Rush Hour In Hyderabad City

14:00:00


Bandara Hyderabad


Setelah menempuh perjalanan selama 24 jam lamanya dalam kereta api, kami sampai di kota Hyderabad ketika mentari memberikan kehangatan di muka Bumi. Suasana stasiun begitu rame tanpa keriuhan, tak seperti stasiun di India pada umumnya. Dengan menggunakan autorikshaw atau bajaj kami bergegas menuju hotel. Jalanan masih sepi. Meski  jalanan kotor tapi tak sekotor kota tempat tinggal kami di Delhi. Kendaraan berjalan lebih tertib. Tak ada suara klakson membabi buta. Ketika kendaraan saling bersimpangan, mereka akan berhenti dan saling mendahulukan. Masyarakat Hyderabad juga lebih ramah. Mengingatkan saya akan negeri tercinta.

Di hotel kami bergegas mandi, menyewa mobil dan melakukan city explore. Nuansa Islami kota Hyderabad lebih terasa. Selama berabad lamanya Dinasti Islam menguasai wilayah ini. Meninggalkan sederet bangunan bersejarah yang menjadi jejak peradaban Islam di India Selatan. Seperti Menara, Masjid, Istana, dan Danau.

Hyderabad juga dikenal sebagai destinasi wisata kuliner. Biryani dan Chicken 65 yang rasanya bikin menggelinjang adalah dua menu andalan kota tersebut. Alhamdullilah, ketika kami datang kemari bertepatan dengan musim Mangga. Apalagi Mangga Hyderabad salah satu tipe mangga terenak di India. Sepanjang perjalanan mangga kuning dan montok nampak menggunung di gerobak pedagang.

Mangga India yang manis
Mangga Hyderabad rasanya manis dan besar

Sore hari hujan deras mengguyur kota Hyderabad. Kami memasuki beberapa pertokoan dan butik untuk mencari baju pesanan dua orang teman. Pasrah, kami sudah keluar masuk butik tapi belum menemukan baju yang kami cari. Harganya juga lebih mahal. Jalanan becek dan macet dimana mana. Padahal malam hari kami harus mengejar pesawat menuju Singapura dan berlanjut ke tanah air.

Kami putuskan kembali ke hotel untuk berbenah dan segera berangkat ke Airport. Alhamdullilah, dalam perjalanan menuju hotel tertangkap oleh mata ini baju sesuai pesananan di etalase sebuah butik.  Masuk kedalamnya, tak hanya baju juga Tas etnik, aksesoris dan Baju Kurtis. Nah, butik ini khusus menjual baju baju etnic dan tunic. Alhamdullilah, kami mendapatkan dua baju pesanan dengan harga yang pas. Sayapun tegoda dan membeli baju kurtis bergaya tunic.

Baju model Tunic
Kurtis model tunic ala India

India Etnic bag
Tas dan baju Etnik India

Baju tradisional India
Deretan Baju Etnik dan Tunic di Butik


Sampe di hotel bergegas mengejar waktu bagaikan dikejar hantu. Pesawat saya dan Najin menuju Singapore pukul 01.20 dini hari. Sedangkan Pesawat Shah jahan menuju Delhi pukul 22.30 Sementara waktu menunjukkan pukul 17.00.  Itu pun kami lupa belum membeli manisan buat oleh oleh. Toko Manisan terkenal di Hyderabad ramai dengan pengunjung. Belum lagi ditimbang dan dibungkus lagi. Duh Gusti!.

Dalam kota kami harus bersabar pula, macet karena hujan deras. Tetiba Shah Jahan menerima kabar melalui SMS jika penerbangan menuju Delhi delay selama 1 jam. Alhamdullilah kami lebi santai. Sampai dibandara kami tak perlu “berpisah” karena counter check in airline kami saling berpunggungan. Setelah Check in pesawat, gantian waktunya air mata chek out.

Shah Jahan sedih nggak bisa menemani kami pulang ke Indonesia karena orang tua sedang sakit dan juga ada beberapa perkerjaan yang harus diselesaikan. Dan menyusul datang ke Indonesia mendekati hari raya Idul fitri. Itupun Najin tidak menyadari kalau Abynya nggak ikut. Saya biarkan merek mojok berdua. Saya hanya memperhatikan dengan deraian air mata. Halah!.

Eh, Sebuah SMS masuk lagi kalau pesawat Shah Jahan Delay lagi selama satu jam. Saya Anggap sebagai berkah kebersamaan. Karena Shah Jahan pingin bisa menghantarkan kami sampai counter imigrasi tapi pesawatnya lebih dahulu terbang. Dan….. Alhamdullilah, Dia dapat SMS lagi kalau pesawatnya delay untuk ketiga kalinya. Kamu pun riang. Tapi penumpang pesawat menuju Delhi sudah naik pitam, kami woles saja. Saya pun sempat bertemu rombongan traveller Indonesia, sayangnya kami menggunakan airline yang berbeda.

Explore kota Hyderabad
Bandara Rajiv Gandi International Airport di Hyderabad

Tepat Pukul 00.00 saatnya perpisahan. Saya dan Najin segera masuk melewati counter Imigrasi. Tangannya yang sedari tadi menggenggam tangan Abynya mulai terlepas. Najin baru menyadari kalau abynya tidak ikut dalam pesawat. Saya gandeng tangannya. Sementara air matanya mulai mengalir di pipi. Saya sendiri dan Shah Jahan menarik nafas panjang, berusaha untuk tidak menangis.

Dalam antrian panjang, Shah Jahan tetap mengawasi kami. Sementaria Najin curi curi pandang kearah abinya sambil terus menangis. Saya sendiri jadi galau. Setelah security check  dan lolos keimigrasian. Saya melambaikan tangan ke Shah jahan. See you again.

Shah Jahan sempat menelpon kami sebelum akhirnya pesawat lepas landas meninggalkan kota Hyderabad menuju Singapura. Alhamdullilah perjalanan lancar. Kami sampai di Singapura pukul 8 pagi. Bagaimana kami menikmati waktu transit di Changi airport yang nyaris memakan waktu selama 23 Jam 15 menit ? Dan menikmati jalan jalan ke Singapura Gratis. Tunggu dalam postingan saya selanjutnya.

You Might Also Like

15 comments

  1. Ngebayangin Najin nangis. Pasti tetep ganteng ya :D Sini-sini dek abang seka air matanya hihi.

    Waktu pulang ke KL, di counter airlines ada yang ribut-ribut juga mbak. Aku gak tahu apa, yang jelas tuh bapak-bapak sampe ditenangin sama security. Ngeri ya, sumbu pendek rata-rata orang sana :D

    ReplyDelete
  2. Alhamdullilah masih teteup cakep kayak emaknya *dikeplakkaca hehehe

    Bener banget memang sumbu sabarnya pendek, Tiap kali perjalanan pulang atau ke India selalu ada erita bertengkar. bahkan pernah Naik Malaysia Airline udah diudara masih bertengkar, rameeee banget dalam pesawat. Duh!.

    ReplyDelete
  3. Duh sedih banget berpisah dengan abinya dalam waktu lama. saya sewaktu pulkam cuma berdua Chila, tiap hari tiap jam tiap menit Chila nanyain ayahnya. Sedih dan bete. Klo saya kapok pulang kampung nggak ngajak ayahnya mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, lumayan lebih dari sebulan. Kalau najin itu sedihnya waktu perpisahan. Sampe di Indonesia, nggak tanya abi nya sama sekali, malah sibuk mainan. Paling kalau mau bobok bilang " I miss Abby"

      Delete
  4. Saya tunggu cerita di singapura, tapi saya sering ngikik kalau mbak sebut suaminya shah jahan maaf mbak bukannya menertawakan, tapi idenya itu ada aja, biasanya blogger sebut mr. Suami atau mas suami atau bapake nakkanak. Blum ada yg sebut Pangeran William :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha. Iya soalnya nama Asli Shah Jahan itu sama dengan Nama suami jadinya sekalian aja kupanggil Shah Jahan, siapa tahu jatah belanja ditambah. hahahaha

      Ntar kalau Mas Willian, dikeplak sama mbak midelton :)

      Delete
  5. Mbaaaaaak....aku kok jadi sedih membaca bagian Najin berpisah dengan abinya. Hiks..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan sedih mbak, jadinya aku nangis...... hik hik hiks tissue mana tissue

      Delete
  6. Mbak, saya penggemar bollywood. Punya rencana kesana. Tapi belum bisa cuti. Boleh tau gak letaknya Rumah Produksi Yash Raj dimana ya mbak ?? Pleaasee dijawab :). Makasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua Produksi film Bollywood berada di kota Mumbai atau Bombay

      Delete
  7. Kok jadi ikut sedih baca bagian Najin nangis harus pisah ama abinya... Eh tapi sekarang Shah Jahan udah nyusul ke Indonesia to mbak? Btw baju kurtis model tuniknya cakep-cakep yaa.. trus itu mangganya.. hhhmmmmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum tahu ini jadi kesini apa nggak, rencana lebaran bareng.
      bener kurtis model tuniknya cakep, secakep yang beli *benerinjilbab :)))

      Mangganya sangat menggoda

      Delete
  8. Ikut hiks mbayangin perpisahan kalian... Zulfa, itu mangga kok bikin pengen nyomot, seh. Tuniknya juga cakep-cakep, euy... Kalau aku yang make, pasti tambah cakep..*tsah* ira

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedih mbak, Sangat menyesakkan dada tapi kutahan air mata, Eaaaaaa
      mangga e montok montok mbak, koyok sing moto :)

      Eaaaaa, Mbak Ora memang super cakep dan... masih langsing lagi, hadewwww Iri banget

      Delete
  9. Ya ampun, sedih banget itu :(

    Itu mangganya mantap banget mba, kuning dan besar2. Pengen <3

    ReplyDelete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram