Menikmati Musim Semi di Taman Lodi

01:46:00

Bada gumbad

Musim Semi dicinta manusia sejagat raya. Tak hanya menawarkan hawa sejuk. Bunga bunga bermekaran dimuka bumi. Seperti bunga Sakura di Jepang hingga bunga Tulip di Belanda. Di New Delhi, tempat tinggal saya saat ini, juga tak kalah menarik kala musim semi tiba. Bunga bunga ditaman dan sepanjang dijalan bermekaran. Salah satu taman yang menghadirkan nuansa ‘Surga bunga’ adalah Taman Lodi  lebih dikenal versi inggrisnya Lodi Garden.

Taman yang dahulunya bernama Willington park ini memiliki kombinasi sempurna. Yakni mengayomi ratusan varietas bunga dan juga menyimpan sederet peninggalan bersejarah sejak abad ke 14 yang menjadi Jejak peradaban Islam di India. Konon, taman ini menyimpan 200 varietas bunga mawar.

Dahulu, 11 tahun yang lalu ketika pertama kali datang ke taman Lodi. Pipi saya bersemu merah. Shock parah dengan ‘pemandangan‘ yang ada. Taman yang menyimpan Jejak kesultanan Islam di Delhi ini justru terkenal sebagai taman mesum. Gimana tidak. Banyak pemuda bercumbu rayu. Tak pakai malu malu. Mulai adu mulut sampai tangan menelusup menjejaki lekuk pegunungan kembar penuh nafsu. Dan entah kemana tangan yang satunya ‘bersembunyi‘. *plak*. 

Nah, beberapa tahun kemudian pemerintah India mulai gencar menjaga kelestarian bangunan bersejarah, termasuk taman Lodi. Saya datang kesini lagi ‘honeymoon‘ dengan suami. Si kecil lagi disekolah. Khawatir kalau masih ada ‘adegan‘ berbahaya.

Masuk kedalam taman kami disambut bahagia jajaran pohon menjulang dan rindang. Serasa memasuki hutan, asri. Kami berjalan perlahan sesekali menghirup nafas panjang menikmati segarnya udara. Terlihat beberapa orang menikmati olah raga jalan sehat dan Jogging. Sementara para Manula sedang asyik ngobrol.

Taman Lodi berada di kawasan Chanakyapuri. Markas besar duta besar seluruh dunia di India. Karena dekat dengan tempat tinggal para duta besar dan staff, taman Lodi ini menjadi tempat bersantai para expatriat yang tinggal di Delhi. Sekedar membaca buku diatas rumput menikmati pancaran sinar matahari yang hangat. Olah raga yoga, duduk bersila diatas Matras Yoga. Memejamkan mata sesekali melakukan gerakan yang luwes. Keluarga dan teman berkumpul untuk berpiknik, membawa keranjang makanan dan bermain main.

Tak hanya menyimpan varietas bunga. Juga berbagai jenis pohon dan tanaman. Dipercantik dengan danau yang lebar dan air mancur. Selain Jogging track disediakan pula beberapa kursi panjang nan cantik terbuat dari kayu, besi dan batu. Jangan kawatir tersesat, setiap persimpangan track jogging disediakan petunjuk arah.


Shooting joget Bollywood
Petiunjuk Arah di persimpangan dalam taman


Bada Gumbad

Berjalan lurus dari pintu masuk terbentang Bada Gumbad (kubah besar) berada di persimpangan. Dipenuhi dengan berbagai macam jenis bunga dan warna. Kami berhenti sejenak memperhatikan bunga matahari warna kuning, putih dan merah sebagian lainnya warna merah muda. Didepannya bergerombol bunga yang mirip dengan bunga lavender dengan warna ungu dan putih.

Bada Gumbad bentuknya mirip dengan Masjid dengan ketinggian sekitar 27 meter dan memiliki kubah cantik. Dan yang kami lihat ini adalah bagian belakangnya. Bagian depan berada disisi lainnya. Kalau kamu pingin joget India ditaman bunga dengan latar belakang bangunan tua, disinilah tempatnya.

Sebelum memasuki Bada Gumbad kami terlebih dahulu menuju ke arah kanan. Ada taman bunga warna merah dan berdiri sebuah menara tua dilengkapi dengan jendela unik dilantai dua. Turret atau menara kecil memiliki ketinggian 8,5 meter dengan dinding setebal 50 cm.

Balik ke Baba Gumbad. Menyusuri sisi samping Bada Gumbad, aneka bunga bergerombol berbentuk melingkar. Salah satunya adalah bunga Nasturtium (Tropaeolum Majus), di India baik biji digunakan dalam masakan, bunga dan daunnya digunakan sebagai salad. Bunga cosmos beraneka warna dihinggapi puluhan kupu kupu cantik. Kami melihat dua wanita duduk diatas rumput beralaskan kain sibuk melukis pemandang.

Sisi depan Bada Gumbad yang dbangun pada abad ke 14 nampak lebih besar dan unik. Disebelah kiri dan kanannya terdapat Mihman-Khana dan Masjid. Keduanya saling berhadapan menyatu dengan Bada Gumbad.

Menaiki 8 buah anak tangga saya menuju Mihman-khana. Berfungsi sebagai guest house untuk para peziarah. Masjid Bada Gumbad memiliki 5 pintu masuk. Panjang dan lebar Masjid sama dengan Mihman-Khana.


Joget joget India
Dua expatriat olah raga Yoga didepan Bada Gumbad


Sheesh Gumbab

Berada di depan area Bara Gumbad terdapat Sheesh Gumbad. Dibangun pada abad ke 14 dibawah kekuasaan Dinasty Lodi. Berbentuk kotak persegi dilengkapi dengan kubah besar diatapnya, mirip dengan Bara Gumbad.

Perbedaanya terletak pada ornamen bangunan. Bagian atasnya dihiasi dengan jajaran batu berbentuk persegi dan dikelilingi dengan keramik kecil kecil warna biru nampak seperti kaca (shees bahasa urdu yang berarti kaca). Arsitektur bangunan berbentuk asimetris, dilihat dari sisi depan, belakang, kanan dan kiri bangunan nampak sama.

Memasuki Shees Gumbad terhampar tujuh batu nisan. Tidak tertulis informasi tentang makam siapa saja yang berada di dalamnya. Ditembok ruangan terdapat ornamen cantik berupa bunga dan ayat Al-Quran. Disebelah baratnya terdapat Mihrab.


shees Gumbad at Lodi Garden
Shees Gumbad

Masjid dan Tomb of Sikandar Lodi

Meninggalkan Shees Gumbad, sepanjang sisi jalan dipenuhi beberapa bunga perdu yang sedang bermekaran dan beberapa jenis herbal. Seperti Dahlberg daisy atau biasa dikenal dengan nama Shooting start warna kuning. Silih berganti dengan bunga moss verbana (Glandularia pulchella) warna ungu, Candytuft (Iberis amara) warna putih, Californi Poppy (Eschcholzia california) dan masih banyak varietas bunga lainnya.Terlihat pepohonan tanpa daun dan disetiap rantingnya dipenuhi dengan bunga warna kuning, mirip dengan bunga sakura.

Melintas jembatan diatas danau yang dikelilingi rerimbunan pohon. Terbentang tembok batu pertahanan setinggi 3,5 meter. Berbentuk persegi membentang sepanjang 76 meter. Masuk kedalamnya saya disambut beberapa anak tangga.

Sesampainya diatas,disebelah kanan terdapat 2 Chattris atau pavilion dan disebelah kiri pintu masuk menuju makam Sikandar Lodi. Nama jalan dan taman diambil dari nama Beliau. Terlahir dengan nama Nizam Khan, beliau adalah generasi kedua Dinasty Lodi. Menjadi Sultan di Delhi pada tahun 1489 hingga 1517.

Lodi Garden
Tembok yang mengelilingi Makam Sikandar Lodi

Sikandar Lodi's Tomb Delhi
Deretan Pilar Makam Sikandar Lod

Muhammad Shah Sayyid’s Tomb

Makam Muhammad Shah Sayyid yang berbentuk octagonal ini bisa kita lihat dari jalan raya. Beberapa pohon rindang yang kami lalui nampak tupai kecil dan lucu saling berkejaran. Diantara taman bunga dihiasi air mancur terbuat dari tumpukan batu didesign artistik mirip orang yang sedang duduk dengan menyanggah lempengan batu.

Nuansa taman berganti dengan jajaran pohon palem yang menjulang tinggi. Pohon palem tertata rapi membentuk sebuah kotak persegi mengelilingi makam Muhammad Shah Sayyid. Beliau adalah seorang Sultan berasal dari dinasti Sayyid yang berkuasa mulai tahun 1414 hingga 1451.


Taman buat Joget India
Muhammad Sayyid Shah's Tomb
Ada pemandangan tak biasa di depan Shah Sayyid’s tomb. Terdengar suara gendang bertalu talu. Kami melihat dua bule sedang melakukan ritual keagamaan. Si Perempuan menari menari dengan gemulai. Seolah terbawa ke alam lain. Sementara sang lelaki yang hanya mengenakan celana boxer menabuh gendang berjalan mengelilinginya. Entah apa ritual keagamaan apa yang sedang mereka lakukan. Hingga menjadi tontonan para pengunjung.

Taman Lodi sangat berbeda kondisinya. Selain banyak dikunjungi wisatawan asing. Juga lebih terawat. Bunga tertata rapi. Beberapa petugas keamanan berjalan melintasi jalanan setapak. ‘Mengganggu‘ beberapa pemuda yang sedang asyik adegan adu mulut.

Setelah menikmati Lodi garden. Kami lanjutkan berjalan jalan menuju Safdarjung’s Tombs. Bangunan Peninggalan Terakhir Kaisar Mughal. Letaknya berdekatan. Hanya lima menit saja berjalan dari Lodi garden.

Lodi Garden menjadi oase hijau diantara kepadatan dan keramain kota Delhi. Menikmati setiap langkah dan hembusan nafas diantara mekarnya bunga membawa musim semi dalam kehidupan sehari hari.
Turret at Lodi Garden
Turret


Lodi garden
Salah satu sudut taman dengan hamparan bunga


Lodi Garden
Jalan setapak untuk jalan kaki atau jogging


You Might Also Like

23 comments

  1. Arrrrgh....bagus banget tamannya. Liat bunga-bunganya itu ga tahan jadi pingin kecup-kecup.
    Alangkah romantisnya berada di situ bareng bojoku :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, parah bagusnya. Kalau musim semi dihinggapi banyak kupu kupu juga. paling asyik dibuat rekreasi sekeluarga. luas dan teduh. :)

      Delete
  2. Pertanyaanku, mbak Zulfa joget India juga gak di situ? :D
    Kebayang gak siih, lagi asik motret bunga, trus dari balik rimbunnya bunga-bunga itu ada yg kemresek, pas disamperin ternyata ada yang lagi asik ber.... **
    Kira2 bakal gimana kejadiannya? Mbak Zulfa kabur? Ato malah seneng dapet object foto? Hahaha...

    Iya ya, padahal taman cantik kayak gitu bagus banget kalo dipake yoga, atau piknik ama keluarga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jelas Joget tapi nggak pakai di pideo :)))
      hahaha, aku ada looo foto merka yang sedang asyik bercumbu, hot kayak kompor. xixixixi

      Aku malah suruh mereka neruisin, trus sambil ngerekan adegan *plak*

      Delete
    2. Trus entar video rekamannya di aplot ke yutub, hahahahaha... *ngomong apa toh kita ini :D

      Delete
    3. Iay, terus di link ke web, rame deh. hahahaha mesti Ngalor ngidul
      Eh eh mbak, aku ada loo foto adegan saling pangku dan mulut saling beradu penuh nasfu *tsahhhh

      Delete
  3. Ish asri banget yak... Asyik banget deh olahraga di sana, utamanya pilates ama yoga pake matras. Adeeem...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Sri banget. Maunya gitu olah raga disini sama Yoga bir langsing. Laaa kok malah ngemil makanan waktu jalan jalan :)))

      Delete
  4. Fotooo fotoonyaaaa mewakiliii bangett mba zulfaaaaaa suukaaaa!!!

    ReplyDelete
  5. Fotooo fotoonyaaaa mewakiliii bangett mba zulfaaaaaa suukaaaa!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, Alhamdullilah ya... ada yg keracunan gegara foto :) Matur nuwun mbak Ima

      Delete
  6. Apikkkk banget tamane. Aku penasaran karo koleksi maware, Zulfa. Aku yo seneng nandur mawar, tapi isih sethithik, lha taman ngarep cumak sakuprit. hehehe. Aku iki yo lagi penasaran nyobak yoga... ira

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku ora ngerti mawar mbak. sak ngertiku akeh mawar merah, putih. emboh varietas mawar itu dibedakan berdasarkan apa. tapi uakeeeehhh memang macam bunga e. Meski halaman kecil sing penting ojok ijo ijo e mbak. ben seger omah e. Aku nggak seneng yoga mbak. seneng sing lincah lincah, hehehe

      Delete
  7. peenggeennn ke sana...
    apalagi lagi demen sama saraswati chandra nih mbak...
    itu,,, sinetron india di stasiun tv swasta. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayooo kesini. Wah, aku malah belum pernah lihat sinetron itu. Semoga bisa kesini someday ya....

      Delete
  8. wihihi, jadi berasa dibawa masuk ke film-film india.
    tamannya rata2 begitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe sodorin selendang, joget joget. ya, rata rata tempat peninggalan sejarah dikelililngi taman. jadi asyik buat pacaran, eh :)))

      Delete
  9. 11 tahun pertama kali kesana, jadi dirimu udah brp tahun di indiahe ????

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe aku menjejakkan kaki di India 11 tahun yang lalu.tapi total tinggal di India hampir 5 tahun.

      Delete
  10. Mbak...kalau saya yang di situ udah kalap motret bunga pakai makro :) sekalian joget dumang dah haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, aku aku sibuk cari adegan gituan *plak*
      hahaha sampeyan joget dumang, suami joget India (Kolaborasi)

      Delete
  11. liat gambar2nya malah jadi inget film typu sultan apa ya klo ga salah, awal 90 an yang tayang di TVRI

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, film mana lagi itu ?. belum pernah lihat :)

      Delete

Follow Twitter

Follow Google+

Follow Instagram