Kota
Hyderabad yang menjadi pusat peradaban Islam di India selatan memiliki gaya artsitektur yang khas dan berbeda dari
kota kota lain di India.
Mentari
mulai menghangatkan Bumi ketika saya sampai dikota Hyderabad. Kesan India yang
ruwet, amburadul dengan ‘okestra’ suara klakson membabi buta tidak saya rasakan
di kota ini. Kota Hyderabad lebih tenang dan teratur. Dengan menggunakan autorikshaw atau bajaj kami bergegas
menuju hotel untuk beristirahat sejenak dan menikmati sarapan pagi.
Muhammad
Quli Quth Shah pendiri kota Hyderabad adalah seorang Sultan generasi kelima
dari Dinasti Islam Qutb Shahi. Beliau naik tahta ketika masih berumur 15 tahun
dan menjadi sultan selama 31 tahun lamanya. Di bawah kekuasaan beliaulah
dinasti Qutb Shahi mencapai puncak kejayaan.
Jika mencintai perjalanan sekaligus telisik peradaban Islam di Negeri Seribu Dewa silahkan baca selengkapnya di Koran Republika Hari ini - Minggu, 11 Oktober 2015. Atau buka epaper-nya.
***
Dan ... Jika Kamu tertarik mengirimkan artikel perjalanan di Koran Republika bisa baca DISINI
Kashmir
oh kashmir, jika penduduk bumi menjuluki Kahsmir sebagai “surga dunia” ternyata
memanglah bener adanya. Dulu emak berfikir, kalau julukan tersebut terasa
berlebihan. Tapi waktu emak diberikan kesempatan menjejak Bumi diujung Utara
negara India, emak cuman mangggut manggut. Langsung jatuh cinta.
Sejak
tahun 2004, selain Taj Mahal. Emak pingin lihat gimana tampang garang dan
rupawan si Himalaya. Tentu saja pilihan emak jatuh pada Bumi Kashmir. Saat itu, bertandang kesana bukalah hal gampang. Kashmir
masih diselimuti perang “rebutan” tanah antara Pakistan, China, India atau berdiri
sendiri. Tiap hari emak cuman denger berita dar dir dor der, berita bomb bunuh
diri, baku tembak antara tentara dan warga Kashmir. Bertahun tahun diselimuti
perang. Sangatlah disayangkan, jika
hamparan salju putih ternoda oleh darah.
Pertumpahan
darah, gejolak, semua itu tentang si Kashmir surga dunia. Pesonanya mampu
menambah gunung devisa negara milyaran dolar. Kashmir bagaikan seorang gadis
cantik, mulus dan bahenol yang siap diperebutkan dan “dilacurkan” demi segepok
uang.
Setelah
10 tahun dan gagal setiap kali kesana. Alhamdullilah tahun ini emak bisa
mencicip bahenolnya. Kashmir bukan hanya tentang Dal Lake dengan deretan houseboats. Gulmarg yang dikenal sebagai Switzerland of Asia. Terserak lembah lembah indah di rantai pegunungan sang Himalaya. Tentu saja dengan pucuk pucuk saljunya yang abadi.
Nah, The best Himalaya Glacier berada di Sonamarg. Ketika jelajah Himalaya Utara, kinclongnya panorama di sonamarg ini sampe bikin habis memory kamera. Tiap langkah jepret sana, jepret sini. Setiap sudut suguhan alam yang ditawarkan memiliki keindahan dan karakteristik yang berbeda. Apalagi saat itu ditunjang dengan sinar mentari yang sejuk. Diayomi langit biru dengan serakan awan putih. Padang rumputnya dibungkus bunga warna warni. Keren abis!
Oia, lembah Sonamarg ini kita lewati jika kita menuju ke Leh Ladakh lewat darat. Ladakh selain memiliki panorama cold desert yang menawan. Juga dikenal sebagai tempat shooting film India 3 idiot yang diperankan oleh abang Amir Khan. Semoga emak diberikan kesempatan lain untuk menjelajah Bumi Kashmir lainnya. Amien Ya Rabb.
Alhamdullilah, Emak berbagi Keindahan Sonamarg yang tayang di Koran Kompas KLASS di rubrik Pelesir hari Jum’at tanggal 12/12/2014.
Nah, The best Himalaya Glacier berada di Sonamarg. Ketika jelajah Himalaya Utara, kinclongnya panorama di sonamarg ini sampe bikin habis memory kamera. Tiap langkah jepret sana, jepret sini. Setiap sudut suguhan alam yang ditawarkan memiliki keindahan dan karakteristik yang berbeda. Apalagi saat itu ditunjang dengan sinar mentari yang sejuk. Diayomi langit biru dengan serakan awan putih. Padang rumputnya dibungkus bunga warna warni. Keren abis!
Oia, lembah Sonamarg ini kita lewati jika kita menuju ke Leh Ladakh lewat darat. Ladakh selain memiliki panorama cold desert yang menawan. Juga dikenal sebagai tempat shooting film India 3 idiot yang diperankan oleh abang Amir Khan. Semoga emak diberikan kesempatan lain untuk menjelajah Bumi Kashmir lainnya. Amien Ya Rabb.
Alhamdullilah, Emak berbagi Keindahan Sonamarg yang tayang di Koran Kompas KLASS di rubrik Pelesir hari Jum’at tanggal 12/12/2014.
Tertarik berkontributor di Kompas KLASS untuk Rubrik Pelesir, ini dia caranya :
- Berbeda dengan rubrik jalan jalan lain. Dimana kita nulis artikel menceritakan pengalaman selama perjalanan dan keindahan tempat tersebut. Dan sebagai penunjang kita kirim foto fotonya.
- Di Kompas KLASS, Foto bercerita yang menjadi insight untuk pembaca. Jadi, pilih 10 (bisa kurang atau lebih) foto yang keren, kecilkan filenya. Tulis caption cerita dibalik foto tersebut.
- Jangan hanya foto keindahan saja. Ambil sudut unik kota tersebut. Misal sudut pasar, pakaian adat, kebiasaan Masyarakat setempat, Makanan Khas, hiburan atau transportasi unik ditempat tersebut.
- Bikin dua atau tiga paragraf pembuka yang menjadi cetar jalan cerita insight foto foto tersebut. Ditambah sekelumit info mengenai tempat wisata.
- Kirim ke klass@kompas.com
Happy Ngebolang Mbolangers...
Ketika mentari menyapa bumi, perlahan menguak keindahan Dal lake berlatar belakang pegunungan Himalaya dengan pucuk pucuk saljunya.
Daya tarik Dal Lake yang berada di Kashmir India ini memang tiada matinya. Danau Dal yang luas dan kinclong berada dalam pelukan Sang Himalaya. Penduduk kashmir yang ramah. Hawa dingin dan segar menembus paru paru. Deretan rumah kapal mengambang diatas Danau. Aroma Danau yang menenangkan Bak aroma terapi alami. Berseliweran Shikara atau Gondola nyaman dengan tempat duduk yang empuk plus dihiasi kelambu warna super ngejreng.
Pas
lagi ngetrip ke Kashmir sama LOL Bakpacker’s. Emak cuman kepikiran Nyruput Chai
hangat, makan omelet sama Tarik selimut Tebal. Nyaman, bobok pules, bawaanya cuman
pingin bersantai alias ara arasen J . Baca
Buku sambil melihat Rantai pegunungan Himalaya dengan pucuk pucuk saljunya
membentang cantik di pelupuk mata dari pintu jendela rumah Kapal.
Kashmir
memang nganenin. Klo pun ngetrip kesini, rata rata 3 hari. Percayalah, nggak
cukup 3 hari. Maunya sebulan bersantai disini, tanpa melakukan banyak
aktivitas. Bersantai dan membaca buku
... wah beneran surga dunia. Ditambah lagi cowok kashmir yang super duper
cakep. Ihirrrrr mata emak jadi bercahaya *diplototin Suami*. Jujur,
kecakepan cowok kashmir nih mendunia. Dengan wajah putih bersih (Nggak bule) .
Blasteran antara eropa dan Asia. Dengan Sorot mata yang tajam menusuk hati *fall*
. Rambut hitam yang tebal. Warna mata yang coklat hitam Tajam. dengan perawakan
wajah yang tegas dan macho alami. Yang bikin emak mana tahan tuh hidungnya,
mancung minta ampun. Emak jadi kengan balik lagi ke Kashmir.
Tak
jarang banyak penulis terkenal dari berbagai negara mencari inspirasi dan
tinggal berbulan bulan di Danau dal. Suasana yang tenang, nyaman, jauh dari
polusi dang hingar bingar kehidupan kota. Membuat aktifitas menulis menjadi
sangat sangat menyenangkan dan mengalir bak aliran sungai. Waktu emak tinggal
di Danau Dal. Emak kenalan ama si Key (entah gimana penulisan namanya) . Dia
novelis dari Amerika yang sudah 2 bulan lamanya tinggal di Danau Dal. Pemilik
Rumah perahu yang dia tinggali sudah kayak keluarga sendiri. Emak tanya ke Dia,
sampai kapan tinggal di Danau Dal ? Dia cuman bilang ‘ I don’t Know’ sambil menggeleng dengan senyuman.
Dal
lake yang Tenang dan hening emak tuangkan Dalam Artikel perjalanan Yang dimuat hari
ini tanggal 26 Oktober 2014 di harian Suara Merdeka J Mejeng Lagi di Koran ini. Siapa tahu Emak dikasih kesempatan untuk bertandang lagi ke kashmir. Tinggal di Dal Lake dan menghasilkan karya Tulis yang Bombastis, Aamien. Keep Positif aja Deh.......
Masjid
megah, unik dan besar yang didirikan pada abad ke 16 ini berada di Kawasan Kota
Tua Delhi, India. Shah Jahan, Beliau pendiri Masjid yang akrab dikenal
sebagai Jamaah Masjid. Tahu kan, kepedihannya menghasilkan Mahakarya spektakuler
Taj Mahal.
Tak
kalah dengan Taj Mahal, Masjid tua yang didominasi warna merah bata ini mampu
menyedot jutaan wisatawan setiap tahunnya. Hal yang biasa, ketika memasuki
masjid melihat bule mengenakan sarung (laki-laki) sedangkan perempuan memakai
baju ala Rama Aipama.
Emak
bersama keluarga, paling sering menghabiskan waktu disini. Masjid bertipe terbuka ini memang luas,
sanggup menampung hingga 25.000 jamaah sekaligus. eh mak masjid bertipe terbuka
itu yang gimana? jadi klo masjid di Indonesia kan kebanyakan keseluruhan
ruangan tertutup atap. Nah, klo masjid terbuka, hanya bagian depan atau mighrab
saja yang tertutup oleh atap kubah. Bagian lainnya terbuka beratapkan langit J Hanya bagian pinggir (tepi)
dikelilingi oleh tembok dengan jajaran ratusan pilar berukir.
Bisa
dibayangin betapa sejuk, semriwing trecep trecep J. Menariknya lagi bagian tengah masjid
terdapat kolam. Dilengkapi dengan air mancur yang berfungsi untuk wudhu.
Uniknya lagi ada pada arsitektur dan design yang bisa dibaca lengkap disini.
Pesona Keindahan masjid I-Jahan-Numa di koran Suara Merdeka di rubrik Jalan
jalan, hari ini tanggal 28 September 2014.
Alhamdullilah,
artikel emak berturut turut tampil di koran ini. Minggu kemarin emak bercerita
tentang secuil Afrika ditanah Jawa. Kalau pingin kirim cerita perjalanan di koran
ini, caranya disini.
Oh
ya, di Masjid ini si kecil paling suka main kejar kejaran ama burung dara.
Diujung sebelah kiri masjid. Ada tempat buat kasih makan ratusan burung dara. Senengnya
minta ampun, lari lari kesana kemari pingin nangkepin burung dara J. Berada di masjid
I-Jahan-Numa yang berarti World Reflecting Mosque seolah terlempar ke masa lalu. Selain belajar
sejarah, didalam masjid saya bisa bersujud menjalankan shalat, Menghamba kepada
yang Esa. Nyaman, teduh dan menyenangkan.
Keistimewaan Qutub minar lainnya adalah pada arsitekturnya. Menara terbuat dari tatanan batu bata merah yang tersusun rapi, teliti, tanpa besi, rapat, tepat dan nyaris sempurna tanpa cacat. Meskipun tanpa besi beton, menara masih tetap berdiri kokoh diatas pondasi batu yang kuat.
Tembok menara di design dengan lengkung dan segitiga silih berganti
hingga berbentuk bulat. Dipercantik
dengan ukiran batu menghiasi setiap dinding. Ukiran berbentuk bunga, bintang,
geometry dan kaligrafi ayat ayat Al-Quran mengikuti lekuk setiap batu.
Tertarik dengan tempat cahaya Islam nya negara India ini, Baca diE-pappernya Harian Suara Merdeka di sini ya......
- Panjang tulisan maksimal 6000 karakter (bukan kata) tanpa spasi.
- Biasanya emak pakai huruf Arial, ukuran 12.
- Cerita bisa Dalam atau Luar negeri.
- Kirim sekitar 3- 5 foto kerennya yang menggambarkan isi perjalanan ukuran 500 kb
- Please ya, jangan!!!!! kirim foto narsis apalagi selpie selpie an.
- Bikin surat pengantar di badan surel dengan baik dan sopan.
- Artikel dan foto kirim dalam attachment.
- Kirim ke satasuaramerdeka@yahoo.co.id
--------------------------------------
Di kawasan Old Delhi terdapat dua jejak peninggalan peradaban Islam
yaitu Jama’ Masjid dan Lal Quila. Kedua
tempat tersebut terlihat megah dan besar diantara beberapa bangunan tua yang
mengelilinginya. Letak keduanya juga cukup dekat, Jama Masjid tepat berada diseberang
jalan kawasan komplek Lal Quila.
-----------------------------------------
Mengunjungi seluruh jejak peradaban Islam di kota delhi tidak cukup ditempuh
dalam waktu sehari atau dua hari. Selain tempat tempat yang telah saya sebutkan,
masih banyak beberapa tempat jejak peradaban Islam yang tersebar di kota Delhi.
Diantaranya adalah Purana Quila atau old fort, Safdarjung tomb dan Lodhi Garden.
Nah Sekelumit artikel emak yang tayang di harian Republika dalam rubrik
leisure. Selengkapnya baca di E-papper Republika ya...
Mau tahu, Bagaimana kirim Artikel Jalan jalan ke Republika, nah ini emak copy paste dari editornya :
Terima kasih atas keinginannya berkontribusi dan mengirimkan tulisan Jalan-Jalan kiriman pembaca, ya.
Sebenarnya ada dua bagian Jalan-Jalan di Leisure. Yang muat di halaman 10 dan 11 adalah tulisan tentang perjalanan secara umum. Bisa berupa liburan ke museum di Singapura atau liburan ke Phuket. Karena tulisannya dimuat dua halaman, jadi kebutuhan karakternya minimal 7.500 karakter sampai 11.000 karakter.
Apa yang bisa ditulis?
1.
Tentunya apa yang dirasakan, dilihat, dinikmati selama liburan. Misalnya, selama ke Phuket ke mana saja.
2.
Halaman Jalan-Jalan memuat pula panduan singkat yang diberi judul besar Naik Apa. Sesuai judulnya, tulisannya memuat tips memilih airlines atau season yang paling tepat. Kemudian berapa sih biaya VISA (jika diperlukan). Termasuk harga hotel yang ditinggali dan kira-kira berapa total biaya yang dihabiskan selama liburan, untuk pesawat, hotel, makan, dan transportasi. Biayanya diluar suvenir. Ini tujuannya untuk memberi gambaran bagi pembaca lain, berapa kira-kira yang harus disiapkan untuk negara tujuan wisata.
3.
Sertakan aneka tips perjalanan. Kira-kira bentuknya, Do’s and Dont’s. Misalnya, kalau ke Paris apa yang harus diperhatikan dan apa yang harus dihindari.
Secara umum tulisan Jalan-Jalan intinya seputar itu. Dengan fokus utama poin ke satu.
Jangan lupa sertakan foto dalam resolusi sedang sebanyak-banyaknya. Minimal tujuh foto dan satu lagi foto diri.
kirim ke leisure@rol.republika.co.id













