Jasa Setrika Baju “Jadul” di India

23:01:00


Potret negeri jadul ialah ungkapan yang pas mengambarkan Negara India. Tak hanya mengajak para wisatawan menembus mesin waktu menelisik peradaban tua. Dan juga lelaki India yang masih setia dengan baju komprang ala penyanyi Arafik. Di Negeri semilyar penduduk ini masih bayak kita jumpai sederet pekerjaan penyedia jasa yang hampir punah di negara kita  Indonesia dan mungkin di dunia.

Gerak kehidupan di India bagaikan sebuah bola bumi. Sebagian di tarik ke kutub utara dan selatan. Sebagian ditarik keangkasa dan sebagian ‘dipaksa‘ lengket dengan tanah. Bayangkan, di negeri yang mencetak ahli  IT (information technology) terbaik di dunia ini, yang notabene mengandalakan teknologi untuk masa depan. Masih ada penyedia jasa setrika baju keliling dengan menggunakan setrika arang.

Entah kapan terakhir kalinya emak melihat setrika arang di Indonesia. Jika ingin mensetrika baju, harus membakar arang dan dimasukkan kedalam setrika besi yang berat dan tebal.  Dengan pegangan terbuat dari kayu yang tebal juga. Didiamkan diatas daun pisang agar tidak terlalu panas. Jika terlalu panas, membuat baju lubang. Dan tentu saja, menyerap bau khas arang dalam pakaian.

Jasa setrika baju di India ini dapat dengan mudah kita temukan di jalanan. Mereka biasa disebut Dhobi Wallah. Sebenarnya Dhobi Wallah ini tukang cuci baju dan sekaligus setrika baju. Dhobi Wallah  perkerjaan yang dilakukan oleh penduduk India dari kasta paling rendah, Dalit. 

(Baca : Sistem Kasta di Negeri Mahabharata)

Mereka mendorong gerobak layaknya pedagang kaki lima penjual makanan. Biasanya, diatas gerobok tertumpuk beberapa baju dan setrika jumbo zaman jadul. Setrika yang dipanaskan dengan arang kayu atau batu bara. Tentu saja, menggunakan batu bara yang berkualitas rendah.

Biasanya tukang setrika mempunyai langganan. Mereka akan mendatangi tempat tinggal pelangganya. Sekaligus berteriak untuk menawarkan jasa di sepanjang jalan. Sang pelanggan membawa baju. Dan seketika itu juga dia mensetrika baju satu per satu diatas gerobak sekaligus meja setrika. Dengan berdiri dan cekatan, mereka melipat baju layaknya seorang profesional.


Mereka biasanya mencari tempat agak teduh untuk melakukan perkerjaanya. Maski teduh dan terhalang sinar matahari. Tapi sengat sang mentari masih terasa menyusup kedalam pori pori. Bulir bulir peluh, berat dan panasnya setrika seolah menjadi kawan penyambung nyawa. Setumpuk pakaian sekitar 3 Kg dihargai Rp. 2000 s/d 5000 saja.

Tukang jasa setrika tak hanya menjadi pekerjaan pribadi tapi juga Industri. Beberapa pengusaha jasa setrika bekerjasama dengan perusahaan garmen.  Atau bekerja sama dengan toko binatu (laundry). Sari dan kemeja yang masih diciprati tepung agar nampak ngejengkang, lipatan yang lurus semua hasil dari kerja mereka.

Di India biaya listrik sangat mahal. Itulah mengapa industri dan rumah tangga memilih menggunakan jasa setrika ini. Tak usah mengeluarkan tenaga dan membayar listrik. Sebuah hubungan simbiosis mutualisme.

Saat ini harga batu bara yang melambung tinggi menjadi topik panas di India. Tentu saja hal ini akan berimbas pada penghasilan tukang jasa setrika yang tak seberapa. Emak teringat Ucapan seorang Filosopi ternama Max Muller tentang India :

“If I were asked under what sky the human mind has most full developed some of its choicest gifts, has most deeply pondered on the greatest problems of life, and has found solutions of some of them which well deserve the attention even of those who have studied Plato and Kant – I should point to India

Diantara kompleknya kehidupan, India tak pernah gagal menyajikan sejuta cerita.    


You Might Also Like

25 comments

  1. Kalau rakyat Indonesia yang kebetulan tak punya pekerjaan tahu, ide ini pasti dicontek Mak. Kalau saja di Tangerang ada saya pastikan akan jadi pelanggannya. Kayaknya cuma di India ya jasa seterika baju keliling ini :)

    ReplyDelete
  2. Kalau rakyat Indonesia yang kebetulan tak punya pekerjaan tahu, ide ini pasti dicontek Mak. Kalau saja di Tangerang ada saya pastikan akan jadi pelanggannya. Kayaknya cuma di India ya jasa seterika baju keliling ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Cuman beli setrika jadul gitu, dimana ya sekarang? di Indonesia dah listrik semua trus mengandalkan asisten. Ya, kayak di India saja.

      Delete
  3. Antara ironi dan seni (hidup) ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Antara Iron(i) dan demi sen(i). India ohhh India

      Delete
  4. omg, masih ada ya pekerjaan begitu..antara takjub dan kasian juga sih mba -__-... 3 kg baju dgn upah Rp 5rb?? :( nyetrika baju berapa helai aja kyknya udh capek bgt yak -__- ... India ini sprtinya salah 1 negara yg jomplang bgt perbedaan si kaya dan miskinnya ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kasihan ;( harus keliling panas2an. kalau musim panas sampai 40 derajat dengan hasil yang nggak seberapa.

      Yap, betul banget, Njomplang banget. Coba cek Billioner India dan masuk deretan orang terkaya di dunia, banyak yang dari India. but.... As u see :)

      Delete
    2. Mampir Mak,,,, bener banget... Kebetulan saya sempet berkunjung ke sana 2x. Saya melihat para gelandangan jumlahnya buanyak banget.... Terutama di Delhi.. (tau gitu saya mampir ke emak waktu di Delhi, cuman mampir di Indonesian embassy doang). Belum lagi setiap pagi mau berangkat kerja, mesti lari2 ngejar bis (macam jakarta tahun 80-90an). Belum lagi di sepanjang jalan yang saya lewati... Di tiitik itu saya seperti dibukakan oleh Tuhan, bersyukur sekaleeeeee tinggal dan hidup di Indonesia. Aku Cinta Indonesia oooooiiii.

      Delete
    3. Ya, Saya tinggal di Delhi... lihat gelandangan hal yang biasa.
      Yao ke India lagi dan mampir ke kampung India asli, hehehe.

      Ya, dulu bisnya bobrok banget, sekarang sudah diganti semua, lebih nyaman tapi teteup selalu penuh, India gitu lho :)

      Alhamdullilah, memang kalau jalan jalan ke India, harus buka mata dan hati. Karena bisa merubah diri menjadi hamba yang lebih bersyukur. Sama Oiiii Aku Cinta Indonesia

      Delete
  5. Pekerjaan RT yg ga kusuka pling yo setrika, sumuk, kl nyuci kan masih keceh air. Subanallah insha allah rejeki mereka barokah dan dikeluarkan dari kemiskinan. Mau ikut trenyuh tapi kayaknya mereka ini koq tough banget ya, salut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nek aku kuwalik, paling nggak seneng nek onok banyu. Malah dadi ribet, hehehe

      Orang India itu pekerja keras banget, memang kehidupan mengajarkan seperti itu pada mereka. Bersaing dengan semilyar orang membuat mereka jadi keras atau tertindas.

      Delete
  6. coba lebih di ceritakan lagi panjang lebar tentang kasta dalit ini mbak

    ReplyDelete
  7. coba lebih di ceritakan lagi panjang lebar tentang kasta dalit ini mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pingin cerita banyak takutnya entar mengharu biru. Kapan kapan ya, soalnya pingin survey juga, tapi belum sempat

      Delete
  8. wadoooooooh ,,,,, apa jadi baju kalau bau arang,disini bertempat satu bas dg orang sebngsa india,nepal,bangla perjlnn 30minut je dah sakit kepala,mau muntah,,,, bau gak bs tahan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedapppp :) hahaha, Sabar sabar.

      Delete
  9. mbak klo lihat upah setrika segitu, apa biaya hidup di india murah seperti indonesia thn 80-an

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biaya hidup di India murah sekali, yang mahal itu biaya tempat tingggal. makanya banyak gelandangan karena nggak mamapu sewa kos atau rumah

      Delete
  10. omg, masih ada ya pekerjaan begitu..antara takjub dan kasian juga sih mba -__-... 3 kg baju dgn upah Rp 5rb?? :( nyetrika baju berapa helai aja kyknya udh capek bgt yak -__- ... India ini sprtinya salah 1 negara yg jomplang bgt perbedaan si kaya dan miskinnya ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih ada, di India begitu banyak variasi pekerjaan kasar, Bhakan terkadang profesi itu tak terpikirkan oleh kita. Cara bertahan diantara milyaran penduduk

      Delete
  11. Di sini itu yg Kaya tambah Kaya, yg miskin tetapiskin. Karena sistem kasta itu. Makanya Banyak temen2 indiaku yg Sudah keluar Dari India Ga mau balik lg n nyari citizenship di negara lain. Kasian kalau lihat disini. Mau Bantu to Banyak banget. Jd Bantu sebisanya aja. Yg kasian kalau lihat tukang timbang badan sama tukang ricksaw yg Sudah tua2. Pengen nangis lihatnya

    ReplyDelete
  12. Di sini itu yg Kaya tambah Kaya, yg miskin tetapiskin. Karena sistem kasta itu. Makanya Banyak temen2 indiaku yg Sudah keluar Dari India Ga mau balik lg n nyari citizenship di negara lain. Kasian kalau lihat disini. Mau Bantu to Banyak banget. Jd Bantu sebisanya aja. Yg kasian kalau lihat tukang timbang badan sama tukang ricksaw yg Sudah tua2. Pengen nangis lihatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya bener, orang India yang sudah keluar India nggak pingin balik ke negaranya. Dah rahasia umum itu

      Delete
  13. ah...hasil jerih payahnya dihargai 2000-5000 rupiah saja, kita perlu bersyukur sepertinya ketika masih diberi rejeki berlebih. tetapi di Indonesia juga masih ada penjaja jasa jahit keliling, tukang gigi keliling serta reparasi payung keliling

    ReplyDelete
    Replies
    1. disana labour memang benar benar murah. iya memang disini juga masih ada yang kerja keliling. tapi nggak ada yang jasa setrika dan pakai gerobak

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram