Menjelajah Kecantikan Pink City

August 09, 2017

jaipur

Legenda ketangguhan dan kecerdasan para Maharaja India bisa dilihat dari sederet istana dengan arsitektur megah yang menggabungkan elemen khas Rajasthan, Hindu dan juga arsitektur Islami

Malam diujung usia ketika roda kendaraan membelah gelapnya malam kota Delhi menuju kota Jaipur, ibukota propinsi Rajasthan, India. Kemacetan diiringi suara klakson membabi buta terdiam dalam dekapan dingin sang malam. Keheningan jalan yang ditawarkan tak hanya membuat kami terlelap juga melipat waktu perjalanan.

Tanah Rajasthan yang berpasir berkilau terang tatkala mentari menyinari Bumi. Bebatuan cadas dan pepohonan perdu membungkus serak perbukitan. Geliat pagi kota Metropolitan berpenduduk 4 juta jiwa menunjukkan pesonanya.

Lelaki berpakaian tradisional putih mengenakan penutupan kepala warna warni yang dikenal dengan Turban. Wanitanya mengenakan rok dan baju  warna ngejreng berjalan tersipu malu, menutup wajah dengan selendang menerawang. Nuansa tradisional negeri padang pasir kental terasa tatkala pedagang sayur mayur berjualan diatas gerobak sederhana yang ditarik oleh seekor unta. Daya tarik kehidupan tradisional masyarakat Rajasthan ini menjadi potret kehidupan masyarakat India di mata dunia.

Amer atau Amber fort dibangun diatap bukit Elang. Istana didirikan oleh Maharaja Man Sing I. Beliau sendiri adalah seorang Raja dari Amber. Terhampar danau Maota di kaki bukit dengan sebuah taman ditengahnya.

Kami melewati liukkan tangga tangga landai menuju istana diatas bukit ini. Tak terasa lelah karena didampingi panorama istana nan gagah dikelilingi perbukitan dimahkotai tembok benteng. Sesekali kawanan gajah melintas membawa rombongan wisatawan mancanegara.
Menebar pandang ke seluruh bagian dalam istana yang dibangun pada tahun 1550 ini seolah terlempar ke masa lalu. Dimana saya berdiri setelah melewati gerbang Matahari adalah tempat para prajurit istana berkumpul. Senjata canon dipajang di pelataran terbuka nan luas dikelilingi deretan tembok tebal berhias kubah kecil diatasnya.

Bagian istana lain mengayomi sebuah bangunan mirip pendopo disanggah dengan puluhan pilar. Dikenal sebagai Diwan-I-am berfungsi sebagai tempat bermusyawarah antara raja dan masyarakat hingga perayaan. Bersinggungan dengan Diwan-I-am terdapat ruangan memanjang yang digunakan sebagai kantor administrasi kerajaan.

Ganesha Pol yakni pintu gerbang berlantai dua berdesign artistik khas Rajasthan mengajak kami melewati ruangan beratapkan langit langit penuh dengan lukisan. Kemudian mata ini disegarkan dengan bagian istana dengan taman cantik ditengahnya. Taman Mughal ini dibuat dengan bentuk bintang ditengahnya dan dikelilingi taman berbentuk persegi, melambangkan keharmonisan antar umat beragama.

Berdekatan dengan taman Mughal tedapat Shees Mahal yang berarti Istana kaca. Keseluruhan Istana dihiasi oleh mosaik bermotif, kaca berwarna dan cermin mulai dari lantai, tembok hingga ke langit-langit. Untuk mengamati efek cermin ini adalah ketika satu lilin dinyalakan refleksinya akan menyebar keseluruh ruangan, menciptakan sebuah gemerlap keindahan istana yang menakjubkan.

Pembangunan Amer rort memakan waktu hingga 64 tahunnya lamanya hingga nampak megah seperti ini. Selain Taj Mahal, Amer fort yang masuk dalam warisan dunia UNESCO ini juga menjadi tempat favourit wisatawan mancanegara. Sekitar 5000 wisatawan berkunjung setiap harinya.

Jal Mahal berarti istana air. Dibangun pada abad ke 18 Oleh Maharaja Jai Sing I. Istana dahulunya digunakan untuk beristirahat oleh raja dan keluarga ketika sedang berburu. 
Arsitektur istana memadukan gaya Rajput dan Mughal. Rajput sendiri merupakan gaya arsitektur Rajasthan. Sedangkan Mughal, merupakan gaya arsitektur Islami yang memadukan gaya Persia dan India.

Dahulunya dilokasi danau ini terjadi depresi air secara alami. Terjadi kekeringan yang panjang. Bencana kelaparan terjadi akibat kekurangan air. Para penguasa Jaipur membangun bendungan disekitar danau untuk memenuhi kebutuhan air bagi penduduk.

Perluasan danau menyentuh hingga Jal Mahal. Mengakibatkan 4 lantai dibawahnya terendam air. Dan hanya bagian atas yang tersisa. Demi alasan keselamatan dan menjaga kekuatan struktur bangunan, wisatawan tidak diizinkan menapakkan kaki kedalam istana.

Meski tak bisa melihat istana lebih dekat, kami tetap menikmati pesonanya. Daya tarik  alam disekitar berupa perbukitan dimahkotai kuil, benteng dan istana diatapnya  sedangkan sisi lain kita bisa melihat hiruk pikuk keramaian kota Jaipur.

City Palace berada di jantung kota Jaipur. Merupakan komplek istana tempat tinggal keluarga bangsawan kerajaan Jaipur hingga saat ini. Salah satu keluarga kerajaan terkaya di India.

Komplek istana didirikan oleh Sawai Raja Sing II pada tahun 1729. Mengayomi sederet istana dan bangunan yang memadukan arsitektur Rajasthani, Mughal dan juga bergaya Eropa. Selain megah, keunikan city palace adalah hampir keseluruhan bangunan istana dipoles warna merah muda.

Untuk menyambut kedatangan pangeran Wales dari Inggris di tahun 1876 keseluruhan istana dicat warna merah muda. Bukan hanya komplek istana bahkan sebagian besar kota dan jalan dicat warna merah muda hingga kota Jaipur dijuluki Pink city.

Didalam istana  terdapat sebuah peralatan perak murni besar yang bentuknya mirip dengan teko dan masuk dalam Guinness Book of World Records sebagai The world's largest sterling silver vessels. Teko ini dahulunya digunakan untuk membawa air sungai Gangga untuk diminum oleh Maharaja Sawai Madho Sing selama layatannya ke Inggris di tahun 1901.

Tak hanya menyuguhkan barang barang unik dan sederet istana megah dengan arsitektur menawan serta penjaga dengan pakaian khas Rajasthan, dalam komplek istana wisatawan juga bisa mengunjungi kuil, museum, galeri seni, kostum dan foto keluarga kerajaan, kendaraan keluarga kerajaan, peralatan senjata, menghias tangan dengan mehndi dan juga berbelanja di pertokoan di kompleks istana.

Terakhir kami bekunjung ke Hawa mahal yang berarti Istana angin. Dinamakan demikian karena terdapat dinding bagian luar istana yang sangat tinggi dengan puluhan jendela. Digunakan permaisuri dan para pekerja wanita kerajaan untuk melihat festival di jalanan atau mengamati kehidupan sehari hari dijalan ini tanpa terlihat dari luar. Hal ini dikarenakan para perempuan kerajaan harus mematuhi aturan “purdah” yakni tidak boleh menampakkan wajahnya didepan khalayak umum.

Hawa Mahal Dibangun pada taun 1799 Oleh Maharaja Sawai Pratap Sing. Jendela ini dirancang menyerupai mahkota Dewa Krisna, Dewa Agama Hindu. Terdiri atas 5 lantai dilengkapi dengan 953 jendela kecil dikenal dengan nama Jharokhas dengan detail yang rumit hingga nampak seperti sarang lebah. Jendela ini tak hanya berfungsi sebagai sirkulasi udara juga memiliki efek pendingin seperti AC.

Setelah puas menjelajah deretan istana, waktunya berbelanja. Kebetulan, letak Hawa Mahal berdampingan dengan pasar seni. Disini banyak dijumpai pernak pernik khas Rajasthan dan India. Mulai sandal ala Aladdin, Turban, baju dengan hiasan kaca, rok, sarung bantal, sprei, hiasan dinding semuanya dijual dengan harga bersahabat.



Artikel ini pernah tayang di Rubrik Perjalanan  majalah Ummi edisi Juli 2017

You Might Also Like

2 comments

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram