Jelajahi Lembah Marhi di Puncak Himalaya

14:17:00

Rohtang Pass


Serak pegunungan Himalaya bertudung salju terlihat gagah. Seram tapi menenangkan. Ganas tapi lembut. Misterius Yang Membius.

Gugus pegunungan Himalaya di negara India membentang dari Utara hingga ke Timur. Wilayah Jammu Kashmir di sebelah Utara hingga Sikkim disebelah Timur berbatasan dengan negara Nepal dan Bhutan. Puncak Himalaya terkenal akan keabadian saljunya menjadi idola wisatawan dunia.

Salah satunya Rohtang pass. Sebuah lembah berkarpet salju berada di propinsi Himachal Pradesh di Distric Kullu Manali. Rohtang Pas ialah puncak jalan tertinggi menghubungkan propinsi Jammu Khasmir dan Himachal Pradesh.

Kota Manali menjadi pintu gerbang menuju Rohtang pass. Kota Manali dijuluki lembah Dewa. Sampai di kota Manali kami menyewa Jeep menuju Rohtang Pass. Jeep berbiaya 2100 Rupees atau sekitar Rp. 500.000 berkapasitas 6 orang. Berjarak 51 KM sebelah Utara kota Manali.

Sayang, ketika kami menyewa Jeep, tempat penyewaan mengatakan bahwa kawasan Rohtang Pass masih tertutup untuk umum. Tiga hari sebelumnya terjadi badai salju. Puluhan Jeep dan wisatawan terjebak dalam Salju tebal. Kami diizinkan menjelajah hingga Kawasan Marhi. Dikenal juga sebagai Snow Point. Berjarak 10 KM saja dari Rohtang Pass.

Keesokan harinya, waktu tepat pukul 5 Pagi. Jeep yang kami sewa menjemput di depan hotel. Dinginnya air seperti lelehan air es, menampar wajah yang masih terkantuk dalam dekapan selimut hangat.

Perjalanan membelah kota Manali yang masih sepi. Kawasan Marhi dibuka bulan Mei hingga Oktober. Kami datang dipuncak musim panas di bulan Mei. Saya seyogyanya memakai baju rangkap tiga, jaket dan shawl, masih merasakan ganasnya udara dingin menembus pori pori.

Membelah Sungai Vyas
Tak lama berselang, sang surya menyambar garis kehidupan di bumi dengan kilaunya bersemu jingga. Sinar mentari nampak bagaikan kilaun cahaya diatas sungai bening seperti kaca. Melintas diatas jembatan berangka besi yang panjang. Dibawahnya mengalir dengan derasnya Beas river atau lebih akrab dikenal dengan sungai vyas. Sungai yang berasal dari glacier es pegunungan Himalaya.

Beas river bagaikan jantung kehidupan. Mengalir sepanjang jalan raya. Terserak bebatuan berukuran jumbo hingga kerikil. Perkebunan buah tumbuh subur. Resort dan hotel mewah bertengger di lereng lereng perbukitan di sepanjang aliran sungai.

Pemandangan alam bak sebuah lukisan. Membuat mata saya yang tadinya masih terkantuk. Tiba tiba berbinar, menikmati setiap lintasan alam dan mengabadikannya dalam lensa kamera. Sepanjang perjalanan kami ditemani derasnya Beas river.

Jalanan semakin menanjak dan meliuk liuk. Suguhan alam pedesaan dengan rumah rumah kayu dikelilingi perkebunan apel. Jalan yang dipenuhi dengan tempat persewaan sepatu boot dan jaket tak nampak lagi. Berubah menjadi pemandangan pohon pinus menjulang.

Bagaiman cara menuju Rohtang Pass
Jalanan Meliuk  dan menanjak tajam

Manali
Suasana Pedesaan

Sungai Vyas
Melewati jembatan berlatar belakang perbukitan diselipi air terjun

Nampak air bening mengalir dari pucuk pucuk bukit bersalju. Meliuk membelah perbukitan bagaikan ular putih menuruni bukit. Air mengalir terjun bebas diantara bebatuan besar.

Disebelah kanan jalan tebing berbatu. Mirip sebuah tembok yang menahan tanah longsor ke jalanan. Saya sedikit was was, jika tiba tiba terjadi longsor dan bebatuan besar ini menimpa jeep. Jalanan sedikit berbatu dan becek. Disebelah kiri sebuah jurang lebar dan berujung di Beasriver.

Beas River
Beas River Dengan Panorama gugus pegunungan bersalju


Perjalanan Diterjang Badai Es
Setelah 30 menit perjalanan, pemandangan berganti. Tak nampak lagi bebatuan cadas di perbukitan. Pepohonan lebih pendek dengan warna daun hijau sedikit kekuningan. Ranting ranting berwarna putih. Tak nampak satupun rumah.

Rantai pegunungan Himalaya dengan selimut saljunya membentang luas tak berbatas. Jurang menganga semakin tajam dan lebar. Jalanan begitu lengang. Saya hanya bisa berdoa, semoga perjalanan kami lancar lancar saja.

Seketika itu mendung gelap mengejar kami. Nampak dari spion jeep mendung menghapus langit biru dengan warnanya gelap abu abu. Jalan satu satunya yang menghubungkan Leh dan Manali. Terkenal akan cuacanya yang dahsyat dan mematikan. Badai salju dan hujan kerap tiba tiba datang. Membuat wisatawan terjebak dalam mobil semalaman.

Kami datang di musim panas. Waktu yang tepat dan aman mengunjungi Himalaya. Tak dapat menghindari dahsyatnya cuaca pegunungan dan badai yang siap menghajar laju roda jeep.

Gerimis mulai datang, mendung sudah menyapu semua langit biru didepan kami. Bapak sopir yang tadinya membiarkan pintu jendela kaca jeep terbuka, tiba tiba menutup jendela. Udara semakin dingin mencubit kulit.

Tiba tiba hujan deras datang. Disusul hujan es menerjang jeep kami. Tak tok tak tok, suara terjangan hujan es bagaikan sebuah batu yang dilempar kearah jeep kami. Setiap terjangan es, membekas putih di kaca. Bagaikan sebuah kaca retak membentuk design bintang.

Jarak pandang pendek disertai kabut. Membuat kaca kami berembun terus menerus. Kami sigap membantu bapak sopir membersihkan kaca jendela Jeep. Sebuah sapuan di kaca, nampak jurang menganga begitu dalam.

Tak nampak satupun kendaraan didepan ataupun di belakang kami. Suasana begitu mencekam. Kami yang biasanya saling canda dan tertawa. Hanya terdiam, berdoa sesekali membersihkan  kaca kami yang terus berembun.

Terus melaju dalam terjangan hujan es dan angin. Ditambah perut kami yang lapar. Akhirnya kami terlelap dalam tidur.

Selama hampir 20 menit kami tertidur. Tiba tiba Jeep kami berhenti. Masih terlihat gerimis di luar. Mata terbelalak, kami kaget dan tidak percaya apa yang kami lihat di depan kami. Antrian ratusan mobil memenuhi jalanan perbukitan.

Meliuk berbentuk terasiring. Antrian mobil dan jeep yang didominasi warna putih ini bagaikan ular membelit perbukitan tanpa kepala dan kamilah ekornya. Satu persatu jeep berdatangan dibelakang kami. Kemacetan bertambah parah.

Bapak sopir kemudian bertutur bahwa masih membutuhkan waktu sekitar 4 sampai 6 jam membelah kemacetan dan mencapai puncak. Kami hanya saling pandang dan tersenyum. Sadar, kenapa kami diharuskan berangkat jam 5 pagi.

Meskipun berangkat sepagi mungkin. Kami masih menghadapi antrian kendaraan yang mengular. Tidak ada pilihan lain, selain melanjutkan tidur mengingat diluar masih gerimis dan angin dingin.

The Way to rohtang PAss
Menatap maut diujung Jurang menganga

waterfall at Himalaya
Salah satu air terjun terlihat selama dalm perjalanan


Manali Sightseeing
Deretan Antrian mobil memenuhi pegunungan Himalaya



Tembok Salju
Tiba tiba suara klakson mobil terdengar begitu berisik. Kami yang terlelap tidur, akhirnya terbangun. Ketika mata ini terbuka, tembok salju berukuran jumbo sepanjang jalan.

Kemacetan bertambah parah. Jalanan yang sempit. Disebelah kanan tembok salju. Sedangkan disebelah kiri jurang yang begitu dalam. Ditambah jalanan yang becek dan licin setelah hujan.

Arus balik terlihat dari depan. Wisatawan yang entah pukul berapa mereka datang. terlihat balik ke arah kota dan meninggalkan lokasi wisata. Beberapa polisi mengatur arus jalan diatas pegunungan Himalaya yang berselimut salju. Kami yang tak sabar menyaksikan keindahannya. Segera turun dari mobil dan memutuskan berjalan kaki.

Jalan terjal menuju Rohtang Pass
Brrrrr..... Jalanan Super dingin membelah tembok salju

Melewati tembok salju. Menerjang gerimis dan angin dingin. Melewati deretan jeep dan memecah kemacetan jalan. Akhirnya kami berhasil menjejakkan kaki di Marhi Snow Point. Berada di Altitude 4111 Meter. Diapit dua lembah kembar Lahaul dan Spiti.

Terdapat waduk berukuran besar yang menampung air dari glacier. Nampak seperti danau dengan warnanya yang kehijauan. Dikelilingi gugusan bukit bersalju yang memiliki karakteristik berbeda. Lekuk potret kecantikan Himalaya di Marhi snow point bagaikan sebuah Wallpaper tersaji indah didepan mata.

Disebelah kanannya sebuah bukit dengan rumput hijau bebatuan bergaris salju. disebelah kiri perbukitan gersang dengan pucuk saljunya. Berlatarbelakang perbukitan berselimut salju. Berjajar beberapa tenda yang menjual makanan seperti mie rebus, jagung bakar, roti bakar, omelet dan chai ialah teh ala India yang diseduh dengan susu.

Banyak permainan yang ditawarkan disini. Seperti bermain ski, Jetski, plosotan menggunakan ban bekas dan kayu hingga menaiki Kuda dan Yak.  Hewan  gendut, berukuran seperti sapi dengan bulunya yang panjang dan lebat. Yak hanya kita jumpai didataran tinggi sekitar Himalaya saja.

Dari puncak Marhi Snow Point. Terlihat gugusan pegunungan Himalaya yang luas tak berujung. Puncak puncaknya yang penuh misteri, eksotik dan juga pesona keindahan yang menarik setiap mata untuk menjejakinya.

Explore Himalaya
Puncak yang misterius dan Membius

Himalayan Woman
Wanita Lokal menjual souvenir

Rohtang Pass
Menuju Rohtang Pass

neikmati salju di India
Lokasi bermain salju

Hewan pegunungan Himalaya
Yak, hewan asli pegunungan Himalaya

Tips

  • Gunakanlah sepatu khusus untuk berjalan diatas salju agar terhindar dari jatuh atau terpeleset. Gunakanlah pakaian, jaket tebal dan sarung tangan. Jika tidak punya, kita bisa menyewa dengan biaya 200 hingga 250 Rupees.
  • Bawalah makanan dan minuman yang cukup selama perjalanan mengingat Antrian yang panjang dan lama diatas pegunungan. Ditambah, tidak ada penjual makanan selama perjalanan, hanya di sekitar Marhi Snow point saja.
  • Bawalah tissue dan shawl atau kain penutup. Tidak ada toilet umum disana.  Keperluan buang air besar dan air kecil dilakukan dibalik batu dengan menutupkan shawl.
  • Jika kamu tertarik untuk melanjutkan ke Rohtang pass. Dari Marhi Snow point ada jalan short cut. Cukup berjalan kaki dengan jalanan menanjak dipenuhi salju. 





You Might Also Like

18 comments

  1. Nanti kita ke Manali ya mbak... Pemandangan yang di Beas River itu cakep banget...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayoooo lah, sebulan juga nggak papa Jelajah Manali, masih banyak yang kece :)

      Delete
  2. Saya tau kalo himalaya masuk wilatah India, tapi selalunya benak saya india itu panas debu macet. Pas baca ini dan postingan mbak zulfa lainnya India itu ada ijo-ijonya juga ada dinginnya juga, ahhh cetek pikiran saya haahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe Iya, kalau di kotanya berdebu soalnya tekstur tanahnya begitu.
      Hayoooo lah Kesini banyak yang adem adem dan bikin kesemsem hati :)

      Delete
  3. "Astagfirullah... masyaAllah" sahut bapak yang ada di samping supir ketika melihat hujan es. Lha dia yang penduduk lokal aja kagok apalagi kita haha. Tapi seneng juga akhirnya ngerasain pengalaman itu. Ntah kapan akan dapet hujan es lagi. *ke Eropa dong ah hwhwhw. Amiiiinnn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, jurangnya itu lo Ya, dalam banget. Merinding disco.
      InsyaAllah, Aamiin

      Delete
  4. Replies
    1. Banget. pingin kesana lagi :)

      Delete
  5. ini bagian india yg pgn aku dtgin... bukan kotanya... yg adem2 ginikan enak ya mba ...di jkt udh kenyang ama cuaca panas dan berdebu soalnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, sekalian cari tempat yang bener bener beda dari Indonesia. Apalagi lihat yang dinginnya salju brrrrr

      Delete
  6. impian nih ... travelling ke sini ...
    mudah-an bisa kesampean dalam waktu dekat .... aamiin ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga disegerakan ya......

      Delete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Sofyan Hidayat has left a new comment on your post "Jelajahi Lembah Marhi di Puncak Himalaya":

    Selalu ada salju di sana ya mbak kapanpun itu ?
    Wah jadi pengen kesana

    @Sofyan.... Iya, InsyAllah selalu ada disini :)

    ReplyDelete
  9. Masyaallah....kereeennn..... daridulu aku kepengen banget ke bagian India yg bersalju2 gini. Baca postingan2 emak bikin.makin.ngiler...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget mbak, kalau disuruh kesini lagi nggak nolak meski dinginnya menampar

      Delete
  10. indah sekali, pingin kesana rasanya

    ReplyDelete
  11. Wow...bikin saya Pengin pergi Ke sana...Tengkyu mba

    ReplyDelete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram