Tradisi Tumpengan di Hari Kemerdakaan

11:30:00

Tumpengan

Gunungan nasi berbentuk kerucut dilengkapi lauk pauk tersirat sebuah makna dan harapan didalamnya.

Seperti biasanya, dimalam hari kemerdekaan Indonesia di kampung tempat tinggal saya diadakan acara tirakatan. Acara tasyakuran yang lebih dikenal dengan nama 17 an ini untuk mensyukuri kemerdekaan Negara Indonesia dari penjajahan. Acara yang diadakan setiap tahun ini didahului dengan gotong royong membersihkan kampung dan sederet perlombaan mulai anak anak hingga Ibu Ibu.

Selepas Maghrib bapak bapak dikampung mulai memasang lampu pijar dan menggelar tikar di jalan. Sementara Ibu ibu berbondong bondong membawa nasi kotak kerumah pak RT. Jumlah nasi kotak sesuai dengan jumlah keluarga ditambah ‘bonus’ satu kotak lagi.

Setelah shalat Isya’ seluruh warga berkumpul di jalan bersama keluarga mulai bapak, ibu, anak anak hingga bayi. Seluruh warga duduk diatas tikar aman dan nyaman yang digelar jalanan. Baik warga setempat atau penduduk goyang.

Acara dimulai dengan pembukaan sambutan dari ketua RT. Kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba. Dan terakhir pembacaan Doa. Setelah itu diikuti pemotongan nasi tumpeng oleh bapak ketua RT dan pembagian kotak nasi kepada seluruh warga. Subhanallah. Acara makan bersama ini selalu diliputi kebahagiaan membawa kerukunan dan keakraban. Makan jadi lahap dan asyik.

Tirakatan malam 17 an
Bapak, Ibu, remaja dan anak anak kumpul bersama


Malam kemerdakaan RI
Merenung kemudian mengucap MERDEKA!

Tirakatan di kampungku
Nasi Kotak yang dikumpulkan dari setiap warga

Filosofi tumpeng
Makan Bersama


Falsafah nasi tumpeng
Aku dapat Nasi Kuning ini, Alhamdullilah Enak :)


Dulu ketika saya masih kecil hingga dewasa setiap rumah membuat Tumpeng. Tumpeng sendiri adalah Gunungan nasi dibentuk kerucut dilengkapi dengan hamparan lauk pauk. Biasanya disajikan diatas tampah berbentuk wadah bundar tradisional terbuat dari anyaman bambu. Kemudian dialasi dengan daun pisang.

Falsafah tumpeng yang berbentuk kerucut mirip dengan bentuk sebuah gunung ini berkaitan dengan kondisi geografis Indonesia. Terutama pulau Jawa yang dipenuhi dengan jajaran gunung merapi. Tumpeng juga berasal dari kepercayaan leluhur masyarakat Indonesia dahulu kala yang memuliakan gunung sebagai tempat bersemayannya para hyang atau arwah leluhur.

Setelah masyarakat Indonesia memeluk agama Hindu, selanjutnya falsafah tumpeng dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu. Tumpeng yang berbentuk kerucut dimaksudkan untuk meniru bentuk gunung Mahameru (Semeru). Orang Hindu percaya bahwa Mahameru tempat bersemayannya para Dewa Dewi.

Makna terkandung dalam nasi tumpeng
Tumpeng Nasi Kuning dihiasi kibaran bendera merah putih diambil dari travelerien.com

Biasanya ada dua macam variasi nasi tumpeng, yakni nasi kuning atau nasi putih. Kalau nasi kuning dilengkapi dengan lauk pauk seperti tempe kering, perkedel, telur dadar yang diris iris memanjang dan ayam goreng. Ditambah dengan ketimun serta hiasan daun seledri dan irisan cabe merah besar. Sedangkan Tumpeng nasi putih berisi sayur urap urap, tahu dan tempe goreng, ayam goreng atau panggang, telur rebus dan ikan digoreng (bandeng goreng, ikan teri atau dalam rempeyek Teri). Biasanya seluruh lauk pauk yang ada mengandung beberapa unsur alam. Yakni hewat laut (bandeng atau rempeyek teri) hewan darat (ayam atau telur) dan sayur mayur.

Setelah masuknya Islam di tanah Jawa. Tradisi Tumpeng ini tetap dipertahankan tetapi menghilangkan falsafah dan kepercayaan yang ada sebelumnya. Bahkan nggak harus dalam bentuk kerucut. Hanya rasa syukur atas segala berkah dan karunia yang Allah berikan kepada penduduk Bumi. Sekaligus menjaga kebersamaan dan kerukunan tetangga. Nasi Tumpeng atau dalam acara tradisi jawa disebut tumpengan diadakan untuk acara tasyakuran. Misal ada kelahiran, perkawinan hingga acara kemerdakaan Republik Indonesia.


Acara Tumpengan ini tidak hanya berlangsung di tanah air saja. Tumpeng juga menjadi simbol acara tasyakuran hari kemerdekaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia di seluruh Dunia. Dan, tahun ini saya melewatkan acara undangan 17 Agustus di KBRI Delhi.

arti tumpeng
Bakar Ikan bersama hingga malam hari

Setelah makan bersama dilanjutkan dengan acara melekan atau begadang. Ada layar tancap, main kartu, main karambol, ngobrol, karaoke, Sate an, Bakar jagung dan Juga Bakar Ikan. Ibu ibu ngobrol sambil mempersiapkan gorengan. Dan… saya yang manis ini bertugas memijit serta melumeri ikan dengan jeruk nipis dan kecap manis. Alhamdullilah tahun ini saya bisa merayakan kebersamaan bersama tetangga tercinta.

Jayalah Selalu Indonesiaku, Merdeka!

You Might Also Like

21 comments

  1. Saya dikirimin foto teman2 yg ngerayain 17-an dikampung mreka, rata2 sama mbak. di malang mojokerto surabaya gelar tiker di jln/ gang depan rumah, tumpeng, nasi kotak donasi setiap warga. Tapi layar tancap di tempat mbak zulfa wow... luarbiasa masih ada ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah seneng ya rame dimana mana. Ya, masih ada layar tancep dan nayangin acara ludrukan kartolo yang bikin ketawa kepingkal pingkal, hahaha

      Delete
    2. Ahhh kartolo jadi ingat, jaman aku SD itu. Tiba2 wajah kartolo ingat banget nih mbak sekarang

      Delete
    3. Aku juga sudah lama nggak nonton kartolo, kemarin waktu ngelumerin ikan dengerin ludrukan kartolo sampe nggak konsen, gegara ngakak terus...

      Delete
  2. tradisinya yang sangat bagus .. guyub ...untung masih dilestarikan dan dijalankan di daerah2 ya ...
    di tempat saya di jakarta ,,, di komplek perumahan ... tidak ada yang seperti ini ... bahkan di banyak tempat di jakarta sudah ga ada yang seperti ini ... hikss

    ReplyDelete
    Replies
    1. He he, guyub banget. Alhamdullilah semoga dilestarikan terus ke anak cucu, ya....
      Wah, di perumahan nggak ada, trus malam 17 an ngapain?
      Aku kalau 17 malah nggak doyan mbolang, anteng dirumah nungguin tirakatan sama tetanga tercinta

      Delete
  3. Lebih praktis nih klo nasi kotakan gini ya mba. Di kampungku masih pake acara masak2 barengan. Seharian full dari pagi belanja dulu ke pasar, lanjut racik2 dan memasaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, kalau pakai nasi kota gini lebih praktis, dulu waktu masih bikin tumpeng setiap rumah, banyak nasi yang tersisa. Sejak itulah di kampung memutuskan menggunakan nasi kota..

      Wah, malah asyik juga itu mbak, biar ibu ibu guyub memasak, asal jangan sampe ngerasanin tetangga, hehehe

      Delete
  4. Asik acara 17 agustus'a bikin nasi tumpeng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayik tenan,itu yang ditunggu :)

      Delete
  5. Pas bgt kemaren malam 17-an di Surabaya. Baru tahu ada yg namanya tirakatan. Seruuuu! Dimana2 warga pada kumpul, bahkan masjid mulai ramai dengan tilawah. Benar2 mencerminkan kota pahlawan :) soalnya di bdg ga ada tradisi spt ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, seruu banget. bisa makan bersama tetangga dan rame.
      Hah, dibandung nggak ada? kirain acara ginian ada dimana mana. Hayooo tahun depan main kesini, aku ajakin tirakatan didepan rumah :)

      Delete
  6. Di kampungku dari dulu kalo tirakatan makannya gak pernah tumpengan, mbak.. mesti cuma pake prasmanan ae...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, tak kirain sama mbak pakai tumpeng. Tapi bagaimanapun, makan bersama itu looo yang bikin asyik. kapan lagi kalau nggak pas 17 an gini

      Delete
  7. disaya acara 17 agustus'a dagdutan bae belum pernah ada acara bikin nasi tumpeng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, dangdutan juga rame, dangdut is the music of my country, hehehe

      Dataglah kesini biar bisa merasakan sensasi tirakatan bersama tetangga tercinta

      Delete
  8. Duch jadi kangen suasana 17 an di kampung halaman :-(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Situ malam 17 an malah kelayapan, next year lah pulang kampung. 17 an sama nyokap

      Delete
  9. Jayalah Indonesia! :)
    Kalo lihat nasi tumpeng jadi kangen pas masih ngantor. Salah satu cabangku dulu tiap ada yang HUT pasti di beliin nasi tumpeng, mau OB sekalipun. Jadi kangen....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, di kantor juga selalu ngadakan tumpengan. Bikin sendiri dirumah saja Ya, trus dimakan bersama keluarga

      Delete
  10. Saya jadi penasaran sama rasanya hehe..
    Bagi yang punya usaha rumah makan dan punya produk nasi bakar, kini ada lho kemasan makanan yang cocok sekali kamu gunakan untuk makanan anda. Coba deh klik di sini http://www.greenpack.co.id/

    ReplyDelete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram