Crazy BikePacker's From Bromo till Goa Cina

05:34:00

Maret 2013
Bromo View From Pananjakan

Jujur lebih suka explore dan ngebolang pakai motor, opo o ? pertama, hemat,cuman beli bensin doang, yang kedua bisa berhenti dimanapun(maka atau narsis), ketiga, bisa blusukan sampe kedalam daerah terpencil, keempat, anti macet. Kelima, masih mikir, he he he. Slama ini emak sering ngebolang sendirian pakai motor, tapi dengan jarak yang lebih dekat dan dipastikan daerahnya aman (hindari tukang garong). Jujur, Si Revo, bener bener irit banget (bukan sponsor) tapi berdasarkan pengalaman emak selama mbolang, di Surabaya revo diiisi full bensin, eh sampai Probolinggo jarum merah kagak bergerak (masih full) hemat kan??? #simpenduit


Maret, long weekend rencana trip ke Ranu Kombolo sama teman2 bekpek jakarta, ternyata dapat kabar dari TNBTS klo Pendakian semeru masih ditutup *glodak*. Laaaa trus gimana? Cari alternatif tempat buat ngebolang, tapi dimana?  Sama siapa?. Search di BPI Surabaya sekalian kenal ama anak BPT(backpacktor) mreka bakalan explore air terjun di sekitar Jawa timur. Teman2 dari Jakarta sudah terlanjur beli tiket menuju Malang (ke sempu)  dan salah satunya turun di Surabaya, yg akhirnya ikut emak ngetrip. Inilah Trip pakai motor terlama, tergila, tercapek, terlena, terlalu,ter......*pegangin kepala*.

Dasar emak suka ngetrip pakai motor, ketemu anak BPT tuh kayak tumbu ketemu tutup (panci ketemu tutupnya) artinya klop dah, makinkeseringan trip pakai motor. Perjalanan dimulai dengan meeting point di pomp bensin siola, Surabaya *salaman+kenalan ama anak anak BPT*. Jujur, emak kagak tahu seberapa jauh perjalanan, yang emak tahu, first destination Air terjun Madakaripura. Dengan ngebonceng teman, dengan jalan yang berkelok kelok naik gunung, stamina masih full, masih ceria dan ‘belum’ pegel. Sesampai Madakaripura tiba tiba hujan, kata si Ibu pemilik warung, kita harus cepat cepat menuju air terjun, klo nggak, Bakalan nggak bisa (tertutup) karena ketika hujan deras, air bah bakalan datang dan jalanan nggak bisa dilewati.

Madakaripura
Lanjut perjalanan menuju Bromo (rencana camp di pananjakan) ditemani hujan deras, harus hati2 melewati pegunungan. Selama perjalanan menuju bromo, kita disuguhi pemandangan hijau, susah ngjelasin (nggak ada kata2 yg tepat buat ngungkapin) he he he emangnya mau nembak cowok ? *celingusan*. Sampai di Cemoro Lawang jam 19.00 dengan kondisi hujan dan badan mulai capekkkk (tangan rasanya mau putus), kita cancel rencana camp di pananjakan, jadilah kita cam di cemoro lawang, lebih tepatnya di petigen (dekat parkiran jeep/ hotel bromo view). Dasar nasib, masang tenda dengan kondisi gelap gulita+ dingin nusuk ketulang + hujan + kelaparan, udah gitu kita nggak bisa  camp lama, karena jam 02.00 jeep pada datang (long week end) jadi banyak traveller. Setenda 4 cewek, dingin buangaettt (nggak bawa sleeping bag), kaki glutukan, nggak bisa tidur, trus cekikikan, eh capek bukannya tidur, malah ketawa cekikikan bergurau, Alhasil tidur jam 00.00
Pananjakan
Tidur pules, ngiler seember, mimpi ketemu pangeran william,tiba tiba terdengar suara jeep datang,grung grung, lampu jeep nyentrong (silau), tik tok tik tok dari suara abang penjual bakso. Mata nggak bisa melek, pegellll rasanya pingin tidur lagi, ngeliat jam, ternyata masih jam 02.00 tapi terpaksa harus bangun, packing trus bongkar tenda *kaki glutukan* hawa dingin menusuk tulang, Lanjut manasin si revo. Jam 03.00 mata harus dipaksa melek. Dari Petigen kita lanjutkan perjalanan menuju pananjakan – Bromo --- pasir berbisik --- Bukit teletubies.

Dari bukit teletubies menuju Ranu pane jalannya ancur,jalanan dah menjadi batu dan sisi kanan kiri jurang (nggak curam) + pepohonan. Terpaksa harus turun dorong sepeda di tanjakan,bener2 gila lewat sini, nggak tahu ,pulang ke rumah masih menghirup nafas atau nggak. Jujur, meski jalanan ancur tapi pemandanganya...Subhanallah.


Bromo View dari sisi Semeru (jalan yg telah dilewati)


Persimpangan Bromo - Ranupane

Ranu Pane

Lembah Bromo

Bukit Teletubies

Stamina masih full dan On, melewati smua perbukitan menuju Ranu pane, Disini kita sempetin untuk masih mie (ngeganjel perut yg sudah bernyanyi). Perjalanan Dimulai menuju Pantai Goa Cina, turun dari ranu pane jalan rusak berat, nggak lihat aspal sama sekali yang ada cuman bebatuan besar dan jalanan yang becek + hujan. Mulai nih, Pundak + Bahu rasanyaa puueegel poll, bukan lamanya perjalanan, tapi tangan emak yang  harus kuat (negeni, kata orang jawa) memastikan keseimbangn sepeda yg menurun dan berbatu biar nggak jatuh. Jalanan memang bener bener hancur, nggak bisa milih ke kanan atau kekiri, sebentar berjalan, kita harus berhenti, terjal *loyo polll*. Ditemani tanaman hutan yg rindang dan berlumut, jalanan pun ikut melumut, memang jalan ini jarang dilewati pada saat ini karena pendakian semeru masih ditutup untuk umum. Nyeri banget bahu sama pinggang, Pingin rasanya kubuang motor ini *glodak* akhirnya berhenti. apa emak nyerah? nggak, tapi emak rasanya nggak kuat lagi ngebonceng teman. akhirnya aku minta salah satu teman yg "kosong" untuk ngebonceng teman emak...ahhhhhh relax dan enteng rasanya ngendarai sepeda. dak dok duk blak slit slot trut tit....apalah bunyi sepeda yg mulai kebentur batu, behenti karena licin, sedikit terpelosok ama tanah *pretttt* maklum, sepeda emak bukan sepeda adventure cuman sepeda bebek yang "dipaksa" ngebolang lewat jalanan yang ancur *ngusap keringet*  ama *ngelus ngelus si Revo*.

Sunrise Pantai Goa China

Dalam hati bertanya (nyanyi) kapan nih sampe? kapan ketemu aspal? kapan ketemu jalan raya? batu lagi dan batu lagi, anur lagi dan lagi. hujan lagi dan lagi........nah nih dia jalanan aspal *ngebut* ketemu desa yang super hiaju, bersih dan kanan kiri ditanami tanaman warna merah seakan kasih hawa seger buat stamina, uhuiiiiiiii jalanan aspal yg bagus dan nurun kebawah (rasanya pingin negndarain si revo dg tangan terbuka ala titanic) . Sampailah kita di sebuah desa di Lumajang dan berhenti di masjid untuk shalat dan bersih bersih *kaki selonjoran*. Mata mulai ngantuk, stamina tinggal 30%,kelaperan.....emak pikir sudah sampe di malang, ehhhh looo kokkk masih di Lumajang? Jadi kita lewat Lumajang nih? ampun broooo itu kan jauh banget * pasrah* *pelototin peta*. Ditemani Hujan rintik, sore dan gelap yang menyapa, melewati perbukitan, jembatan, hutan , licin, kanan kiri jurang, tanpa penenangan jalan dan kusadari ternyata dari ranu pane menuju Goa China lewat Lumajang itu Melewati dan memutari 2 (baca : dua. he he he) pegunungan ,alamakkkkkkkkkk semakin gila, capek brooooooo, mau pingsan nih.  Rasanya seneng + girang ketika melihat papan bertuliskan 'Malang', emak rasannya pingin gulung gulung di tanah, emak pikir bakalan santai,istirahat dan tidur ternyata masih lama dan melewati bukit bukit lagi *hadew*, berhenti sebentar isi bensin + shalat di POM bensin Perbukitan, uihhhhhhh *ngelus dada*   ketemu plank (papan) kecil dari kayu bertuliskan "Goa Cina". hadewww jalanan bebatuan,nggak ada aspal, sudah capek tingkat dewa, kelaparan. ngantuk pingin rasanya kuelmpar si Revo *maap*. Gloooodaaaaaakkkkkk yang ada di otakku hanyalah satu hal TIDUR. Bayangin setelah perjalanan jauh menuju gunung, melewati perbukitan hutan dan pasir, tidur cuman 2 jam semalam dan lanjut lagi sampai jam 9 malem *merem melek*.

You Might Also Like

0 comments

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram