Siluet Negeri Semilyar Penduduk : Amarah

21:56:00

from Youtube

Mentari memancarkan garis sinar kuning bersemu orange dibalik gedung apartemen. Diantara padatnya apartemen, sang mentari tak kuasa menembusnya. Membiarkan gang gang sempit terhimpit dalam kegelapan. Seolah menjadi gambaran kehidupan didalamnya.

Terik mentari belum meninggi tapi teriakan menantu baru didepan apartemen mampu memanaskan suhu di Bumi. Apartemen yang dahulunya tenang dengan keceriaan keluarga besar menjadi neraka kecil. Ketika sang menantu yang belum sebulan dinikahi anak lelakinya tiap hari marah marah, ngomel dengan suara lantang tanpa malu didengar oleh tetangga. Hampir tiap hari emak mendengar ‘nyayiannya‘ yang cukup memanaskan telinga. Untung, saat itu emak masih belum mengerti bahasa Hindi.

Ketika sedang asyik duduk di balkoni  apartemen untuk menyaksikan permainan Cricket di taman. Dua pemuda saling mengadu mulut dengan bola mata melotot. Masalahnya simple, dua motor saling bersinggungan dan saling menyalahkan. Tak ada kata maaf. Suara semakin meninggi, keduanya mulai adu jotos. Dan satunya mulai melepas ikat pinggang dan siap mencabik cabik dengan penuh amarah.

Lagi berdua dengan si kecil nonton TV. Tiba tiba terdengar suara gemuruh dari luar. Beberapa orang saling memaki dan melaknat satu sama lain. Gara garanya, Apartemen baru tidak selesai pada waktunya. Sementara uang ratusan juta rupiah sudah digelontorkan. Tak ada kesepakatan Mufakat. Pergi dengan  amarah memasuki mobil masing masing dengan omelan dan sumpah serapah. Tipu menipu dengan bualan selangit sudah menjadi hal yang biasa disini.

Tiap kali keluar apartemen, emak selalu dihadapkan dengan Amarah. Selalu dan selalu ketemu orang bertengkar, kelai, adu mulut plus mata melotot. Kebanyakan karena tidak menaati aturan. Ngebut. Menerobos lamput merah.  Nyebrang sak enak  udel e. Kesrempet. Bahkan traffic di India masuk dalam The Most Dangerous Traffic on Earth. Pernah ditayangan di NGC.

Dulu emak paling risih kalau ada orang bertengkar. Pernah emak tidak mau keluar rumah selama 6 bulan hanya karena tidak ingin melihat pertengkaran. Eh, ladalah, kok malah tetanggga sebelah selalu bertengkar dengan menantunya.

Entah mengapa di negeri semilyar penduduk ini orang sangat mudah marah. Ditambah lagi segan untuk meminta maaf. Semuanya merasa benar. Jelas jelas menerobos jalan dari arah berbeda. Dimarahi, eh, malah balas memaki. Siap adu jotos. Hanya karena masalah sepele jadi kayak ikan lele.

Mungkin karena berjubelnya manusia. Hidup dalam himpitan kemiskinan. Terlalu banyak orang dalam rumah. Hingga mereka terbiasa bersaing dan mempertahankan argumen  dengan nada tinggi. Entah salah atau bener yang penting ngomong lantang dan menantang. Entahlah!

Apa hanya orang dewasa saja? TIDAK. Beberapa kali emak menyaksikan sendiri anak anak bertengkar dan saling adu jotos. Dan parahnya lagi dari mulut mereka terlontak kata kata yang sungguh tak pantas diucapkan oleh anak seumur itu. Mungkin mereka terbiasa mendengar ucapan tak sopan dari lingkungannya. Emak pribadi kawatir dengan si kecil. Tiap kali pulang dari sekolah, emak selalu tanya. “Does anybody hurt you in school?” atau “everything fine ?” Bahkan suami meminta kepada asisten yang antar jemput nya untuk selalu memperhatikan dia di sekolah. Untuk memastikan dia nggak bertengkar dengan temannya. Asisten sekaligus Bodyguard.

Yang bikin emak ikutan marah dan pingin jotos juga adalah kata kata kotor yang terlontar dari mulut mereka. It’s OK kalau sekedar memaki dengan kata Kuta, suwer ( Anjing, Babi). Laa sering nya mereka memaki dengan menggunakan kata kata mantra Teri Ma ki Cut (Anunya Emak mu atau Anunya Mbak mu) kalau dibahasa Inggriskan “ Fuck you, mother fucker dan sejenisnya“. Laaa, kenapa harus nyebut nyebut alat kelamin emak sama mbak nya. Apa salah mereka? Kenapa nggak nyebut kelamin kamu sendiri? Astaghfirullah!

Dulu telinga emak panas dan mata jadi sepet lihat orang bertengkar. Sekarang? paling emak cuman senyum trus jalan cuek aja. Ada tapi tak nampak. Ketika jalan jalan sama teman teman dari Indonesia, mereka biasanya kaget lihat orang bertengkar. Paling emak cuman bilang “Udah biasa, nggak usah kaget“ Lets keep walking.

Seperti dikutip dalam buku TITIK  NOL Karya Agustinus Wibowo “Kerasnya hidup disini yang penuh tipu menipu telah mengubahku lahir batin”. “Ah, Sudahlah India begitu melelahkan!”


Foto diambil dari Inspirably.com


India negeri sejuta cerita yang mampu membolak balikkan Hati dan Rasa.


You Might Also Like

26 comments

  1. Aku setuju, Mak, kayaknya himpitan hidup membuat sumbu sabar amat pendek :)

    ReplyDelete
  2. Aku setuju, Mak, kayaknya himpitan hidup membuat sumbu sabar amat pendek :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mbak, kalau banyak orang jadi mau nggak mau 'dipaksa' untuk bersaing. Akhirnya hilanglag rasa sabar dan amarah dikedepankan. :)

      Delete
    2. Maakkk ngeri yaa ternyata org india...apakabar dgn idolaku Shaheer sheikh n poojaSharma yaaa... Mrk brada dlm lingkungan spt itu gak seh.. 😂

      Delete
  3. sama kayak di tempetku mbak .....kalo gi berantem waduh ! kata katanya ......hmmmm .....jjiiiiaaaan risih tenan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata sama Mbak Ya. :( Kata katanya memang bikin super risih. Kok nggak malu juga ya, dilihatin banyak orang. Dah biasa kali...

      Delete
  4. Di Indonesia juga sama mak...mungkin karena harga2 makin melonjak hiks...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kah mbak? hadew. Mungkin mbak. Iya aku baca berita harga minyak naik. semu harga pokok pada ikutan melonjak. Semoga Allah kasih kesabaran sama umat manusia.

      Delete
  5. ya nggak malu mbak ...tambah pd, kan kalo gitu di kirain kuat mbak , wong kebanyakan di sini orange pada sok kuat , kacian ...nyapo kok kudu ngeden ngeden nguras energy wae wkk kk

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya, orang disini itu sok kuat dan sok benar. benar salah, sing penting aku menang. hahaha nek kakean ngden engkok malah mbrodol. wkwkwkwk

      Delete
  6. Waktu di Varanasi, ketemu temen bule dari Polandia dan dia bilang.

    "One of them only just waiting around 30 second or 1 minute and everything will be okay" saat dia bilang sering banget kendaraan mepet-mepetan di jalan nggak mau ngalah.

    Tapi sejujurnya aku kangen juga dengan suara klaksonnya haha dan baca tulisan di belakang truk "Blow Horn" :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kendaraan memang nggak aa yg mau ngalah, makanya ak bilang ke kam, jangan kaget kalau shah jahan marah marah waktu ngendarain mobil.

      Delete
  7. Makasih ya sharing pengalaman dan informasi ini.aku lagi pacaran sama co dari india .berguna skali perkongsiannya.

    ReplyDelete
  8. Makasih ya sharing pengalaman dan informasi ini.aku lagi pacaran sama co dari india .berguna skali perkongsiannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sama :) Iya siap siap sebelum diboyong ke India, ya

      Delete
  9. Mba,, mencerahkan sekali :D tampaknya aq tak boleh tergoda dg cowok India nih... Dulu pas jd LO, sempet dpet tamu, pemain sepakbola dan officialnya tp dr Srilanka.. Karakternya apa sama mba?itemnya sih sama :D haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehee. Nggak semua ya, tapi kebanyakan.
      Kurang tahu ya apakah karakternya sma atau tidak.

      Kalau orang India selatan ya, itemnya sama kayak orang Srilanka. bertetangga.
      Kalau India Utara, putih putih orangnya :)

      Delete
  10. Pngen bngt backpacker ke kashmir

    ReplyDelete
  11. Mbak btul skali itu ...org sni paling egois dan paling anti yg nama nya minta maaf...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, Sing sabar kalau tinggal di India, ya.

      Delete
  12. Makasih infonya mbak,,, saya tertarik sekali untuk membaca tentang kehidupan india ketika saya melihat video tentang jajanan india,,, kog para pengemudi di jalan tidak pernah berhenti membunyikan klakson. Ternyata ini jawabannya.

    ReplyDelete
  13. Makasih infonya mbak,,, saya tertarik sekali untuk membaca tentang kehidupan india ketika saya melihat video tentang jajanan india,,, kog para pengemudi di jalan tidak pernah berhenti membunyikan klakson. Ternyata ini jawabannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kehidupan yang komlek di India memang sangat menarik untuk dinikmati

      Delete
  14. mungkin karena himpitan hidup di kota besar yang penuh persaingan, atau orang-orang di desa juga berperilaku seperti ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener, himpitan hidup dan persaingan banyak orang mudah menyulut informasi

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram