Jelajah Dharamsala (3) : Kuil dan air terjun Bahgsu

06:30:00




Kuil dan Monastry bersanding mesra di Kota Dharamsala menjadi bukti kearifan penduduknya.

Sampai Dhramasala kami langsung menuju kawasan Mcleodganj. Siang harinya kami beristirahat sebentar di Hotel. Sekedar meluruskan pungung setelah semalaman menempuh perjalanan darat dari kota Jammu Kashmir. Ditambah segepok kesialan dimalam gelap gulita, 'menikmati' goyangan bus tua pemilik pemerintah India yang mengkoyak koyak tubuh dan menampar nampar wajah yang justru bikin kami tertawa membahana.

Dharamsala adalah sebuah kota kecil yang berada di kaki pegunungan Himalaya, Propinsi Himachal Pradesh India. Kota perbukitan yang menyuguhkan gugusan pegunungan dengan puncak puncak saljunya. Dharamsala bagaikan magnet surga dunia yang menawarkan kedamaian bagi para pencari ketenangan dan tujuan hidup.

Sore hari, berdasarkan informasi yang didapat, kami berjalan sekitar 1 KM dengan menuruni perbukitan. Menuju Kuil Basgsunat dan air terjun Baghsu. Sampai di jalan dipenuhi pepohonan menghijau terdapat sebuah persimpangan jalan. Kami berhenti sejenak bertanya kepada salah satu bule perempuan. Bergaya punk, rambut kayak Rut gulit, hidungnya ditindik sebua cincin. Dan badannya dengan penuh aksesoris unik.

Hai” sapa kami
Oh hai” senyum ceriah terpancar dari bule cewek yang berperwakan kurus ini.
Where is the way to go to temple ?”
Oh, this way “ sambil menunjukkan arah jalan menikung ke kanan
How is the Temple ?”
Oh its so Beautiful. There are so many statues, pool, and some decorative, I love it… I love it”
Really ?”
Yeah, I love it .. I love it

Ucapan cewek ini pun menjadi bahan pamungkas candaan kami dalam perjalanan selanjutnya. Cara dia mengatakannya begitu ceria dan ‘hidup’. Apapun dijalan, lihat sesuatu atau mencoba makanan. Kami selalu bilang “ I love it … I love it”.

Setelah melihat dua anak muda bergandengan mesra yang nampak tak ‘biasa’ dan melewati pasar seni akhirnya kami sampailah kami di Kuil Baghsunath. Didepan kuil, sebuah kolam dengan air mengalir langsung dari pegunungan Himalaya yang dianggap suci oleh umat agama Hindu.

Terlihat beberapa jamaah, menceburkan diri dan bersuci di dalam kolam. Saya perlahan memasukkan kaki dalam kolam. Dinginnya air es menusuk tulang, membuat saya ketawa geli dan segera keluar dari kolam air. Saya sendiri cukup menunggu di kolam. Sedangkan beberapa teman masuk kedalam kuil.



Meninggalkan kuil kami menuju air terjun Basghunat. Berjarak sekitar 1,5 km dari kuil Baghsunath. Dari kuil ini air terjun nampak seperti garis. Menaiki bukit dan melewati ratusan tangga batu yang rusak disana sini. Kadang harus melompat.

Perlahan saya menaiki tangga berpagar besi. Disebelah kiri bukit bebatuan berselimut rumput dan tanaman perdu nan menghijau. Disebelah kanan saya, jurang menganga dengan ujung aliran sungai berbatu.

Sesekali saya berhenti. Menormalkan detak jantung saya yang mulai berdetak cepat. Meneguk segelas air murni yang mengalir dari sela sela bebatuan, segar terasa.



Sampai di air terjun Baghsu, saya langsung membasuh muka saya. Meskipun terasa begitu dingin, kayak air keluar dari kulkas. Meski dingin tak menghentikan kaki saya terus melangkah mendekati air terjun. Jernih dan beningnya air bagaikan sebuah kaca.

Didepan saya, sebuah suguhan alam bagaikan potret wallpapper yang ada dalam komputer. Air terjun jatuh dari sela sela perbukitan. Air jatuh disebuah kolam alam berwarna hijau bening. Berlatar belakang gugusan pegunungan himalaya dengan hamparan pucuk pucuk saljunya. Kami duduk santai disini hingga gores jingga membelah bumi dan langit.



Pemandangan tak biasa terlihat diatas air terjun. Bergelantungan bendera untaian doa seperti yang saya temui di jalanan Mcleodganj. Doa merupakan kekuatan keyakinan masyarakat Dharamsala, semua tercermin dalam kedamaian yang terpancar dari kota ini.

You Might Also Like

16 comments

  1. I love it...i love it...(hahaha saya bisa mbayangin cara ngomongnya) pemandangan airterjun seperti wall paper di screen komputer keren mbak untaian doa itu dari para pengunjung ya mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha Iya tuh cewek bule cheer banget orngnya.

      Sayang waktu foto untain doanya nggak masuk. ada pass diatasnya gelantungan

      Delete
  2. ow, Jadi bendera-bendera itu ada tulisan do'anya ya bu? Air terjunya...I love it, i love it!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuuuu, itu doanya dengan aksara Tibet. :)

      Delete
  3. Air terjunnya kayak air terjun yang ada di Indonesia,,, tak kira ki disana air terjunnya seperti mengalir di sela - sela bongkahan es mbak. Hiii nggak bisa membayangkan dinginnya seperti apa kalau nyebur kesitu :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya kayak di Indonesia, Cuman ini airnya dari imalaya. Loo Iya nih, airnya dari sela bebatuan es yang diatas, entah gimana motonya. Dingin banget, kaki melewati aliran aja kayak dah mau beku

      Delete
  4. Wuih, kuwi sing adus ora kathuken, yo.... Brrrr, mbayangno wae wes adem..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Embuh mbak, Sing nekad yo wong 2 iku tok. Liyani cuman nyiprat nyiprat tok soale adem seruuu.

      Delete
  5. terbayar sudah mbak meskipun perjalanannya penuh rintangan, seger banget liatnya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuuuu Ya, perjalane sangat sangat menguras tenaga. Tapi seneng.

      Delete
  6. Senengnya bisa ngeliat kebudayaan di negeri orang ya Mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, lahamdullilah diberi kesempatan untuk mengenal buday orang lain. lebih menghargai

      Delete
  7. indah sekali ..
    temple-nya bersih dan terawat enak banget .. dan air terjun-nya woww
    Yeah, I love it .. I love it

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, ini salah satu temple yang bersih dan sejuk.

      Delete
  8. Unik ya mba.. untaian benderanya seperti gembok yang dipasang di koln nggak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Unik banget memang, yang gembok cinta itu kah ? Maklum blm ke Jerman nih

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram