Terpana Keajaiban Istana Golconda

06:30:00


Jalan jalan ke Hyderabad
Istana yang menjadi jejak peradaban Islam di India ini memiliki Keajaiban arsitektur sekaligus menjadi legenda sebagai pusat penghasil permata terbaik di Dunia

India  tak hanya tentang sungai Gangga dan kuil tua dengan deretan patung Dewa. Di Kota Hyderabad yang berada di selatan India terdapat Istana tua berdiri sejak abad ke 15 dibangun oleh Dinasti Islam Quth Shah. Istana berarsitektur megah membentuk terasiring membungkus sebuah bukit  ini tak hanya berdiri kokoh diatas pondasi batu alami berukuran jumbo serta dikelilingi puluhan kilometer benteng kokoh tapi juga sebagai tempat penambangan batu permata legenda dunia.

Sejarah Istana Golconda
Sebelum istana dibangun megah seperti saat ini, awalnya berupa sebuah benteng yang dibangun pada tahun 1143. Pada saat itu daerah tersebut dipimpin oleh Dinasti Kakatiya. Legenda bercerita bahwa ada seorang anak gembala menemukan Idola nya di  sebuah bukit. Ketika mengetahui hal ini, Raja Kakatiya  memerintahkan membangun sebuah benteng terbuat dari tanah lumpur. Benteng tersebut akhirnya dikenal sebagai Gollo Konda, dalam bahasa telugu, bahasa lokal daerah tersebut Gollo Konda berarti Shepherd’s Hill atau bukit gembala.

Pada tahun tahun berikutnya, benteng menjadi medan pertempuran sengit antara tiga kerajaan. Pada puncaknya dimenangkan oleh Kesultanan Islam Bahmani. Dan menjadi ibukota dari seluruh propinsi dibawah kekuasaan Sultan Bahmani.

Pada tahun 1518 Quli Qutb Shah menyatakan  merdeka dari Kesultanan Bahmani yang pada saat itu mengalamani kemunduruan. Dan menjadikan Golkonda atau Golconda sebagai kursi kekuasaanya. Bertahun tahun sultan Qutb Shah memperluas dan membangun istana hingga menjadi megah seperti saat ini.

Tembok  dan 18 benteng pertahanan
Pintu gerbang pertahanan menjulang tinggi berbentuk setengah lingkaran menyambut kadatangan wisatawan. Menampakkan kokohnya lini pertahanan istana. Melewati pintu gerbang, mata seola digiring memasuki sebuah lorong. Dimana kedua sisi jalan menjulang tembok dari bebatuan alami. Pintu Gerbang menyatu dengan benteng pertahananan istana membentang sejauh 10 KM. Dan menyatukan 18 pintu gerbang  lainnya yang menyebar diseluruh bagian luar istana.

Masuk kedalamnya terdapat deretan toko dan rumah penduduk yang padat. Menawarkan nuansa kehidupan masa lalu yang sarat akan kehidupan yang agamis nan tenang. Untuk memasuki istana wisataan asing dikenakan harga tiket 100 Rupees atau sekitar Rp. 25.000.

Sebuah taman berkarpet rumput hijau terhampar luas di kaki tembok benteng istana. Disebelah kiri benteng istana terbuat dari batuan alami berwarna coklat abu abu menjulang setinggi 7 meter. Disebelah kanan deretan tembok bergaya setengah lingkaran dengan sebuah canon senjata ditamannya. Keseluruhan bagian atas tembok pertahanan dipenuhi dengan jajaran ornamen batu berbentuk mirip “batu nisan” yang dipergunakan sebagai tempat berdirinya para penjaga istana seperti yang sering kita lihat di film Hollywood.

Menuju pintu masuk istana sebuah lorong diapit tembok menjulang dengan pos penjaga disebelah kanan seolah menunjukkan betapa ketatnya penjagaan istana Golconda dimasa lampau. Sebuah pintu gerbang jumbo dua pintu sebagai pintu masuk utamanya. Terbuat dari besi tua tebal dengan hiasan berupa tonjolan bulat di seluruh permukaannya.

Masuk kedalam Istana, mata hati terpana dengan arsitektur istana yang terhampar luas dan menyembul diatas perbukitan. Mengingatkan saya akan arsitektur petra yang berada di negara Yordania. Istana terbuat dari bebatuan pasir membentuk tingkatan alami membungkus bukit. Bebatuan jumbo menyanggah beberapa bagian istana. Meski terlihat tidak beraturan layaknya gedung pencakar langit saat ini tapi semua nampak berharmoni dengan susunan batu di perbukitan.

Di sebelah kiri terlihat jalan setapak terbuat dari bebatuan alami yang memudahkan wisatawan menyusuri setiap sudut istana.Kami memulai perjalanan menjejalajah istana seluas 5 KM dari arah kiri.  Keseluruhan Istana dibagi menjadi 4 komplek  dengan fungsinya masing masing.


Golconda Fort Hyderabad India


Aslah Khana
Disebelah kiri pintu masuk sebuah “gedung” tingkat tiga yang dikenal dengan nama Aslah Khana. Jajaran lengkung jendela menghiasi temboknya. Disetiap lantainya terdapat sebuah hall yang panjang. Menurut informasi yang tertulis Aslah Khana yang dibangun pada abad ke 16 ini berfungsi sebagai tempat  menyimpan senjata api.

Lantai dasar terbuat dari batu pasir berwarna abu abu dibiarkan alami tanpa pemoles. Sementara jendelanya ditutup dengan sebuah kawat menerawang. Dua lantai bagian atas berwarna kuning tulang dan jendelanya dibiarkan terbuka.

Didepan Aslah khana sebuah taman rumput hijau dikelilingi bunga dan tanaman. Dari taman ini mata tertumbuk pada susunan istana golgonda yang nampak jelas sususan dan megahnya arsitektur istana. Mendung abu abu bergerombol menyapa mendung putih dibawah langit biru. Meski berawan di bulan Juni terik mentari terasa menyengat kulit. Tapi seolah terhipnotis,  tak henti hentinya kami terkagum dan mengabadikan panorama Istana dalam jepretan kamera meski keringat bercururan.

Terus berjalan memasuki istana terdapat jajaran ruangan berongga yang membentuk sebuah komplek yang megah. Tempat bernama Nakkar Khana yang berada dibagian dasar bukit dan juga istana ini berfungsi sebagai sistem pusat aliran air ke seluruh istana hingga ke puncak.


Masjid Taramati
Masjid yang seolah masuk kedalam perut bukit ini memiliki tiga lengkung pintu masuk berjajar. Pintu yang berada ditengah ukurannya paling besar. Dipelataran masjid sebuah kolam dengan air mancur ditengahnya yang dipergunakan untuk berwudhu. Masjid dikelilingi taman berkarpet rerumputan hijau dan bunga menghiasi nampak begitu kontras dengan susunan istana yang tepat berada dibelakangnya.

Pengaruh arsitektur Hindu nampak pada dinding pembatas Masjid Taramati yang dihiasi dengan Chajja. Yaitu sebuah pola arsitektur hindu dengan hiasaan sebuah kotak persegi dengan lubang ditengahnya. Design Masjid Taramati ini menjadi ciri khas masjid dibangun oleh Dinasty Qutb Shah. Sangat berbeda dengan design Masjid yang dibangun oleh Kaisar Islam Mughal dimana Chattris menjadi ciri khasnya.


Wisata menarik di Hyderabad


Komplek Rani Mahal
Sesuai dengan namanya, komplek yang terdiri atas bangunan bertinggat empat ini digunakan sebagai tempat tinggal Permaisuri. Keseluruhan tembok istana bagian depan dipenuhi dengan jajaran lengkung jendela. Di tengah komplek sebuah taman cantik menghiasi. Di bagian lain sebuah taman air mancur menghiasi teras istana. Bagian dalamnya berupa  runganan dengan deretan lengkungan menyatukan setiap ruangan membentuk  seperti sebuah labirin.

Di komplek ini terdapat Khilwat atau ruangan pribadi khusus anggota keluarga istana. Sebuah ruangan terbuka yang terdiri atas dua lantai. Meski ruanganannya tak sebesar bagian istana lainnya, namun dindingnya dihiasi  ukiran berbentuk bunga, daun dan juga berpola geometri yang rumit dan unik. Kesan romantis terasa menyelimuti hati.

Entah karena mitos atau ketidak sengajaan, pada waktu kami kesini banyak sekali pasangan saling berfoto mesra atau duduk manis saling berbincang menghadap kearah ruangan terbuka didepan Khilwat. Mungkin juga karena kenyamanan yang ditawarkan. Ketika berada disini aliran angin terasa begitu segar menyejukkan tubuh yang berkeringat karena terik mentari yang menantang.


Menapaki ratusan tangga menuju Baradari
Perjalanan selanjutnya memaksa kami bernafas terengah engah. Menapaki ratusan tangga dengan kemiringan 30  hingga 45 derajat.  Menuju Baradari yang berada di atas bukit. Meliuk dan menanjak ditemani batu alami berukuran jumbo disamping tangga.  Terlintas dalam benak saya bagaimana jika bebatuan seukuran kulkas dua pintu ini terjatuh menimpa tangga.

Dig dug dig dug, alunan detak jantung terpompa cepat dan keras bagaikan mendengarkan melalui stetoskop. Keringat bercururan dan wajah memerah. Tapi Segala lelah tapak kaki dan jeritan detak jantung seolah sirna tatkala kita bisa menyaksikan hamparan istana yang luas berdampingan dengan panorama kota Hyderabad. Semakin tinggi kita melangkah, panorama kota Hyderabad semakin cantik dan menghampar luas tak berbatas.

Ditangga banyak sekali wisatawan duduk santai. Beristirahat menikmati semilir angin dengan menikmati panorama kota Hyderabad yang nampak putih bersih dibawah naungan gumpalan awan hitam yang siap memuntahkan hujan nan deras.

Putihnya kota Hyderabad dan hitamnya gumpalan awan hitam nampak kontras dengan warna warni ngejreng pakaian tradisional yang dikenakan oleh wisatawan lokal. Bagaikan “pelangi” dipuncak istana. Saya kagum sekali dengan wanita India. Meski tak lagi muda dengan menggunakan baju tradisional Saree gerak mereka tetap gesit dan lincah. Tak nampak ribet.

Setelah bersusah payah dan kehabisan air mineral, akhirnya  sampai juga di “puncak” istana. Tepat memasuki Baradari, hujan deras mengguyur istana. Seolah Sang Kuasa memberikan berkah dan “menunggu” hingga kami memasuki puncak istana.

Baradari, sebuah istana “sederhana”  dengan pemandangan luar biasa. Karena dari atas sinilah tempat terbaik menatap kota Hyderabad dari segala penjuru. Baradari  berasal dari kata Bara Dari yang berarti 12 Pintu.  Sebuah pavilion berbentuk persegi panjang dengan jajaran lengkung jendela yang membiarkan aliran air bergerak bebas. Didalamnya berupa sebuah hall yang panjang.

Baradari istana Golconda  memiliki tiga lantai. Lantai paling atas lebih kecil dengan pelataran yang sangat lebar. Empat buah menara menjulang dikeempat sisinya. Di temboknya berjajar lengkung jendela. Dari sinilah kita bisa menyaksikan luas dan megahnya istana. Tembok benteng pertahan meliuk mengelilingi istana panjang membentang. Bagaikan menatap tembok besar China.

Baradari ini dijadikan sebagai tempat bersantai. Juga dijadikan sebagai tempat pertunjukkan tari. Baradari di design untuk menghasilkan suara akustik yang menggema dan menghasilkan suara yang jernih menjalar keseluruh sudut istana.

Berdiri diatas dini seolah menjadi saksi sejarah sebuah peradaban besar. Dua peradaban yang bersanding mesra. Di kaki bukit sebuah istana tua yang menjadi bukti kekuatan dinasti Qutb shah yang memimpim kota Hyderabad selama berabad lamanya. Sedangkan disebelahnya, sebuah Hi tech city dengan gedung gedung pencangkar langit. Seperti kita ketahui, India dikenal dunia sebagai pencetak ahli Teknologi informasi handal dan Hyderabad menjadi salah satu pusatnya.

Berada di depan pelataran Baradari terdapat dua batu saling berdampingan. Dibawahnya sebuah kuil agama Hindu. Sikap saling menghormati antar umat beragama di India terlihat jelas disini. Dimana sebuah Istana yang dibangun Dinasti Islam terdapat sebuah kuil Hindu di puncak istananya.


Golconda Fort Hyderabad India


Ambar Khana
Puas menikmati semilir angin segar dan hujan reda, kami kembali menuruni istana. Jika tadi kami menyusuri istana dari arah kiri. Kini kami turun dan menyusuri bagian sebelah kanan istana. Setelah menuruni beberapa anak tangga batu yang basah karena siraman air hujan disebelah kanan terdapat Amber Khana. Bentuknya mirip sebuah masjid dengan dua buah menara diatasnya. Amber Khana berfungsi sebagai  lumbung kerajaan. Dibangun pada tahun 1642 oleh Khairat Shas, salah satu generasi Dinasti Islam Qutb Shah.


Nagina Bagh
Sampai di “lantai” dasar sebuah taman menghampar cantik dengan sekat petak petak. Melihat gaya dan dekorasi taman yang dikenal dengan Nagina Bagh ini mengingatkan saya pada taman yang berada di Istana Kaisar Mughal. Benarlah, taman ini dibangun oleh Kaisar Mughal generasi ke 6, Aurangzheb.

Pada tahun 1687 dengan maksud  menguasai kota Hyderabad, Kaisar Aurangzheb yang pada saat itu menguasai sebagian besar India mengepung istana Golconda.  Tak mudah, butuh waktu 9 bulan dalam pengepungan yang panjang hingga bisa memembus pertahanan istana. Dan mengalahkan kekuatan Dinasti Quth Shah. Hal ini menjadi titik akhir kekuasaan Quth Shah di India. Ketika menguasai Istana, Kaisar Mughal membangun beberapa bagian istana, salah satunya Nagina Bagh.


Museum dan batu permata terbaik didunia
Terakhir kami mengunjungi sebuah museum kecil yang berada di sebelah kanan pintu masuk. Museum ini menyimpan berbagai benda yang ditemukan di dalam Istana. Seperti perlengkapan makan, aksesoris, senjata dan lain sebagainya.

Di dekat museum terdapat sebuah benda terbuat dari besi tebal. Sekilas nampak seperti senjata Canon. Alat ini memiliki fungsi akustik. Diketika diketuk, suaranya mendengung ke seluruh penjuru istana.  Konon, alat ini menjadi dasar teknologi telepon genggam saat ini.

Nah ini, bagian yang sangat menarik.  Masih ingat dengan legenda permata terbesar dan terbaik dunia The Koh-I-Noor ? Permata yang menghiasi beberapa Mahkota Raja dan Ratu di dunia.  Menjadi kebanggaan para kerajaan Mughal, para dinasti di India sampai dengan Ratu Inggris. Koh-I-Noor diambil dari tambang disekitar istana Golconda. Saat ini Permata The Koh-I-Noor menjadi bagian dari British Crown Jewels.

Bukan hanya permata Koh-I-noor saja, permata dengan harga fantastik dan terbaik dunia juga dihasilkan dari tambang Golconda fort. Sebutlah Darya-e-noor, Nur-Ul-Ain, The Hope, Princie, The Regent, Wittelsbach dan lain sebagainya.

Selain bagian istana diatas masih ada beberapa bagian lain, seperti Habshi Kamans, Ramadas Bandhikhana, camel stable, Mortuary bath, Ramasasa’s Kotha, Durbar Hall, Masjid Ibrahim dan masih banyak lagi. Butuh waktu seharian agar bisa menikmati setiap ujung istana Golconda.

Golconda Fort Hyderabad India

Sejak dibangun hingga saat ini, istana Golconda tak hanya melahirkan batu permata terbaik dunia juga digadang gadang menjadi salah satu keajaiban arsitektur terbesar di Hyderabad bahkan India.  Salah satu keajaibannya adalah efek akustik yang fantastik. Satu tepukan tangan pada titik tertentu di salah satu kubah pintu masuk bisa terdengar dari pavilliun diatas istana yang berjarak 1 KM. Hal ini dimaksudkan untuk memperingatkan para keluarga kerajaan jika ada serangan dari musuh. Wow! Luar biasa

Tips
  • Siapkan kondisi fisik yang sehat, karena untuk menuju atas istana kita harus menanjaki ratusan tangga.
  • Karena istana yang berada di atas bukit, bawalah minuman yang cukup. Kalaupun kehabisan jangan kawatir, didalam istana ada penjual aneka minuman.
  • Gunakan pakaian dari bahan katun yang meresap keringat dan sandal yang nyaman menapaki tangga istana.
  • Bandara Hyderabad menerima e-tourit Visa ( VOA India secara online). Untuk mendapatkan e-touris Visa India caranya Klik disini.

You Might Also Like

28 comments

  1. megah sekali ... hebat ya dibangun sejak tahun 1143, meskipun sebagian pernah dihancurkan tapi sampai saat ini masih kokoh dan terawat .. totally awesome

    ReplyDelete
    Replies
    1. He eh, masih gagah bertengger. Mreka juga dinasti yang sulit ditaklukkan oleh kekaisaran Mughal

      Delete
  2. Wow, apik banget. terutama istana sing nang nduwure watu kuwi. Btw,minimal butuh pirang jam gawe keliling istana? ira

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kabeh istana nang ndukur watu mbak, cuman nggak kentara. Aku kemarim 3 jam itu kurang. katak bapak sopir harusnya seharian, biar puas

      Delete
  3. Ma syaa' Allah.

    ReplyDelete
  4. merinding liat istana segede ini, dan foto terakhir itu, batu2nya ga kebayang sebesar apa bisa menopang bagian atasnya .. gimanalah dulu mereka membangun istana semegah ini ya mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Merinding sedappp ya mbak fanny. Besar mbak, lumayan klo jatuh biking penyet orang 10. brilliant banget mereka, ya.

      Delete
  5. Subhanalloh, istananya cakep banget dan itu batunya besar banget ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Subhanallah. Ya mbak klo ke atas menuju teramati kelihatan sekali pondasi batu batu gede gitu. Kadang ngeri juga klo longsor

      Delete
  6. apik banget. terutama istana sing nang nduwure watu kuwi. Btw,minimal butuh pirang jam gawe keliling istana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedion mbak nek kepingin jelajah seluruh ujung. selain naik keatas, luas juga. hehehe ayooo mrene

      Delete
  7. Lengkap sekali ulasan Bu Zulfa. Saya tertarik naikin baridari pengen lihat kota Hyderabad...Bangunan2 bersejarah yang sungguh megah ya bu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuuu, Ayooo lihat dari ujung atas Hyderabad nampak cakep. Banyak bangunan bersejarah disana, khususnya jejak kejaan Islam

      Delete
  8. Weh unik ya pemandangannya,,,, ituloh mbak foto yang pertama, seolah - olah membawa imajinasiku kalau bangunan ini bener - bener unik,,, Suka banget mbak aku dengan bangunan - bangunan seperti ini :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Klo lihat wajah istana Golconda dari depan memang kebawa Imajainasi ke Masa Lampau. Didalam banyak kayak labirin labirin gitu

      Delete
  9. Jadiidola sang gembala itu siapa kak ????

    ReplyDelete
    Replies
    1. Idola mereka itu adalah Dewa mereka

      Delete
  10. Sekilas melihatnya seperti antara di Roma dan di tembok besar china ya mba.. batunya besar-besar dan pastinya sarat sejarah ya mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak Ima, Lihat keseluruh benteng pertahanan kelihatan seperti tembok besar China

      Delete
  11. Subhanallah berasa ikut perjalanan tur sejarah. Keren cerita jalan2nya mb....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Subhanallah, Terima kasih sudah baca ya mbak, semoga menambah wawasan

      Delete
  12. Subhanallah :) Sungguh mempesona

    ReplyDelete
  13. MasyaAllah ....kpan yah sy kesana ...ingat2 tetangga aja nih...sy sm suami itu hr hnya pergi islmabad kbtulan musim hujan kta suami ayo kita tengo salju d maris sy jawab oh...tidak jgn skrng...asal tau sy sd tidak than sejuk pkistan musim sejuk sy yg terbiasa tropis jd shock berat..lagian sy lg hamil anak kedua...tp sebenar sangat suka sy traveling...dan suami pun sd rencana ingin bawa anak2 jln2 tengo salju...mbak balas dong email ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insyallah secepatnya. Wah, aku pingin banget ke Pakistan. Aku malah suka yang dingin dingin.

      InsyaAllah ntar aku reply

      Delete
  14. merinding liat istana segede ini, dan foto terakhir itu, batu2nya ga kebayang sebesar apa bisa menopang bagian atasnya .. gimanalah dulu mereka membangun istana semegah ini ya mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku merindingnya waktu lihat batu gede yang jadi pondasi itu. Gimana kalau tiba tiba nggelundung gitu. hehehe

      Pastinya merea arsitek handal yang bisa memperhitungkan semuanya

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram