Raksha Bandhan - Festival Cinta di India.

14:41:00

Raksha Bandhan

Sebuah ikatan cinta yang memperkuat kasing sayang  antara adik Kakak.

Diantara ratusan Festival di India. Raksha Bandhan adalah festival yang paling emak suka. Bukan karena hingar bingar lampu.  Bukan karena goyangan tarian. Petasan yang menghujani langit langit India. Bukan juga karena tumpukan sesaji yang dilarung di sungai gangga. Tak nampak germerlap kemeriahaan sama sekali. Raksha Bhandan mengajarkan emak arti sebuah kasih sayang.

Raksha Bandhan ialah Festival agama Hindu menyambut ikatan cinta dan kewajiban seorang adik kepada saudara laki laki. Raksha Bhandan berasal dari bahasa sansekerta yang berarti The Tie or Knot of Protection. Dihari ini para wanita, tua dan muda mengikatkan seuntai gelang ditangan saudaranya. Sebagai ikatan Tali kasih sayang yang tak akan terputus selama nafas berhembus.

Raksha Bandhan
Rakhi
Meski telah menikah dan bekeluarga. Di hari itu, seorang wanita akan mengenakan baju terbaiknya. Dengan warna super ngejreng. Berhias aksesoris mulai wajah hingga kaki. Dengan membawa sekotak manisan dan sebuah gelang tali yang biasa disebut RakhiSetelah bertemu, si adik perempuan akan mengikatkan Rakhi dipergelangan tangan sang kakak. Sebagai simbol ikatan cinta. Berdoa untuk kesehatan dan kesejahteraan sang kakak. Mendoakan agar panjang umur dan selalu menjaga dirinya. Kemudian sang adik memoleskan Tilak di dahi sang kakak. Tilak ini semacam bubuk yang diberi pewarna. Dan dilanjutkan menyuapi sang kakak dengan manisan atau ladoo dengan tangannya. Seperti yang sering kita lihat di film film Bollywood.

Hubungan dengan suami mungkin saja terputus. Tetapi hubungan antara adik dan kakak tak akan pernah terputus meski jarak membetang. Kakak lah yang dipercaya selalu menjaga adik perempuannya. Berikut puisi tentang Cinta Di hari Raksha Bandan. Cinta Nyata yang melindas hari Valentine penuh khayalan.

The love in my body and heart
For the earth's shadow and light
Has stayed over years.

With its cares and its hope it has thrown
A language of its own
Into blue skies.

It lives in my joys and glooms
In the spring night's buds and blooms
Like a Rakhi-band
On the Future's hand.

Begitu manisnya hubungan ini. Ketika menulis artikel. Mata ini menitikkan air mata. Teringat dan terkenang masa kecil emak bersama kedua kakakku. Puluhan tahun berlalu, kami jarang sekali bertemu. Satu di Kalimantan dan satunya di Papua. Emak sendiri terlempar di negeri Mahabharata.

Dulu, kakak cuek bermain dengan teman temannya. Tapi dia selalu awas memperhatikan emak bermain. Emak adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Sedangkan kakak sulung yang perempuan sibuk dengan sekolahnya. Kedua Kakak laki laki lah yang selalu menjaga dan menemani hari hari kala bermain. Sementara Ayah dan Ibu sibuk bekerja. Tak salah, jika emak tumbuh sedikit tomboi.

Raksha Bandhan dirayakan saat bulan purnama di Bulan Shravan dalam Kalender Hindu. Termasuk dalam salah satu hari libur di India. Karena hari libur, Emak sama keluarga akhirnya mbolang alias jalan jalan. Kami masih tinggal di Kota Kanpur saat festival ini berlangsung. Kami jalan jalan ke Desa menuju sungai Gangga.

Jalanan nampak sepi. Tak nampak truk truk jumbo dan trailer yang biasanya memenuhi jalan. Yang nampak adalah wira wiri perempuan India mengenakan pakaian saree dengan warna super ngejreng. Merah menyala. Kuning kemlinting. Ijo royo royo sampai pinky. Kontras dengan warna kulitnya. Begitu ngejerengnya, mungkin para Astronot bisa menyaksikannya dari atas sana J J J

Kanpur Road
Suami mengantarkan istrinya menuju Rumah Kakaknya
Memasuki perjalanan dan perempatan pedesaan. Berjajar para penjual Rakhi dan Manisan. Rakhi yang kebanyakan warna merah menggantung manis di lapak penjual. Rakhi terbuat dari seutas tali sederhana. Dan ditengahnya ada sebuah lingkaran dengan design berbeda. Mirip kayak jam tangan terbuat dari tali.

Sesaat mata emak istirahat sejenak dari jajaran padat tumpukan apartemen dan debu. Emak disuguhi hamparan sawah dan terserak kerbau hitam berukuran Jumbo. anak anak desa bermain bola dan kayu. Sesekali ditepi jalan bertumpuk telethong sapi dibentuk kayak piring dan dikeringkan di pinggir jalan. ‘eksotisme’ kehidupan desa nampak sempurna dalam naungan langit biru.

Sampai di Jembatan sungai Gangga. Kami menikmati makanan tradisional penduduk setempat. Menikmati jagung bakar bertabur bumbu rempah. Sesekali Emak dan si kecil dorong dorong an dan tertawa geli. Ketika si Sapi putih mulus atau kerbau hitam melintas. Takut diketjup Sapi J J J

Penjual Rakhi, Sungai Gangga, Penjual jagung bakar dan Sapi yang turut meramakain Jalan



You Might Also Like

16 comments

  1. Saya sering menangis kalau ingat jasa-jasa Kakak laki-laki saya Mak. Seandainya di negara kita ada perayaan seperti ini, mungkin kakak akan tau kalau kita sayang dan kerap mengingat mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya . hik hik hiks Semoga Kakak Kita hidup sejahtera. Mbayangin diri sendiri mbak Lina. Ada festial ini di Indonesia. Siapin tiket ke Kalimantan sama Papua :)

      Delete
  2. Pantesan sering meratiin, pergelangan tangan kaum lelaki India suka pake gelang dari tali warna merah... Baru tau kalo itu yang namanya rakhi... TFS, Mbak Zulfaa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe Iya, biasanya itu blessing dari keluarganya. Dulu waktu Ke India, lihat cowok India pakai gelang gitu. Dalam hati berkata "cowok India Jadul banget sih, masak gelang gituan dipakai, kagak ada kah gelang kerenan dikit" hahaha. Eh ternyata setelah tahu, malah sangat respect ama mreka.

      Delete
    2. Iya mbak, soalnya gelangnya itu cuma tali-tali (malah sekilas mirip benang) biasa... Tapi kok banyaak banget yang pake. Baru tau cerita di balik gelang-gelang itu...

      Delete
    3. Kayak benang bol merah. hehehe. Ternyata itu nggak hanya ditaruh tangan. Kalau sedang berziarah ke tempat Wali. atau kuil kuil. Ditemboknya banyak juga menggantung benag merah gituan.

      Delete
    4. Gak semua thread/gelang benang merah atau kuning di tangan itu rakhi. Kl benang nya polos tanpa ornament2 lain artinya itu benang dr kuil, ini yang hampir setiap saat di pergelangan tangan org hindu india. Sementara rakhi itu ada ornament lain gak cm benang polos saja. Biasanya ada batu2 permata imitasi, emas imitasi dll. Rakhi biasanya hanya di pakai tdk lebih dr seminggu. Suami saya hindu india, jd sdh terbiasa merayakan hari raksha bandhan. Meskipun keluarga jauh di india biasanya adik ipar ttp kirim paket rakhi ke indonesia. Rakhi paling bagus pada pukul 3 sore di hari raksha bandhan. Biasanya saya yg suka gantiim adik ipar utk tie rakhi di tgn suami :D

      Delete
    5. Terima kasih sudah memberikan info menarik disini. menambah wawasan kita tentang adat di India, khuusnya Rakhi ini,

      Ohhh, Jadi kalau Rakhi ini ada ornamen dan digunakan selama seminggu aja dan yang biasa digunakan ditangan sehari hari ini dari kuil ya. Terima kasih lagi, telalh berbagi Informasi :)

      Delete
  3. Kangen Indonesia ya, Mak? :)))

    Terharu bacanya, Mak. Hubungan darah emang nggak bisa dipisahkan oleh apapun. Jadi pengen ke India ^^

    Salam kenal, Mak :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget Tarie. hik hik hiks. Hayoo ke India kagak pakai Parno

      Salan kenla balik *ketjup*

      Delete
  4. Ratusan festival nang India kuwi festival opo wae, Zulfa? Wong India iki kethoke demen perayaan2, yo... Kebayang yen saben perayaan diselameti koyok nang Jowo. Iso tekor bandare... hehehe. ira

    ReplyDelete
    Replies
    1. Holi,Dipawali , Dewa Kali, Karvacoth, ........... Hampir tiap minggu iku onok festival mbak. Biasane sebelum dan sesudah festival ada ritual juga. Dadi sering libur nang India. Sing duwe perusahaan ngelu soale bolak balik libur. Nek wis pemujaan mulai tuku kembang, kelopo, manisan kadang bikin sesajen utowo patung. Tekor temenan mbak. Tapi wong India iku seneng anget nek festival, meski tekor terus diadakno.

      Delete
  5. ooo.... itu to maksud dari pemakaian gelang raki kaya di film2 india

    ReplyDelete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram