana terdapat cangkir berukuran jumbo dikenal dengan nama Hauz-I-Jahangiri. Konon, cangkir yang terbuat dari batu ini digunakan sebagai tempat pemandian Jahangir. Memasuki istana, sebuah pintu terbuat dari kayu tebal berukuran jumbo. Berhias kerajinan besi berbentuk bunga matahari. Pilar, langit langit, design tembok dan ornamen istana dipengaruhi oleh arsitektur bergaya Hindu.

Saya yang datang diawal musim panas merasakan begitu gersang, panas dan dahaga. Ketika berada didalam Jahangiri Mahal. Subhanallah, semilir angin menyapa wajah terasa seolah hembusan angin surga. Dari lubang lubang jendela menerawang mengalirkansirkulasi udara disetiap sudut ruangan. Ditambah lagi kanal air yang mengalir menyelinap dikeseluruhan tembok dan lantai yang berfungsi sebagai pendingin ruangan.

Agra sightseeing


Dewan-I-am
Selanjutnya kami menuju Dewan-I-am atau Hall of Public Audience. Bangunan ini berupa ruangan terbuka yang disanggah oleh puluhan pillar membentuk lengkung lengkung jendela. Didalamnya terdapatsinghasana sang kaisar.Ruangan ini berfungsi sebagaidurbars. Yakni sebuah acara formal kekaisaran seperti kepentingan bisnis, resepsi dan juga pengangkatan tahta kaisar selanjutnya.

Dibelakang dengan Diwan-I-am terdapat sebuah lapangan terbuka berkarpet rumput menghijau dikelilingi bangunan bertingkat dua. Bangunan dilantai satu didominasi warna merah bata. Sedangkan diatasnya berwarna putih tulang. Tempat ini dikenal sebagaiMachi Bhavan atau The Fish Palace.


Khas Mahal dan Anguri Bagh
Selanjutnya kami melanjutkan tapak kaki melewati Anguri Bagh.Yaitu taman bunga yang terbagi menjadi empat bagian dan ditengahnya terdapat air mancur. Dikelilingi bangunan istana menghadap ke arah taman.

Salah satunya adalah Khas Mahal.Sebelumnya dikenal dengan nama Aramgah-I-Mullah (The exalted place of rest) atau Aramgah-I-Muqaddas (The Holy resting apatment). Dibangun oleh Shah Jahan. Seperti halnya Taj Mahal. Keunikan dari setiap bangunan yang didirikan oleh Shah Jahan dibangun dari marble putih.

Terdapat lima lengkung pintu dengan teras menghadap ke arah Anguri Bagh.Masuk kedalammnya masih terdapat ruangan lain dengan tiga lengkung pintu. Disusul dengan ruangan lagi dengan design tiga lengkung pintu juga. Bebatuan warna warni berbentuk bunga, daun dan geometri lainnya serta detail detail yang rumit menghiasi keseluruhan istana yang terbuat dari Marble putih.

Shah Jahan membangun Khas Mahal sebagai tempat beristirahat. Juga dipersembahkan untuk putrinya Jahanara dan Roshanara. Disebelah kiri terdapat teras terbuka dan juga terdapat sebuah pavilion menghadap kearah sungai Yamuna.

Agra Fort India


Muthamman Burj
Bersebelahan dengan pavillion menjulang megah Muthamman Burj. Istana berbentuk octagonal. Burj sendiri dalam bahasa Persiaberarti imperior. Istana yang terbuat dari marble putih ini bersebelahan dengan sungai Yamuna. Terdapat sebuah menara menghadap ke arah Taj Mahal berdiri.

Muthamman Burj dibangun oleh raja Shah Jahan. Didalamnya dilengkapi dengan air mancur, teras yang terbuka, air terjun ditembok dan kanal air berukuran kecil yang mengalir ke seluruh ruangan. Kanal air ini berfungsi sebagai pendingin ruangan.

Mata hati saya begitu terkagum dengan detail rumit dikeseluruhan tembok. Detail design tembok yang sama menghiasi Taj Mahal. Dikenal dengan seni pietra dura yakni hiasan terbuat dari bebatuan warna warni.

Semenjak kematian istri tercinta. Shah Jahan merasakan duka begitu mendalam. sering menyendiri dan sakit sakitan. Kedudukannya di gulingkan oleh anaknya sendiri bernama Aurangzeb. Beliau diasingkan dan ditahan dalam istana ini. Konon, di Muthamman Burj Shah Jahan menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya dengan menatap penuh cinta Taj Mahal.

Agra Fort India

Wisata di Kota India



Shees Mahal.
Berdekatan dengan Muthamman Burj berdiri Sheesh Mahal. Dalam bahasa urdu Shees berarti kaca. Disebut demikian karena dekorasi mozaik terbuat dari kaca yang menghiasi seluruh dinding dan langit langit istana. Ketika lilin dinyalakan didalam ruangan. Gemerlap kilau kaca menghiasi keseluruhan ruangan dan langit langit membentuk pola bunga dan geometris.

Didalamnya terdiri atas dua ruangan. Istana ini digunakan sebagai ruang ganti pakaian dan juga pertemuan rahasia. Meski Shees Mahal yang dibangun pada tahun 1637 tertutup untuk wisatawan. Saya masih bisa melihat kemewahan dan kemilaunya dari luar.

Jalan jalan ke India


Selain sederet istana tersebut diatas. Masih terdapat istana lain yakni Akbari Mahal. Dibangun oleh Kaisar Akbar sekaligus tempat tinggal beliau. Bangunan lainnya seperti Diwan-I-Khas atau Hall of Public Audience. Sebuah hall terbuka yang digunakan sebagai tempat bermusyawarah antara Kaisar dengan rakyat.

Didalam istana Agra juga berdiri Mina Masjid yang berarti Masjid Surgawi. Dan juga Nagina masjid yang khusus digunakan untuk para wanita yang tinggal didalam istana. Hal ini menunjukkan sisi religius para kaisar Mughal.

Setelah berkunjung ke kota Agra. Selain mengagumi arsitektur dan design istana yang megah. Diri ini tersadar bahwasanya istana Agra tak hanya menjadi saksi kejayaan Mughal selama berabad abad. Juga menjadi bukti puncak peradaban Islam di negeri Hindustani.



You Might Also Like

20 comments

  1. Waaa bojone sampeyan iki berarti priyayi ya mba, shah jahan waah markotop mustinya sampeyan diliput media infotaintment ya :). Ga banyak pohon2 hijau ya mba? NgebYangin keringnya di kawasan itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe klo yg ini shah jahan beneran, klo suami "pinjem" naa asli doang hahaha.
      Yo wis, aku tak siap femes saingan karo mabk shahroni. Ya, tanahnya agak berpasir jadi kelihatan sedikit gersang

      Delete
  2. kok ada anak yg tega gulingin bpknya trs pake diasingkan gitu ya mba... ini istana gedenya ampun2an.. butuh brp jam ngelilingin semua :D.. temboknya aja kliatan kokoh bgt bgitu ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Zaman dulu kan gitu mbak, demi sebuah tahta apapun bisa.....

      Delete
  3. Megah, indah dan sarat sejarah. Saya kalau ke sana bakal kehabisan batre kamera kayaknya mbak hihihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, aku waktu kesini habis dari Taj Mahal. Passs baterei habis :(

      Delete
  4. Wow megah banget ya mbk,
    Kyknya bakal gempor ya keliling disini 😆😆
    Tapi aku gak nolak kok kalau diajak mbk zulfa kesini #tetepNgarepGratisan :p

    ReplyDelete
  5. Wow megah banget ya mbk,
    Kyknya bakal gempor ya keliling disini 😆😆
    Tapi aku gak nolak kok kalau diajak mbk zulfa kesini #tetepNgarepGratisan :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe Megah dan luas, iya. Tapi panasnya itu loooo bikin lelah

      Ayooo lah kesini, nyuru doang :)))

      Delete
  6. uapik poll... agra luas banget yo Zulfa. Lek keliling ngunu pirang jam kiro2? ira

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedino Cukup mbak keliling Agra, cuman gampang lelah, opo maneh nek pas musim panas.

      Delete
  7. Aku waktu ke Agra skip Agra Fort, hiks duitnya uda nipiiiiiiiiss T__T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada alasan tuk Kembali, Next harus datang kesini.
      Harusnya ini tiket terusan dari Taj mahal, entahlah kenapa kok 'dipalak' lagi biasya masuk Agra fort

      Delete
  8. Biyuh megahnya,,,, Taj Mahal jadi keajaiban dunia, ini warisan UNESCO. Eh mbak kok aku lama kelamaan nggak asing ama nama Shah Jahan ya? udah biasa gitu membaca nama itu bila berkunjung kesini. Keren deh mbak, aku jadi makin pinter aja ama India. :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuuuu kebanyaakan bangunan tua di India masuk UNESCO.
      Hahaha Shah Jahan itu suami ku, nama bal abal, hahaha

      Ntar datang ke India langsung hafal semua

      Delete
  9. gile benteng istanga agra sampai dua lapis ... weleh2
    yang bikin unik ... warna merahnya .. jadi ciri khas istana ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, biar man didalam. double dua dan tinggi.
      betul, batu bata erah ini menjadi ciri khas istana mereka

      Delete
  10. ak smpe g bs ngmong.hanya bs blg WOOOWW

    ReplyDelete
  11. ak smpe g bs ngmong.hanya bs blg WOOOWW

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow, ayooo lah kesini sekalian... ketemuan. hehehe

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram