Mahakarya Cinta Taj Mahal
tak sekedar cerita cinta dua insan manusia melainkan Lambang Cinta Kepada Sang Pencipta.
Begitu
artistiknya Taj Mahal hingga dunia mengakuinya sebagai sebuah keajaiban. Bangunan yang sempurna ditepian sungai Yamuna.
Begitu detailnya hingga memakan waktu 23 tahun lamanya. Mungkin kalo
perhitungan angka kelahiran, mulai bayi coer, bisa jalan, sekolah SD, lulus
kuliah bahkan sudah sampe punya anak. Ternyata
keajaiban tak tercipta hanya semalam, butuh waktu, kesungguhan dan tentu
saja terus berkonsultasi dengan Illahi Robbi.
Back
to topic J .
Khalayak umum ketahui bahwa Taj Mahal itu Lambang Cinta. Mendadak romantis
dihadapan Taj Mahal mah udah biasa. Tapi dibalik itu semua, ada rahasia
tersembunyi dibalik keajaiban Taj Mahal. Lebih dari cerita cintanya kepada
istri tercinta, Taj Mahal dibangun atas Dasar cinta seorang Hamba Kepada Allah
SWT. Subhanallah. Semua terlihat dari dekorasi Islami dalam seluruh komplek
bangunan Taj Mahal. Penasaran ?
Semua
detail tentang sisi Islami Taj Mahal emak tuangkan dalam artikel perjalanan
yang tayang di Majalah Noor Edisi April 2015. Artikel Emak berjudul “Ayat Al-Quran Dalam Mahakarya Cinta” tayang dalam Rubrik The Journey Of The Heart. Alhamdullilah
...
***
Sebenarnya
ini bukan pertama kali emak mengunjungi Taj Mahal. Tiap kali datang kesini
kagak ada bosennya. Baik perjalanan
Romantic berdua dengan Shah Jahan (baca Suami J) trus bersama si kecil,
keluarga atau bersama teman teman.
Nah,
waktu pertama kali menatap Taj Mahal. Emak kurang menikmati. Taj Mahal kayak lautan manusia. Eh, mau narsis cuman sebentar. Mau
lihat detail dah disuruh minggir. Mau foto, ngantri tempat. Kalau nggak gitu
banyak kepala nongol dalam jepretan
kamera. Zaman segitu mana ada kamera digital J yang bisa jepret sepuasnya.
Jadi inget juga acara Ngidam Taj Mahal. Waktu perut emak mbelendung 7 bulan J saat itu emang pingin jalan jalan ke Taj Mahal. Shah Jahan 'terpaksa' nganterin mumtaz 'Emak' Mahal mbolang ke Taj Mahal. Dan... emak kebelet pipis terus menerus karena si jabang bayi happy diajak jalan ke Taj Mahal sampe nendang nendang dalam perut J.
Jadi inget juga acara Ngidam Taj Mahal. Waktu perut emak mbelendung 7 bulan J saat itu emang pingin jalan jalan ke Taj Mahal. Shah Jahan 'terpaksa' nganterin mumtaz 'Emak' Mahal mbolang ke Taj Mahal. Dan... emak kebelet pipis terus menerus karena si jabang bayi happy diajak jalan ke Taj Mahal sampe nendang nendang dalam perut J.
Setelah si kecil lahir, kami mbolang lagi ke Taj Mahal. Demi sebuah Mahakarya cinta emak rela bangun sepertiga malam. Bukannya shalat
Tahajud tapi melihat Sunrise di Taj
Mahal. Jam 2 pagi emak bergegas mandi dan kosok gigi. Semua
camilan dan minuman dimasukin kedalam mobil. Sementara Si Kecil digendong sama Shah Jahan dalam kondisi tidur
pulas plus air liur membasahi pipi J.
Didalam
mobil emak tidur lagi. Setelah hampir 3,5 Jam perjalanan dari Delhi, akhirnya
kami sampai di Kota Agra. Taj Mahal masih sepi. Bahkan kami nggak pakai antri
beli tiket. Otomatis nggak pakai antri lama dalam security Check. Oia, cerita perjalanan kami sekeluarga menikmati
Sunrise di Taj Mahal dimuat di Majalah Anakku. Bisa dibaca di
Web Majalah Anakku.
![]() |
| Sunrise Menyinari Taj Mahal |
Emak
ngapain aja? Emak sibuk menikmati detail dekorasi yang ada di Taj Mahal sekaligus
jadi fotografer. Candid foto kebersamaan Dua lelaki dalam hidupku. Uhuk. Emak membaca Al-Qur’an yang berada di pintu gerbang dan
dinding Taj Mahal. Subhanallah, Kaligrafi Al Quran sungguh bikin mata tak ingin
terlepas darinya.
Nah,
ketika sibuk baca Al-Quran di dinding Taj Mahal sebuah ide tulisan muncul.
Kalau emak bercerita tentang Taj Mahal, semua orang sudah pada tahu cerita cintanya. Alhamdullilah, Dalam artikel ini emak
mengupas sisi Islami Taj Mahal yang sungguh membuat hati bergetar mengingat yang Esa.
Subhanallah,
dari sini emak juga menguak satu hal lagi dalam dunia travel writer. Tak hanya belajar sabar kuadrat. Tapi juga munculnya
Ide tulisan. Setiap saat, setiap waktu letupan letupan ide selalu muncul dalam
otak. Tak hanya untuk artikel yang emak tulis dalam media. Juga dalam blog
kesayangan kamu ini.
![]() |
| Narsis di Taj Mahal |
Anyway, saatnya emak berbagi
rezeki J
sama kamu yang tertarik mengirim artikel perjalanan di Majalah Noor
- Panjang tulisan sekitar 10.000 – 12.000 karakter
- Sesuai dengan nama majalahnya, Majalah Noor adalah Majalah wanita Muslim. Sebaiknya mengirim sisi Islami dari suatu tempat. Kalaupun nggak ada sisi Islami yang dikupas. Perjalanan secara umum juga bisa, emak perhatikan Majalah Noor juga memuat tulisan jalan jalan secara umum.
- Rubrik : Journey of The Heart
- Seperti biasa kirim artikel disertai 5 atau lebih buah foto dalam resolusi kecil dalam attachment.
- Kirim ke majalahnoor@gmail.com
Good Luck, Happy Mbolang and
Writing



