Sego Karak Bikin Hati Menggelegak

11:18:00

Kuliner Khas Kota Gresik

Dalam kesederhanaanya tersimpan sejuta rasa dan cerita menyentuh hati

“Zulfa besok pagi beliin Ibu sego karak ya…… jangan tidur lagi, ntar habis diserbu pembeli” permintaan Ibunda yang satu ini susah untuk menolaknya. Jadi ‘alarm’ mata saya yang masih terkantuk dan merindu dekapan selimut hangat untuk segera bergegas menghirup udara Pagi. Membelah jalanan Kota Gresik mencari penjual salah satu menu sarapan khas masyarakat Gresik, Sego Karak.  

Sego karak langganan ibu berada dekat dengan alun alun kota Gresik, tepatnya berada di Gang masuk TK Mahkota. Sego karaknya memang laris manis, buka jam 5.30 dan habis sekitar pukul 7 atau 8 pagi. Telat dikit bisa berabeh, makanya Ibunda selalu mewanti wanti agar saya tidak tidur kembali setelah shalat subuh. Ketahuan deh!

Sego Karak
Salah satu Penjual Sego Karak dekat alun alun Gresik

Disekitar kawasan alun alun atau sekitar kawasan Kota Lama Gresik ada beberapa penjual Sego karak. Dan hanya dijual di pagi hari saja. Sego dalam bahasa Jawa berarti Nasi. Karak itu nasi yang sudah dikeringkan dibawah sinar  mentari. Jadi, Sego Karak itu menu makanan dengan bahan dasar nasi kering.

Karak kemudian dimasak kembali bersama ketan hitam biar punel. Sekilas nampak seperti nasi merah. Nasi Karak disajikan diatas daun pisang kemudian ditaburi kelapa parut dan serundeng manis. Serundeng manis ini terbuat dari kelapa perut dicampur dengan bumbu dan gula kemudian disangrai. Menghasilkan rasa yang gurih dan manis.

Sego karak biasanya dihidangkan bersama Gimbal tempe. Tempe diselimuti adonan tepung berbumbu dan digoreng. Kalau suka pedes tinggal comot lalapan cabe hijau yang sudah disajikan. Sekilas dari penyajiannya nampak nggak matching. Tapi ketika dicoba, hmmm Rasanya jadi gurih sedap, manis tapi nggak legit dan pedas segar.

Sego Karak
Sego karak yang udah dimasak bersama ketan hitam, sekilas mirip nasi merah

Penjual nasi karak di Gresik
Parutan kelapa


Sego karak paling enak
Serundengan gurih manis

makanan legendaris nusantara
Sego karak, menu sarapan khas masyarakat Kota Gresik

Konon ada kisah menyentuh hati dibalik gurihnya sego karak ini. Zaman dulu kan nggak ada yang namanya magic Jar  buat ngangetin nasi biar tahan sampe besok pagi. Jadi kalau nasinya nggak habis, nasinya dikeringkan dijadikan karak. Sedikit demi sedikit karak dikumpulkan dan disimpan dalam karung.

Ketika musim paceklik tiba dan hasil panen tak banyak. Penduduk mengganjal perut dengan nasi karak ini. Terharu. Nah, nasi karak ini rasanya agak sepoh dan peroh maksudnya keras dan rasa gurih nasi sudah hilang. Biar tetep terasa enak, diberi taburan kelapa parut. Hiks, Jadi inget program acara salah satu televise swasta, Jika aku menjadi……. yang selalu bikin mengharu biru dan mendaratkan rasa syukur dalam hati yang congkak.

Dulu waktu masih kecil saya nggak doyan sama Sego karak. Semakin dewasa, bersahaja dan cakep saya semakin mecintai menu sarapan yang sederhana, enak dan murah ini. Sebungkus nasi karak dijual dengan harga Rp. 5000 saja. Setelah saya tinggal di luar negeri, setiap kali menikmati sego karak ada kerinduan terasa disetiap suapnya. Sebesar rinduku buat kamu yang selalu mencitaiku meski aku tak lagi langsing  *dijitakshahjahan.

Akhirnya, ‘berhasil’ membawa sebungkus sego karak buat Ibunda tercinta menorehkan sebongkah bahagia dalam Jiwa yang telah lama berpisah. Kalau mampir ke kota Wali, jangan lupa cobain menu sarapan yang satu ini. Oh ya, selama masih tinggal tanah air, kedepan saya akan menyajikan postingan makanan Khas kota kelahiran saya ini. Tungguin ya..

You Might Also Like

15 comments

  1. Mbak dulu aku pas masih sering diajak ke pasar sering liat ditoko kelontong sembako dijual karak tak kirain buat apa gitu ternyata juga di masak lagi lebih murah dibanding beras. Buat orang indonesia (ga semua sih) emang ga da yg mubazir ya, nasi kalo ga habis masih bisa dibikin kerupuk. Mbak judul diatas tuh maksudnya" Bikin" ya? Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, nggak ada kata mubazir, Sesalu aca cara untuk bisa dimakan. Mensyukuri apa yang Allah berikan.

      Ohhhh iya, terima kasih sudah ngingetik, salah ketik, Bikin

      Matur nuwun yo :)

      Delete
  2. Aku wes suwe ngak mangan karak, kok dadi kangen. Atek tambahi masak bali tahu luweh enak haahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh enak ta ditambahi bali tahu? kayak e nggak matching, mene tak coba e yo...

      Delete
  3. Zaman aku cilik yo tahu maem sego karak. Mbiyen yen sego gak entek karo mamaku dikarak. Yen gak dikarak digawe bahan krupuk puli. Wes pancen tenan gak onok sing mubazir. Saiki wae maem dadi anyi2 nggarahi akeh pilihan, yoo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyo mbak, saiki akeh pilihan, arek saiaki nggak gelem mbak mangkan sego karak. padahal nek digawe sego karak koyok ngene, enak!

      Delete
  4. Ya ampuuuun banyak bener ya kuliner daerah yang belum aku cobain. Hiks :(
    Aku mau nyicip ini mbak :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. He eh, masih banyak kuliner Nusantara belum dicoba, makanya sekarang klo mbolang aku sediakan waktu untuk tempat dan kuliner, karena akunya memang doyan mbadok, hehehe

      Delete
  5. menggiurkan mbaaa, asiknya ya kemarin wisata mbadok hihi sayang ngga sempat kwettemuan huhu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Banget, iya sayang banget nggak ketemu sama sampeyan, padahal pingin belajar nulis buku sama mbak yang kece badai ini :)

      Delete
  6. Betapa kayaknya kuliner nusantara. Kalo dijadiin buku kayaknya bisa ratusan seri.

    ReplyDelete
  7. Iya, ini cuman gresik, belum se jatim, se Indonesia.... Seri nya anjang banget ala sinetron jodha Akbar. hehehe

    ReplyDelete
  8. Aku kira sego karak itu rengginang. Ternyata bukan ya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan, cuman bahannya sama. Dari ketan. klo rengginang di goreng

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram