Menyaksikan Keseruan Amazing Race di Humayun’s Tomb

06:30:00

Humayum’s Tomb

Jauh sebelum dunia mengenal Taj Mahal sebagai lambang keabadian cinta. Di Negeri Shah Ruk Khan ini, ada sebuah bangunan bersejarah yang memiliki kesamaan kisah dengan Taj Mahal. Bahkan, dibangun jauh terlebih dahulu sebelum Taj Mahal.

Humayun Ka Magbara atau lebih dikenal dengan nama Humayun’s Tomb terletak di Ibukota India, New Delhi. Jika Taj Mahal dibangun oleh sang kaisar dan dipersembahkan untuk permaisuri tercinta. Sebaliknya, Humayun ka Maqbara, dibangun oleh sang permaisuri dan dipersembahkan untuk sang kaisar tercinta.

Humayun ka Maqbara merupakan tempat peristirahatan terakhir seorang kaisar era kekaisaran Mughal di India yang bernama Nasir Ud-din Muhammad Humayun, lebih akrab dengan nama Humayun. Beliau sendiri tak lain adalah kakek buyut dari Kaisar Shah Jahan, sang pendiri Taj Mahal. Wah, ternyata para pesohor di zaman kekaisaran Mughal bukan hanya handal dalam taktik peperangan, tapi juga romantisme cinta mereka.

Humayun ka Maqbara dari apartemen saya tinggal saat ini berjarak sekitar 10 KM. menggunakan kendaraan pribadi memakan waktu sekitar 20 menit, termasuk macet dan segala tetek bengek keriuahannya. Shah Jahan bergegas menuju loket. Sementara saya dan Najin asyik menunggu digerbang pintu masuk. Tiket masuk wisatawan asing senilai 250 rupees atau sekitar Rp. 50.000 sudah ditangan. Kaget, karena tiket masuk mengalami kenaikan sebesar 150 %, dulu cuman 100 Rupees.

Selain Qutub Minar dan kawasan Old Delhi, Humayun’s Tomb ini  juga merupakan salah satu tempat yang sering kami kunjungi ketika kami tinggal di Delhi. Tapi, semenjak tiket masuknya naik sebegitu banyak, saya jadi jarang datang kemari (curhat mode on). Apa yang membuat kami sering datang kemari? Baca sampai habis!

Melewati petugas keamanan yang dilengkapi dengan pistol laras panjang. Saya diminta untuk membuka dan memperlihatkan isi tas, petugas melakukan pengecekan dan mengambil snack yang berada dalam tas. Pengunjung dilarang membawa makanan, aturan ini diperlakukan untuk menjaga kebersihan tempat yang masuk dalam World Herritage UNESCO.

Menapakkan kaki menuju komplek makam Humayun, sayap kanan kiri terlihat sederet bangunan tua nan unik. Kami menuju sayap kanan terlebih dahulu, disana menghampar makam dan Masjid Isa khan.

Reruntuhan pintu gerbang memasuki Masjid Isa Khan mengisyaratkan usia renta bangunan. Pintu gerbang menyatu dengan lingkaran tembok kokoh memeluk Makam dan Masjid Isa Khan. Beliau adalah seorang utusan pada masa kejayaan Dinasti Islam Sher Shah Suri. Dibangun pada abad ke 15.

Melewati undakan dan berada di pintu gerbang. Sebuah bangunan berbentuk mirip mahkota raja ala Eropa terhampar didepan mata. Bangunan makam dan taman serasi berbentuk octagonal. Diatasnya terdapat sebuah kubah besar dikelilingi sepuluh Chattris imut dan cantik. Chattris ini semacam kubah disanggah empat pilar yang menjadi ciri khas bangunan di India. lengkung pilar batu besar nampak kokoh menyanggah atap kubah dari setiap sisinya.

Sesaat mata saya tertumbuk dengan tenda besar besar disebelah kiri. Duduk wanita bule dengan beberapa kamera besar, kabel dan box box besar. Pikir saya, mungkin lagi ada shooting film. Sementara diujung tenda ada dua lelaki bule saling berpelukan gembira dengan wajah dan baju penuh warna bubuk holi. Nah, dua cowok ini pakai ransel super gede.

Saya mengenyitkan dahi, kira kira film Hollywood apa yang lagi shooting disini?. Dua wajah bule tersebut juga  nggak terkenal. Tapi cakep meski wajahnya penuh bubuk Holi. Baiklah, saya jalan cantik aja, siapa tahu produser lihat tampang kece saya dan meminta jadi aktris pemeran utama *benerinjilbab. Saya abaikan mereka, toh saya juga sudah terkenal di Indonesia sebagai emak mbolang yang baik hati dan selalu ceria *plakkk.

Sebelum memasuki bangunan utama Isa Khan, terlihat dua lelaki duduk dikursi dengan kamera didepannya. Sementara lelaki lain yang menginterview berada didepan, agak kesamping. Sementara tiga buah kamera besar berada di sisi depan dan samping. Disini, saya teringat, kayak sesi interview program kesukaan saya, Amazing race. Inget kan, setiap session mereka selalu menceritakan perjalanan mereka.

Saya tidak memperhatikan baik baik, saya langsung masuk kedalam bangunan utama. Didalam terhampar batu nisan Isa khan dan kelima anggota keluarganya. Asyik melihat Mighrab yang dihiasi ukiran ayat suci Al Quran. Tiba tiba Gerakan bayangan melayang diatas kubah, jantung saya berdetak kencang dan ingin rasanya berlari kencang. Astaghfirullah. Ternyata, diatas lengkung jendela, beberapa burung dara terbang kesana kemari. Ada ada saja, serasa jantung ini mau copot. Sementara Najin merasa tak nyaman didalam.

Tak lama berselang, saya memutuskan keluar. Terlihat dua lelaki bule, yang ini nggak pakai serbuk holi dibadannya. Mereka terlihat tergesa gesa. Kemudian memeluk wanita India dan mengucap terima kasih. Sementara cameraman dengan kamera gede di bahunya ikut berlari bersama mereka. Wah, tak salah lagi nih, pasti Amazing  Race. Eh, tapi mereka kok nggak berbicara bahasa inggris, ya. Ui ui ithuty zhfjzhyau ishkhui, emboh ngomong opo.

Di sisi barat makam berdiri Masjid Isa khan. Masjid tipe terbuka ini memiliki tiga buah kubah. Hanya bagian mighrab depan yang tetutup kubah, pelatarannya terbuka beratapkan langit.


Humayun ka Maqbara
Dekoasi Islami di Langit langit makam Isa Khan

Humayum’s Tomb
Makan Isa Khan bersam keluarganya

Isa Kham tomb
Masjid Isa Khan

Beranjak meninggalkan komplek Isa Khan, didepan terdapat Bu Halima Tomb. Bentuk bangunan mirip dengan Hamam yakni tempat mandi para Kaisar, tapi dilengkapi dengan undakan. Saya perhatikan bentuknya mirip dengan panggung pertunjukkan tapi terbuat dari batu. Berdampingan dengan Bu Halima Tomb terdapat gerbang putih menjulang yang menghantarkan menuju Humayun Ka Maqbara atau Humayun’s tomb.

Sesampainya di gerbang putih, kami masih harus berjalan menuju gerbang utama. Disebelah kanan, sebuah pintu gerbang yang bentuknya lebih kecil, tertulis Arab sarai. Kami putuskan untuk menuju makam Humayun terlebih dahulu dan menelusuri keseluruhan komplek setelahnya.

Gerbang utama masih berjarak sekitar 100 meter dari gerbang putih dimana saya berdiri saat ini. Dari kejauhan, gerbang utama setinggi 16 meter nampak kokoh dan menawan. Terdiri atas dua lantai berhias 4 lengkung jendela dengan pintu utama ditengahnya. Dua menara cantik berada diujung atas kanan dan kirinya. 

West Gate (gerbang sebelah barat) keterangan yang tertulis dalam sebuah batu berbentuk persegi sebagai informasi bagi wisatawan. West gate ini adalah satu dari tiga gerbang memasuki Humayun’s Tomb.  

Sampai di pintu gerbang, mata hati mendadak romantis melihat landskap pesona kecantikan makam Humayun. Mata ini disuguhi sebuah bangunan megah bak Istana kerajaan berdiri diantara taman rerumputan hijau. Mengalir air sepanjang mata melihat, membentuk kolam dan air mancur ditengahnya.

Lengkung pintu gerbang membingkai cantik landskap bangunan dalam jepretan kamera. Makam yang didirikan pada tahun 1565 diprakarsai oleh sang permaisuri bernama Hamida Banu Begum. Sepeninggal suami tercinta, beliau merasakan kepedihan yang mendalam. Terselip dalam benak beliau, membangun sebuah tempat untuk merenung serta mengenang segenap cinta dan kasih sayang bersama sang raja.


tempat tempat wisata di Delhi
West gate pintu Gerbang utama menuju Huamyun ka maqbara

Hamida Banu Begum akrab dikenal dengan Bega Begum mulai membangun makam sekembalinya beliau dari Ibadah Haji. Tepat delapan tahun sepeninggal sang Kaisar. Terinspirasi deskripsi surga di dalam Al Qur’an. Mirak Mirza Ghiyas sang arsitektur, mendesign makam sang Maharaja dilengkapi dengan taman dan aliran air.

Saya perhatikan, design dan arsitektur bangunan bagaikan gabungan antara design istana dan Masjid. Terdiri atas dua lantai, dilengkapi dengan kubah putih besar diatasnya. Dikelilingi 4 buah Chattris warna putih dan 8 Chattris mungil warna biru. Chattris ini semacam kanopi berbentuk kubah kecil dengan empat buah pilar penyanggah, sebagai ciri khas bangunan zaman kekaisaran Mughal atau bangunan India lainnya.

Kami lanjutkan langkah kaki menuju bangunan makam yang didominasi warna merah bata dan marble putih ini. Berjalan sepanjang aliran air yang membelah taman ini, bagaikan ‘karpet merah’ menuju istana. Ditengahnya sebuah kolam dengan air mancur memantulkan bayangan kecantikan makam dalam air. Sejenak saya berhenti, mengabadikan panorama Indah ini dalam lensa kamera.

Setelah puas megambil gambar, saya melanjutkan tapak kaki menuju pelataran makam. Dilanjutkan melewati lima buah anak tangga batu menuju lantai dasar. Bangunan lantai dasar ini berbentuk octagonal, dihiasi deretan lengkung pintu. Dengan Jajaran pilar penyanggah berwarna merah bata serasi berpadu padan dengan lengkung pintu warna putih.

Melanjutkan tapak kaki menuju ke lantai dua. Pintu berukuran jumbo terbuat dari kayu tua dan tebal siap menyambut didepan anak tangga. Takut jatuh, saya berjalan perlahan melewati puluhan anak tangga dengan kemiringan 45 derajat ini.

Wah, lega sekali ketika sampai di lantai dua. Dihadapan saya, bangunan bertingkat berbentuk octagonal didesign artistik dengan ornamen Islami berdiri dengan eloknya. Dari lantai dua ini, terlihat pintu gerbang disebelah Utara dan Selatan lengkap dengan taman dan aliran air. Di sisi utara (sebelah kiri tangga) pelataran lantai dua ini, tehampar beberapa batu nisan.
Humayum’s Tomb

Delhi Sightseeing


Batu nisan berusia ratusan tahun ini nampak tua dan kusam. Tidak tertulis, makam siapa yang bersemayam didalamnya. Kami memutari bangunan untuk menuju kedalam bangunan utama. Gaya arsitektur persia ini memiliki design asimetris. Jadi dilihat dari sisi manapun, bangunan nampak sama. Sungguh, sebuah mahakarya arsitektur yang luar biasa.

Melewati pintu masuk, sebuah dekorasi unik menghias langit langit. Berbentuk melingkar berhias pahatan bebatuan warna warni dengan bentuk geometry mirip batik. Serasi berpadu padan dengan design garis dan bunga ditengahnya.

Sebuah batu nisan persemayanan kaisar Humayun berada tepat ditengah bangunan. Batu nisan terbuat dari batu marble putih. Diatasnya, menggantung sebuah lampu hias tua berusia ratusan tahun. Dindingnya bertingkat dihiasi lengkung lengkung jendela.

Dalam bangunan berbentuk octagonal ini terbagi menjadi 4 ruangan yang berada disetiap sudutnya. Setiap ruangan menaungi 3 atau 4 persemayanan batu nisan. Ruangan satu dengan yang lainnya terhubung dengan sebuah lorong panjang berbentuk persegi. Salah satu makam dalam ruangan ini adalah makam sang permaisuri Banu Begum.

Saya perhatikan, semua batu nisan terpahat tulisan ayat suci Al Qur’an, Subhanallah. Dan disetiap ruangan terdapat Mighrab yang dibuat dengan design menerawang menunjukkan arah kiblab. Hal ini menunjukkan sisi religius para penguasa Islam kala itu.


Taj Mahal in Delhi


Puas berkeliling dan memperhatikan detail bangunan dan makam, kami turun melalui tangga sebelah selatan.  Menuju salah satu sudut taman, disana berdiri Nai-ka-Gumbad atau Barber’s Tomb. Tidak tertulis dalam sejarah, makam siapakah yang berada didalamnya. Hanya bertuliskan makam seorang laki laki dan seorang wanita.

Bangunan ini nampak mungil, cantik, unik dan juga misterius. Dilengkapi dengan kubah besar diatasnya dan empat buah Chattris cantik warna biru. Mendekati bangunan, membuat bulu kuduk saya berdiri. Selain tempatnya yang nyempil diujung taman, sekelilingnya dipenuhi dengan pohon rindang, tampak sunyi dan sepi.

Lelah berkeliling dan menyusuri gerbang dan taman komplek. Kami duduk santai diatas rumput hijau disalah satu sudut taman. Nyaman sekali, kami rebahan sambil menikmati landskap makam berhias pohon palm menjulang. Sesekali wefie. Bukan hanya kami, beberapa wisatawan manca negara terlihat duduk bersantai, membaca buku, ngobrol hingga tertidur pulas, seolah olah enggan beranjak dari taman surgawi ini.


Humayum’s Tomb
Barber's Tomb
Sisi taman lain dihadapan kami menjadi lokasi shooting amazing race. Digunakan sebagai pit stop utama. Deretan kamera jumbo, kamera lengkap dengan roda, lampu lampu, salon, box box besar. Kamera  tersorot pada dua sosok lelaki yang saya jumpai di Isa Khan tadi. Mereka sedang asyik bercengkrama dengan pembawa acara didampingi wanita India dengan mengenakan Saree.

Bendera bendera bergaris khas amazing race tergantung disekitarnya. Saya saksikan dengan seksama. Eh, kenapa pembawa acaranya bukan mas Phil, ya. Yang ini beda, lebih cakep dan muda *pasangkacamata. Teringat peserta yang tadi saya temui tidak menggunakan bahsa Inggris, saya pikir mungkin ini amazing race negara lain.

Ternyata, ya, kalau kita lihat amazing race biasanya peserta lari kenceng ke Pit Stop. Eh, ternyata ini diatur juga. Hehehe mesti yang lain dah datang, lainnya harus nunggu interview di Pit Stop.

Begitu juga ketika selesai, mereka tak langsung pergi melanjutkan perjalanan. Setelah pergi, shoot, eh mereka balik lagi buat istirahat dan bincang bincang, kirain selama ini langsung mlencing kemana gitu.

Nah, ini. Yang bikin saya Ge er kelangit ketujuh. Setelah duduk santai, kami putuskan balik ke apartemen. Sejenak saya menatap area shooting lebih dekat. Posisi saya berada di belakang perserta amazing raze, otomatis pembawa acara berhadapan dengan saya. Alamak cakep banget. Kok kayaknya si pembawa acara menatap kecakepan saya terus menerus, ya . Duh jadi salah tingkah. Hahaha ojok Ge er.

Kami balik melewati gerbang yang sama. Kami berjalan santai sambil ngobrol. Tetiba didepan kami melintas sesosok lelaki dengan membawa kamera gede plus Tripod. Shah Jahan memulai pembicaraan. Oh, ternyata mereka ini amazing race dari Israel. Di negaranya judulnya bukan amazing race tapi HaMerotz LaMillion. Setelah saya baca di internet mereka lagi shooting HaMerotz LaMillion session lima.


Shooting amazing race

Amazing race Israel

Humayum’s Tomb


Didekat gerbang putih arah pintu masuk, terdapat gerbang Arab Sarai (urdu) berarti losmen atau hunian. Ketika makam Humayun dibangun, Bega Begum mendatangkan ratusan imam dan juga ahli kaligrafi batu dari Jazirah Arab. Diarea inilah mereka tinggal dan dimakamkan. Saya masuk kedalam sendiri, sementara Shah jahan dan Najin menunggu diluar.

Memasuki arab sarai, suasana nampak sepi. Tidak banyak wisawatan yang memasuki area ini. Mereka cukup mengintip dari pintu gerbang dan segera berlalu. Selain tempatnya yang kurang terawat, juga banyak batu bangunan sisa renovasi berserakan disana sini.

Meskipun saya sempat ragu, tapi rasa penasaran memantapkan langkah kaki menelusurinya. Masuk kedalam, disebelah kanan terdapat Hamam, sebuah bangunan berbentuk kotak persegi setinggi badan berfungsi sebagai tempat pemandian kala itu. Disebelah kiri, nampak  berdamping sebuah bangunan makam dan Masjid Afsarwala.

Nila Gumbad
Nila Gumbad adalah makam dari Miyan Fahim. Berbeda dengan tempat tampat lainnya yang masih berada di komplek Humayun’s tomb yang dikelilingi pagar batu. Nila Gumbad berada ditengah persimpangan jalan raya menuju komplek Humayun. Keunikan dari Nila Gumbad, terletak pada warna kubahnya yang berwarna biru, Nila (urdu) yang berarti biru.


Tempat wajib dikunjungi di Delhi
Humayun Ka Maqbara
Keseluruhan komplek Humayun ka Magbara memang luas sekali. Pada waktu itu, untuk membangun komplek makam, sang permaisuri menghabiskan uang sekitar 1,5 juta rupees atau sekitar tiga ratus juta rupiah. Wow, nilai yang fantastik pada zaman itu. Hal ini juga menjadi bukti, bahwa cinta tak ternilai dengan uang.

Sebagai seorang wanita, saya kagum dengan ketulusan dan kebesaran cinta Bega Begum kepada suaminya. Cinta yang tak lekang oleh ruang dan waktu. Bahkan ketika maut memisahkan, segenap cinta yang tertanam, tertumpah dalam ‘istana’ taman makam surgawi, Humayun Ka Magbara

You Might Also Like

36 comments

  1. Ternyata Amazing Israel ya :D hostnya Ron Shahar mbak. Kenapa gak minta foto bareng? hihihihi.

    Humayun Tomb kelewat di Delhi, hiks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya histnya Ron Shahar cakep dan coool abis. Aku minta foto bareng? Harusnya Ron yang minta foto bareang ke aku, hehehe emang siapa ane.

      Ntar klo ke INdia jangan kelewatan lagi

      Delete
  2. Duh Mbak selalu terpukau sama tulisan dan kisah-kisah petualangan di India. udah di Indo ya? Terus siapa dong yang nemenin aku jalan-jalan ke Kashmir? *Pede tingkat tinggi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku memang sejak dulu memukau *kebasjilbab *plakkk

      Ahhhh, Mbak Lina mah berani bertualang sendiri di Kashmir, amannnnn

      Delete
  3. Eh mbak zulfa udh pulang kampung ta? Ish telat akuh padahal lg nabung temenan iki buat mbolang ke india sekaligus ketemu mbak zulfa :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan hanya pulang kampung mbak. Insyaallah aku sudah menetap di Idnonesia.

      Kalau ke India paling cuman mengunjungi keluarga atau mbolang. nggak stay lagi

      Delete
  4. owalahhhh kirain amazing race itu kl pas diwawancara kayak abis lari berkilokilo koyok kesusu ngono, ternyata juga masih dikasih duduk. India ini... banyak bangunan klasik keren gitu kali ya disana mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyo aku biyan tak kiro ngunu, ternyata nggak. hehehe
      Banget, bangun sisa kejayaan Islam atau Hindu, Budha ada disini

      Delete
  5. Weih, begitu tow mbak. Kalau Taj Mahal dari kaisar untuk permaisurinya, kalau yang ini dari permaisurinya untuk kaisarnya.... Ini kalau banyak yang tahu mbak..., Tak lengkap rasanya kalau berkunjung ke Taj Mahal tanpa mengunjungi tempat ini,,,, keren - keren,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, apalagi mereka masih satu keluarga

      Delete
  6. Subhanallah apik banget ya bangunannya mba, cantiiiik..ada syuting Amazing Race pula hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. MasyaAllah iya, cakep banget. Bonus itu shooting amazing race

      Delete
  7. Keren banget ya lambang cintanya masih terjaga hingga sekarang.. Masih bisa dinikmati oleh banyak orang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yo i, klo kesana bawaan romantis. harus kesana sama papa nya lala

      Delete
  8. Jadi mupeng pengen banget ke india, selalu seru nih kalo baca blog nya mba zulfa tentang india, karna aku cinta bgt sama india. Salam kenal yah mba zulfa: )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga

      Jalan jalan ke India memang seru seru sedep, baik tempat atau budaya semuanya menarik

      Delete
  9. Makin penasaran pengen backpaking ke India. Salam ya mbak dari jokka2traveller.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayooooo segera meluncur ke India. pasti seneng kok

      Delete
  10. duuuh, aku jd salut ama org2 india jaman dulu :). romantisnya puoool ya... ampe jor-jor an bangun istana dan mesjid secantik ini :).. baru tau loh mbak ttg humayun tomb.. jd sepertinya ada 1 tempat lagi yg msk ke list kalo suatu hari nanti ke india :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak, Romantis sekali. Iya, banyak yang nggak tahu, tahunya klo bangunan romantis itu Taj Mahal doang. Dan masih ada lagi yang lainnya, lho

      Delete
  11. Tenanan mak sdh di Indo selawase???? Kl mau ke india sp y sg meh nemeni??? Shah Jahan setuju kl emak tinggal di Indonesia?m

    ReplyDelete
  12. Tenanan mak sdh di Indo selawase???? Kl mau ke india sp y sg meh nemeni??? Shah Jahan setuju kl emak tinggal di Indonesia?m

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha Banya yang nemenin ke India, nih banyak yang mau ke India

      Delete
  13. 300 juta pada masa itu mah banyak banget yaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget, mungkin klo sekarang setara 300 M atau 1 T, hehehe

      Delete
  14. Wah, mba baru tau aku ttg Humayun's Tomb ini.. Komplek-nya luas banget ya kelihatannya.. Host-nya mana mba? Pingin liat cakepnyaa.. hihihi... Salam kenal ya mba Zulfa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Host nya kusimpen dirumah, taku dikejarin cewek cewek2 , hahaha

      Iya komplke ini luas banget

      Delete
  15. Pokok...... E tulisan si emak. Ngbolang....... Keren sekali (pasti udah siap siap ngibasin jilbabnya, yo mak? )°
    Tapi bener an lho... Aku baru baca satu atik3l wwes kepingkel pingkel karo guling gulung.
    Kapan yo. Mak kita bisa kopidarat.. Dolan nek blitar..... Mak tak jak nek sawah bolang tikus....

    ReplyDelete
  16. Pokok...... E tulisan si emak. Ngbolang....... Keren sekali (pasti udah siap siap ngibasin jilbabnya, yo mak? )°
    Tapi bener an lho... Aku baru baca satu atik3l wwes kepingkel pingkel karo guling gulung.
    Kapan yo. Mak kita bisa kopidarat.. Dolan nek blitar..... Mak tak jak nek sawah bolang tikus....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Disitu saya merasa GR *kebabjilbab

      Kepingkel2, Ati ati bablas klo baca. bacanya di kamar aja ya, klo di jalan ntar dikirain..... hehehe

      InsyaAllah kita bisa kopdaran. Eh, aku pingi dolan nang blitar, nanag danau iku looo... kok yo lali jenenge :)

      Delete
  17. Tak kerjo sek cek sugih, biar bisa kesana :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Ya Allah. Ayoo dungo Bareng ben sugih, trus isok mlaku mlaku nandi nandi :) Ojok lali sedekah

      Delete
  18. Pagi mbak, gapapa kalo saya nanya banyak soalnya ini pengalaman pertama juga, gini mbak saya hendak mengadakan liburan ke Goa India, saya belum pernah naik pesawat dan bepergian ke luar negeri, saya cek perjalanannya tidak ada perjalanan langsung ke India, hrus transit dulu di Malaysia, cuman yg bikin saya jadi ngeri dan bimbang banyak pemberitaan2 mengenai WNI yg ingin berlibur ke Malaysia malah dideportasi kembali ke Indonesia tanpa penjelasan apapun dan katanya pihak imigrasi Malaysia tidak bisa kompromi, saya jadi ragu mbak buat pesat tiketnya, nanti klo saya transit di Malaysia trus saya dikembalikan ke Indonesia tanpa sebab kapok deh jadinya, apa klo transit juga ada pemeriksaan oleh imigrasi Malaysia? Mohon penjelasannya yang lengkap ya mbak, mbak, mbak cantik deh he hehe (sedikit merayu) first time soalnya mbak saya buta, tolong (haha)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi gini, kalau kita transit di Malaysia memang ada pengeceken di Borading gate. Sebenarnya permsalahan yang muncul sekarang adalah, pihak pemeriksaan Malaysia mengatakan kalau masuk India harus menggunakan e-passport. sedangkan itu NGGAK harus.passport biasa lancar saja. Saya sendiri masuk lagi India dengan menggunakan passport biasa, Alhamdullilah Lancar.

      makanya disini ada hal yang harus diluruskan, setahuku di India, passport itu bisa ditulis tangan dan barusan saja muncul aturan baru dimana Passport nggak boleh ditulis tangan Sedangkan di Indonesia Sendiri, Passport sejak lama sudah tertulis menggunakan komputer.

      Kemungkinan kesalahpahaman ada disini. tapi untuk lebih jelasnya harus e passport sebaiknya tanya embasssy India.

      Delete
  19. Hi mba zulfa..Namaste, i sent you an email, i have booked flight to delhi.. and ready to jelajah india with my big families. i need your help and advice mba.. reply my mail pls...... thanks a bunch

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namasthe.... Hai Asha.

      Ya, aku udah baca emailnya, InsyaAllah ntar aku reply ya.... antri.

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram