Purana Qila, Istana Tua Pembawa Sial

12:30:00

Bara Darwaza

Terletak di Ibukota negara India, New Delhi. Purana Qila adalah istana tertua dari tiga istana yang berada di Delhi. Dibangun pertama kali pada tahun 1533 oleh Seorang Kaisar Mughal generasi kedua, Humayun. Merupakan salah satu Peninggalan Peradaban Islam di NegeriHindustani. Tiket masuk wisata untuk warga negara asing, 100 Rupees  atau sekitar 25.000 rupiah. 

Purana Qila dibangun diatas kota legendaris yang terkenal sepanjang zaman, Indraprasta. Masih ingat dengan kisah Mahabarata dan lima bersaudara pandawa? Nah, kota Indraprasta dibangun oleh pandawa sekitar 5000 tahun yang lalu dan merupakan kota yang pertama kali dibangun di Delhi. Indraprasta berada di sepanjang sungai yamuna yang merupakan salah satu sungai suci bagi umat agama hindu di India.

Pada tahun 1540, kekuasaan Humayun digulingkan oleh Sher Shah Suri. Beliau adalah generasi pertama dinasty Sher yang berasal dari Afghanistan. Kalah dalam kancah peperangan, Raja Humayun berhasil menyelamatkan diri dan bermukin di Kabul.

Selama berkuasa, Sher shah suri membangun beberapa bangunan didalam istana ini. Hanya lima tahun saja Sheh shah suri berkuasa, tepatnya pada tahun 1545, beliau meninggal dunia. Digantikan oleh anaknya Islam shah. Pada tahun 1555 (lima belas tahun setelah digulingkan) Raja Humayun berhasil merebut kembali kekuasaanya dan menguasai Istana.
Purana Qila
Sheer Mandal
Didalam istana terdapat sebuah bangunan mungil. Berada di atas tanah yang letaknya lebih tinggi dibandingkan dengan bangunan lain. Sher Mandal, nama bangunan ini. Sher Mandal dibangun atas intruksi Raja Barbur, Beliau adalah generasi pertama kekaisaran Mughal di India. Sekaligus Pendiri Kekaisaran Mughal.

Sher Mandal terdiri atas dua lantai, didalamnya terdapat tangga untuk menuju atap bangunan. Keseluruhan bangunan terbuat dari batu bata merah dan memiliki gaya arsitektur khas kekaisaran Mughal. Berbentuk oktadiagonal dan disangga oleh delapan pilar nan kokoh.

Tujuan dibangunnya tempat ini adalah untuk observatory dan perpustakaan pribadi untuk anaknya, Raja Humayun. Sher Mandal menjadi tempat Observatory pertama di India. Humayun memang sangat mencintai dunia astronomi, kesukaan beliau adalah melihat berbagai bentuk rasi bintang dari atap bangunan ini.

Ketika sedang mengamati bintang di langit. Adzan berkumandang, sang raja bergegas menuju masjid dan terjatuh. Dua hari setelah kejadian naas itu. Sang raja Humayun meninggal dunia. Tepat setahun setelah beliau berhasil merebut kembali Purana Qila.

Humayun dimakamkan didalam area Purana Qila. Pada tahun yang sama seorang raja Hindu yang bernama Samrat hem Candra Vikramaditya atau lebih dikenal dengan nama Hemu menyerang kota Delhi. Dan mengalahkan kekuasaan Raja Akbar (putra dari raja Humayun) dan menguasai purana Qila.

Hanya berkuasa satu bulan saja, terjadi peperangan besar yang kedua kalinya antara Raja Hemu dan Raja Akbar. Dalam peperangan ini Raja Akbar menang dan Hemu meninggal dunia. Kemudian, kepala raja Hemu digantung diluar tembok benteng istana. Serem!

Dari keseluruhan cerita tentang pergantian kekuasaan dan kematian sang raja secara tiba ditempat ini membawa kesan mistik dalam Istana. Tak ayal, banyak yang menyebut Purana Qila sebagai istana pembawa sial. Setiap raja hanya berkuasa dalam kurun waktu sebentar saja.

Emak pribadi mengalaminya. Meski Emak bukan Ratu J. Hal ini terjadi ketika Emak memotret bagian luar Masjid Qila-i-Kuhna. Di depan masjid inilah, banyak wisatawan duduk santai serta para fotografer dengan membawa kamera jenis LSR sibuk membidik landskap masjid dari segala arah. Bangunan depan Masjid didominasi warna merah batu dan sentuhan batu marble putih. Bener bener cantik, ditambah dengan detail geometri dan kaligrafi lafazd Al Quran yang menawan, Subhanallah.

Memiliki lima pintu masuk  yang berjajar dengan tiga design yang berbeda. Design pintu yang paling cantik berada tepat ditengah masjid, berada diantara keempat pintu lainnya. Ukiran berbentuk bunga, daun, geometry dan Lafazh Al Quran terpatri begitu indah pada batu yang menghiasi pintu Masjid.

Masuk kedalam masjid, Emak benar benar kagum dibuatnya. Disana terdapat lima sebuah arah kiblat didominasi warna putih, lurus dengan setiap pintu masuk. Sungguh unik detail keseluruhan dekorasi bangunan dalam masjid. Atap, tembok, langit langit semuanya memiliki detail yang menawan. Bagian balam Masjid ini digunakan dalam salah satu Klip lagu dalam film Veer Zahra yang diperankan Abang Shah Rukh danMbak Pretty Zinta J.

Asyik mengabadikan detail ukiran dan arsitektur masjid kedalam lensa kamera poket Panasonic Lumix XS1. Tiba tiba set timer perangkat lunak dalam kamera Emak berjalan sendiri  terus menerus tanpa henti. Seketika itu kamera Emak tidak bisa digunakan. Emak coba untuk mematikan dan menyalakan lagi, hal yang sama terulang lagi. Hinga berkali kali. Daripada sedih dan bete, akhirnya Emak mengabadikan keindahan masjid ini dengan kamera handphone dan berharap kamera bisa digunakan seperti semula. Ketika sampai dipintu gerbang keluar istana. Ketika Emak nyalakan, Alhamdullilah, kamera normal kembali. Emak hanya tersenyum sambil memandang taman berbungkus bungah ditengah istana. Dan mengucap Good bye dengan Jin pengganggu Kamera J.

Meski mistiq dan penuh cerita misteri. Hal ini tidak mengurangi eksotisme Purana Qila.  Banyak mitos mitos yang menjadi rahasia umum tentang segala ‘keanehan’ yang pernah terjadi di dalam istana ini. Bagi Emak pribadi, Purana Qila adalah lambang kejayaan peradaban anak manusia di masa lampau, baik dari segi bangunan maupun ilmu pengetahuan.

You Might Also Like

0 comments

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram