Finger Licking Mughal Cuisine at Karim’s Hotel

03:27:00

India

Berada di kawasan kota tua Delhi. Karim’s Hotel seyogyanya adalah  restoran yang menyajikan masakan khas kekaisaran Islam Mughal yang akrab dikenal dengan sebutan Mughlai. Dahulu, masakan ini khusus dihidangkan untuk keluarga Kaisar saja.

Dibuka pertama kali pada tahun 1913. Haji Karimuddin sang pendiri restoran. Memiliki resep turun temurun dari sang ayah yang juga seorang chef sejak zaman kekaisaran Mughal yang pertama yakni Kaisar Barbur. Kekaisaran Mughal berasal Dari Persia. Masakan Mughlai ini mengkombinasikan resep masakan ala Persia dan India.

Ketika kekaisaran Mughal berakhir karena Kaisar Bahadur Shah Zafar ditangkap oleh kolonial Inggris. Ayahanda haji Karimuddin ingin menghidangkan masakan yang semula khusus raja kepada masyarakat biasa. Untuk mewujudkan keinginan beliau, Haji Karimuddin kemudian mendirikan Karim hotel. Karim diambil dari salah satu dari 99 nama asma Allah. Subhanallah.

Konon, untuk membuat sebuah menu masakan, para raja saat itu bekerjasama dengan seorang chef dan hakim. Seorang ahli kesehatan yang mengetahui manfaat dari setiap rempah yang berada di subkontinent India. Jadilah, masakan bercita rasa tinggi yang diracik bukan hanya untuk memuaskan lidah tapi  juga bermanfaat untuk kesehatan.

Menu masakan berbahan dasar ayam, kambing dan Ikan tersaji lengkap disini. Puluhan menu tersaji dalam nuansa tradisional. Kamu bisa melihat seluruh daftar menu mereka di http://www.karimhoteldelhi.com.

Menu favourite adalah Butter chicken, chicken mughlai, chicken Jahangiri dan Kebab.  Butter chicken yang terdiri atas ayam bakar yang dimasak bersama bumbu, mentega dan cream. Rasanya gurih, pedas dan lumer di mulut dan paling cocok dengan lidah non India.

Selain menu diatas. Salah satu menu wajib coba dan sedikit menantang adalah brain curry yakni kare otak kerbau. Rasanya lembut, gurih dan lezat. Waktu pertama kali rasanya kayak nggak mau nelan, keingat otak utuh. Waktu dimakan, hmmm nagih J.

Kuri Otak ala India
Kare Otak Kerbau

Salad bawang yang dihujani perasan jeruk nipis dan roti naan, tersaji bersama menu utama. Seorang pelayan akan selalu sigap membawakan roti naan hangat langsung dari tandoor. Yakni sejenis oven tradisional yang berbentuk silinder terbuat dari tanah liat.

Setelah asyik menikmati menu hidangan bercita rasa rempah. Waktunya menikmati hidangan penutup tradisional. Kheer, terbuat dari beras yang dimasak dengan susu, gula dan buah buahan kering. Disajikan dingin dalam mangkok kecil terbuat dari tanah liat. Hmmmm yummy!

Selama tinggal di kota Delhi. Emak sering menyantap makan malam bersama keluarga disini. Selau memesan Butter Chicken dan Kebab. Si kecil suka kebabnya, karena bentuk dan rasanya kayak sosis.

Meski tempatnya nyempil, Karim’s hotel selalu dipadati pengunjung baik lokal maupun manca negara. Meski memiliki 4 ruangan besar dengan dua lantai. Tak jarang, kami harus mengantri untuk mendapatkan tempat duduk.

Bahkan Majalah Time menganugrahkan Karim restoran sebagai Top Restorant di Asia. Bukan hanya majalah Time, seperti BBC, Lonely Planet dan masih banyak lagi media baik lokal maupun Internasional menominasikan Karim hotel dalam top list restoran yang harus dikunjungi ketika bertandang ke India.

Tak sulit menemukan Karim’s hotel. Letaknya yang berada dikawasan kota tua Delhi, yang menjadi tujuan wisata mancanegara. Terhampar Old Fort Delhi dan Jama’ Masjid yang didirikan oleh Shah Jahan, generasi ke lima kekaisaran Mughal. Beliau tak lain dan tak bukan pendiri sang legenda cinta, Taj Mahal.

Karim's Hotel
Roti Naan dan Salad Bawang dihujain Terus Nipis

Penganugerahan Restoran terbaik di Asi
Top Restoran Oleh Majalah Time
Restoran Karim Delhi
Suasana Karim's Hotel

Video Tentang Kelezatan Menu makanan yang dihidangkan Oleh karim Hotel Tayang di NET CJ





You Might Also Like

0 comments

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram