Sluurppp
dingin, manis dan segernya menyusupi
setiap kelokan tenggorokan membuat tubuh yang letih terhisab sengat sang mentari
menjadi bugar kembali.
Siapa
yang tak tergoda dengan deretan botol warna warni syrup yang menyegarkan mata.
Ditambah dengan alunan gesekan es yang dipasrah menjadi es serut. Dikelilingi cewek dan cowok India yang asyik
menjilati tetesan syrup yang bikin liur
mengalir deras. Terdengar suara sesapan begitu mendalam. Bikin diri
ini nggak nahan untuk menikmatinya.
Es
dengan baluran sirup warna warni kayak pelangi ini di India namanya Chuski. Es Serut yang
mengingatkan saya akan es pasrah atau es ting ting kala masih unyu unyu dulu. Saat
itu, saya belinya harus sembunyi sembunyi. Karena nih es pasrah kebanyakan
mengandung gula sintetik. Bikin tenggorokan uhuk uhuk.
Sebenarnya
sama saja antara Chuski dengan es pasrah.
Yakni es yang dipasrah kemudian dibentuk kerucut. Trus di siram dengan aneka syrup. Bahasa
kerennya Ice Golas. Kalau di Indonesia biasanya ada dua varian rasa,
yakni rasa coklat dan rasa syrup merah. Kalau di India ada berbagai macam.
Yakni rasa Orange, manggo, Mawar, lemon dan Khas.
Di
musim panas seperti ini, selain Lassi, Chuski juga banyak dijumpai di jalanan India. Paling banyak
dijumpai di pasar. Dijual dalam gerobak kecil dengan warna warni merah ngejreng.
Kalau saya perhatikan, penjual chuski
ini kayaknya dalam satu pabrik (franchise)
karena gerobak dan segala detailnya bentuknya sama. Mungkin juga ada penjual
gerobak khusus chuski.
Bagaimana
cara membuat chuski? Mudah pakai
banget. Es batu dipasrah dalam gelas plastik. Diisi cuman setengah saja kemudian
disiram dengan syrup. Sisihkan. Setelah itu si bapak penjual chuski masrah es batu lagi. Kali
ini diletakkan dalam gelas berbentuk kayak kerucut es lollipop. Diisi hingga menggunung. Trus sebuah
stik ice cream dimasukkan kedalam gundukan pasrahan es dalam gelas tadi. Kemudian gelas
digedor gedorkan ke meja hingga es pasrah menjadi padat dan membentuk seperti
gelas atau berbentuk mirip ice cream stick. Terus, bapak penjual Chuski
menyiramkan sirup diatas es. Chuski ini dihargai 10 Rupees atau Rp.2000 saja.
![]() |
| Membuat Chuski dan ada bubuk rempah disebelahnya |
![]() |
| Pilihan Rasa Chuski |
Menikmati
chuski ini tiada habisnya. Gimana tidak, manis nya nggak selesai selesai. Jadi setelah
kita isap dan jilat. Dimasukkan lagi kedalam gelas plastik tadi yang sudah
dipenuhi dengan sedikit es serut dan sirup. Cocol lagi dan jilat lagi. Cocol lagi dan isap lagi. Sampai habis.
Nah, Seantero
bumi Mahabharata yang terkenal dan paling disukai itu Chuski Kala Khata. Kala Khatta ini syrup yang terbuat dari jamun. Biasa dikenal dengan Indian blackberry. Dilihat sekilas jamun ini nampak
seperti buah Juwet. Atau memang buah juwet? Karena sering saya lihat penjual
juwet dimusim panas seperti saat ini. Nah, Chuski Kala Khata ini Chuski yang disiram dengan syrup Kala Khata.
Bukan
India namanya kalau tidak menikmati segala sesuatu tanpa taburan bubuk rempah
dan garam. Termasuk Chuski. Nah,
selain disiram syrup, chuski juga
diberi sedikit taburan rempah dan garam. Kalau pakai bubuk ini rasanya jadi nggak jelas. Aneh dimulut dan nyegrak di tenggorokan. Jadi, kalau beli chuski atau
jus minta tanpa taburan bubuk rempah.
Menikmati
chuski itu terasa mencecap kehidupan negara India itu sendiri. Warna
warni kehidupannya semeriah warna warni pelangi chuski. Meski banyak hal dan
pengalaman pahit hidup di negeri ini. Namum, semua hal terasa manis jika
dikenang. Semanis hisaban Chuski. Slruuppp.




