Siluet Negeri Semilyar Penduduk : The Land

10:43:00

Okhla area

Berjubelnya penduduk berjumlah 1,2 Milyar. Memiliki tanah dan rumah di India menjadi hal yang mewah. Apalagi di kota besar seperti Delhi dan Mumbai. Tempat mengadu nasib hanya dengan berbekal sebuah impian.

Di kota Inilah nasib manusia diperlakukan layaknya sebuah meja perjudian. Sebagian ditarik jauh keangkasa, berhasil dengan segala kemewahan. Sebagian hidup biasa saja. Sebagian lain (banyak) ditarik paksa dalam himpitan tanah kehidupan. Keseharian berjibaku dengan kerasnya kehidupan hanya untuk sesuap nasi. Debu kotor, air kecoklatan, toilet di selokan, bertetangga dengan sampah dan bercinta dengan segala ketidakpastian hidup.

Anehnya, para petani dan penduduk desa tetap memadati kota. Karena kota menawarkan sisi sebuah pilihan untuk mengganjal perut. Di desa mereka hanya bertani. Terkadang kekeringan melanda. Gagal panen. Serangan hama. Mengharapkan bantuan pemerintah yang tak pernah kunjung tiba. Bantuan untuk petani masuk dalam rekening dan perut gendut para pemerintah koruptor. Petani memilih bunuh diri. Hal yang sangat biasa mendengar para petani desa di India menjerat leher sendiri dengan seutas tali.

Para pemuda desa berlari mengadu nasib memadati perkotaan. Emak sendiri tinggal di Ibukota India, New Delhi. Menyesak udara kota terpopulasi di Dunia. Kota terpadat kedua di Dunia. Kota dengan angka pemerkosaan tertinggi di India. Gemerlap kehidupan Ibukota ini tak sebanding dengan angka kejahatan yang merajalela.

Di kota ini semua orang hidup berhimpitan. Deretan rumah dengan lima lantai. Biasa disebut apartemen. Jangan bayangin apartemen mewah ala kota Jakarta. Boro boro pakai lift. Kadang hanya sebuah tangga kecil dengan kemiringan 30 derajat. Dengan lorong yang gelap. Udara di apartemen hanya melewati sebuah jendela kecil. Redup dan Pengap. Hanya mengandalkan Kipas Angin sebagai aliran udara dan penyejuk “kotak kehidupan”.

Dalam apartemen kecil dengan ruangan berukuran 3x4 meter dengan sebuah kamar, dapur kecil dan toilet. Menghidupi keluarga besar terdiri atas bapak, ibu, 3-5 anak, lengkap dengan menantu dan cucu. Sengsara? Mungkin. Bahagia? Pasti Tidak. Kok Bisa? ala bisa karena BIASA.  

Jika kita bertanya, kenapa harus menghadapai semua hal yang menyesakkan? Bukankah di desa udara bersih, langit biru, tanah luas dan pekarangan rumah untuk bermain. Jawaban satu satunya Adalah “Kya Karu”. Suatu harga mati yang berarti “Apalagi yang bisa kami lakukan”. Komplek memang. Tapi hidup adalah pilihan. Memilih hidup dalam himpitan penderitaan di kota atau mati perlahan di desa.

Wajah kota dihiasi dengan hutan beton. Disisi lain tenda tenda kumuh menjamur. Mobil Jaguar berhenti diperempatan lampu merah. Disebelahnya berdiri wanita menggendong bayi bersama anaknya mengemis. Lusuh, kotor dan kumel. Jangankan meminta uang, menyentuh mobilnyapun mereka tidak berani.  

Dimalam hari, sisi jalan dipenuhi dengan gelandangan hanya beralaskan sebuah kain dan beselimut sarung. Jajaran Rikshaw (becak) bersebelahan dengan “sang pemilik” tidur diatas tempat tidur kayu dengan kasur tali. Langit adalah rumahnya. Tenda terpal tempat berlindungnya.

Berjalan menyusuri ibukota, dua hal menyentuh hati. Mendidih marah dan terlalu muak dengan kepadatan dan ketidakteraturan kendaraan. Sekaligus mensyukuri kehidupan yang Allah berikan. Bersyukur dianugerahi kehidupan yang lebih baik dari mereka. 

Kejamnya Ibukota Jakarta Tak Sekejam Ibukota Delhi.

Okhla Area
Wajah Kemiskinan Ibukota

Kanpur
Di India orang bisa lelap tidur dimanapun 


Shaheen Bagh
Padat nya rumah dengan jalanan yang sempit




You Might Also Like

73 comments

  1. Hiks...masih ada kota yang lebih kejam dari Jakarta rupanya.
    Aku pernah baca di novelnya Agustinus Wibowo, Titik Nol, tentang kemiskinan yang ada di sana. Sampai2 tidak percaya, soalnya lihat film2nya, serba glamor dan wah :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, MBak Rien kemiskinan merajalela. Baik di kota mauapun di Desa. Yang glamour cuman filmnya doang. Itupun seringnya shooting di luar negeri

      Delete
  2. "India itu jorok! Parah banget joroknya! Gak tau itu, yang bagus-bagus di film ada di sebelah mana? Wong aku liatnya jorok semua." Itu kesan pertama terhadap India yang aku dapet dari Omku yang pernah ke sana. Tapi, justru itu yang bikin aku tambah penasaran ama negara yang satu ini....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iiihh ini persis yang aku rasa :) India itu indaaaah :D

      Btw baca tulisan mbak Zulfa, jadi inget Slumdog Millionaire

      Delete
    2. Nah tuh, Film Slumdog Millionaire itu beneran tentang India. Nothing to hide.

      Delete
    3. Bener Dee An kata Om nya. memang Jorok banget. Si Kecil waktu pertama kali di India. Nggak mau jalan kaki. Minta gendong terus. Sama ngomel "Its disgusting country". Duh ! Aku tiap kali keluar apartemen selalu pakai masker

      Delete
  3. Bener Dee An kata Om nya. memang Jorok banget. Si Kecil waktu pertama kali di India. Nggak mau jalan kaki. Minta gendong terus. Sama ngomel "Its disgusting country". Duh ! Aku tiap kali keluar apartemen selalu pakai masker

    ReplyDelete
  4. Kok beda banget dengan gambaran film-film India ya mbak? Miris bacanya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget Mbak. Maklum filmnya shooting di luar negeri. Kadang shooting di India, tapi "dibersihkan" dulu. :)

      Delete
  5. Duhhhh.... moco sing koyo ngene, ngelingku aku ben tambah bersyukur, Zulfa. Matur nuwun, yooo. ira

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sami sami mbak :) Aku pas nulis iki yo poleh lali masalah ku dewe mbak. Bersyukur ben tentrem :)

      Delete
    2. Sekarang Mbak Zulfa tinggal dimana?
      Boleh sy minta alamat email mbak? Ada yg ingin sy tanyakan ke mbak yg sifatnya pribadi, t ksh sebelumnya

      Delete
    3. Sekarang Mbak Zulfa tinggal dimana?
      Boleh sy minta alamat email mbak? Ada yg ingin sy tanyakan ke mbak yg sifatnya pribadi, t ksh sebelumnya

      Delete
    4. Saya di India. silahkan kirim email.

      Delete
  6. waaahh ternyata parah juga yaa.. masih syukur syukur tinggal di Indonesia kalau begitu ya... semangaatt mba zulfa... *_*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Parah memang. Iya mbak, masih enak tinggal di Indonesia, eyem lan tentrem :) Alhamdullilah, tetep semangat mbak.

      Delete
  7. dilema kota besar dengan penduduk yang berjubel ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, Lingkaran ekonomi 'setan' . Jadi dilema bagi kota besar

      Delete
  8. salam kenal mbak ....masih di India ya mbak sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal balik, Iya masih menjejak Tanah Mahabharata :)

      Delete
  9. makasih mbak tlah di terima perkenalannya , q suka ngebaca tulisan mbak kadang lucu bgt , q juga di India mbak di Tamil nadu , mbak di mna ....ank nya mbak sekolah di sini ya ....maksut ku di India

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sami sami :) Begiutlah diriku kadang lucu banget kadang ngambek, hehehe. Wah enaknya di India selatan lebih peacefull. Aku di Delhi, Ya sekolah disini, Garden Public School. Sudah lama kah di India? jauh ya, jadi jarang ketemuan di embassy.

      Delete
  10. iya mbak ...dah lama, ankku aja dah kls 6 mbak , gi musim panas sini waduuuh .....minta ampun panas nya sampe kemlingking

    ReplyDelete
  11. mbak sering ke embassy ya ...? kalo ke tamil nadu singgah ke tempat ku mbak ..tempat nya masih longgar he he he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sering, Paling rajin kalau Undangan ke Embassy. baca di Artikel "Little Indonesia" . InsyaAllah aku rencana mau ke Hyderabad, semoga bisa berkunjung kesana. Eh, sampeyan jarang ke Utara kah ?

      Delete
  12. nggih jarang mbak ...., q semedi terus di rumah ,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semedi? cari wangsit nopo to mbak? heheh. aku pernah lo mbak, saking juteknya ama India Utara, kepingin pindah ke Selatan. Cuman kok rezekinya di Utara. Terima Nasib dah. Anak e sampeyan dah besar ya kalau kelas 6, si kecilku masih kelas 3. Meski dah 11 tahun menikah.

      Delete
  13. nggak usah jutek mbak di syukurin aja , anakku dah besar mbak, emang mbak suka travels ya ngetrip .....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, suak sekali ngetrip, sampe kecanduan. Apalgi kalau sudah menejalajah Himalaya... Nggak pernah puas. di india, aku seringnya explore Utara. InsyaAllah , pingin jelajah Timur Utara.

      Delete
  14. kunjung ke selatan aja mbak , banyak tempat tempat dan banyak ragam yang bisa di explore

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku nih terhipnotis sama himalaya. karena suka nanjak gunung. Ini mau ke Selatan Explore kesana, semoga kesampeyan. Bablas sampe Maldive sama Sri Lanka

      Delete
  15. sampek sekarang masih suka nanjak gunung ya mbak ......di ijinikah ma suami soale di sini kan kalo dah nikah mu jaga suami mu jaga si kecil gitu meskipun kerja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, masih suka mbak. Alhamdullilah diizinkan. Ke tempat yang exkstrim, aku biasanya berangkat sama temna teman. soalnya nggak mungkin bawa si kecil. kalau aku travelling suami jaga si kecil, kadang dititipkan ke mertua.

      Delete
  16. superb mbak kalo gitu , beruntung dirimu mbak ...:) oh ya mbak kerja di apa ....kok masih isa traveling

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah. Aku nggak kerja mbak. Ibu RT yang suka ngebolang. Setelah itu nulis perjalanan dan dimuat dalam koran dana majalah di Indonesia. Lumayan dapat duit, buat jalan jalan lagi. Dari blog ini juga dapat doku :) Saya juga punya usaha sendiri sama teman. dan saya cukup ngrontrol dan menjalankan usaha dari internet. Moga lancar selalu. :)

      Delete
  17. iya mbak ....moga lancar... sukses selalu and met ngebolang :) semangat terus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Matur nuwun Mbak. Aamiin Ya Rabb. Semangat ..... Semoga bisa ketemuan mbak, Someday...

      Delete
  18. Assalamualaikum... seneng baca blognya mbak.. salam kenal ya.. hehhee... sya mau sdikit curhat ni mba.. hehe.. skrg lagi dket sma org indro eh salah india tpi skrg dia tinggal di Singapore tpi semua familynya di India.. kami sdh ad pmikiran buat kearah yg lbih serius, cmn mbak si india ini kpercayan hindu dan saya ttp islam,. apakah family di India sendiri mayoritas menyetujui pernikahan beda keyakinan, krna calon saya ini masih ragu-ragu untuk masuk islam.. saya serba salah tkut menyakiti kluarga nya n dll dikarenakan perbedaan agama... apakah saya hrus memilih give up.. demi kebaikan semua?? mohon pencerahannya mbak ya... maksih hehe

    ReplyDelete
  19. Waalaikumalam Nisa. Wah, Makasih, pipiku sampe bersemu merah :) Salam kenal Juga.

    Wah ini, semoga penceraahannya (inputan) secerah produk pemutih di Indonesia :).

    Aku mau cerita, berdasarkan pengalaman teman teman yang menikah dengan orang India beragama Hindu. Semoga kamu memikirkan dan mengambil himahnya ya ...

    Ketika menikah, laki lakinya masuk islam, meski dapat tantangan dari keluarga besar. Tapi mereka tetep menikah. menyembunyikan kenyataan bahwa dia telah pindah agama. Nah, mereka tinggal di India. karena untuk 'menghindari' bentrokan dalam keluarga. Ketika kerumah mertua dia tetep beragam Hindu. Dalam artian tetep melaksanakan apa yang aga Hindu Ajarkan. Secara tidak langsung "dual" agama. Terlanjut nikah dan punya anak, pada akhirnya dia hanya terima dan pasrah atas nama cinta. Dari sisni kamu bisa meraba, seperti apa hal yang bakalan kamu hadapi kedepannya nanti. OKe?

    untuk point kedua ini, saya ingin berbagi sebagai seorang (anggap) saudari sesama mulsim. kalau dia nggak masuk Islam, nikahnya seperti apa? Pakai agama apa? Jika dia tidak masuk Islam, berarti dalam Islam dianggap tidak ada pernah ada pernikahan. sama dengan kumpul kebo (Zina). Kalaupun dia masuk Islam hanya untuk nikah dan balik lagi agama hindu, hal yang sama salam pandangan Islam, Zina.

    Apakah kamu mau meninggalkan Cinta ALlah yang terlebih dahulu mengasihimu hanya untuk dia? Cinta Allah itu pasti tanpa syarat dan kondisi. Sedangkan cinta manusia sebatas hati yang kelah akan pergi bahkan menyakiti. Bukankah kita menikah untuk saling membahagiakan. Baik orang tua kita sendiri, mertua dan terkhusus pasangan. Jika tanpa ridho Allah, bagaimana kita menjalani hidup?

    Sister, mungkin dari apa yang saya sampaikan kamu bisa bijak mengambil langkah. Semoga menemukan jalan keluar yang diridho i Allah. Aamin.

    ReplyDelete
  20. well mbak terima kasih sarannya.. semoga kputusan saya tidak salah,n ini jlan terbaik. . mmng cinta Allah lah yg abadi n kekal.. terima kasih bnyak ya mbak akhirnya smkin mantap inilah kptusan yg sya ambil :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga yg terbaik Dan Allah pasti memberikan yg terbaik.

      Delete
  21. berartu masih uuenaaaaaaaaaak bingit tinggal di indonesia ya mba...layak temen si shaheer sheikh ngincer orang indo. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. he eh masih ueeeeenaaaaaakkkkkkkk di Indonesia. hik hik hiks jadi kangen kampung halaman.
      Wah, temen si Saheer ngincer Indonesia? baru tahu :)

      Delete
  22. iya mba sekarang kan udah jadian sama si Ayu Tongsetan eh...Ayu Ting ting ding. Menurut kabar dari infotainment hari ini si shaheer pulkam ke india katanya mau minta restu ma ortunya. hehe sok teu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buahahaha Ayu tongsetan. xixixi Wah, mereka beneran jadian toh. bikin ngiri cewek di Indnesia Dong.

      Delete
  23. Ra trimo diiri cewek se indonesia mba..Dia dibully abis2an di medsos sm warga se Indonesia. Katanya emen2 shaheer,ky ga ada cewek lain heheh ya.............namanya aj cinta. Ntar tunggu aj mb zulfa kl ktm ma njenengan di embassy ya brarti tetanggaan sama njenengan. Kalo di india gmn beritane shaheer mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkwkw. Terlanjur cinta gimana lagi. Wah, di India nggak ada yang kenal sama Shaheer Sheik. Nggak terkenal. cuman di Indonesia aja. Biar aja si Saheer sama si Ayu, di India mha banyak, apalagi Kashmir, Shaheer mah lewat.............

      Delete
  24. ha.................yg bener aj mba di india ga ada yg kenal ma shaheer? iya shaheer kan orang kashmir. kalo di indonesia,skgr ini si shaheer bak mutiara emas intan berlian yang diburu bnyk cewe indo "padune cemburu ma ayu hihihi" eh..... di india mlh ga ada yang kenal. hadeeeh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, aku juga heran. Di tipi kagak ada yg mbahas Shaher. masih banyak lah aktor lain yang lebih keren dan kece. eh, Shaheer sheik dari asli Kashmir kah? Kayaknya nggak deh. Kurang tajam sorot matanya. Kurang cakep juga. *plak* dikeplak panci ama penggemar shaheer sheik, hehehe

      Delete
  25. Hwahahahaa perutku kaku papan mba zulfa bayangke kalo njenengan sido dikeplak panci.......lumayan cakep lah mba...ibarat nilai raport si shaheer tak ksh nilai 7,5 wis. wkt ANTV LIVE ortu ma adiknya shaheer kan didatengin ke indo,ortunya bilang kalo ortunya shaheer itu si ibu dr kashmir trs si bapakny dr pakistan. kalo sorot matanya kurang tajam berarti voltasene lg turun kali mba. tp matanya warnane coklat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau di Indonesia lumayan Cakep parah memang. Klo di India "biasa". hehehe
      Berarti si Shaheer dari ada keturunan Kashmir. Masuk Dong dalam "potret ketampanan cowok Kashmir" di postingan yang ini http://www.emakmbolang.com/2015/03/jarum-tam-ketampanan-cowok-kashmir.html Coba ntar ketemu SHaheer, matanya aku plototin dah biar "tajam" :)))

      Delete
  26. smua postingan emak mbolang udah aku baca semua,makanya pnh sy koment ke njenengan kalo " PENASARAN". Sempat minta email nya njenengan,maksut hati mau curhat tapi msh males nulis. Ada rahasia hati paling................dalam mau dicurhatin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keluarin aja melalui tulisan di Email ....biar nggak meledak didalam. Hayooo kutunggu emailnya :)

      Delete
  27. Assalamualaikum
    Mba zulfa yg cantik dan baik hati,boleh gak saya minta email.mau curhat nih dan tny2 banyak :( :( please banget mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam Wr Wb, Alhamdullilah ada yg ngelem aku cantik. Disitu saya merasa kayak Miss. Universe *ngaca* hehehe. Monggo kalau mau curhat curhat, kirim email ke attini.zulfayah@gmail.com. kutunggu ya .....

      Delete
  28. makkk,, cerita tentang tamil nadu pondhycery makkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. InsyaAllah kalau tahun ini diberi kesempatan berkunjung ke Tamil. Kemarin berhenti berhenti di Hyderabad :)

      Delete
    2. Masyaallah ibu satu ini beruntung dan ispiring bangett salam kenal mb dari aku

      Delete
    3. Terima kasih, wajah saya bersemu merah, hijau, kuning. halah.
      Salam kenal dan senang berkenalan mbak Ira Julieta

      Delete
  29. wuih kalau sudah lihat gitu, bersyukur hidup di Indonesia y mbak ,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. banget. klo ke India nambah syukur tinggal di Indonesia

      Delete
  30. Mbaak... mampir di sini hihi. Itu apartemen 3x4 di isi kluarga dg anak smp 5 opo ora ngruntel kyk sarden dlm kaleng? Duh gusti bersyukur bnget... i lop suroboyo.. meski tinggal d gang tengah kota tp lmyn msih tenang damai..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhuuuu. dusel duselan lebih tepatnya.
      Iyo, mending Suroboyo sik isok nafas lega
      I lop Indonesia

      Delete
  31. Assalamu'alaikum Mba Zulfa.. Kemarin aku kirim email ke mba zulfa, semoga kebaca ya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam, Sudah saya reply. coba cek ya...

      Delete
  32. Halo Mba Zulfa. Dg Monica disini.
    Sy berencana tinggal di Mumbai, Andheri West. Untuk ikut dg calon suami sy seorang Director Management Event terbesar di Mumbai.
    Mba Zulfa bagaimana kehidupan disana ? Baik ? Cukup ? Atau buruk ?
    Mohon pandangannya.. Terima kasih..
    email sy di anggunmonica@ymail.com
    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halooo Monica

      Kehidupan di Mumbai nggak jauh beda sama Delhi mbak, Cuman pemandangan slum lebih banyak. Klo ngomongin kehidupan India itu kayak kita ditarik ke 10 tahun yang lalu plus kotor dan crowded.

      Kalaupun tinggal nyaman di apartemen kelas wahid, sama aja. Masak kita dirumah terus, iya kan ? GPP lah ikut suami, Ikhlas dan sabar digedein.

      sama sama :)

      Delete
  33. Bener buangettt sik di omongke mba zulfa, aeek lanang iku keras kepala dan ceplas ceplos tp yo ono sisi romantise mba. Pacarku arek india, lg meh ngrampungke gelar specialist dokter'e di kampegowda bangalore. Arek e sih apik, tp oleh wedi mbe pakne mbokne rekk, gae aku dilema mba. Ortune sih jano apiks, tapi culture, habitual, religion bedo sak kabehane. Mben hari kita video call, masio LDR tp komunikasi lancar jaya koyo bus jurusan semarang-jakarta. Aku kate di boyong lungo india dan tinggal serumah kalo ibu mertuaku kelak (rencanane sih meh merit) hikz :(
    Menurute mba Zulfa piye jall nek koyo ngene ikii hikz ;(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Laaa iki akeh tunggale, mesti nggak direstu karo bapak mbok e.
      Mugo2 arek nggak mbok mbok en, maksudku arek e gentle lah "nyekeli" awakmu. maksudku mepertehankanmu.

      Nek kate diboyong nang India, pertama : Restu iku penting. jok sampe wis nang tinggal nang India, soale nggak disetujui awakmu disikso batin. iyo kan ? nek isok sewo apartemen dewe. mending adoh tapi nggak gegeran karo keluarga.

      Mugo2 diwe i dalan keluarga sing nyaman nang ati. Aamiin

      Delete
  34. Assalamu'allaikum .. teh, salam kenal..:)
    teh ada kontak yg bisa risa hubungi ? ada yg mw risa omongin sama teteh.. soalnya ini bertahun-tahun cari kyk teteh, bru ketemu.. butuh bantuan teteh pisan.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam.

      Salam kenal Juga :)

      Kalau mau tanya, kirirm email saja. InsyaAllah aku bales.
      Lagi puasa sosmed dan handphone.

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram