Pahalgam Bagiku Tentang Sapa dan Tawa di Pematang Sawah

May 25, 2019


jalan jalan ke kashmir

Diantara deretan lembah cantik yang menjadi lokasi favourite shooting film Bollywood justru kehidupan desa gembala berhasil membawa resah ketika harus meninggalkannya

Pasrah. Jalanan menuju Pahalgam ditutup karena perbaikan jembatan. Sistem buka tutup jalan diberlakukan. Kami menurut saja, ketika bapak sopir membanting setir ke kanan, mengambil jalan alternatif.

Jalan alternatif ini bagaikan parade off-road. Debu debu berterbangan dengan lincahnya. Kerikil menyelimuti jalan membuat tubuh terkoyak dalam mobil yang justru membuat kami tertawa penuh semangat. Jalan semakin menjauh meninggalkan jalan utama, berada diantara pematang sawah dan rel kereta.

Semakin menjauh, parade jalanan off-road berganti jalanan tak terlalu lebar. Roda berputar diatas tanah lihat padat berdamping dengan saluran air nan jernih. Mobil berjalan lambat seirama dengan angan menyesap kehidupan pedesaan di kanan kiri jalan.

Lelaki memakai baju kombor salwar kamiz. Serasi dengan wanita mengenakan baju lebih berwarna. Anak anak dengan pipinya berwarna pink bermain dijalan.

Sinar mentari pagi menembus diantara sela pepohonan menjulang tanpa dedaunan. bagaikan sebuah tirai berukuran jumbo di tepi jalan. Berharmoni dengan deretan rumah sederhana berteman hamparan kemuning bunga canola. Bunga yang kelak menjadi minyak kuning pekat terhidang dalam  kelezatan masakan khas Kashmir.

backpacking to kashmir india

backpacking to india


Diiringi sejuknya pagi, saya menarik nafas dan menyesapi apa yang tersaji. Ingin rasanya menangkap semua kehidupan desa penuh damai dalam sebuah video menjadikannya sebuah kenangan terbaik dalam hidup. Tapi, keinginan membebaskan mata menangkap keindahahnnya tanpa gangguan kotak lensa lebih kuat terasa.
  
30 menit berlalu kendaraan kami mulai meninggalkan desa. Kami kembali memasuki jalanan utama menuju Pahalgam. Epic. Kata yang pas mendeskripsikan lukisan alam sepanjang perjalanan. Terhampar luas kemuning bunga canola. Bagaikan hamparan karpet kuning membungkus bumi berlatar belakang perbukitan. Semua terasa sempurna dalam naungan langit yang biruh cerah. Alhamdulilah.

Berbeda dengan hari kemarin ketika mengunjungi Sonamargh. Ketika menatap ladang bunga canola noraknya minta ampun. Foto terus sampai dilihatin kendaraan yang berlalu lalang. Ditambah lagi dengan drama demontrasi dijalanan sampai ledakan bom. Dalam perjalanan ini kami sungguh kalem. Berhenti sekali saja untuk mengambil shoot video dan foto diri. Selebihnya, menikmatinya dengan mata telanjang.

Dua jam berlalu. 95 KM terlewati sejak kami meninggalkan kota Srinagar, Ibukota Jammu dan Kashmir. Kemuning bunga tergantikan oleh deretan perkebunan apel. Hijau sepanjang jalan. Bunga yang kelak menjadi buah apel memeriahkan ujung ujung batang. Jalanan mulai menanjak, meliuk membebat pegunungan.

tempat wisata india


Mobil kami terhenti di Pahalgam disambut dengan bapak pemilik kuda. Menawarkan kudanya menuju deretan lembah yang menjadi lokasi shooting film Bollywood. Ada Switzerland valley, Behtab valley, Aru valley dan juga  lokasi shooting film yang  berada diatas perbukitan. Selain menanjak, jaraknya juga lumayan jauh. Saya memutuskan menyewa kuda apalagi saya datang bersama anak, dan seorang teman, mbak Andri, nggak mungkin mengajak mereka nanjak jauh.

Kuda melaju lambat menanjaki perbukitan. Meliuk meliuk melewati jalanan berbatu berteman lebatnya pohon cemara. Pahalgam sendiri berada di ketinggian 2130 Meter diatas permukaan laut. Kami melewati resort resort terbuat dari kayu unik dengan latar belakang pegunungan bersalju mengingkatkan kita akan alam Switzerland. Padahal juga belum menjejakkan kaki di Switrzerland. Julukannya sih gitu, Switzerland of Asia.

backpacking to kahsmir



Sesekali kami berhenti untuk mengambil foto. Penjaga kuda poni kami, seorang bapak tua, berumur sekitar 70 an tapi masih kuat nafasnya. Beliau berbicara dengan kami dengan bahasa Inggris patah patah. Dan kebanyakan saya nggak ngerti, yang pada akhirnya membuat saya memilih berbincang dengan beliau dalam bahasa Urdu.

Pahalgam yang dijuluki Village of shepherd dianugerahi perbukitan berbungkus pohon cemara tinggi menjulang. Terletak di persimpangan sungai Aru dan sungai Sheshnag. Sungai Aru dari lelehan Kolahoi gletser. Sedangkan Sheshnag dari gletser pegunungan Himalaya. Perpaduan kedua sungai dengan aliran air nan jernih memberikan keindahan tersendiri di Pahalgam.

Pahalgam juga dikenal sebagai tempat favourit shooting film Bollywood. Seperti film Raazi, Fitoor, Bajrangi Bhaijan, Highway, Haider, Aiyaary, Yeh Jawaani Hai Deewani. Jab tak Hai Jaan. Dan masih banyak lagi. Jadilah, masing masing lembah dan point disini banyak yang dinamai sesuai judul film. Diantara banyak film yang menampilkan keindahan Pahalgam, film Highway yang membuat saya memantapkan datang ke Pahalgam. Bukan karena keindahannya justru kehidupan desa yang ditampilkan menarik untuk dinikmati.

Hanya sebentar kami mengunjungi lembah lembah berbungkus rerumputan, berteman dengan liukkan sungai dan baris pegunungan berbungkus pohon cemara dengan cumbuan salju diujungnya. Dan memilih kembali ke tempat parkir.

Semesta mendukung, balik menuju Srinagar kami melewati desa desa di kaki lembah. Desa yang tak biasa, dengan keindahan dan kedamain menarik hati untuk menyesapinya kala usia senja. wanita dan anak anak duduk santai di pematang sawah hamparan bunga canola. Pepohonan penuh bunga berwarna pink, sekilas nampak bunga sakura. Ternyata adalah bunga semacam buah cerry. Begitu asri. Beberapa wanita desa duduk santai di pematang sawah diantara kemuning bunga. Saya meminta pak sopir berhenti sebentar untuk menikmatinya.

incredible India


"ai ye didi, ai ye...." dari kejauhan terdengar suara memanggil melihat kami keluar dari mobil. Beberapa wanita yang duduk santai diantara pematang sawah menawarkan untuk datang ke ladang mereka.

Tak mampu menolaknya, Najin dan mbak Andrie segera berjalan menuju pematange sawah. Mblusuk diantara bunga. Urat norak kembali membuncah. Saya sendiri mengambil keindahan dalam jepretan kamera dan sesekali berbincang dengan mereka.

Bemain dan berbincang dengan wanita pedesaan lebih menyenangkan. Anak anak kecil berparas jelita ikut mengerumuni kami. Meski mereka hanya bisa berbicara Kashmir, saya mencoba berbicara dengan bahasa urdu. Selain bahasa Kashmir, penduduk Kashmir juga berbahasa Urdu.

Udara menyapa begitu sejuk, bunga bunga bergerak riang tertepa angin. Lelaki Kashmir sibuk mencangkul dan mulai menanam bawang putih. Jika saya ada secangkir teh menemani, pastilah kami tidak akan pulang. Betah. Jika dibandingkan dengan lembah lembah cantik, saya lebih memilih duduk bersama penduduk lokal disini.

tentang india

keindahan kashmir

jalan jalan ke pahalgam

travelling murah ke kashmir

film india

tempat wisata di kashmir


Saya melirik bapak sopir yang mulai tak sabar mengajak kami kembali ke Srinagar. Kaki kami enggan beranjak. Bahkan Najin merasa keberatan kami mengakhiri permainan di desa ini. Pematang sawah menjadi hal yang sangat menyenangkan baginya. Tapi bagaimana lagi, semua harus diakhiri. Dengan harapan suatu saat kembali lagi. 

Dalam perjalanan pulang menuju Srinagar, liukkan sungai, hamparan bunga calona, pepohonan menjulang tanpa daun, penggembala menggiring puluhan domba, kehidupan desa nan asri menjadi penghibur perjalanan berteman mentari tenggelam di ufuk barat.


You Might Also Like

1 comments

  1. cantik2 ya org di sana ;). thn dpn planningku bakal ke mumbai mba.. tp ga tau sih apa bisa diselipkan utk mampir ksini. krn aku ksana juga bareng keluarga. Tapi pernah baca buku trveling ttg kashmir, dan aku sempet tuh pgn bangettttt bisa ksana . apalagi liat pahalgam secantik ini :). duuuh, betah kayaknya yaaa liburan lama di sana dgn pemandangan secantik ini

    ReplyDelete

Follow Twitter

Follow Instagram