Entah
apa yang terjadi malam ini. List
tulisan tentang India sudah tersusun dalam Notebook. Tangan ini siap menari nari diatas papan keyboard. Membiarkan hati dan pikiran berbicara. Menuangkan
deretan kalimat dalam lembaran putih dihadapan mata.
Hati
ini seakan terdiam kaku. Tak sepatah kata pun keluar darinya. Emak coba mengingat segala bahagia, tawa,
informasi, hari yang telah terlewati, tentang semua hal yang akan emak tulis
seperti biasanya. Tapi semua terasa hambar. Emak biarkan hati ini berkelana.
Otak ini mengikuti langkahnya. Tak terasa, sudut mata melelahkan apa yang
dirasa, Air mata.
Malam
ini emak tak ingin menulis tentang India. Tak ingin menulis rock and
Roll negeri Mahabharata. Emak hanya ingin menulis apa yang ada dalam
hati. Emak hanya ingin menuangkan segala sesak di dada. Agar terlepas dan menguap di udara. Memadukan hati dan pikiran
yang merindu negeri yang telah
menimangku. Indonesia.
1. Charm
of the people
Adakah
negara lain yang bisa memberikan senyum ramah dan tulus seperti masyarakat
Indonesia? yang memberikan senyum tanpa pamrih. Entahlah. Emak sendiri belum
menjejaki seluruh tanah dan menyapa seluruh penduduk dimuka Bumi. Saat ini,
itulah hal yang sangat emak rindukan. Tetangga yang selalu menyapa. Senyum
orang orang baru yang menawarkan benang persahabatan. Senyum yang membawa damai
dan bahagia.
2. Blue
sky
Ayoman
langit biru berserak gantungan awan putih selalu menghiasi bumi Indonesia. Meski
emak tinggal di kota Industri. Emak masih bisa melihat birunya langit. Meski terkadang gantungan alam hitam melambai menyapa berbulan
bulan lamanya. Dia tak lupa menyiram Nadi kehidupan menghijau dibawahnya.
Diapun kembali biru tatkala tunas tunas hijau mulai menjulur ke Angkasa.
3. Beach
Bentang
pasir putih, aroma asin yang memabukkan, lambaian nyiur pohon kelapa dan
liarnya gelombang yang menari nari diatas Samudra. Meski terasa panas, hembusan
angin tak pernah gagal memberikan kesejukan.
4. Food
Aroma
sambal terasi dan Ikan asin disiram dalam lautan sayur asem menggelitik perut
yang selalu bergoyang setiap kali menyantapnya. Krupuk yang dicocol dengan
sambal petis. Ikan bakar dipenyet dalam sambal pedas ditambah deretan petai.
Masakan yang selalu menerbakan aroma bumbu bumbu segar dari dalam tanah.
5. My
Lovely Family
Melihat
senyum Ibu adalah hal terindah dalam hidup. Merindukannya adalah hal yang
terberat dalam hidup. Setiap kali emak menelponnya. Emak harus menarik nafas
dalam dalam. Mencoba tertawa diantara derai air mata. Dada ini semakin berat
ketika beliau berkata “Pulanglah nak, Ibu kangen”.
Tinggal
diluar negeri membuat diri ini semakin mencintai Indonesia. Apalagi emak
tinggal di negeri super amburadul seperti India. Rasanya pingkin loncat Indah
dan langsung menjejaki negeriku. Meski amburadul, justru negeri inilah yang mengajarkan emak
tahan banting dan tak lagi manja. Tegar menghadapi ujian universitas kehidupan. Mengarahkan sudut pandang yang lebih baik. Membuat
emak lebih beterima kasih telah dilahirkan dan dibesarkan di Indonesia.
Tak
banyak harap dalam hati ini. Menjelajah seluruh lekuk keindahan diatas bumi dan
menua dalam dekapan Indonesia J
