Warnanya
merah membahana tapi beraroma “paprika” hijau yang khas pedasnya bikin si lidah
nggak betah untuk segera melahapnya.
Sebelum
pulang ke tanah air, saya “transit” terlebih dahulu di kota Hyderabad. Ibukota Telangana yang berada di selatan
India. Propinsi ini sempat menjadi headline news di India. Bersama dengan
Propinsi Andhra Pradesh, kedua propinsi ini memiliki jumlah korban jiwa
terbanyak akibat gelombang panas pada bulan Mei yang lalu.
Hyderabad
tak hanya dikenal sebagai salah satu tempat
berkembangnya peradaban Islam di India juga terkenal sebagai wisata kulinernya
negeri Mahabharata. Rasanya yang pas dilidah. Memiliki cita rasa gabungan antara India, daratan
Asia tengah dan Arab. Biryani Hyderabad dikenal
sebagai Biryani paling enak sedunia.
saya
sudah wanti wanti Shah Jahan Jauh
jauh hari, Saya mau cobain Biryani Hyderabad asli dari asal kotanya. Nah, ketika tahu kami berkunjung ke Hyderabad, saya langsung happy. Sampai di
Hyderabad, Shah Jahan meminta sopir taksi untuk membawa kami ke restoran yang menyajikan
Biryani super mantap.
Di
restoran tersebut kami memesan Chicken Biryani
dan Mutton Biryani (Biryani kambing).
Shah Jahan kemudian bertanya kepada pelayan tentang makanan Khas Hyderabad yang
enak tapi non Mughlai. Pembaca setia
blog ini (emang ada ? ) pasti dah tahu, Mughlai ini hidangan ala kaisar mughal
yang memadukan cita rasa India dan Asia tengah. Bisa dibaca disini dan disini.
Kami sudah biasa menyantap menu Mughlai di Delhi, jadi kami pingin yang
beda.
Pelayan
menyarankan untuk mencoba Chicken 65.
Bukan Chicken 69, lho. Duh Gusti! pikirannya mesum melulu.
Kenapa
dinamakan Chicken 65? Beberapa sumber
mengatakan dengan cerita yang berbeda. Ada yang mengatakan Chicken 65 ini
pertama kali dihidangkan di Bhuhari Hotel di Chennai oleh pendirinya A.AM
Bhuhari. Beliau adalah Pelopor makanan India selatan. Sumber lain mengatakan
karena terdiri atas 65 potong ayam dalam setiap porsinya. Versi lain mengatakan
bumbunya terdiri atas 65 macam Cabe. Pantes rasa pedasnya nonjok banget!.
Waktu
lagi asyik asyiknya melahap Biryani yang rasanya surgawi berasa berenang dalam
lautan gurihnya ayam berbalut bumbu dan nasi, pelayan menyajikan chicken 65 di
meja kami. Warnanya merah menggoda. Sesaat keliatan seperti ayam setan yang
pedesnya bikin bibir ndower.
Dari
aromanya saya langsung Jatuh Cinta. Aromanya ini mengingatkan saya akan masakan
Kashmir. Aroma rempah yang tidak terlalu tajam dengan dominasi kesegaran
paprika hijau.
Chicken
65 terdiri atas potongan ayam tanpa tulang berbungkus tepung. Kemudian dibalur
dengan bumbu merah. Terdapat serakan cabe hijau disana sini. Dari aromanya saya pikir
parika hijau, eh, ternyata cabe hijau. Jadi cabe yang ada dalam Chicken 69 ini
memiliki aroma yang hampir sama dengan paprika hijau.
Pertama
kali masuk kedalam mulut saya yang memang doyan makan ini rasanya nggak pingin
berhenti ngunyah. Masuk lagi, kunyah lagi. Nggak ada rasa “India” yang
berempah. Pedas dan segar. Pedasnya pun bukan pedes cabe bubuk yang selama
mendominasi masakan India. Lebih seperti pedesnya sambal Indonesia. Rasa ayam
yang gurih berpadu mesra dengan bumbu merah yang pedas dan meresap. Bikin lidah
dan tubuh saya menggelinjang keenakan.
Selanjutnya,
Chicken 65 ini saya santap bersama Biryani. Rasanya jadi “tabarakan”.
Sebenarnya lebih enak kalau dicemil apa adanya atau dimakan bersama nasi putih.
Nah, kalau datang ke Hyderabad atau lagi
nongkrong di restoran yang menyajikan menu masakan khas Hyderabad, cobain dah
chicken 65.
Menikmati
Biryani dan Chicken 65 langsung di kota
Hyderabad adalah pengalaman yang sukar ditawar.
