Santap lezat di Resto Watu Dodol

22:49:00

Retoran enak di Banyuwangi

Restoran Watu dodol berada ditepian pantai menghadirkan kuliner menggelitik lidah dan nggak bikin kantong Jebol

Perjalanan panjang membelah tanah Jawa Timur menuju Pulau Menjangan membawa riang hingga lupa seharian belum makan. Setibanya di Hotel dan Restoran Watu Dodol, kami beristirahat sejenak kemudian menikmati makan malam. Restoran  yang berada di tepi pantai ini menghadirkan suasana klasik khas Indonesia.

Bangku dan meja terbuat dari kayu. Bahkan beberapa masih berupa bentuk kayu asli yang sudah dihaluskan. Sambil makam malam kita bisa menikmati semilir angin laut. Nyayian ombak dan juga gemerlap bintang berteman bulan purnama.

Menu makan malam kamu adalah menu andalan restoran Watu Dodol yang dipilihkan oleh Manager Hotel. Terdiri atas es Campur spesial, Soup tom Yum, Gurami asam manis dan nasi campur, untuk serat tubuh kami memesan plencing kangkung dan tumis brokoli.

Tom Yum paling enak

Sebagai menu pembuka dan penggoda, Soup Tom Yum tersaji dengan warna orange yang tajam dalam mangkok besar. Diatasnya terserak potongan tahu jepang, potongan fillet ikan goreng, cabe rawit utuh dan irisan cabe hijau. Lumayan bikin gigi saya  trecep trecep karena nggak nahan ingin menyantapnya.

Saya mengambil soup kedalam mangkok kecil dan Wow, isinya sangat lengkap. Tak hanya tahu jepang dan potongan fillet ikan juga dilengkapi dengan irisan daging kepiting dan udang. Rasanya sangat berbeda dengan soup Tom Yum yang pernah saya coba. Rasanya sedikit lebih tajam dengan bumbu special. Segar dan pedas dengan rasa serai mendominasi. Satu asupan malah membuat saya ketagihan dan tak ingin berhenti, tapi saya tahu bawah saya harus menyisakan ceruk nafsu untuk menikmati hidangan utamanya.

Restoran enak di Jawa Timur

Restoran Enak di banyuwangi

Tahu petis Banyuwangi

Restoran Watu Dodol


Hidangan utamanya berupa Nasi campur, sebakul nasi puti, plencing kangkung, Berokoli Tumis dan Gurami asam manis berukuran besar. Nasi campur dihidangkan dalam bentuk tumpeng kecil diatas piring saji yang lebar. Tersaji dalam porsi besar, seporsi cukup untuk bedua. Terdiri atas nasi putih, tumis.., mie goreng, pecel, tempe goreng, oseng oseng tempe pedas, suwir ayam pedas, rempeyek dan Sate. Kombinasi menu yang pas dengan rasa lezat sedikit pedas. Apalagi suwir ayamnya yang sedap dengan rasa pedas yang nonjok tapi bikin ketagihan.


Brokoli tumis dan plencing kangkungn dengan rasa bawang putih mendominasi, sangat menggugah selera.  Apalagi aromanya, hmmm, bikin nasfsu makan bertambah. Yang paling saya suka, kedua sayuran tersaji dengan warna hijau segar, karena memasaknya tidak terlalu matang. Ketika dikunyah terasa segar dimulut.

restoran Watu Dodol

Sebagai penutup makan malam dihidangkan Es campur yang tersaji dalam gelas cantik. Cincau, mutiara, dawet dan roti dimahkotai gunungan es serut dan dilumeri dengan susu kental manis. Rasanya segar, lumer dan tidak terlalu manis.

Selain menu menu diatas Restoran watu dodol juga menyediakan aneka varian menu dengan porsi besar dengan harga bersahabat. Baik menu lokal, chinese food dan juga menu internasional lainnya. Minumanya juga beragam, mulai berbagai macam jus buah hingga minuman hangat.

Untuk Sarapan Pagi Restoran Watu Dodol memiliki tiga menu makanan kesukaan masyarakat Indonesia. Yakni Rawon, Soto dan Pecel. Jika terlalu berat menyantap masakan lokal, bisa pesen makanan ala barat, berupa roti dan omelet dengan polesan mentega. Ketika sarapan pagi, kita ditemani hamparan laut biru tersaji indah berlatar belakang pulau Bali.

Makan malam selanjutnya saya tidak memesan menu apapun kecuali Tahu Petis. Karena penasaran dengan rasa tahu petis Banyuwangi yang menjadi menu andalan disini dan sekaligus menu favourite saya. Maklum saja, makan malam kemarin kami tidak kebagian tahu petis karena ludes diserbu pembeli.

Kuliner khas Banyuwangi

Dimana mana kan banyak tahu pestis, apa sih yang membedakan tahu petis Banyuwangi dengan kota lainnya? Yang pasti rasanya beda baik dari rasa tahu maupun petisnya. Tahu Banyuwangi sangat khas. Lebih gurih dibandingkan dengan tahu biasa karena tahunya dicampur dengan bumbu dapur spesial. Sekilas tekstur tahu petis ini mirip dengan Tahu pong. Karena dalamnya kompong (berlubang) dan disajikan renyah.

Yang lebih spesial lagi tuh sambal petisnya. Terbuat dari petis udang. Warna hitam pekat bertekstur lembut. Tahu petis ini dihidangkan bersama cabe rawit hijau. Waktu makan, tahunya dicocol kedalam petis sambil ngelentus cabe. Tesss, pedas, manis, gurih dan sambal petisnya rasanya lumer dimulut, bikin si mulut happy. Sedap dan mantap!

Seporsi isinya lumayan banyak, jadinya nggak habis. Dasar emak emak, saya minta pelayan membungkus tahunya. Dan ketika saya makan keesokan harinya, rasanya masih enak dan … saya lebih suka dimakan keesokan harinya. Aneh memang, tapi disitulah letak kelezatan Tahu Banyuwangi. Enak disantap baik hangat maupun dingin.

Puas sekali santap malam di Restoran Watu dodol. Malam itu kami makan malam dan berbincang ditemani semilir angin. Bertemankan kapal berhias lampu warna warni yang berjalan lambat mengarungi selat Bali. Gelombang bergerak begitu lincahnya. Terlihat bagaikan sebuah garis putih yang saling bekejaran. Debur ombak menghantam bebatuan. Terdengar begitu keras namun menenangkan. Kedamaian yang menggoda sang hati untuk sejenak menghentikan waktu.

Resto Watu Dodol
Alamat: JL. Raya Situbondo Km. 14, Watu Dodol
Kec. Banyuwangi, Jawa Timur INDONESIA

*foto koleksi travelerien.com dan Jejaksematawayang.com


You Might Also Like

10 comments

  1. Aku beneran ngilerrr liat nasi campurnya, mbak.. Nasi campur itu salah satu makanan yang selalu aku cari juga kalo mudik ke Jawa. Isuk-isuk nontok iki wetengku kemrucuk, durung sarapan... hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. *sodorinkanebo .... Nasi campur e enak tenan pancen, opo maneh suwri ayam pedess,,, laperrrr

      Delete
  2. Porsi nasi campurnya gede ya mbak. Bisa dimakan rame-rame :D Sayang tersaji bareng Soup Tom Yum, perhatianku jadi pindah dari nasi campurnya yang enak itu ke soup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gede banget, porsinya memang gede gede di Watu dodol dengan harga beshahabat.

      Aku yang doyan mbadok, tetep nggak bisa habisin seporsi nasi campur

      Delete
  3. Replies
    1. ya, Brokolinya seger dan dimasak setengah matang, lezatoooo

      Delete
  4. Ketar-ketir nontok sing podo semangat motret. Karo mbathin, iki kapan mangane? hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, bener mbak, mangkane aku milih nggak foto panganan, milih mbadok wae, wis kadung luwih, hehehe

      Delete
  5. Aku gak kebagian tahu petis paginya :((((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sakno e rek :) padahal enak loooo, paling aku sing ngentekno *ngibritttt

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram