Tetirah diantara keheningan danau, gerimis dan suara azdan

June 18, 2017

about Dal Lake


Daya tarik keindahan yang sempurna membuat danau Dal dijuluki sebagai Jewel in the Crown of Kashmir

Suara adzan lantang terdengar membelah ketenangan danau Dal, Kashmir. Mengajak gemunung yang membungkus danau untuk bertasbih. Angin menebar ucap hamdalah diatas negeri yang dijuluki surga dunia.

Terkadang penyematan surga dunia pada sebuah tempat terdengar `berlebih`. Bagaimana tidak, manusia yang belum mencicip dan menatap warna surga bisa mendeklarasikan sebuah tempat adalah surga. Tapi, kepercayaan akan gambaran surga oleh Tuhan melalui firmannya, menjadikan suatu tempat dijuluki surga karena memiliki keindahan sesuai dengan yang digambarkan.

Daya tarik Kashmir diujung utara negara India ini memang tak dapat dipungkiri. Kolaborasi antara danau, gunung gunung berjubah salju, lembah, hamparan kebun berbungkus bunga dan buah, budaya serta wajah wajah penduduknya yang rupawan. Ditambah lagi dengan kerendahan hati penduduk didominasi umat muslim yang senantiasa memuja pada Nya, shalawat dan suara adzan terdengar dimana dimana. Berada disini, seolah berada di negeri sendiri dengan balut keindahan bentang alam yang berbeda.

Hari itu, dalam siang yang mendung, kami beristirahat didalam houseboat (rumah perahu). Nyruput hangatnya chai. Setelah diterpa berbagai kesialan dalam perjalanan, hangatnya dekapan rumah perahu, dekorasi etnik, beningnya danau Dal berlatar belakang gunung berlapis salju yang terlihat dari balik jendela menyapu semua resah dan kekesalan yang telah kami lalui.

Dalam sekejap Najin menemukan saudara saudari baru. Anak pak Firdaus, pemilik houseboat yang beranjak gede dan sepupu sepupunya mengajak Najin bermain. Sebuah halaman `tanah` dengan deretan pohon dikelilingi air danau. Bersama sama mereka juga bermain game di tablet. Hal yang tak biasa mereka mainkan disini.

backpacking to Kashmir


Saling bertanya tentang kabar dan keluarga menjadi awal perbincangan siang itu bersama pak Firdaus. Ini adalah kedua kalinya saya tinggal dalam houseboat yang dikelolanya. Cerita tentang Kashmir di masa lalu, turis dan harapan tentang kashmir di masa depan menjadi pembicaraan yang hangat. Berlanjut dengan membuat itinerary perjalanan selama tetirah di kashmir.

Lelah setelah perjalanan darat dari kota Delhi, pak Firdaus menyarankan untuk menikmati keindahan danau Dal sore ini setelah beristirahat. Ya, cruise diatas shikara hanya dengan duduk santai sambil selonjoran menatap labirin keindahan danau Dal dengan deretan rumah perahu nan cantik dan sapaan persaudaraan penduduk setempat akan menjadi sore yang menyenangkan.

Shikara atau taksi perahu lengkap dengan sofa nyaman berhias kelambu dengan warna ngejreng membawa kami terapung diatas danau. Shikara menjadi transportasi utama gerak kehidupan danau yang membentang seluas 35 KM. Aktifias belanja, mengantar ke sekolah, berkunjung ke rumah saudara semua dilakukan dengan perahu.

about Dal Lake


Kehidupan danau membuat penduduk yang tinggal disini belajar mengendalikan perahu sejak berusia dini. Sering saya melihat seorang anak berusia tak lebih dari 12 tahun mengantar adiknya ke sekolah dengan menggunakan perahu. Anak pak Firdaus sendiri yang berusia 4 tahun mulai belajar mengendalikan perahu.

Tak banyak wisatawan dibandingkan terakhir kali saya cruise diatas shikara bersama teman teman. Hanya beberapa shikara melintas membawa wisatawan lokal. Akhir musim dingin memang bukan bukan waktu yang pas mengunjungi Kashmir. Tapi kemilau pancaran bunga Tulip menarik kami untuk mengunjunginya lebih awal.

Diantara lalu lalang shikara dan perahu penduduk setempat, mata saya tertumbuk pada sosok seorang bapak mendayung perahu bersama istri dan putri putrinya. Rupawan wajah mereka dengan binar mata coklat kehijauan. Menyapa, senyum dan berucap salam yang menyatakan selamat datang di surga kami saudariku.

about Dal Lake

Semakin lama, angin berhembus semakin kencang. Menancapkan gigil disetiap pori pori tubuh. Awan abu abu mulai menumpahkan air perlahan. Mbak Andri, teman perjalanan yang tidak tahan hawa dingin segera menutup seluruh tubuh dan wajahnya dengan selimut yang kami bawa dari houseboat. Sementara saya dan Najin, bertahan dengan tiga lapis baju, jaket plus shawl.

Ditengah danau kami berhenti disebuah restoran perahu di tengah danau. Resto menjual aneka gorengan, mie dan chai hangat. Tak berapa lama gorengan panas dicocol dengan chutney (sambal) dan chai hangat mendarat dihadapan kami. Sekejap, semuanya ludes! Tak hanya kenikmatan rasa, tapi makan gorengan diatas perahu ditengah danau membawa sensasi yang berbeda.

Danau Dal yang merupakan danau terbesar kedua di India merupakan jantung wisata kota Srinagar, ibukota propinsi Jammu dan kashmir. Danau membentang cantik di kaki pegunungan Zabarwan. Gunung yang berlapis salju diakhir musim dingin ini memeluk danau di ketiga sisinya. Perpaduan deretan houseboat terbuat dari kayu dan warna warni shikara menjadi ikon danau tercantik di negeri Gandhi ini.

about Dal Lake


Daya tarik keindahan yang sempurna inilah membuat danau Dal dijuluki sebagai Jewel in the Crown of Kashmir atau Srinagar Jewel. Sejak zaman Kekaisaran Islam Mughal hingga kolonial Inggris, Kashmir dijadikan ibukota selama musim panas. Terpikat oleh pesona keindahan yang ditawarkan. Kaisar Mughal membangun dua taman indah disekeliling danau. Yakni Shalimar Bagh dan Nishat Bagh.

Jalur cruise yang kami lewati saat ini sedikit berbeda dengan jalur yang saya lalui bersama teman teman dulu. Satu hal yang menarik mata saya ketika membelah keindahan danau kali ini yakni sebuah masjid berwarna hijau berdiri tegak diantara deretan houseboat.

Beruntung sekali, ketika shikara melintas didepannya Azdan Ashar berkumandangan. Seruan adzan membawa kehangatan dalam gerimis. Gemunung, air dan hembusan angin tunduk dalam untain tasbih. Damai terasa. Besar keinginan untuk tetirah lebih lama disini.

about Dal Lake


Ujung perahu membawa kami menuju melewati deretan toko terapung yang menjual aneka souvenir, kacang kering, berbagai dekorasi teko dan gelas dari perak. Karpet karpet Mahakarya seni penduduk setempat juga dijual dengan harga bervariatif. Yang sangat menarik adalah deretan gantungan pashmina, shawl nan halus dan cantik, serta baju baju panjang dengan motif rajutan serta payet yang sangat cocok untuk dikenakan kala lebaran. 

about Dal Lake

Hujan semakin deras. Awan abu abu bertampah pekat. Sementara terpaan angin semakin mengganas membuat shikara bergoyang goyang. Saya meminta kepada bapak pendayung shikara untuk kembali ke houseboat tempat kami tinggal selama di Kashmir. Dalam doa saya berharap, sinar cerah akan menemani perjalanan kami selanjutnya selama jalan jalan di kashmir.

You Might Also Like

9 comments

  1. Maaakkk... Setiap tulisan tentang Kashmir... Sangat merangsang untuk dikunjungi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. itulah tugasku sebagai logger, merangsang orang untuk datang .... hahahah *dikeplak

      Delete
  2. Tetirah kok y adoh temen.. Tekan kashmir

    ReplyDelete
  3. seperti katamu : Kehidupan danau membuat penduduk yang tinggal disini belajar mengendalikan perahu sejak berusia dini.

    di mana pun kita beradaptasi kita akan menjadi seperti itu. begitukan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget. Kehidupan yang kita hadapi secara otomatis membentuk ,kekuatan, dalam diri kita sendiri

      Delete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  5. Cinnong Ati has left a new comment on your post "Tetirah diantara keheningan danau, gerimis hujan d...":

    Maaf mak...gimana situasi keamanan disana??msh sering ada konflikkah???...btw saya sdh pesan baju lebarannya di Zalora mak ��


    Disana aman sebenarnya, walaupun cewek sendiri. hanya saja klo konflik terjadi, bakalan pecah demonstrasi hingga penembakan. jadi klo ada recan ke kahsmir, baca kondisi terbaru

    ReplyDelete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram