Tenggelam Dalam Museum Kapal Selam

15:00:00


Merupakan Monumen Kapal Selam terbesar di kawasan Asia

Ibarat teman dekat, sering berjumpa tapi tak pernah menyentuh relung  hati. Sering melewati Monumen kapal selam  yang berada di jalan  Pemuda, Surabaya tapi nggak pernah masuk kedalamnya. Parahnya lagi, saya sering ke Surabaya Mall yang berada tepat disampingnya. Super parah lagi, ketika saya mbolang  dengan menggunakan naik kereta  seringnya lewat stasiun Gubeng yang juga berdekatan Monumen Kapal Selam. Terlalu!

Kadang saya juga merasa  kurang ‘nasionalis’, monumen yang jauh disana udah dijamah tapi monumen selemparan mata dicuekin aja. Sama dengan hidupku, nikah sama orang jauh di negeri Mahabharata tapi sahabat yang sabar menanti malah dianggurin. Eaaaa, malah ngelantur ngalor ngidul, apa coba hubungan antara teman dan monumen ?

Jadi, sebenarnya waktu  berencana pulang ke tanah air terbesit keinginan  saya untuk posting artikel tematik. Misal tentang satu kota, sekalian urut posting tentang tempat wisata dan kulinernya. Jadi para penggemar blog ini bisa megikuti alur cerita perjalanan ala sinetron Indonesia. Dan ‘lokasi shooting’ nggak jauh jauh dari rumah juga. Nggak enak sama Ibu tercinta. Udah ditinggalin lama ngendon diluar negeri, masak pulang kerumah trus ditinggalin ngebolang. Kalau Ibu marah bisa bahaya, saya bakalan dikutuk jadi emak tercantik sejagat raya *dadadadaalamissuniverse.

Baiklah. Jika sebelumnya saya sudah menceritakan tentang pengalaman jelajah pulau Menjangan kemudian berlanjut dengan kelana dan tualang rasa di Kota Semarang, sekarang saya akan posting tentang tempat wisata dan kuliner di kota Pahlawan, Surabaya. Kebetulan, tanggal 10 November ini bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Saya datang ke Monumen kapal selam  atau akrab disebut Monaskel bersama dengan Erlita. Sejenak setelah memarkir kendaraan, terdengar suara klakson membabi buta. Ditambah dengan nyanyian menggema. Melintas rombongan Suporter Persebaya berkaos hijau melintas dengan motornya. Ramai!.

Harga tiket masuk Rp. 10.000 sudah ditangan. Menatap Monumen  kapal selam hati saya jadi belang belang karena kapal selam lagi di ketok magic, banyak dempulan sana sini. Kapal selam yang dijadikan Museum ini adalah salah satu Kapal Selam Republik Indonesia bernama Pasopati – 410  (bukan replika) yang dibuat tahun 1952 ini made in Rusia. Besar sekali, dengan panjang 76 meter dan lebar 3,60 meter.

Menanjaki undakan, kami masuk kedalam perut kapal. Udara dingin menyeruak. Dalam lambung kapal ini dibagi menjadi beberapa bagian (ruangan). Disebelah kanan (ujung) terdapat  ruangan Torpedo haluan dengan empat buah  peluncur Torpedo. Berfungsi untuk meluncurkan torpedo sesuai dengan sasaran. Dilengkapi dengan berbagai peralatan dan petunjuk. Nampak ruwet dengan sambungan pipa pipa kecil, kompas, alat pemutar dan masih banyak detail detail lainnyanya.

KRI pasopati ini betugas untuk menghancurkan garis musuh, mengawasi dan menyergap secara diam diam. KRI Pasopati mulai beropasi tahun 1962 dan ikut berperan  mempertahankan hukum kelautan, berpartisipiasi dalm 28 operasi termasuk Trikora di Irian Jaya sampai akhirnya dipensiunkan pada tahun 1987.

Selanjutnya terdapat ruang tidur bintara. Tempat tidurnya kecil  bertingkat dan memanjang. Berasa sempit dan nggak bisa gerak. Mengingatkan saya akan tempat duduk mikrolet. Bayangka! Dalam satu kapal dahulunya mengangkut hingga 63 awak kapal. Disi lainnya terdapat meja yang panjang. Diatasnya beberapa pipa pipa memanjang dan saling berhubungan. Tampak begitu sempit.

Berdekatan dengan pintu terdapat Periskop yang digunakan untuk melihat kapal pada saat kapal menyelam dikedalam hingga 13 meter. Kemudian Pompa hidrolik berfungsi untuk mengubah energy mekanik menjadi energy hidrolik. Dan juga Bilik Hitung (TSL) digunakan untuk menghitung jarak Torpedo ke titik sasaran. Juga ruang lainnya seperti Ruang Sonar, Ruang Diesel, Ruang mesin listrik,  juga ruang makan dan ruang dapur.









Nah, ini. Dari satu ruangan ke ruang lainnya terhubung  dengan satu saja. Berbentuk  bulat dan sangat rendah. Kira kira setinggi  dada. Jadi harus menunduk ketika melewati. Kalau badanya langsing sih gampang gampang aja melewatinya. Kalau gendut kayak saya. Ampun, dah. Kalau kepala dulu, kaki susah amat ngangkatnya, perut serasa tertekan dan tersangkut. Kalau kaki duluan, takut nih celana robek dan kepala kejedok. Duh! Jadi selama melewati pintu itu aku nungguin semua orang lewat terlebih dahulu, biar nggak antri nungguin saya yang ribet amat bawa badan segede kapal selam ini. Itulah mengapa para tentara harus tetap fit dan langsing.

Sejenak menelisik seluruh perut kapal sudah membuat saya sesak, terlalu kecil dan pengap. Nggak bisa bayangin gimana dengan kehidupan para tentara yang tinggal berbulan bulan. Dengan fasilitas yang sangat minim. Ditambah dengan berbagai detail seperti kabel dan pipa dan banyak peralatan lainnya yang memenuhi  tembok dan juga langit langit lambung kapal.

Pintu keluar berada diujung  Kapal yang lainnya dengan ruang Torpedo di ujungnya. Jika tadi berdekatan pintu masuk terdapat empat buah peluncur Torpedo, di bagian ini hanya terdapat dua peluncur Torpedo saja. Selain Museum kapal selam  di kawasan ini juga terdapat ruang untuk menonton film (video rama)yang sudah termasuk kedalam harga tiket masuk. Video rama menyajikan film sinematik dan dilengkapi sistem suara stereo akan membawa imajinasi kita menyatu dengan film mengenai Kapal Selam KRI Pasopati 410 disaat menjalankan tugasnya.

Juga terdapat kolam renang untuk anak anak, music life dan juga ada tempat duduk santai disepanjang Sungai Kalimas. Yang duduk disini kebanyakan pasangan muda mudi. Jika datang malam hari kawasan kapal selam ini menawarkan panorama yang berbeda dengan hiasan lampu lampu cantik.

Setelah mengunjungi Monumen kapal Selam, timbul perasaan haru dan begitu menghargai Pahlawan yang telah mengorbankan hari harinya bertugas di dalam kapal ini.  Tak hanya berjejalan dalam lambung kapal yang sempit. Juga jauh dari keluarga mengarungi Samudra. Mempertaruhkan Jiwa raga demi keutuhan negara Republik Indonesia Tercinta.

Museum Kapal Selam Surabaya
Jl. Pemuda No.39 Surabaya
Jam Buka : 8 Pagi – 10 malam.







You Might Also Like

18 comments

  1. Wah, sepertinya seru.. Sayang jauh di surabaya. Hi
    Itu kolam renangnya di dlm kapal mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang embak dimana? Semoga bisa bisa main main ke Surabaya, ya.
      Kolam renangnya berada disamping kapal selam.

      Delete
  2. keren bener museum kapal selam ini ...
    bawa anak kesini pasti seneng banget ya ... bapaknya juga seneng ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lebih cocok kalau buat keluarga.
      Anak anak seneng banget, setelah lihat kapal bisa berenang di kolam renang sebelah kapal selam

      Delete
  3. Ini yang kita lewatin deket sungai yang ada orang naik kapal *dan bikin iri karena mereka berpasangan :p ?

    Kayake aku diajakin mampir kagak mau. Next time yaaaaaaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuuuuu. InsyaAllah kalau ke Satsiun Gubeng, Surabaya kita mampir kesini museum Kapal selam Dulu, ya

      Delete
  4. Replies
    1. Banget, lumayan sekalian belajar ilmu perkapalan :)

      Delete
  5. Aku limang taun nang suroboyo weruhe yo cumak te pe, karo galaksi mol. Hadehhhhh. Nyesel deh. Btw, moco iki, kok aku mabyangno pempek kapal selam, yo! *colek Taro*. ira

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hadeh, Mbak sampeyan biyen waktu kuliah kakean belajar mbak.

      Hehehe, dibalang empek empk kapal selam karo tarie :)

      Delete
    2. Orak usah colak colek *mlengos karo ngemil lunpia

      Delete
    3. Sing diomongno iku empek empek , Duduk Lunpia.
      Tapi lunpia pancen cocok karo empek empek *dibalangkapal

      Delete
  6. Besar juga dalamnya ya.
    Aku selama ini ngira isinya itu telor aja

    #pempekkapalselam

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, kebanyakan maem empek empek kapal selam, eh aku pulang kampung kemarin belum makan empek empek, hiks

      Delete
  7. Ironisnya, aku belum pernah sekalipun mampir ke sini... :(
    Pengen nanti kalo mudik mampir kesini ngajak anak-anak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkw, Sama mbak, Aku kesini pertama kali, padahal lewat depannya berkali kali.
      Iya, sekalian ngajak berenang disini.

      Delete
    2. kalau ke surabaya pingin main kesana, seru liatnya

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram