Safdarjung’s Tomb, Peninggalan Terakhir Kaisar Mughal

13:21:00

Safdarjung Delhi

Pada abad Kesebelas kesultanan Islam masuk ke wilayah India. Disusul dengan beberapa dinasti dinasti lain hingga kekaisaran Mughal. Ibu Kota India, New Delhi merupakan lentera dimulainya Kesultanan Islam. Menjadikan Kota Delhi kaya akan situs Peradaban Islam. Salah satunya adalah Safdarjung's Tomb, peninggalan terakhir Kejayaan Islam era kaisar Mughal

Mirza Mukim Abul Mansur Khan atau akrab disapa Safdarjung adalah seorang penguasa daerah Avadh dibawah kekaisaran Mughal generasi Muhammad Shah. Beliau dikenal sebagai saudagar kaya raya yang sangat berpengaruh. Safdarjung's Tomb dibangun pada tahun 1753, sang pendiri bangunan tak lain adalah anaknya yang bernama Nawab Shujaud Daula.

Dari apartemen saya tinggal saat ini berjarak sekitar 11 KM. Waktu datang kemari, hanya saya dan suami. Sementara si kecil sekolah. Karena 'honeymoon' berdua. Saya cukup mengenakan Tas Slempang untuk membawa dompet dan kamera. Kami memutuskan berjalan jalan santai. Taman Lodi jadi pilihan kami. Tamannya luas dan rindang. Mengayomi ratusan varietas bunga. Apalagi dimusim semi seperti saat ini. Bunga bunga merekah. Sementara kupu kupu warna warni berterbangan diatasnya. Kapan kapan saya cerita tentang taman ini. Asyik dibuat goyang India dengan hamparan bunga ala film Bollywood.

Jaraknya cukup berdekatan. Hanya lima menit saja. Kami berjalan kaki menuju Safdarjung‘s Tomb. Saya pernah menulis secara singkat tentang Safdarjung ini sebagai salah satu dari 7 Peradaban Islam di DelhiGerbang utama yang menjulang tinggi. Dihiasi dengan dekorasi dan ornamen unik dengan perpaduan warna yang sempurna menyambut kedatangan siapa saja yang mengunjunginya. Berbentuk lengkung lengkung terasiring. Terdapat tulisan arab. Jika diartikan kurang lebih demikian “Ketika seorang pahlawan dengan keberaniannya meninggalkan dunia fana, maka Ia menjadi penduduk Surga”.


Safdarjung's tomb
Dekorasi Pintu Gerbang Utama
Berjalan melewati pintu gerbang diatasnya berderet lengkung pintu dipercantik dengan pinggiran yang terukir. Menghipnotis siapa saja yang memandangnya. Saya berhenti sejenak mengambil bingkai foto makam Safdarjung dalam jepretan kamera, cekrek! sekilas nampak seperti Taj Mahal. 

Dari pintu gerbang terbentang kolam air mancur mengalir hingga pelataran makam. Air mancur membelah kedua taman yang menyajikan hamparan rumput hijau dan taman bunga. Disebelah kiri dan kanan nya berdiri jajaran pohon palem menjulang.


Taman dan Air Mancur di Komplek Safdarjung's Tomb
Ketika asyik memotret. Salah satu petugas tiket menghentikan kami. ‘ketahuan’ dengan wajah saya yang asing. Maklum, harga tiket masuk tempat wisata di India dibedakan. Turis lokal apa international. Lokal cukup membayar tiket 10 Rupees. Sedangkan warga negara asing seperti saya dikenakan biaya 100 Rupees. Petugas meminta suami menunjukkan KTP nya. Alhamdullilah, melengggang bebas dengan harga tiket untuk warga lokal.

Saya perhatikan Arsitektur bangunan makam Safdarjung mirip dengan makam Raja Humayun yang masuk dalam World Herritage UNESCO. Bangunan lantai dasar berbentuk persegi dengan luas delapan belas meter kubik dihiasi dengan deretan lengkung pilar berjajar di setiap sisinya. Keempat sudut  berpola heksadiagonal dan setiap sisinya dilengkapi dengan dua buah anak angga untuk menuju ke lantai dua.

Naik ke lantai dua, dimensi bangunan lebih kecil tapi memiliki arsitektur dan ornamen yang lebih artistik. Berbentuk persegi dengan kubah besar diatasnya. Setiap sudutnya menjulang tinggisebuah menara dipercantik dengan Chattris diujungnya.Chattris ini semacam kanopi yang berbentuk mirip menara kecil yang merupakan ciri khas bangunan era Kekaisaran Mughal.

Delhi sighseeing
Menara disetiap sudut bangunan
Safdarjung's Tomb Delhi
Design Arsitektur Lantai Dua
Arsitektur bangunan berbentuk simetris. Dilihat lihat dari sisi manapun nampak sama. Setiap sisi memiliki pintu masuk menuju batu nisan. Melewati pintu masuk, mata hati berdetak kagum dengan design interior dan ornamen langit langitnya. Terbuat dari bebatuan warna coklat muda dihiasi dengan bentuk bunga, lengkung dan geometri dengan detail detail yang rumit.

Masuk kedalamnya terdapat sebuah batu nisan bersusun terbuat dari batu marble putih yang terukir indah. Batu nisan sebenarnya hanyalah representasi dari makam yang sebenarnya berada jauh didasar pusat bangunan. Makam Safdarjung dan istrinya. Diatapnya, langit langit kubah yang berbentuk melingkar dihiasi gumpalan awan yang tersusun rapi dengan degradasi warna putih dan ungu kemudian dikelilingi garis lengkung menawan dengan detail bunga.
Safdarjung's Tomb
Deretan lengkung pintu menuju Nisan safdarjung

Batu Nisan Safdarjung
Dari lantai dua ini saya melihat tiga pavillion yang berada di sebelah Barat, Utara dan Selatan. Setiap Pavillion memiliki nama masing masing yaitu Jangli Mahal yang berarti Istana didalam hutan, Moti Mahal atau Istana mutiara dan Badshah Pasand King yakni kesukaan raja. Dahulunya pavillion digunakan sebagai tempat istirahat keluarga ketika  berkunjung. Pada saat ini digunakan sebagai perpustakaan dan kantor  ASI (Archeological Survey of India).
Makam Safdarjung Delhi
Salah satu Pavillion dilihat dari lantai dua Safdarjung's Tomb
Puas melihat kemegahan makam, kami turun menelusuri setiap pavillion. Di komplek makan Safdarjung juga terdapat  Masjid dan Madrasah. Masjid yang bersebelahan dengan pintu gerbang utama ini memiliki tiga buah kubah dengan design strip warna warni yang unik. Sayang, saya tidak bisa masuk kedalamnya, Masjid dibuka pada hari Jumat saja.

delhi apa saja
Panorama Safdarjung Diambil dari Pavillion
Masjid diambil dari perpustakaan ASI
Dasar saya memang jahil. Karena pingin foto Masjidnya. Saya naik kelantai dua perpustakaan ASI. Sementara suami menunggu dibawah. Celingak celinguk nggak ada orang. Saya kira perpustakaan ini terbuka untuk umum. Nah, dari jendela perpustakan, Masjid terlihat jelas. Saya cuek bebek ambil foto. Lagi asyik cekrek! Cerek! ada petugas memanggil dari bawah “Please Madam, go down. It’s not allow to take picture from there”. Gubrak!

You Might Also Like

24 comments

  1. Jadi? Foto yang sampean maksud di akhir tulisan, foto yang pertama itu ya? Cakep bangeeet.. Perjuangan dan cerita demi mendapatkan foto itu juga cukup seru :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan, itu foto pertama aku ambil dari gerbang Utama. Yang cerita akhir itu ambil foto masjid, sama full view safdarjung. berhubung fotonya masih di lepi yang rusak, jadi belum mejej disini. ntar aku pasang dah. untung nggak kena penalti :)

      Delete
    2. Oooh kiraiiin.. hehehehe..
      Tapi beneran mbak, baca blog sampean ini sama aja kayak belajar sejarah dan budaya India. Matur nuwun, mbak.. mmmuuaaaach...

      Delete
    3. Sami sami :) Ya, aku juga gitu. karena untuk nulis artikel dan blog, aju jadi banyak tahu budaya dan sejarah di India.

      Delete
  2. Alhamdulillah bangunan2 bersejarah seperti ini masih terawat di India. Fotonya cakep2. ira

    ReplyDelete
    Replies
    1. Btw, sing lagi hanimun, kok ra onok poto wefie sing nggawe tas selempang kuwi, yo? :)

      Delete
    2. Alhamdullilha. Dulu nggak terawat mbak. bahkan ada yg sebagian dihimpit perkampungan. sekarang lagi 'dipelihara' sama ASI jadi luamyan nampak terawat dan perbaikan disana sini.

      Delete
    3. Dah jarang foto diri sendiri. ITU tas slempang yg tak pakai foto pp twitter :) yg di Kashmir :)

      Delete
    4. Dah jarang foto diri sendiri. ITU tas slempang yg tak pakai foto pp twitter :) yg di Kashmir :)

      Delete
  3. mirip masjid, tapi sekilas arsitektur n penataan tamannya mirip taj mahal juga, beda di warnanya, mungkin karena sama2 berasal dari kebudayaan yang sama yo mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, taj mahal sama safdarjung sama sama dibangun era kaisar mughal. Jadi arsitektur Dan design sama. Gabubgan Persia Dan india. Semua makam dibangun kayak masjid

      Delete
  4. Saya kirain tadi itu masjid. Keren ya makam aja dibuat segitu apik. Pasti mahal banget saat dibuatnya.
    Tamannya juga keren.

    salam,
    http://alrisblog.wordpress.com

    ReplyDelete
  5. Ya, kebanyakan makam era Mughal didesign mirip Masjid.

    ReplyDelete
  6. Astaga. Jauh banget beda harga tiketnya.
    Mbak, jepretannya ciamik. Pintar membingkai foto *jempol* Tamannya luas. Cantik dan asri.
    Nisannya megah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, beds jauh pakai banger :) Mature nuwun mbak :) hidungku kembang Kempis jadinya :)

      Delete
  7. Potone apik ik. Mbok aku diajari moto ngono loh. Sopo ngerti diwenehi tiket PP India *kedip2 :p
    Tas selempang pirang taun kuwi? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe sik fotographer amatir. InsyaAllah semoga disegerakan kesini ya tarie :) aamiin

      Tax slempans wish setahun, biasane take gawe Mbolang :)

      Delete
    2. Hehehe sik fotographer amatir. InsyaAllah semoga disegerakan kesini ya tarie :) aamiin

      Tax slempans wish setahun, biasane take gawe Mbolang :)

      Delete
  8. Kuburannya apik bener mba. Eh btw honeymoon nya sering amat mba :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe ya, Saking apiknya harusnya dibuat istana bukan kuburan. hehehe.
      Ya, nta kalau honeymoonya jarang jarag malah sering geger RT, xixixi

      Delete
  9. Wakssss jd disamperin satpam yeee #malu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, Malu pakai banget :) Maklum la kakak, harus simpen duit buat masa depan (baca : pelit) bayar lokal aja dah, murah.

      Delete
  10. Betapa begitu banyak tempat yang belum aku eksplor selama berada di India >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak sekaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, Delhi punya buanyak sekali peninggalan Islam. Delhi is Heaven of beautiful tomb :)

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram