Hampir
semua orang Indonesia tahu istilah Little
India atau Little China. Apalagi yang suka mbolang ke negara tetangga sebelah. Bahkan kedua tempat tersebut dikenal
(ada) di seluruh Dunia. Baik dibelahan bumi Eropa maupun Amerika. Dijuluki
demikian karena kawasan tersebut didominasi oleh penduduk India atau China yang tingal di suatu
negara tertentu. Tak hanya sebagai tempat tinggal dan berkumpul. Juga sebagai
wadah melestarikan adat dan budaya bangsa meski tinggal di perantauan.
Tapi
pernah nggak dengar istilah Little Indonesia? Emang ada? Ada, bahkan ada diseluruh pelosok dunia. Orang
Indonesia yang tinggal di luar negeri sudah biasa dengan istilah ini. Apalagi
kalau bukan Kedutaan Besar Republik Indonesia J. Emak lebih suka menyebutnya Little Indonesia. Tak hanya urusan visa dan passport, Disinilah kami penduduk
Indonesia di perantauan sering berkumpul, berbagi info, mengadakan pertunjukkan
seni tari, upacara, kuliner, Shalat tarawih dan shalat Ied bersama, pemilu sampai Curcol J.
Khusus
untuk Kedutaan Besar Indonesia di India, Emak menjulukinya sebagai Little Indonesia in The Big
India J. Tiap hari Jumat sebelum shalat Jumat dijual
kuliner khusus masakan Indonesia. Yang Beli bukan hanya orang Indonesia,
termasuk tetangga Malaysia dan Singapura.
Kita
sekeluarga paling seneng kalau dapat Undangan dari kedutaan. Biasanya acara
perkenalan atau perpisahan staff Kedutaan. Atau kedatangan tim pertunjukkan
kesenian. Perwakilan menteri bahkan bapak Presiden. Semua Masyarakat Indonesia
yang tinggal di India diundang semuanya.
Biasanya
dalam undangan tertulis kode baju: Bebas Rapi atau Formal. Apapun
acaranya, Shah Jahan paling seneng kalau pakai kemeja batik. Suka sama designnya. Asyik dipakai dalam suasana
Apapun. Mau formal atau tidak. Batik selalu jadi pilihan. Kebanyakan, kalau acara
formal semuanya pada pakai baju kebesaran bangsa Indonesia, Batik.
Gegara
pakai batik. Shah Jahan sering dikira orang Indonesia. Padahal wajahnya India
banget. Dua kali Shah jahan diminta bantuan ama mahasiswi Indonesia buat cariin
Autorikshaw (Bajaj).. “Mas Mas bisa bantuin cari auto nggak?”. Hahaha Mas India J. Bahkan sering diajak
ngobrol pakai bahasa Indonesia.
Paling
Happy diantara kami, tentu saja Si
Kecil. Sejak sore, dia bakalan tanya sampe 1000 kali. “What time we will
go to Indonesia? “ . “How many
minute we will move to
Indonesia? “. Kadang Emak sampe super
saiya, gegara ditanyain terus. Dia nggak pernah nyebut Embassy, selalu nyebut Indonesia J.
Sampai
di Kedutaan. Belum acara pembukaan. Belum juga salaman ama bapak dan Ibu Duta
besar. Si kecil nampang muka innocent
sambil berbisik “Ammy I am
hungry”. Jadi, alasan satu satunya
dia suka datang acara di Kedutaan adalah Menikmati masakan cita rasa Khas Indonesia. Padahal
dari apartemen dia sudah makan plus bonus ice cream. Tapi tetep, I am
Hungry.
Kalau
sudah kumpul kumpul gini, biasanya sesama perantauan saling curhat. Bapak bapak
dan ibu ibu kumpul sendiri sendiri. Kadang ngebahas makanan. Kadang sebar info.
Kadang nanya, kapan pulang ke Indonesia? nitip sesuatu nggak?. Kadang janjian
belanja atau jalan jalan bareng.
Di
Indonesia ketemu sesama orang Indonesia, biasa aja. Ya, Iyalah. Tapi kalau udah
tinggal diluar negeri, ketemu sesama orang Indonesia itu luar biasa. Kayak
ketemu saudara jauh. Keakraban dan keramahan yang ditawarkan penduduk Indonesia
memang tiada bandingnya.
| Bapak Duta Besar Republik Indonesia untuk India |
![]() |
| Si Handsome pakai Batik Juga |
