Keindahan Masjid I-Jahan-Numa

16:19:00



Artikel tayang di Harian Suara Merdeka

Jama Masjid yang dibangun pada abad ke 16 memiliki gabungan arsitektur bergaya Persia dan India 


Masjid megah, unik dan besar yang didirikan pada abad ke 16 ini berada di Kawasan Kota Tua Delhi, India.  Shah Jahan, Beliau pendiri Masjid yang akrab dikenal sebagai Jamaah Masjid. Tahu kan, kepedihannya menghasilkan Mahakarya spektakuler Taj Mahal. 

Tak kalah dengan Taj Mahal, Masjid tua yang didominasi warna merah bata ini mampu menyedot jutaan wisatawan setiap tahunnya. Hal yang biasa, ketika memasuki masjid melihat bule mengenakan sarung (laki-laki) sedangkan perempuan memakai baju ala Rama Aipama.

Emak bersama keluarga, paling sering menghabiskan waktu disini.  Masjid bertipe terbuka ini memang luas, sanggup menampung hingga 25.000 jamaah sekaligus. eh mak masjid bertipe terbuka itu yang gimana? jadi klo masjid di Indonesia kan kebanyakan keseluruhan ruangan tertutup atap. Nah, klo masjid terbuka, hanya bagian depan atau mighrab saja yang tertutup oleh atap kubah. Bagian lainnya terbuka beratapkan langit J Hanya bagian pinggir (tepi) dikelilingi oleh tembok dengan jajaran ratusan pilar berukir.

Bisa dibayangin betapa sejuk, semriwing trecep trecep J. Menariknya lagi bagian tengah masjid terdapat kolam. Dilengkapi dengan air mancur yang berfungsi untuk wudhu. Uniknya lagi ada pada arsitektur dan design yang bisa dibaca lengkap disini. Pesona Keindahan masjid I-Jahan-Numa di koran Suara Merdeka di rubrik Jalan jalan, hari ini tanggal 28 September 2014.



Alhamdullilah, artikel emak berturut turut tampil di koran ini. Minggu kemarin emak bercerita tentang secuil Afrika ditanah Jawa. Kalau pingin kirim cerita perjalanan di koran ini, caranya disini.

Oh ya, di Masjid ini si kecil paling suka main kejar kejaran ama burung dara. Diujung sebelah kiri masjid. Ada tempat buat kasih makan ratusan burung dara. Senengnya minta ampun, lari lari kesana kemari pingin nangkepin burung dara J. Berada di masjid I-Jahan-Numa yang berarti  World Reflecting Mosque seolah terlempar ke masa lalu. Selain belajar sejarah, didalam masjid saya bisa bersujud menjalankan shalat, Menghamba kepada yang Esa. Nyaman, teduh dan menyenangkan.




You Might Also Like

2 comments

  1. Cantik banget masjidnya ya mbak :)
    Oiya, selamat.. tulisannya tayang 2 minggu berturut2 di Suara Merdeka :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya cantik masjidnya. Sering jalan jalan kesini, sekalina cari makanan khas muslim Halal.
      Terima Kasih Dian. Nggak nyangka tembus berturut turut.

      Keep writing and happy travelling :)

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram