Lupakan
Paris Fashion Week. Lupakan rumah mode yang sering dikunjungi Mbak Kim Kasihan
yang pantatnya sexy berlebihan. Di zaman tikung menikung dan wabah
perselingkuhan, lelaki India masih setia dengan gaya “khas” kecenya. Mengenakan Baju Lengan Panjang
dengan kerah kejengkang dimasukkan dalam celana komprang. Diperparah
dengan paduan gaya sabuk yang lebarnya kayak sabuk pengaman.
Disini saya nggak ngomongin tentang baju tradisional lelaki India, ya. Justru saya pribadi salut dengan eksotime baju adat yang masih mereka kenakan hingga saat ini. Bahkan digunakan dalam keseharian. Tak hanya wanita, Pria India juga memiliki berbagai macam baju tradisional. Mulai Dari Kashmir di Ujung Utara India hingga Chennai di Selatan India. Masing masing baju tradisional memiliki identikal tersendiri.
Disini saya nggak ngomongin tentang baju tradisional lelaki India, ya. Justru saya pribadi salut dengan eksotime baju adat yang masih mereka kenakan hingga saat ini. Bahkan digunakan dalam keseharian. Tak hanya wanita, Pria India juga memiliki berbagai macam baju tradisional. Mulai Dari Kashmir di Ujung Utara India hingga Chennai di Selatan India. Masing masing baju tradisional memiliki identikal tersendiri.
Nah, ini. Trend mode yang mengingatkan saya akan penyanyi dangdut Arafik ini tak berubah
sejak pertama kali saya menjejakkan kaki di India 11 tahun yang lalu hingga
kini. Kemungkinan sejak lama. Penampilan makin trendi dengan rambut piyak
tengah atau terlalu ke kanan. Tambah klemis lagi karena diolesi minyak. Lupakan Gatsby. Masih ingat dengan
minyak rambut warna hijau dalam botol dengan wangi khas. Pria India demen
mengoles rambutnya dengan minyak tersebut. Mengkilap banget sampai bikin silau lirikan
matamu.
Motif kemejanya, kalau nggak polos ya kotak kotak ala cowboy. Satu hal yang
bikin saya “gemes”. Pemilihan warna bajunya nggak beda dengan wanitanya. Suka
warna super ngejreng. Kuning kelinting.
Merah membahana. Ijo royo royo atau ungu mencolok. Tak ada aturan "baku" disesuaikan dengan warna kulit, yang penting suka!
| Warna Ngejreng dan motif kotak kotak |
| Kebanyakan pakai motif kotak kotak kayak gini |
Kalau
masih muda sekitar 17 hingga 25 mereka punya gaya tersendiri. Sama, pakai baju
lengan panjang dengan kerah kejengkang. Apa mereka nggak suka pakai kaos? Kalau kaos, sukanya yang ketat kayak lepet. Kalau pakai kaos model Polo T-Shirt.
Tapi, ya gitu, kerahnya dibuat kejengkang. Dipadu dengan celana skinny jeans. Teteup pakai sabuk
pengaman. Bajunya dikeluarin. Nah, sisi depan bagian kanan yang dimasukkan
sedikit. Semakin kece lagi dengan kaca mata hitam dengan bingkai warna merah.
Gubrak!
Gaya baju Universal ini hampir merata dikenakan di seluruh India. Mulai kuli batu, penjual keliling yang mendorong gerobak hingga yang duduk manis dalam mercy. Entah musim dingin atau atau musim panas. Baik untuk bekerja atau jalan jalan. Kebayang nggak pakai gaya baju model gini di tepi pantai?
Gaya baju Universal ini hampir merata dikenakan di seluruh India. Mulai kuli batu, penjual keliling yang mendorong gerobak hingga yang duduk manis dalam mercy. Entah musim dingin atau atau musim panas. Baik untuk bekerja atau jalan jalan. Kebayang nggak pakai gaya baju model gini di tepi pantai?
| Perhatikan! itu kacamata berbingkai warna kuning |
| Jalan jalan santai |
| Bersantai di taman teteup setia pakai baju lengan panjang |
| Meski sedang mencangkul tanah lebih suka pakai baju lengan panjang |
| Penjual jajanan juga lebih nyaman pakai kemeja panjang |
Beberapa teman yang berkunjung ke India sering komen kayak gini.
“Mbak, cowok India suka gaya baju kayak sales, ya…”
“OMG, Itukan kan gaya baju penyanyi Arafik?”
“klemis banget baju dan rambutnya”
“Emang cowok India nggak kenal trend baju kekinian ya mbak?”
Duh duh duh!. Semoga ketika komen ginian nggak dikeplak sama sabuknya. Lumayan, sekali cambuk bikin lebam seluruh tubuh karena lebarnya terlalu.
Pernah saya iseng tanya ke Shah Jahan. Maklum, (mungkin) si doi dulu pernah bergaya “gitu”. Mungkin dia bisa kasih jawaban yang tepat.
“Kenapa
pria India suka gaya berpakaian yang itu itu terus, ya?”.
“Mereka
suka gaya itu? Atau mereka nggak tahu mode terbaru? “.
"Atau mungkin gaya baju tersebut nampak lebih elegen dan sopan di mata masyarakat India? ketimbang baju ketat atau celana yang kalau duduk sampai kelihatan celana dalam bahkan belahan (mulus) pantatnya "
"Atau mungkin gaya baju tersebut nampak lebih elegen dan sopan di mata masyarakat India? ketimbang baju ketat atau celana yang kalau duduk sampai kelihatan celana dalam bahkan belahan (mulus) pantatnya "
Shah
Jahan cuman senyum dan bilang “ I don’t know, Yaar”. Terdiam (sok) cuek.
Trus
nyeletuk sambil
(sok) cool “So all
foreigners like you have a reason to smile”.
“What?” @#$%^&!*@%&;*$ Kejengkang!