“Pesan
satu lagi Ammy …its very tasty “ ucap
si kecil, Najin sambil nyruput sisa soup diatas piring. Makannya lahap sekali sampai
kelihatan seperti tergesa gesa, sambil sesekali mengusap peluh yang mengalir. Ini
adalah pertama kalinya dia menyantap tahu campur, dan langsung jatuh hati
dengan menu khas Surabaya ini.
Saya
jadi tersenyum Happy, gimana tidak,
selama ini dia paling suka menu fast food seperti ayam goreng, burger atau
Pizza. Kalau saya ajak makan malam di luar, tiga menu itu selalu menjadi menu yang
terucap dari bibir mungilnya. Malam itu menjadi ‘sejarah’ yang membuat saya tak segan lagi mengajaknya
berwisata kuliner.
Jadi
ceritanya, malam itu saya kangen dengan citarasa Tahu campur, saya ajaklah dia
jalan jalan ke kawasan jajanan malam pasar senggol, Gresik. Disana ada Tahu
Campur paling enak di Kota Gresik (Kota yang berbatasan dengan Surabaya Barat).
Biasanya dia menolak, karena bukan menu pilihannya. Tapi saya ‘merayu’ nya
dengan semangkok es campur. Akan sulit baginya menolak enaknya es campur.
hehehe
Nah,
ketika tahu campur terhidang hangat di hadapan mata, dia langsung bilang “Aku
mau makan itu”. Si kecil telah tergoda dengan aromanya yang menggetarkan rongga
hidung. Saya mengernyitkan dahi dan tersenyum.
Baiklah,
sepiring tahu campur yang saya pesan langsung saya sodorkan kepadanya. Dia
cicip kuahnya yang sedikit kental, terus lanjut makan tanpa sepatah katapun
terucap. Hehehe karena keasyikan dengan cita rasa yang gurih.
Tahu
campur lebih dikenal sebagai masakan Khas Surabaya, padahal aslinya dari
Lamongan. Dan menjadi kuliner khas Jawa Timur. Tahu campur bukan hanya milik
Jawa Timur, beberapa daerah juga memiliki menu tahu campur. Tapi, tentu saja setiap tempat menghadirkan racikan
dan citara rasa yang berbeda pula. Seperti Kebanyakan kuliner Surabaya lainnya,
Tahu campur juga menghadirkan tendangan rasa gurih petis dalam sajiannya.
Petisnya
ini dipoles diatas piring, jika suka pedas sekalian dibalut dengan sambal. Kemudian
diberi tauge dan irisan selada air. Ditambahkan irisan tahu goreng, perkedal
singkong dan Mie kuning. Kemudian diguyur dengan soup daging yang sedikit
kental dan beberapa iris daging.
Dagingnya
ini bukan sembarang bagian daging. Yang digunakan adalah bagian daging tertentu
berdekatan dengan otot. Diracik dengan bumbu bumbu pilihan hingga dagingnya
empuk tapi tidak sampe lumer di mulut. Warna soupnya sedikit kuning. Ketika panci
soup dibuka, uap tipis melayang diatasnya menghantar aroma menggoda.
Rasa
super gurih membahana relung pencecap rasa. Menghadirkan kombinasi rasa antara
gurih soup daging dan gurihnya petis. Dan sedikit manis dengan semburat rasa
pedas. Maklum saya penyuka rasa pedas, jadi selalu menambahkan sambal dalam
hidangan. Tahu campur ini paling enak disajikan hangat.
Hingga
hari ini Najin menyukai beberapa menu kuliner Nusantara. Kalau dirumah dan
lapar dimalam hari, dia biasanya mengajak saya keluar untuk mencicipi kuliner
lokal. Bukan hanya Tahu campur, juga Tahu Tek dan Soto Kikil. Jarang sekali mengajak
saya ke restoran fast food. Aih senengnya, tak hanya bikin
dompet saya tertawa lepas, saya jadi punya ‘teman baru’ bersiwata kuliner.
